LK3 News Edisi Februari 2019

3 views
Skip to first unread message

Dr. Julianto Simanjuntak / LK3

unread,
Mar 8, 2019, 2:20:39 AM3/8/19
to acceptance-c...@googlegroups.com, agatha-cla...@googlegroups.com, blessing-cl...@googlegroups.com, caring-cla...@googlegroups.com, compassion-c...@googlegroups.com, empathy-cl...@googlegroups.com, hope-clas...@googlegroups.com, humility-cl...@googlegroups.com, immanuel-cl...@googlegroups.com, kairos-cla...@googlegroups.com, lukas-cla...@googlegroups.com, makarios-cl...@googlegroups.com, markus-cla...@googlegroups.com, mathetes-cl...@googlegroups.com, matius-cla...@googlegroups.com, mercy-cla...@googlegroups.com, priskila-cl...@googlegroups.com, responding-c...@googlegroups.com, roma-clas...@googlegroups.com, samaria-cl...@googlegroups.com, sharing-cl...@googlegroups.com, sola-fide-c...@googlegroups.com, solagratia-c...@googlegroups.com, nusantara-c...@googlegroups.com, solideo-cl...@googlegroups.com, akwila-class-s...@googlegroups.com, baptis-clas...@googlegroups.com, efesus-cla...@googlegroups.com, fileo-class...@googlegroups.com, galilea-cl...@googlegroups.com, galatia-clas...@googlegroups.com, hosea-class...@googlegroups.com, kolose-class-...@googlegroups.com, korintus-class...@googlegroups.com, kharisma-clas...@googlegroups.com, pemerhati...@googlegroups.com, parakletos-clas...@googlegroups.com, sahab...@googlegroups.com, wahyu-class-stt-...@googlegroups.com, yesaya-class...@googlegroups.com



  
SAHABAT ORANG BERDOSA

Sungguh sulit bagi anak sulung melihat sikap Sang Ayah menerima dan memestakan kepulangan adiknya tanpa syarat apapun. Pantaslah  si sulung marah dan menuduh Ayahnya berlaku hal yang tidak patut. Kita juga mungkin akan kesal dan bereaksi sama jika pada situasi itu. Perumpamaan dalam Injil Lukas lima belas sungguh dalam maknanya.

Tidak ada teologi yang cukup untuk memahami isi hati Tuhan yang berkorban dan rela mati bagi kita ketika masih dalam keadaan berdosa (Roma 5:8). 

Menerima orang berdosa sekaligus pribadinya, dan sabar memberi waktu bagi mereka untuk berubah hanya bisa dipahami mereka yang sadar betapa dahsyatnya kuasa dosa. Tetapi jauh lebih besar lagi kuasa kasih Allah yang sanggup membaharui hidup kita secara progresif, dari hari ke hari semakin serupa dengan Dia.

Konseling Pastoral hanya bekerja jika dimulai dengan tahap MENGENAL klien yang dilayani. Menerima mereka apa adanya tanpa MENGHAKIMI. Mengerti dan menerima tanpa KOMPROMI. Membangun hubungan dan rasa saling percaya. Dengan itu terbuka jalan untuk membimbing klien menemukan JALAN MASUK, dan membawa dirinya pada perubahan hidup:  baik itu nilai, sikap, emosi dan perilaku hingga relasinya dengan Tuhan dan sesama.

Saat melayani, aktifitas Yesus sarat dengan tugas pastoral. Ia mencari para pendosa, khususnya mereka yang dibuang dari masyarakat. Ia bersedia menjadi sahabat,  mengayomi tapi tanpa kompromi. Rela menerima tanpa syarat, bersahabat sambil memberitakan Injil Kerajaan Allah. Ia juga menyempatkan diri untuk hadir, ngumpul, dan berdiskusi sambil makan bersama. Yesus BERSAHABAT dengan mereka, dan sambil berteman sambil menunjukkan cara dan arah hidup yang lebih baik dan yang berkenan dihadapan Allah.

Sikap orang Farisi bertolak belakang dengan Yesus. Mereka cenderung merasa diri paling benar, suka mencela dan menghakimi orang yang berbuat dosa. Orang Farisi  merasa jijik dan menjauhi orang-orang yang dianggap melanggar hukum atau asusila. Kadang  mencari jalan untuk bisa menjebak, menghukum dan mempermalukan mereka di depan umum. Dalam kasus perempuan yang kedapatan berbuat zinah, mereka menjadikan dosa dan perbuatan perempuan tsb sebagai bahan perdebatan di depan umum tanpa empati sedikitpun.

Para tokoh Agama zaman Yesus selalu memulai penilaian dengan  hukum dan aturan yang hanya membuat jarak. Para pendosa makin dibenci dan disingkirkan. Membentuk komunitas sendiri yang jauh terpisah dari elit pemimpinnya. Ironisnya, makin dibenci, mereka berjuang membentuk komunitas sendiri dan makin lama makin besar pengaruhnya. Contoh komunitas pecandu narkoba dan LGBT.

Konseling pastoral memang akan berubah seiring zaman. Tapi para pelayan umat tidak boleh kompromi dengan mengaburkan makna dosa dalam kitab suci.  Sebaliknya, hukum Gereja tidak boleh membuat umat yang bergumul dengan "dosa tertentu" makin menjauh dan meninggalkan gereja karena pemimpin gagal menghapus STIGMA  dosa mereka.  Sebaliknya malah menguatkan stigma itu lewat surat pastoral yang mendiskreditkan dan berbau MENGHAKIMI. 

Akhirnya, kita boleh saja berbeda pendapat. Tapi INGAT, jauh dibalik benar dan salah, atau di tengah perbedaan pendapat, kita ini bersaudara di dalam Kristus. Jangan lagi saling menghakimi apalagi menghujat atas nama Kitab suci. Apalagi di ruang publik seperti sosial media. Sebab kita dipanggil untuk menjadi sumber TUNTUNAN, bukan TONTONAN karena debat yang saling mencerca hanya membuat garam kita menjadi hambar, dan terang kita semakin redup.



      Dr. Julianto Simanjuntak

      Founder & Chairman LK3
Mengucap syukur dalam segala hal
adalah terapi klasik yang sederhana dan mudah dilakukan,
menghasilkan kuasa pemulihan yang sangat besar.

Julianto Simanjuntak
Keluarga kreatif, LK3
Healing Center


TIPS PARENTING 

Cinta Tuhan tak pernah menyerah, dan tidak ada yang tidak bisa dipulihkan. Kita boleh kehilangan apa saja, asal jangan harapan.

Julianto Simanjuntak
Keluarga kreatif, LK3 
 




Artikel LK3 News

Kunjungi www.juliantosimanjuntak.com untuk mendapatkan artikel-artikel terbaru..

Bandul Kehidupan

Raja Salomo menulis, "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun dibawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa;...
Baca Lanjut


Download Katalog


Meeting Pengurus Keluarga Kreatif, LK3 Nasional dan perwakilan Healing Center. Hotel OLIVE, 2 Maret 2019
 

OTOT-OTOT EMOSI
Julianto Simanjuntak 

Bila engkau cepat kecewa kecillah kekuatanmu. Jika cepat putus asa kecillah nyalimu
Bila cepat marah tanda kesabaran rendah. Jika cepat tersinggung menunjukkan harga dirimu miskin

Bersyukurlah untuk setiap orang yang membuat kita kecewa atau terluka, sebab mereka mengingatkan bahwa kita ini orang berdosa. 

Ya, pendosa yang selalu membutuhkan anugerah Allah dan pengampunanNya. 
Karena itu berkatilah mereka dengan sekuat tenaga.

Mereka telah menjadi "berkat secara negatif". Dipuji berkat positif, sebaliknya dilukai merupakan "berkat negatif." Sebab Tuhan bekerja dalam setiap pengalaman hidup kita. Baik maupun buruk

Pengalaman terluka membentuk kepribadian supaya kita tidak sombong. Jalan untuk kita mengoreksi dan memperbaiki diri. 
Juga menguatkan OTOT-OTOT emosi 
Memperkuat nyali menghadapi mereka yang iri atau dengki

Dilukai bisa menjadi berkat yang tertunda. Saat mengalaminya hati kita berduka tapi setelah melewatinya kita bersukacita. 

Kitapun dilatih berempati dan mengambil makna dari setiap luka

Tidak ada luka kita yang sia-sia
Semua bisa dipakaiNya
Makin besar luka makin besar kita
DipakaiNya menjadi yang sahabat berguna bagi mereka yang lagi kecewa ataupun berduka

Hai sahabat Keluarga Kreatif, LK3
Jangan mudah menyerah 
Apalagi putus asa
Kuatkan dan teguhkan hati

FirmanNya berkata, "dalam kelemahanmulah kuasaKu sempurna"

~ Julianto Simanjuntak
Catatan Harian

LEMBAGA KONSELING KELUARGA KREATIF (LK3)

Pusat Konseling Pribadi
Studi Konseling Mitra STT
Sertifikat Konseling 
Sertifikasi Konseling 
RETREAT Keluarga Kreatif, LK3 
Training Konseling Awam
Training Parenting
Assessment
 

Retreat Keluarga Kreatif, LK3 

Workshop- Assesmen-Retreat

KLIK:

 

http://bit.ly/RetreatKK2019-LK3

Buku-buku karya Dr. Julianto Simanjuntak dan Roswitha Ndraha, M.Pd.K

Buku-buku konseling dan parenting karya Dr. Julianto Simanjuntak dan Roswitha Ndraha, M.Pd.K yang dapat Anda pesan sbb:

1. Seni Merayakan Hidup yang Sulit
2. Mencinta Hingga Terluka
3. Kesehatan Mental dan Masa Depan Anak
4. Perlengkapan Seorang Konselor
5. Hidup Berguna Mati Bahagia
6. Mendisiplin Anak Dengan Cerita
7. Tidak Ada Anak yang Sulit
8. Membangun Harga Diri Anak
9. Mengubah Pasangan Tanpa Perkataan
10. Mendidik Anak utuh Menuai Keluarga Tangguh
11. Banyak Cocok Sedikit Cekcok
12. Seni Merawat Keluarga
13. Bersahabat Dengan Remaja
14. Membangun Karakter Seksual Anak
15. Merekayasa Lingkungan Anak
16. Alat Peraga di Tangan Tuhan
17. Konseling dan Amanat Agung
18. Pendeta: Panggilan, Keluarga dan Pelayanannya
19. Program Gereja Berbasis Keluarga (Ebook)
20. Membangun Kepuasan Karier dan Pernikahan (Ebook)
21. Kebisuan Para Ayah (ebook)

Anda dapat memesan online dengan mengirimkan pesanan melalui email : pesa...@lk3foundation.org
www.juliantosimanjuntak.com

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages