Pulang Main Jackpot, Pria Ini Gondol Motor dan Ponsel Milik Warga
Kamis, 5 Oktober 2017 12:19
BATAM TRIBUNNEWS.COM BATAM - Jajaran Kepolisian Polsek Sekupang, berhasil bekuk SL pelaku pencurian motor dari rumah warga yang berada di Taman Sari Tiban Sekupang, ditangkap 2 Oktober lalu, di Top 100 Jodoh saat sedang bersantai, Rabu (05/9/2017).
Kasus pencurian terungkap setelah Polsek Sekupang mendapatkan laporan dari korban yang bernama Rafki tanggal 30 September 2017 lalu, di Taman Sari Tiban Kecamatan Sekupang.
Dari laporan korban, Polsek Sekupang berhasil mengamankan dua unit sepeda motor matic dan juga satu buah smartphone merek xiaomi.
Kapolsek Sekupang, Kompol Oji Fharoji mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada pukul 05.30 pagi hari. Saat itu SL dari arah Nagoya baru pulang bermain jackpot, dan melihat ada kesempatan untuk melakukan niat buruknya.
Sebab, saat itu pelaku mengaku tidak ada niat untuk melakukan pencurian, namun melihat ada kesempatan, Sl pun mengambil motor tersebut.
Tidak hanya itu SL juga sempat menyelinap masuk ke rumah dan mencuri satu buah smartphone milik korban.
"Dari laporan yang kami terima dari korban, kami langsung bergegas melakukan penyelidikan,"ujarnya.
Dia juga mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan didapatkan informasi bahwa pelakunya berada di Jodoh.
Kemudian langsung ditelusuri, akhirnya pelaku langsung ditangkap di daerah Top 100 Jodoh, dan dilakukan pengembangan terhadap barang buktinya. (*)
Lowongan Kerja di Batam - Dibutuhkan Segera Karyawan Untuk Mengisi Posisi Ini
Kamis, 5 Oktober 2017 13:25
JOB
VACANCY
PT.
PLASMOTECH Batam engaged in the field of plastic injection
moulding require candidate as follows:
1. TOOLING SUPERINTENDENT (from Indonesian or Malaysian)
Requirements as Below
•Over 7-10 years of experience in the field of mould making. This includes assembling new mold, Trouble shooting of mold, Project planning, and Process planning, and managing overall man power.
•To
study the Engineering drawing released and do review.
•To do the process
planning of mould parts.
•Visualize and compute dimensions, sizes, shapes,
and tolerances of assemblies, based on specifications.
•To decide on the
process outsourcing and follow-up of the suppliers.
•Fit and assemble parts
to make, repair, or modify dies, jigs, gauges, and tools, using machine tools
and hand tools
•To attend tool tryout and do the trouble shooting and
rectification of tooling problems.
•To settle Tool related issues in urgent
situation (temporary solution) to meet urgent production delivery, and to fix
the tool with Permanent solution for future.
•To liaise with Quality Control
Dept, in case of dimensional or cosmetic issues for products, and to settle the
issues within customer requested spec
•Representing Tool Room for discussion
and meeting along with the Customer, Product Designer, Project Engineer, Tool
Designer and CAM Engineer during each stage of the project development and its
completion.
•Leadership skills as well as good communication with
co-worker.
•Awareness of modern quality systems like ISO, TS, QUALITY CIRCLE,
6S etc.
•Knowledge of software like AutoCAD, Microsoft
office.
Duties
and responsibilities
•Design modification, new design review and
quotation.
•Following up with the vendors or In-House DFM, FMEA and
PPAP.
Please
email to hrb...@plasmotech.com
Or send to PT. PLASMOTECH BATAM
Kawasan
Executive Industrial Park Blok D4. No. 17 - 18 Batam
DKI
TOUR UMROH
MEMBUTUHKAN
SEGERA :
1. TICKETING & MARKETING
2. ACCOUNTING &
PERPAJAKAN
SYARAT
:
- LAKI-LAKI ( 1)
- WANITA (2)
-BELUM MENIKAH
-PUNYA KENDARAAN
SENDIRI
- TAMATAN MIN SMA / PARIWISATA LEBIH DIUTAMAKAN
-
MUSLIM
-PENGALAMAN LEBIH DIUTAMAKAN
- MEGUASAI
KOMPUTER
LAMARAN
DIANTAR KE :
RUKO TIBAN MAS BLOK A NO.14-15AB
Meja Dirusak Kursi Diangkut. Pedagang Taman Laguna Protes Tindakan Satpol PP
Kamis, 5 Oktober 2017 16:21
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Lapak pedagang di samping ruko Taman Laguna Indah, Marina, Sekupang, tiba-tiba dibongkar Satpol PP sekitar pukul 09:30 WIB.
Pembongkaran tersebut menurut para pedagang dilakukan tanpa ada informasi atau surat peringatan dari pihak Satpol PP. Hal itu membuat sejumlah pedagang tidak terima dan mengeluhkan tindakan Satpol PP, Kamis (5/10/2017).
Zulkarnain misalnya, dia mengaku tidak terima dengan aksi Satpol PP yang membongkar tanpa ada pemberitahuan atau memberikan SP pada pedagang sebelum melakukan pembongkaran.
Tak adanya pemberitahuan tersebut selain mengakibatkan meja dirusak, kursi para pedagang pun diangkut begitu saja.
"Kita tidak tahu tiba-tiba Satpol PP melakukan pembongkaran dan mengangkut kursi, meja dan juga gerobak kami yang berada di kawasan depan ruko Taman Laguna. Padahal kami tidak ada berdagang di pagi atau siang harinya," ujarnya. (*)
Jika Lepas Tangan, Keluarga Noveria Bakal Laporkan Lion Air ke Bareskrim Polri
Kamis, 5 Oktober 2017 16:39
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kasus hilangnya uang sebesar Rp 28 juta milik Noveria Nazara, seorang penumpang Lion Air dari Nias ke Batam berbuntut panjang.
Jika pihak Lion Air tak mau bertanggungjawab terkait insiden tersebut, keluarga Noveria berencana melaporkan pihak Lion Air ke Bareskrim Polri.
"Kehilangan tas di pesawat pasti diganti. Apa lagi ini uang tunai. Kalau di Polsek Bandara tak bisa bekerja maksimal, kami akan melaporkan Lion Air ke Polda atau ke Bareskrim Polri. Tapi tunggu selesai pesta pernikahan ini dulu. Biar usai satu-satu," kata Teguh, Keluarga Noveria di Batam, Kamis (5/10/2017) sore.
Rencana pelaporan tersebut mengingat uang tersebut sempat terdeteksi mesin X-Ray saat di Bandara Binaka Gunungsitoli. Yakni saat menuju bandara Kualanamu, Medan untuk transit sebelum pergi ke Batam.
"Harusnya itu semua tanggung jawab maskapai. Jadi maskapai Lion Air jangan seenak bilang itu di luar tanggung jawab. Dengan kakak kami memegang tiket itu dan masuk ke bandara, berarti itu urusan maskapai. Siapa yang salah pihak bandara atau maskapai cari. Lion Air cari itu," katanya.
Sementara itu, Kapolsek Bandara Hang Nadim Iptu Betty Novia saat dikonfirmasi terkait kasus tersebut mengaku masih menunggu laporan CCTV bandara Binaka dan Kualanamu.
Betty mengaku terkait pengusutan kasus ini kewenangan pihaknya sangat terbatas untuk mengungkap siapa pelaku. "Sebab ada tiga bandara yang dilalui, Nias, Kualanamu dan Batam," katanya.
Namun demikian, ia akan tetap koordinasi dengan pihak Lion Air atas masalah ini. Perkembangan selanjutnya, akan disampaikan kepada keluarga. (*)
Ketua YLKI : Seharusnya Pencuri Uang Penumpang Lion Air Bisa Diusut Lewat CCTV
Kamis, 5 Oktober 2017 17:03
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi angkat bicara terkait insiden hilangnya uang Noveria Nazara, seorang penumpang Lion Air dari Nias ke Batam, Senin (2/10/2017) lalu.
Menurut Tulus saat dihubungi Tribun Batam, Kamis (5/10/2017) pihak Lion Air tidak bisa diam begitu saja dengan masalah tersebut.
