Raksasa WhatsApp Ternyata Hasil Keisengan Dua Sobat Pengangguran
Fino Yurio Kristo - detikInet
Brian Acton dan Jan Koum. Foto: istimewa
Jakarta - WhatsApp tak terbendung sebagai layanan messaging paling banyak dipakai. Ada 1 miliar pengguna aktif tiap hari. Data per bulan malah lebih tinggi lagi. Dilaporkan kalau rata-rata ada 1,3 miliar pengguna yang aktif menggunakan WhatsApp tiap bulan. Informasi lain, pesan yang dikirim pengguna WhatsApp tiap hari mencapai 55 miliar.
Balik ke belakang, mungkin tak ada yang menyangka WhatsApp sebesar sekarang. Didirikan tahun 2009 oleh duet Jan Koum dan Brian Acton, WhatsApp kala itu dipandang sebelah mata di tengah dominasi BlackBerry Messenger atau BBM.
Jan Koum adalah imigran asal Ukraina yang imigrasi ke Amerika Serikat dan hidupnya sempat menderita. Ibunya bekerja sebagai pengasuh bayi dan Koum kadang menyapu toko untuk mendapat upah.

Begitu miskinnya mereka sehingga harus hidup dengan makanan subsidi pemerintah. Mereka tinggal di apartemen dengan dua kamar tidur yang juga dibiayai pemerintah AS. Cobaan kembali datang setelah ibu Koum didiagnosa menderita kanker. Sang ibu akhirnya meninggal dunia di tahun 2000.
Persahabatan dengan Brian Acton
Koum sejak remaja sudah bisa berbahasa Inggris dengan baik sehingga memudahkannya sekolah di AS. Namun mungkin karena kurang bisa menyesuaikan diri, dia dikenal sebagai anak nakal dan sering terlibat perkelahian. Posturnya yang tinggi besar membantunya mempertahankan diri.
Meski bandel, Koum adalah bocah pintar. Pada usia 18 tahun, dia belajar networking komputer secara otodidak. Dia juga bergabung dengan klub hacker berjuluk w00w00. Lulus SMA, Koum diterima di San Jose State University. Sambil kuliah, dia bekerja sambilan di beberapa tempat, antara lain sebagai pengujicoba sistem sekuriti di Ernst & Young.
Tahun 1997, dia bertemu dengan Brian Acton yang kala itu pegawai Yahoo. Keduanya menjadi teman akrab. Koum iseng melamar kerja ke Yahoo dan dia diterima sebagai teknisi infrastruktur.
Foto: istimewa
Setelah ibunya meninggal di tahun 2000, Koum menjadi yatim piatu. Koum pun merasa kesepian. Beruntung, ia terus didukung oleh Acton. Mereka sudah menjadi sahabat karib. "Dia sering mengundangku ke rumahnya," kata Koum. Mereka sering melakukan aktivitas bersama-sama.
Bersama sama pula Koum dan Acton menyaksikan jatuh bangun Yahoo, tempat mereka bekerja. Acton sempat pula berinvestasi di perusahaan internet pada tahun 2000-an, namun menuai kegagalan dan rugi besar.
September 2007 dengan berbagai pertimbangan, Koum dan Acton sepakat meninggalkan Yahoo. Selama setahun, mereka bersenang senang dan berwisata ke Amerika Selatan.
Kemudian keduanya melamar kerja di Facebook. Sayang sekali, keduanya menerima penolakan. Padahal suatu hari nanti, produk mereka begitu diminati Facebook dan dibeli triliunan rupiah.
Pengangguran Menciptakan WhatsApp
Kedua sahabat itu luntang luntung tanpa pekerjaan. Nah, pada Januari 2009, Koum membeli iPhone. Ia kemudian menyadari toko aplikasi App Store akan menjadi bisnis yang besar. Mendadak ia punya ide menarik.
Suatu hari, dia ikut berkumpul di kediaman pria bernama Alex Fishman, di mana tiap minggu, komunitas orang Rusia berkumpul di sana. Koum mengobrol soal ide mentahnya mengenai cikal bakal WhatsApp.
"Jan menunjukkan padaku buku alamat kontaknya di telepon. Dia pikir akan keren jika bisa memiliki status di samping nama individu," kata Fishman. Status itu akan menunjukkan apakah individu itu sedang sibuk, baterainya hampir habis atau sedang berada dalam gim.
Koum kemudian menemukan nama program tersebut, yaitu WhatsApp yang terdengar familiar seperti kalimat whats up. Seminggu kemudian pada 24 Februari 2009, Koum mendirikan perusahaan WhatsApp Inc di California. Aplikasi itu sejatinya belum dibuat, namun dia nekat jalan terus.
Koum hampir saja berhenti di tengah jalan dan berniat mencari pekerjaan saja. Namun Acton mencegahnya, ia melihat potensi besar WhatsApp. "Kamu idiot jika berhenti sekarang. Berikan waktu beberapa bulan lagi," kata Acton ketika itu.
Koum pun jalan terus meski ragu-ragu. Pertolongan kemudian datang dari Apple yang meluncurkan push notifications di Junia 2009. Fitur ini memungkinkan Koum memodifikasi WhatsApp sehingga setiap kali pengguna mengubah status, otomatis mengabarkan pada setiap orang di jaringan.
"WhatsApp kemudian menjadi instant messaging," kata Fishman. Jan menyadari ia telah menciptakan WhatsApp sebagai instant messaging baru dari sebelumnya hanya ditujukan sebagai aplikasi untuk update status di kontak.
Begitulah sisanya adalah sejarah. WhatsApp terus menanjak pamornya dan akhirnya dibeli Facebook senilai USD 19 miliar. Kedua sahabat itu pun jadi kaya raya dan terkenal.
(fyk/fyk)
BREAKINGNEWS. Seorang Wanita Tertangkap Selipkan Sabu di Organ Intim saat Kunjungi Lapas Barelang
Jumat, 22 September 2017 11:10
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Barelang Batam mengamankan seorang wanita yang mencoba memasukkan narkoba jenis sabu-sabu ke Lapas kelas IIA Barelang Batam, Jumat (22/9/2017).
Pelaku yang diketahui bernama Sy tersebut diamankan petugas jaga setelah ketahuan membawa dua bungkusan yang diselipkan di organ intim nya.
Sy merupakan istri seorang werga binaan Lapas kelas IIA Barelang Batam dan kerap berkunjung ke dalam Lapas.
Saat ini, pelaku diamankan di dalam ruangan Lapas Barelang, sebelum diserahkan ke Pihak Kepolisian. (*)
Jenguk Suami di Penjara, Sy Nekat Selundupkan Sabu. Alasannya Bikin Kaget
Jumat, 22 September 2017 11:52
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Sy (27), istri seorang warga binaan Lapas kelas II Barelang, Batam tertangkap basah membawa paket sabu yang disembunyikan di area organ intim saat berkunjung ke Lapas Barelang, Jumat (22/9/2017).
Akibat perbuatannya tersebut, wanita ini harus berurusan dengan aparat kepolisian. Lantas, apa yang membuat wanita yang datang ke Lapas sambil menggendong balita tersebut nekat melakukan perbuatan yang melanggar hukum?
"Aku tidak tahu siapa yang memberikan paket itu. Paket itu berada di depan rumah saya, di sampingnya ada surat yang isinya menyuruh barang tersebut harus dibawa ke Lapas saat mengunjungi suami saya," ungkap Sy saat ditanya alasan membawa paket sabu.
Sy mengaku menyembunyikan sabu di area organ intim karena takut dengan ancaman yang ada di dalam surat tersebut.
"Saya takut soalnya teman saya pernah cerita kalau ada seperti itu jika tidak dibawa pasti kita dicari," kata Sy.
Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani oleh pihak berwenang di Lapas II Barelang sebelum dilanjutkan oleh aparat Polisi. (*)
Bikin KTP Elektronik Tak Juga Kelar? Gunakan Surat Ini Sebagai Gantinya
Jumat, 22 September 2017 12:52
BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Dinas Pendudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Batam membuat surat pengganti KTP Elektronik yang bisa digunakan untuk kepengurusan dokumen apa pun yang menggunakan KTP.
Sekretaris Disdukcapil Kota Batam, Dewi Rufiyanti, mengatakan, walaupun saat ini adanya kendala keterlambatan blangko, pihaknya berusaha tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat yang melakukan pengurusan di tiap kecamatan.
"Kita tetap memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang ingin mengurus atau mengganti KTP yang hilang, akan tetapi di tengah kosongnya blangko, kita berikan surat pengganti KTP sambil menunggu fisik KTP selesai,"ujarnya.
Surat pengganti yang dikeluarkan dari Disdukcapil tersebut merupakan surat edaran dari pusat. Sehingga dapat digunakan di semua instansi, baik itu kepengurusan di bank, BPJS, perusahaan, Imigrasi dan sebagainya.
"Seluruh instansi tersebut rata-rata sudah paham, sebab Ini juga memang sudah keputusan pusat," ujarnya. (*)
Hindari Masalah di Imigrasi Singapura, Jangan Lupa Bawa Surat Ini Jika Tak Kantongi KTP
Jumat, 22 September 2017 13:10
BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Sekretaris Disdukcapil Kota Batam, Dewi Rufiyanti mengimbau bagi masyarakat Batam yang hendak bepergian ke luar negeri baik itu ke Singapura atau Johor, Malaysia namun belum mengantongi KTP Elektronik, bisa menggunakan surat pengganti KTP yang dikeluarkan Disdukcapil.
Imbauan itu menyusul adanya pengecekkan identitas (KTP) oleh pihak Imigrasi baik Singapura maupun Malaysia terhadap warga negara Indonesia yang akan masuk ke negara tersebut namun ada catatan kecil.
Misalnya, paspornya sudah penuh atau bermasalah. Saat kondisi tersebut, terkadang ada yang diminta KTP untuk verifikasi. Nah, bagi yang KTP elektroniknya belum keluar, misalnya karena terhambat kekosongan blangko bisa menggunakan surat pengganti KTP yang dikeluarkan Disdukcapil.
"Bagi warga yang ingin berpergian keluar negeri sebaiknya membawa surat pengganti yang telah dikeluarkan oleh Disdukcapil, untuk jaga-jaga," ujarnya.
Surat pengganti yang dikeluarkan dari Disdukcapil tersebut merupakan surat edaran dari pusat, sehingga dapat digunakan di semua instansi. Baik itu untuk kepengurusan di Bank, BPJS, Perusahaan, Imigrasi dan sebagainya.
"Instansi tersebut rata-rata sudah paham, sebab Ini juga memang sudah keputusan pusat,"ujarnya.
Khusus untuk pengecekan Imigrasi di luar negeri, pihak Imigrasi Batam telah melakukan koordinasi dengan pihak Imigrasi luar negeri.
"Jika diminta surat-surat selain paspor oleh petugas Imigrasi luar negeri, bisa menggunakan surat pengganti KTP," ujarnya. (*)
EDAN! Komplotan Ini Curi 31 Unit Motor di Batam. Harga Jual ke Penadah Bikin Nyesek
Jumat, 22 September 2017 15:17
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Tujuh orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang ditangkap unit Jatanras Polresta Barelang ternyata sudah melakukan aksinya sebanyak 31 kali di seluruh kota Batam.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki mengatakan, semua kendaraan yang mereka curi dijual ke seorang penadah kemudian dibawa ke luar daerah.
Satu motor dijual dengan harga bervariasi mulai Rp 1 juta sampai Rp 3 juta. "Ketujuh pelaku saling kenal. Mereka merupakan jaringan pelaku ranmor yang sering beraksi di kota Batam," sebut Hengki dalam Ekpose perkara, Jumat (22/9/2017) siang.
Ada sebelas unit kendaraan yang diamankan berbarengan dengan diamankannya pelaku. Selain kendaraan ini, masih ada barang bukti lainnya di beberapa Polsek yang ada di Batam.
"Banyak laporan yang masuk, selain di Polres juga ada di beberapa Polsek yang ada. Semuanya sudah kita identifikasi kalau itu adalah hasil tangkapan para pelaku," sebutnya.
Adapun tujuh tersangka pelaku yang diamankan pihak Kepolisian yakni Wadina Putra, Rahmat, Susilo Setia, Prayogi Lubis, Parsaroan, Khairul Basri.
"Di antara mereka ada yang merupakan residivis kasus yang sama. Dia keluar penjara dan mulai main lagi," tegasnya.
Dari tujuh pelaku yang diamankan ini, empat orang di antaranya terpaksa harus dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melawan anggota kepolisian saat diamankan. (*)
TERBONGKAR! Ternyata Begini Cara Penadah Menjual Motor Hasil Curian ke Luar Batam
Jumat, 22 September 2017 15:29
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Polisi berhasil membekuk komplotan pencuri sepeda motor yang telah beraksi sebanyak 31 kali di sejumlah wilayah di Batam. Motor tersebut kemudian dijual ke penadah dengan harga bervariasi mulai Rp 1 juta hingga Rp 3 juta.
Lantas, bagaimana penadah itu menjual barang curian agar tak ketahuan aparat?
Motor hasil curian di Batam tersebut ternyata dijual keluar kota oleh para penadah barang curian tersebut. Untuk memuluskan aksinya, mereka mempereteli motor agar tidak ketahuan saat di bawa keluar Batam.
Ahmad, salah satu pelaku bercerita, untuk menjual barang hasil curian tidaklah susah. Karena mereka sudah punya orang kepercayaan yang mau membeli semua barang hasil curian tersebut.
"Mereka yang selalu menjemput ke sini. Kita jual terus sama dia," sebut Ahmad.
Sejauh ini, pihak kepolisian masih melakukan pencarian terhadap seorang penadah. Barang hasil curian tersebut dijual ke Sungai Guntung, Tambilahan melalui jalur-jalur tidak resmi.
"Mereka memanfaatkan pelabuhan tikus yang ada di Batam. Memang kita ketahui, banyak pelabuhan tidak resmi di Batam ini," sebut Kasat Reskrim Kompol Agung Gima Sunarya Sik, Jumat (22/9/2017).
Pengungkapan pelaku curanmor ini sendiri diketahui setelah banyaknya laporan masyarakat terkait kehilangan motor yang ada disetiap polsek yang ada di Batam. (*)
Polisi Tetapkan Dua Tersangka Perusak Mobil Agya yang Dikira Taksi Online
Jumat, 22 September 2017 17:33
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Polisi sudah menetapkan dua tersangka kasus perusakan mobil Toyota Agya di depan Mega Mall Batam Centre, Selasa (19/9/2017) lalu.
Saat ini, polisi masih melakukan proses terhadap kedua tersangka.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki mengatakan, kedua pelaku yang diamankan ini sekarang sedang diproses di Polsek Batam Kota.
"Kita sudah amankan dua tersangka dan masih diproses," kata Hengki, Jumat (22/9/2017) siang.
Dikatakan Hengki, semua pihak diharapkan untuk bersabar dulu, karena untuk proses pengurusan izin masih digodok pemerintah.
"Maka kita meminta jangan terus melakukan aksi anarkis seperti ini. Kalau ada tindak pidana kita akan proses," sebut Hengki lagi.
Untuk proses penyelidikan dilakukan oleh Polresta Barelang dan Polsek Batam Kota. Diharapkan, dengan adanya proses hukum seperti ini, tidak ada lagi masyatakat yang bertindak anarkis.
Diberitakan sebelumnya, sebuah mobil dirusak oleh segerombolan orang di depan Mega Mall kota Batam. Awalnya mobil tersebut dikira merupakan taksi online. Ternyata mobil itu akan menjemput keluarganya setelah pulang belanja di Mega Mall. (*)
Karcis Parkir Palsu Mulai Marak di Batam. Begini Cara Membedakannya
Jumat, 22 September 2017 18:00
BATAM.TRIBUNBEWS.COM, BATAM - Pengelolaan perparkiran di Batam seakan lepas dari perhatian. Padahal berbagai keluhan selalu mengemuka di masyarakat.
Selain pelayanan yang belum maksimal dan sistem yang masih tumpang tindih, pemungutan parkir oleh para petugas di lapangan juga tidak sesuai prosedur.
Bahkan, berdasarkan hasil penelusuran Tribun di sejumlah lokasi parkir, beredar karcis yang diduga palsu.
Beberapa warga Batam pun beberapa kali datang ke kantor Tribun untuk menanyakan permasalahan tersebut.
Mereka bahkan membawa karcis yang ditengarai asli tapi palsu tersebut, sembari menyatakan karcis itu sudah lama beredar dan tidak sulit untuk mendapatkannya.
Sepintas dilihat, karcis itu memang mirip. Namun jika dilihat secara lebih teliti, sangat berbeda dengan karcis resmi yang keberadaannya kini justru sulit diperoleh.
"Dari kertasnya juga agak beda. Yang tanpa hologram lebih gampang kusut, lebih tipis. Nomor serinya juga tidak terlihat jelas. Ini jelas bukan stempel basah," kata Andi (bukan nama sebenarnya), salah seorang warga yang menunjukkan karcis diduga “abal-abal” kepada Tribun, akhir pekan kemarin.
Dia dan beberapa warga lain mengaku, karcis-karcis itu mereka dapatkan saat memarkir kendaraan di kawasan Batuaji dan Batam Centre.
Saat dicek bersama, karcis tersebut memang tidak memiliki hologram dan barcode. Tulisan angka Rp 1.000 juga berbeda ukuran dibanding yang tertera pada karcis berhologram. Selain itu, porporasi dan nomor seri juga berbeda posisinya.
Tidak diberi
Selain dugaan beredarnya karcis palsu, tidak sedikit kawasan yang juru
parkirnya tidak memberikan karcis kepada masyarakat yang memarkirkan kendaran.
Ketika ditanyakan, mereka beralasan karcisnya sudah habis. Ada pula, juru parkir yang baru memberikan setelah diminta. Tragisnya, karcis yang diberikan itu pun diduga palsu.
Berdasar pantauan di kawasan Batam Centre, Batuaji dan Nagoya-Jodoh, juru parkir rata-rata memang hanya menarik retribusi tanpa disertai karcis.
"Maaf karcis parkir kami habis, besok kalau parkir di sini lagi, kami kasih karcis parkirnya," ujar seorang juru parkir di kawasan Greenland, Batam Centre, Kamis (21/9/2017).
Di kawasan Nagoya-Jodoh, ada juru parkir yang membebaskan pemilik kendaraan untuk memberi atau tidak uang parkir. Alasannya, karcis parkir sudah habis.
"Kebetulan karcisnya habis. Kalau mau bayar boleh, tidak bayar juga boleh," kata dia.
Lain lagi kawasan sekitar perumahan Mukakuning Indah. Juru parkir langsung memberikan karcis yang bertuliskan Pemerintah Kota Batam, Dinas Perhubungan, Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 1 Tahun 2012.
Akan tetapi, saat diteliti, karcis tersebut tidak dilengkapi hologram dan barcode. Posisi nomor seri dan porporasi di karcis itu juga beda dengan karcis parkir yang diperoleh di tempat lain. (egw/wie)
Pemasukan Tarif Parkir Bocor, Diduga Akibat Kesalahan Sistem Ini
Jumat, 22 September 2017 18:07
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Dugaan maraknya karcis parkir palsu di Batam dinilai sangat merugikan Pemko Batam.
Potensi kebocoran retribusi sangat besar. Namun, besarannya belum bisa dipastikan.
Untuk 2017 ini, target pemasukan dari retribusi parkir sebesar Rp 6 miliar. Hingga awal September kemarin, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam mencatat, realisasi pemasukan dari retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum berada di angka Rp 2,98 miliar.
Kepala BP2RD Kota Batam, Raja Azmansyah tak berkomentar banyak soal upaya untuk meningkatkan pencapaian itu, termasuk juga untuk mencegah kebocoran dari retribusi parkir.
"Retribusi parkir itu kinerjanya Dinas Perhubungan (Dishub). Kami hanya pada tataran supporting kebijakan," tegas Azmansyah.
Menyinggung kondisi perparkiran ini, anggota DPRD Kota Batam,Uba Ingan Sigalingging, mengaku tidak heran.
"Kalau yang di jalan-jalan, memang banyak yang tidak pakai karcis,” katanya.
Menurut Uba, kondisi tersebut lebih dikarenakan sistem pemungutan parkir di Batam masih berbasis manual.
"Dengan sistem manual sangat dimungkinkan terjadinya kebocoran karena pertanggungjawaban di lapangan tidak terkontrol," ujar dia.
Uba pun mengatakan, belum melihat paparan dari Pemko Batam tentang potensi parkir di daerahnya. Khususnya parkir di tepi jalan.
"Jika dibandingkan retribusi sampah yang mengalami kenaikan pendapatan, retribusi parkir kebalikannya. Saya kira ini terkait sistem kerja di dalam pemungutan parkir di lapangan," kata Uba.
Lalu, apa yang harus dilakukan pemko? "Dishub yang bisa menjawab. Tetapi menurut saya, semua petugas parkir harus diberi pelatihan untuk bekal kerja. Kemudian, Dishub harus menghitung ulang potensi pendapatan retribusi parkir di jalan raya," ujar dia. (egw/wie)
Perusahaan Diawasi BIN, Yusfa Tak Yakin Karcis Parkir Bisa Dipalsukan
Jumat, 22 September 2017 18:17
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Yusfa Hendri membantah dugaan beredarnya karcis parkir palsu di lapangan.
Dia mengatakan, saat ini karcis parkir sudah dicetak oleh perusahaan pemenang lelang, dengan ciri khas dan keamanan tersendiri.
Bahkan perusahaan tersebut sudah mendapat izin dari Badan Intelijen Negara (BIN) terkait keamanannya.
"Tidak semua (perusahaan) percetakan bisa mencetak karcis parkir. Itu sangat sulit dipalsu," ujar Yusfa saat dikonfirmasi Tribun, Rabu (20/9/2017) kemarin.
Meskipun demikian, ia mengimbau masyarakat memperhatikan ciri-ciri karcis parkir yang asli, agar tidak terkecoh atau tertipu kemungkinan menerima karcis “abal-abal”.
"Kalau karcis asli kan ada barcode, hologram, garis-garisnya, dan sebagainya. Kalau tidak ada berarti palsu. Juga ada porporasinya dari BP2RD Dispenda (Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Dinas Pendapatan Daerah)," kata Yusfa. (*)
Minimalkan Kebocoran, Dishub Batam Bakal Ubah Sistem Parkir Gunakan Cara Ini
Jumat, 22 September 2017 18:24
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri mengakui, target pemasukan untuk pelayanan parkir tahun 2017 ini sebesar Rp 6 miliar.
Angka tersebut masih jauh lebih kecil dibandingkan target yang akan dipasang sebelumnya sebelum revisi yakni sebesar Rp 30 miliar.
"Asumsi ketika itu, bisa sama dengan cara parkir berlangganan. Tetapi karena berbagai hal, sistem parkir berlangganan belum bisa diterapkan. Karena itu dilakukan revisi target menjadi Rp 6 miliar untuk tahun ini,” tegas Yusfa.
Hanya saja, meskipun target sudah direvisi, pemasukan riil dari retribusi parkir di lapangan mulai Januari hingga Agustus 2017 hanya sekitar Rp 3 miliar.
Dia mengungkapkan, untuk meminimalkan kebocoran dan lepasnya target tersebut, ke depannya, Dishub berencana mengelola pelayanan parkir menggunakan teknologi aplikasi.
Dengan cara itu, penarikan retribusi bisa menggunakan transaksi nontunai seperti dalam program pemerintah untuk mengurangi transaksi tunai.
"Ini juga nanti bisa mengurangi kebocoran-kebocoran parkir liar dan peredaran karcis palsu. Ini yang sedang kami persiapkan," ujarnya. (*)
Tarif Bakal Naik, Ini Dia Daftar Pajak dan Persentase Kenaikannya di Batam
Jumat, 22 September 2017 18:33
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Beberapa pos pendapatan belum maksimal pengelolaannya, namun rencana kenaikan pajak dan retribusi siap diberlakukan.
Pemko Batam disebut-sebut bakal menaikkan besaran sejumlah pajak daerah dalam waktu dekat.
Antara lain, pajak parkir. Saat ini, pengelola parkir di tempat khusus, seperti mal, dikenai pajak 20 persen. Kabarnya akan naik menjadi 25 persen.
Kenaikan juga terjadi pada pajak reklame dari 15 persen menjadi 20 persen untuk nonrokok dan minuman nonalkohol. Sementara pajak reklame rokok dan minuman beralkohol menjadi 25 persen.
Pajak hiburan juga dibidik untuk dinaikkan. Seperti untuk permainan biliard dan golf, dari 10 persen menjadi 15 persen.
Pajak bowling dari 5 persen menjadi 15 persen, pacuan kuda dan kendaraan bermotor bakal menjadi 20 persen dari semula 10 persen.
Hal serupa juga bakal diberlakukan untuk diskotek, karaoke, klub malam dan sejenisnya dari 15 persen menjadi 35 persen.
Termasuk pula pajak usaha panti pijat, refleksi, mandi uap/spa dan sejenisnya dari 15 persen naik menjadi 35 persen. Besaran persentase pajak itu diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Batam.
Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam Raja Azmansyah mengatakan, kenaikan sejumlah pajak itu, mengacu pada Undang Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Selain itu juga bertujuan untuk menaikkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak. Menurut dia, dari sisi besaran, kenaikan tersebut masih wajar.
Azmansyah mengakui adanya masukan dari banyak kalangan termasuk dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, agar pemberlakuan kenaikan pajak itu ditunda karena kondisi masih lesunya perekonomian Batam saat ini.
Apakah pemberlakuannya akan ditunda? Azmansyah mengatakan masih pikir-pikir. "Keputusan dari gubernur saja belum dapat," kata dia.
Apabila, keputusan gubernur terkait perda kenaikan besaran pajak itu sudah terbit, akan dibicarakan dengan wali kota Batam sebagai pengambil kebijakan.
“Juga tentu akan kami komunikasikan dengan DPRD Batam,” tegas Azmansyah, beberapa waktu lalu. (*)
Landasan Pacu Bandara Hang Nadim Amblas Sedalam 2 Meter. Ini Sebabnya
Sabtu, 23 September 2017 01:02
Laporan, Leo Halawa
BATAM.TRIBUNEWS.COM, BATAM - Permukaan jalan penghubung pesawat antara landasan pacu dengan parkir pesawat (apron) Bandara Internasional Hang Nadim Batam amblas.
Permukaan aspal yang amblas itu berukuran sekitar 12 meter dan lebar sekitar 5 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter.
Manager Operasinal Bubu Hang Nadim Suwarso mengatakan, kerusakan bagian landasan pacu yang disebut taxiway itu terjadi pada dua pekan lalu.
"Saat ini sedang dalam pengerjaan,'' katanya, Jumat (22/9/2017).
Suwarso menambahkan, kerusakan itu merupakan fenomena alam. Kawasan itu tanah kuning dan cenderung amblas karena beban setiap saat di atasnya serta gerusan air di bawah permukaan tanah.
"Kejadian ini tidak mengganggu operasional bandara," kata Suwarso.
Selain melakukan perbaikan, otoritas bandara juga melakukan penelitian di seluruh areal landasan pacu.
Selain itu juga dilakukan penelitian laboratorium terkait tanah yang hasilnya nanti akan menjadi pedoman untuk kerangka acuan kerja (KAK) dan anggaran perbaikan.
Pihak Bandara juga melakukan mitigasi untuk memperkecil risiko meluasnya kerusakan dengan membuat aliran sedalam enam meter.