madxyl thomasin independent

0 views
Skip to first unread message

Faustina Bartsch

unread,
Aug 2, 2024, 7:26:43 PM8/2/24
to matafuldia

Kata appositive ini muncul dalam dua bentuk. Bentuk yang pertama adalah kata appositive ini muncul di tengah kalimat bahasa Inggris. Kata ini muncul seperti di rumus diatas. Pada kasus ini, bentuk kalimat ini akan menjadi subjek + koma + appositive + koma + verb. Jadi, antara appositive dan verb akan dipisahkan oleh tanda koma. Bila kalian menemukan kalimat semacam ini, maka kalian bisa mengetahui subjek yang terletak di awal kalimat sebelum kata appositive.

Bentuk kedua dari appositive biasanya muncul di awal kalimat. Kalian bisa mendeteksinya seperti rumus diatas. Bentuk kalimat di kasus ini adalah appositiv + koma + subjek + verb. Kalian bisa menyusun kalimat semacam ini dimana antara subjek dan verb tidak dipisahkan oleh suatu koma. Ini menjadi materi di dalam toefl skill 3. Bila kalian menemukan kalimat semacam ini, maka kalian harus mengetahui subjek kalimat itu terletak di tengah kalimat setelah appositive.

Selain subjek dan verb dan object of preposition, ada hal lainnya yang membuat kalian bingung dalam mencari subject di dalam suatu kalimat yaitu appositive. Ini adalah kata benda yang diletakkan setelah kata benda lainnya sebagai informasi tambahan tentang noun itu.

Kalian harus memperhatikan tanda koma yang muncul sebelum kata David. Tanda itu mengindikasikan kalau di dalam kalimat itu ada appositive. David terletak di tengah yang berarti appositive. Sedangkan is attending adalah kata kerja. Jadi, kalimat ini memerlukan sebuah Subjek. Now adalah keterangan waktu, Happily adalah keterangan pola, today adalah keterangan waktu, dan yang benar adalah My Friend.

Kalian harus memperhatikan tanda koma yang muncul sebelum kata Kanaya. Tanda ini mengindikasikan bahwa sebelum tanda koma adalah appositive. Kanaya berfungsi sebagai subjek dan trains berfungsi sebagai Verb. Jadi, dibutuhkan appositive yang berfungsi menjelaskan subjek, Kanaya. Dari semua opsi yang ada, jawaban A adalah yang paling benar karena tanpa Verb dan menjelaskan tentang Kanaya.

Mengikuti tes TOEFL umum dilakukan para akademisi, khususnya dosen yang menjadi syarat untuk mengikuti sertifikasi dosen (serdos). Selain itu, juga dibutuhkan oleh mereka yang ingin meraih beasiswa kuliah ke luar negeri. Apapun tujuannya, pastikan belajar tekun.

Sebagai bentuk persiapan, bisa memahami dulu apa itu TOEFL dan bagaimana cara menghitung skornya. Sehingga saat tes bisa memastikan berapa soal yang wajib benar supaya berada di posisi aman. Berikut ulasannya.

Sebelum mengikuti tes TOEFL pastikan sudah memahami apa itu TOEFL dan juga bagaimana cara menghitung skor TOEFL. TOEFL adalah tes yang terstandarisasi untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris dari seseorang yang bahasa ibunya bukanlah Bahasa Inggris.

Lewat tes ini maka bisa diketahui seberapa baik penguasaan bahasa Inggris dari para peserta. Setelah mengikuti tes maka setiap peserta akan mendapatkan skor yang menentukan tingkat kualitas penguasaan bahasa Inggris tadi.

Skor ini yang menjadi fokus utama karena ada standar minimal yang harus dipenuhi. Misalnya untuk kalangan dosen yang diwajibkan mendapatkan skor minimal 500 untuk tes TOEFL. Jika skor yang didapat di bawah 500 maka perlu mengikuti tes ulang.

Bicara mengenai TOEFL dan cara menghitung skor TOEFL tersebut, maka harus memahami juga jenis-jenis tes TOEFL. Sebab jenisnya beragam dan memiliki tata cara perhitungan skor sekaligus rentan skor (terendah sampai tertinggi) yang berbeda. Berikut penjelasannya:

Jenis tes TOEFL yang pertama adalah TOEFL PBT (Paper Based TOEFL) sehingga sesuai namanya, tes jenis ini dilakukan di media kertas. Peserta kemudian mengisi jawaban dengan mengarsir pilihan ganda di lembar jawaban.

Skor TOEFL PBT berkisar antara 220 dan tertinggi adalah 677, yang memang sudah lama ditinggalkan sejak kemunculan TOEFL CBT di tahun 1998. Kompetensi yang dites di TOEFL PBT mencakup kemampuan membaca, mendengarkan, dan grammar.

Jenis yang kedua adalah TOEFL CBT (Computer Based TOEFL) yaitu tes TOEFL yang sudah berbasis komputer. Artinya tes TOEFL dilakukan menggunakan perangkat komputer, baik soal dan lembar jawaban ada di layar perangkat.

TOEFL CBT pertama kali diperkenalkan di tahun 1998 dan menggeser TOEFL PBT. Kompetensi yang diuji mencakup mendengarkan (listening), membaca (reading), menulis (writing/structure), dan grammar. Skor berkisar antara 0-300, sehingga skor tertinggi adalah 300 poin.

Jenis TOEFL yang terakhir adalah TOEFL iBT (Internet Based TOEFL) merupakan tes TOEFL berbasis internet sehingga sifat tes adalah secara online. Jenis tes TOEFL ini pertama kali diperkenalkan di tahun 2005.

Skor antara 0 sampai 120, sehingga skor tertinggi adalah 120 poin. Kompetensi yang diuji adalah kompetensi mendengarkan, menulis, membaca, dan berbicara. Selama pandemi, model iBT lebih populer digunakan karena bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Khusus untuk perhitungan skor TOEFL PBT menggunakan sistem konversi, jadi ada tabel konversi. Tabel ini berisi hasil skor untuk setiap jumlah soal yang dijawab dengan benar oleh peserta. Nilai konversi pada tabel yang kemudian dihitung.

Lewat contoh tersebut, maka peserta yang memiliki skor 556 poin. Berhubung memakai sistem konversi, maka perhitungan skor wajib melihat tabel konversi yang nilainya sudah ditentukan. Sehingga konversi ini sifatnya mutlak.

Lewat prinsip perhitungan skor tersebut maka pada TOEFL CBT skor terendah adalah 0 dan tertinggi adalah 300. Contohnya, saat ada peserta mengikuti TOEFL CBT dengan detail jawaban benar sebagai berikut:

Sedangkan untuk menghitung skor TOEFL iBT bisa dikatakan lebih sederhana lagi, sifatnya real. Artinya tidak ada rumus, hanya tinggal menjumlahkan seluruh nilai dari masing-masing kompetensi yang diujikan.

Kompetensi disini biasanya disebut dengan istilah sesi, dimana TOEFL iBT memiliki 4 sesi. Seperti reading sebagai sesi pertama, writing untuk sesi kedua, dan seterusnya. Skor tertinggi di setiap sesi adalah 30 poin. Berikut contohnya:

Sehingga bisa tahu prinsip perhitungannya memakai model yang mana dari penjelasan di atas. Saat skor akhir sudah keluar, peserta bisa kroscek berapa jumlah jawaban yang benar. Jika gagal karena belum memenuhi passing grade tidak perlu berkecil hati, dan bisa tes ulang.

Sebaliknya, jika skor yang didapat memuaskan maka bisa fokus mempelajari keterampilan lain. Sekaligus tidak lupa untuk terus mengasah kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki. Jadi, silahkan dipelajari lagi mengenai cara menghitung skor TOEFL yang dijelaskan di atas.

c01484d022
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages