http://millatfacebook.com/Ryuji_Asada/
**if you receive this mail as a junk mail, move it to your inbox for viewing attachment**
From: Norhasnita Hasan
[mailto:Norhasni...@Jabil.com]
Sent: Friday, June 03, 2011 1:27 AM
Subject: 29 ribu Euro: Bukan nilai aurat
by Mohd Yusof Hadhari Bin Saidon
PARIS - Karima
(25), seorang muslimah yang tinggal di Trappes, Perancis tetap ingin memakai
jilbabnya. Jika pihak polis menyuruhnya melepaskan jilbab, dia akan melepasnya
sebentar. Setelah polis pergi dan tidak melihatnya lagi, maka ia akan
mengenakan jilbabnya kembali.
Namun jika ia tidak berhasil melakukannya, ia lebih memilih untuk tinggal di rumah atau pergi meninggalkan Perancis daripada harus keluar tanpa menggunakan jilbab. "Saya pernah ditawarkan untuk melepas jilbab dan akan dihadiahi 29 ribu euro, tapi saya menolak,” ucap Karima yang ketika itu sedang berbelanja di salah satu pusat beli-belah sebelah barat daya Paris.
Sejak
11 April 2011 lalu, Presiden Perancis, Nicholas Sarkozy mengesahkan
undang-undang baru yang melarang muslimah di Perancis untuk menggunakan burqa,
jilbab dan sejenisnya. Masyarakat muslim Perancis menganggap ini sebagai
penghinaan untuk Islam dan melanggar hak asasi dan kebebasan agama.
Pemerintah Perancis melarang perempuan memakai jilbab untuk menyembunyikan
wajah mereka di tempat umum, bahkan di jalanan. Ia menghukum mereka yang
menentang dengan hukuman denda sebanyak 150 euro. Bagi mereka yang menyuruh
seorang wanita mengenakan jilbab, hukumannya adalah penjara dan denda sebanyak
30 ribu euro.

Dunia sudah nak kiamat. Kalau bertelanjang itu dianggap hak asasi tetapi kalau
berjilbab itu dianggap jenayah. Bahkan kalau ibu-bapa atau suami menyuruh
tanggungannya memakai jilbab itu lagi besar jenayah. Tetapi yang hairannya bagi
para muslimat yang istiqamah, ibadah tersebut terlalu mahal harganya dan tidak
terbayar dengan harga duniawi. Mereka tetap memilih untuk berjilbab meskipun
didenda. Inilah kekadang menghairankan banyak wanita di Eropah.
Bahkan bagi setengah pejuang wanita barat, mereka menganggap itu sebagai
penindasan dan diskriminasi terhadap wanita dan mereka cuba untuk menghalangnya
tetapi mereka lupa itulah sebenarnya yang dituntut oleh wanita muslim. Ia
merasai nikmatnya tersendiri. Inilah akhirnya menjadi penyebab ramai pula
wanita memeluk Islam di Perancis. Perasaan ingin tahu menyebabkan mereka
selongkar maklumat, mereka mengetahui hikmahnya dan akhirnya mereka memilih
untuk memeluk Islam.
Yang hairan dinegara kita.
Tidak ada siapa pun hendak membayar kalau membuang jilbab tetapi mereka yang
mendakwa pengamal islam contoh ini membuang jilbab bahkan berbangga dengan gaya
rambut masing-masing. Kalaulah isteri PM memakai jilbab dan menutup kepalanya,
alangkah lebih elok dan menjadi contoh buat umat Islam di Malaysia. Atau kalau
Rosmah meminta RM29 ribu sekalipun, rakyat Malaysia sanggup mengutip derma bagi
menyerahkan kepada beliau agar menutup aurat dan tertutup satu daripada lubang
mungkar.
--