Cinta kreatif

0 views
Skip to first unread message

Dr. Julianto Simanjuntak

unread,
Apr 20, 2018, 8:25:28 PM4/20/18
to IC immanuel class Jkt, HCJ milis jaffray Humility, Matius Class Milis, Markus class jakarta
Bina Pasutri & Retreat Keluarga Kreatif   http://bit.ly/KeluargaKreatif2018  ***

CINTA KREATIF
Julianto Simanjuntak 

 
Tak sedikit orang tua begitu kagum dengan perkembangan anak dari teman-temannya. Apalagi kalau pandai, rajin, berhasil di usia muda. Sudah itu, anak penurut pula. Kadang orang tua tergoda membandingkan anak yang suka melawan dengan kakak atau adiknya, yang jauh lebih baik.

Tak heran, mereka lebih sayang pada anak yang lebih baik, penurut, dan pandai. Sementara yang lainnya diabaikan, dan hanya mendapat "sisa-sisa" kasih sayang. Diremehkan.
 

Namun banyak pengalaman membuktikan, di masa depan anak-anak itu bisa berubah. Anak yang disayang dan sangat diperhatikan cenderung manja. Daya juangnya malah rendah. Karena Terlalu nyaman dan mapan Di masa dewasanya tidak kuat menghadapi tantangan. Mudah menyerah di tengah tekanan, serta kurang kreatif. Wujud konkrit adalah sekolah berpindah-pindah, demikian juga saat bekerja. Daya tahan stres rendah.

 
Sebaliknya (sebagian) anak yang terbiasa dibiarkan dan hidup dari “sisa-sisa” kasih sayang ayah-ibunya, malah berjuang sendiri jadi mandiri. Anak yang tadinya diremehkan, berusaha kreatif dan membuktikan diri agar bisa disayang. Dia berpikir keras untuk mendapatkan prestasi dan apresiasi. Mungkin dia belajar dengan keras, bekerja dengan rajin, atau mengembangkan sifat-sifat kemanusiaan yang disukai seperti ramah, jujur, dan sebagainya.

 Di masa dewasa mereka justru menjadi kuat. Daya juang dan daya tahan stresnya tinggi. Mereka bisa menjadi bintang-bintang pergaulan. Bukan hanya itu, Setelah punya anak, mereka belajar baik-baik menjadi orang tua. Tidak ingin mengulang kegagalan ayah atau ibunya. Sebab diabaikan itu sangat menyakitkan. Juga tak mau memanjakan anak, karena membahayakan.
 
Cinta Kreatif: Kisah Anak Yang Hilang

Lihat saja kisah anak yang hilang yang ditulis oleh tabib Lukas. Kalau si Bungsu itu anak kita, barangkali anak ini kita abaikan. Kita remehkan. Tidak pulang ke rumah juga oke. Toh ada anak yang baik dan penurut, anak Sulung.
 
Tapi hasilnya ternyata beda. Si Bungsu ini berubah. Dia menjadi anak yang bertobat, dan menyenangkan Papanya. Sementara si Sulung yang tampak baik, "anak papa", akhirnya malah memedihkan hati sang Ayah. Karena dia sama sekali tidak punya empati dan rasa sayang sama sekali dengan adiknya. Si Sulung sama sekali tidak memahami kesedihan hati Sang Ayah selama ini yang merindukan  adiknya yang hilang. 

Ayahnya berhati mulia, tidak membedakan anak. Itu sebabnya si ayah tidak memanjakan si Sulung, meski penurut; ayah tetap menyayangi si Bungsu meski bandel. Itulah cinta kreatif, yang dinyatakan Allah kepada kita. Firman Tuhan berkata, Kristus mati menebus kita bukan saat kita baik, tapi dalam keadaan yang berdosa. Roma 5:8
 
Pelajaran

1. Bagi orang tua, sadarlah memanjakan anak berlebih itu malah menyiksa anak. Membunuh masa depan mereka sendiri. Jangan remehkan anak yang kelihatan biasa, kurang pandai, keras, dan suka melawan. Bisa jadi mereka berubah menjadi anak yang berhasil dan membahagiakan orang tua. Kita nanti malah malu sendiri akibat perbuatan kita.
 
2. Bagi teman yang diabaikan orang tua, dibeda-bedakan hingga diremehkan, janganlah berkecil hati. Berjuanglah. Kejar visi atau mimpi hidupmu. Sayangi dirimu sendiri, dan manfaatkan kasih sayang orang tuamu meski kurang atau terbatas. Masih ada Allah dengan kasih sayang-Nya yang berlimpah. Cari dan andalkan Dia. Bangun pergaulan yang baik dan komunitas yang memberimu semangat. Bangun daya juang, milii tekad untuk membuktikan kamu bisa karena Tuhan. DIA punya rencana.
 
3. Bagi kita yang sudah melewati masa itu dan berhasil membangun hidup kita sendiri, ambil hikmah dari kesalahan orang tuamu. Kelak jangan wariskan sifat itu ke anak-anak. Putuskan rantai kebiasaan yang salah. Bacalah buku, ikuti seminar, bergaul dengan para Ayah atau Ibu yang bijaksana. Maafkan orang tua, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan. Kita tidak bisa berbuat banyak (mengubah) ke atas, tapi bisa mempengaruhi keturunan kita di bawah.

 
Julianto Simanjuntak 
Catatan Konseling 


**** harga khusus hub. Finilon 082225252210 



LEMBAGA KONSELING KELUARGA KREATIF-LK3
Pelikan-Counseling & Parenting Education- Retreat Keluarga Kreatif -Workshop & Assesment 
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages