Soal Uang Hilang di Bagasi, Dirut Lion Air Akhirnya Angkat Bicara
Jumat, 6 Oktober 2017 10:55
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Direktur Utama Lion Air Edward Sirait mengakui, hingga kini pihaknya sedang berusaha mengusut kasus hilangnya uang Rp 28 juta milik Noveria Nazara, seorang penumpang Lion Air rute Nias-Batam, Senin (2/10/2017).
Untuk mengungkap pelaku pencurian, pihaknya sedang berupaya mengumpulkan bukti-bukti yang dibutuhkan. Termasuk mempelajari rekaman CCTV yang ada di Binaka Gunungsitoli.
Terkait hilangnya uang penumpang tersebut, Edward juga menyayangkan tindakan penumpang yang memasukkan uang tunai ke dalam koper dan masuk bagasi.
Sebab, menurut Edward, pihak Lion Air atau maskapai lain telah berulang kali mengingatkan untuk tidak menyimpan barang berharga di dalam bagasi.
"Sekarang sifatnya kami membantu menginvestigasi kejadian ini. Karena memang kami sudah mengingatkan berkali-kali kepada penumpang. Penumpang sekali lagi, jangan memasukan barang berharga ke dalam koper. karena menghindari hal-hal demikian," katanya ketika dihubungi Tribun Batam melalui telepon, Kamis (5/10/2017) siang. (*)
Dirut Lion Air : Tak Ada Ganti Rugi Barang Hilang di Luar Manifest
Jumat, 6 Oktober 2017 11:11
BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Direktur Utama Lion Air, Edward Sirait menegaskan, tidak ada dasar bagi Lion Air untuk membayar ganti rugi terkait kehilangan uang milik penumpang.
Hal itu disampaikannya terkait hilangnya uang senilai Rp 28 juta milik Noveria Nazara, seorang penumpang Lion Air dari bandara Binaka Gunungsitoli tujuan Hang Nadim Batam.
Menurut Edward, penggantian barang hanya bisa dilakukan untuk barang-barang hilang yang masuk dalam daftar manifest. Sementara uang milik Noveria tersebut, tak tercatat dalam manifest.
"Menurut prosedur penerbangan harus dilapor, mohon maaf saya nggak bisa mengklasifikasi penumpang satu per satu apakah baru naik pesawat atau tidak. Kalau kami bayar yang belum ada manifest, berapa banyak kami menghadapi ini ke depan," kata Edward lagi.
Terkait bukti terdeteksinya uang dalam tas Noveria melalui mesin x-ray di Bandara Binaka, Edward tak banyak berkomentar. Sebab, dari hasil penelusuran, pihak Lion Air tidak mendapatkan pemberitahuan jika ada uang terdeteksi mesin X-Ray.
Menurutnya, tugas petugas Lion Air adalah ke pesawat. Sementara yang bertanggung jawab di mesin x-ray adalah petugas bandara.
"Jadi masing-masing punya fungsi. kecuali barang barang bebahaya. Lion lewat x ray berarti aman. Batas ke kabin pesawat memang 7 kilo gram. Selebihnya memang tak bisa masuk tas, karena keselamatan juga,'' katanya. (*)
Lowongan Kerja di Batam - Perusahaan Ini Butuh Karyawan Baru. Berminat?
Jumat, 6 Oktober 2017 12:49
JOB VACANCY
PT PLASMOTECH Batam engaged in the field of plastic injection moulding require candidate as follows:
1. TOOLING SUPERINTENDENT (from Indonesian or Malaysian)
Requirements as Below
•Over 7-10 years of experience in the field of mould making. This includes assembling new mold, Trouble shooting of mold, Project planning, and Process planning, and managing overall man power.
•To
study the Engineering drawing released and do review.
•To do the process
planning of mould parts.
•Visualize and compute dimensions, sizes, shapes,
and tolerances of assemblies, based on specifications.
•To decide on the
process outsourcing and follow-up of the suppliers.
•Fit and assemble parts
to make, repair, or modify dies, jigs, gauges, and tools, using machine tools
and hand tools
•To attend tool tryout and do the trouble shooting and
rectification of tooling problems.
•To settle Tool related issues in urgent
situation (temporary solution) to meet urgent production delivery, and to fix
the tool with Permanent solution for future.
•To liaise with Quality Control
Dept, in case of dimensional or cosmetic issues for products, and to settle the
issues within customer requested spec
•Representing Tool Room for discussion
and meeting along with the Customer, Product Designer, Project Engineer, Tool
Designer and CAM Engineer during each stage of the project development and its
completion.
•Leadership skills as well as good communication with
co-worker.
•Awareness of modern quality systems like ISO, TS, QUALITY CIRCLE,
6S etc.
•Knowledge of software like AutoCAD, Microsoft
office.
Duties
and responsibilities
•Design modification, new design review and
quotation.
•Following up with the vendors or In-House DFM, FMEA and
PPAP.
Please
email to: hrb...@plasmotech.com
Or send to PT. PLASMOTECH BATAM
Kawasan
Executive Industrial Park Blok D4 No 17 - 18 Batam
DIBUTUHKAN SEGERA
ADMINISTRASI
SYARAT:
-
WANITA,SINGLE,USIA MAX 25 TAHUN
- PENDIDIKAN MIN S1 EKONOMI AKUNTASI
-
MEMPUNYAI PENGALAMAN DIBIDANG NYA
- JUJUR,RAJIN DAN BERTANNGUNG
JAWAB
LAMARAN
DIANTAR & LANGSUNG INTERVIEW KE :PT.TUNAS RHODEARNI MULIA
RUKO PURIMAS
BLOK:A NO.6 BATAM CENTER TELP.0778-4165474
DIBUTUHKAN
KARYAWAN
DI BIDANG EXPEDISI (AGEN JNE) DI POSISI:
1. ADMIN
SYARAT:
- PRIA/WANITA
- USIA 20-25
- PENDIDIKAN MIN SMP / SEDERAJAT
- DAPAT MENGETIK DENGAN
CEPAT
- MENGUASAI KOMPUTER
- JUJUR,RAJIN, DAN BERANGGUNG
JAWAB
LAMARAN
KIRIM KE;
CV. TRIE DJAJA
BALOI PBLOK:2 -JL.MANGGA 1 NO.28B
082173739824
BREAKINGNEWS. Saat Jalan Macet Akibat Lakalantas, Truk Sampah Mendadak Seruduk Dua Mobil
Jumat, 6 Oktober 2017 13:22
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pengendara motor Honda Beat dengan nopol BP 3168 OJ tiba-tiba terjatuh di turunan jalan Southlink Tiban menuju arah Baloi, Jumat (6/10/2017).
Meski kondisi korban tak terlalu parah karena hanya mengalami luka-luka berdarah, namun kecelakaan yang awalnya tunggal tersebut akhirnya justru menjadi kecelakaan beruntun yang dialami oleh tiga mobil yang sedang lewat di ruas jalan tersebut.
Kecelakaan beruntun tersebut bermula ketika ada sebuah truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam dengan nopol BP 9030 C yang tiba-tiba mengalami rem blong saat melintas di sekitar lokasi kecelakaan yang dipadati warga yang melihat kecelakaan.
Sopir truk tersebut tak mampu mengendalikan laju kendaraan sehingga menyeruduk dari belakang mobil Avanza hitam dengan nopol BP 1773 GT.
Setelah diseruduk dari belakang, mobil Avanza hitam tersebut ikut menyeruduk mobil Honda Jazz putih dengan nopol BP 473 PE yang ada di depannya.
"Ketiga mobil tersebut terlibat tabrakan beruntun di tengah kejadian kecelakan yang bermula dari kecelakaan tunggal dari pengedara sepeda motor Pak," ujar Rajab salah satu pengendara yang saat itu ada dilokasi kejadian
Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Namun, ketiga mobil yang terlibat kecelakaan beruntun mengalami kerusakan pada body mobil. Yakni penyok bagian belakang mobil Avanza dan Honda Jazz serta penyok bagian depan untuk truk sampah.
"Kalau pengendara sepeda motor yang saya lihat pada saat kejadian tadi ada mengalami luka-luka dan berdarah, tapi sudah dibawa kerumah sakit,oleh pengedara lain," ujarnya.
Sementara itu, petugas Satlantas Polresta Barelang terlihat mengatur arus lalu lintas untuk menghindari kemacetan. (*
Orangtua Angkat Tangan, Ini 6 Fakta Mengejutkan Komplotan Begal Remaja di Sagulung
Jumat, 6 Oktober 2017 15:00
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Polsek Sagulung, Minggu (6/10/2017) mengamankan lima tersangka pelaku perampasan sepeda motor milik Davit, pemilik motor Mio J Bp 5683 JI, di depan Mitra Centre Kawasan SP Plaza..
Ironisnya, kelima pelaku tersebut masih berusia remaja. Bahkan, ada beberapa orang yang masih berstatus sebagai pelajar sebuah SMPN di Sagulung.
Berikut ini, Tribun Batam merangkum sejumlah fakta terkait sepak terjang para begal cilik tersebut.
1. Masih Berusia Remaja
Para pelaku begal yang diamankan oleh Polsek Sagulung tersebut masih berusia remaja yakni antara 15 tahun hingga 17 tahun.
Kelimanya antara lain MP (17), MH (17), RS (15), RW (15), RH (16). Bahkan, empat dari lima pelaku begal yang diamankan oleh Polsek Sagulung tersebut masih berstatus siswa sekolah di salah satu SMPN yang ada di Sagulung.
2. Tak Takut Rampas Motor Warga
Meski masih belia, kelima begal cilik dan satu begal lagi yang masih buron tak gentar mencegat orang dan merampas motor yang digunakannya. Modus yang dilakukan pelaku adalah dengan mengintai korbannya di jalan yang sepi dan saat korbannya lewat pelaku langsung mencegat dan merampas motor serta barang berharga milik korbannya.
2. Sering Palak Anak Sekolah di Simpang Nato
Menurut Kapolsek Sagulung, komplotan anak-anak tersebut selama ini sudah terkenal meresahkan warga di Sagulung.
"Mereka ini yang sering beraksi di sepanjang dapur 12, mereka juga sering melakukan perampasan uang sekolah anak-anak di Simpang Nato," katanya.
3. Orangtua Tak Peduli Lagi
Meski masih berusia di bawah umur, beberapa anak dari kelompok begal tersebut ternyata sudah tidak diurus oleh orangtuanya lagi. Hal itu terungkap, dari penjelasan Polisi saat menghubungi orangtua pelaku, kebanyakan sudah angkat tangan dan menyerahkan pada polisi. Bahkan, ada orangtua yang sengaja meninggalkan sang anak di Batam sementara orangtua pulang kampung karena mengaku tak sanggup lagi menangani kenakalan sang anak.
4. Satu Anak Diserahkan Orangtua ke Polisi
Dari ke lima begal cilik tersebut, satu di antaranya justru diserahkan langsung oleh orangtuanya ke Polsek Sagulung setelah teman-temannya diamankan oleh Polsek Batuaji.
"Kemarin awalnya kita amankan tiga orang, di rumah mereka, setelah melakukan pengembangan kita amankan satu orang lagi. Satu orang lagi diserahkan langsung oleh orangtuanya ke Polsek Sagulung," kata Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto.
5. Keroyok Calon Korban Sebelum Dibegal
Untuk melancarkan aksinya, modus yang dilakukan lima begal cilik ini adalah dengan berpura-pura memanggil korbannya.
"Jadi mereka ini berdiri di sisi-kiri dan sisi kanan jalan, selanjutnya mereka meneriaki korbannya. Saat korbannya berhenti, para pelaku langsung melakukan pengeroyokan," kata Hendrianto.
6. Serang Korban dengan Tangan Kosong
Meskipun masih remaja, tapi komplotan ini tak pernah menggunakan senjata untuk menyerang calon korbannya. Mereka mengeroyok korban dengan tangan kosong sebelum merampas harta mereka. (*)
Pengangguran Bertambah. Satu Lagi Perusahaan di Batam Tutup!
Jumat, 6 Oktober 2017 16:01
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Batam kembali dihadapkan pada persoalan perusahaan tutup dan pengangguran baru akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).
Kali ini terjadi pada PT Sanmina yang berlokasi di kawasan Mukakuning, Batam.
Terhitung 3 Oktober lalu, perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur itu sudah tak beroperasi lagi. Alasan sepi pesanan yang berujung tak ada pekerjaan, membuat perusahaan ini akhirnya memilih tutup.
Pemegang saham diketahui sudah melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS), beberapa waktu lalu. Termasuk juga sudah mengurus akta notaris untuk penutupan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) itu.
"Ya, per 3 Oktober lalu tutupnya," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Syakyakirti membenarkan, saat dihubungi Tribun, Jumat (6/10/2017).
Sekuriti perusahaan yang biasanya berjaga di sana, lanjut dia, kini sudah digantikan dengan sekuriti kawasan industri.
Terakhir, PT Sanmina memiliki karyawan sebanyak 191 orang. Sebanyak 170 diantaranya sudah dibayarkan hak pesangon. 21 lainnya, belum mengambil pesangonnya.
"Tapi tak ada kendala. Artinya sudah sesuai ketentuan," ujar dia. (*)
Selama 10 Bulan Sudah 30 Perusahaan di Batam Tutup. Satu Lagi Segera Menyusul
Jumat, 6 Oktober 2017 16:12
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Sejak Januari hingga Oktober ini, setidaknya ada 30 lebih perusahaan yang tutup di Batam.
Setelah PT Sanmina, Rudi tak memungkiri akan ada satu perusahaan lagi yang tutup di Batam.
"Tapi dia belum melapor resminya ke kita," kata Rudi.
Dikatakan, dalam hal ini pihaknya tak bisa melarang perusahaan tersebut tutup. Terpenting, hak-hak karyawan diselesaikan dengan baik.
Rata-rata perusahaan tutup itu memang karena sepi pesanan atau karena perusahaan induknya tutup. Di samping karena pengaruh krisis global yang tidak hanya terjadi di Batam, tetapi juga di negara-negara lainnya.
"Mana bisa kita larang-larang mereka tutup kalau memang sudah ada tak lagi pekerjaan. Ya, kami hanya bisa mengimbau ke BP Batam. Permudah perizinan," ujar dia.
Sementara itu, Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono yang dikonfirmasi Tribun soal tutupnya PT Sanmina, membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, sudah dua tahun ini perusahaan tersebut tak ada pesanan.
"Jadinya tutup. Tapi belum ada surat resmi terkait penutupan ini ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)," kata Andi. (*)
Kasus Plat Palsu Polisi - Tedy ke Kantor Polresta Barelang untuk Mengantarkan Undangan Pernikahan
Jumat, 6 Oktober 2017 22:00
Laporan Tribun Batam, Eko Setiawan
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Sejauh ini polisi masih terus memproses kasus Tedy Yohanes terkait mobilnya yang menggunakan plat nomor kepolisian.
Walaupun sudah pernah tersandung kasus yang sama, namun Tedy kembali mengulangi perbuatannya.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki mengatakan, nomor polisi yang dipakai tersebut bukanlah nomor kendaraan Kapolres.
"Nomor itu bukan kami yang mengeluarkannya karena kami kan tidak punya wewenang untuk mengeluarkan nomor plat kendaraan," kata Hengki, Jumat (6/10/2017).
Terkait kedatangan Tedy ke kantornya, Kapolres juga tidak mungkin melarang. Karena semua orang boleh datang ke kantor dan menemui Kapolres.
Hengki menjelaskan, kedatangan Tedy ke kantornya waktu itu untuk mengantarkan undangan pernikahan yang akan dilangsungkan pada tanggal 10 oktober mendatang.
"Itu juga saya tidak ketemu sama dia langsung," kata Hengki.
Hengki menjelaskan hal ini agar semuanya menjadi jelas karena penggunaan nomor pejabat kepolisian oleh Tedy sempat membuat heboh di Kota Batam.
Akibat hal ini, Tedy juga di periksa oleh tim Propam Polda Kepri.