Menurut pria yang berkantor di Jalan Pancoran Barat VII Nomor 1 Duren Tiga Jakarta Selatan itu, pencurian uang itu patut diduga dilakukan oleh orang dalam bandara dan pihak maskapai.
"Managemen Lion harus mengusut pelakunya. Seharusnya bisa diusut melalui CCTV yang ada di area bongkar muat bagasi. Patut diduga petugas security ikut bermain dengan petugas ground handling," katanya.
Hal itu ia berdasarkan bukti jika uang tersebut sempat terdeteksi dengan mesin x-ray di Bandara Binaka, Nias tempat di mana petugas meminta Noveria memasukkan tas berisi uang ke bagasi dan melarang membawanya ke kabin.
Tulus juga meminta pihak bandara Binaka Gunungsitoli atau bandara yang dilewati barang tersebut segera mengevaluasi kinerja petugas keamanan x-ray dan personel pengamanan lainnya
"Jadi tanggungjawabnya (Lion Air dan bandara) mengusut dan menemukan malingnya via CCTV. Petugas yang nyolong harus diberi sanksi dengan tegas," tambah Tulus Abadi.
Agar tak terjadi hal serupa, Tulus mengimbau konsumen untuk tidak menempatkan barang berharga seperti uang dalam bagasi. Uang, benda-benda elektronik sebaiknya disimpan dalam handbag di kabin. "Kecuali dengan perjanjian khusus," imbuhnya. (*)
Ketua YLBH Batam : Sebaiknya Korban dan Manajemen Lion Air Duduk Bersama
Kamis, 5 Oktober 2017 17:33
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Ketua Bidang Perlindungan Konsumen Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Batam Satu Demi Keadilan, Andre Carmen Lilikwatil menilai, rencana keluarga Noveria Nazara melaporkan Lion Air merupakan hak setiap warga negara.
Namun demikian, Andre mengimbau agar sebelum mengambil tindakan tersebut pihak keluarga Noveria menyelesaikan hal ini secara kekeluargaan.
"Terlepas dari itu, pihak keluarga juga harus melihat substansinya. Kalau ingin melapor itu bisa saja. Dan itu diakui di mata hukum," kata Andre.
Menurut Andre, tidak berlebihan jika Lion Air memanggil keluarga korban kehilangan uang tersebut untuk duduk bersama.
"Jadi cari solusi. Secara humanis iya kita kasihan. Apalagi saya dengar itu uang adat nikah," kata Andre.
Menurut Andre, saat uang tersebut tampak dan terdeteksi mesin X-Ray seharusnya diberi tahu.
"Pertanyaannya, bagaimana pihak Lion Air bekerja sama dengan bandara. Makanya kita minta pertimbangan Menteri Perhubungan untuk RI menangani ini," katanya. (*)
Dahsyat! HUT TNI di Kepri Meriah, Aksi Sosio Drama Hingga Senam Senjata!
Kamis, 5 Oktober 2017 18:37
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Bersama rakyat kita kuat. Itulah tema yang digaungkan dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 72 di Batam Center, Batam (5/10/2017). Untuk memperingati HUT TNI ini berbagai acara digelar di lapangan Engku Putri.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Kolonel laut Dwika menyampaikan pidato Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo. Dalam pesan pidatonya disampaikan tentang pembangunan kekekuatan TNI dari beberapa aspek khususnya modernisasi alusista.
"Pembangunan kekuatan TNI hingga saat ini masih tetap diutamakan pada modernisasi alutsista, pengembangan organisasi, pembangunan sarana dan prasarana terutama di pulau-pulau strategis," kata Dwika kepada para hadirin memberikan pidatonya, Kamis (5/10/2017).
Melalui rilis yang diterima dari Kapenrem 033 Wira Pratama Mayor infantri Sipahutar menuturkan bahwa, Panglima TNI mengingatkan bahwa sebagai prajurit dan ASN wajib mengedepankan tugas dan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi. kegiatan up selesai pada pukul 11.30 WIB dilanjutkan acara tambahan.
"Acara berjalan lancar dan berlangsung hikmat. Selain itu kita juga gelar Sosio Drama gabungan. Mulai nela Diri MMA Yonif-10 Mar/SBY, Bela Diri Pencak Silat Suci Hati Yonif-136 RK/TS, Kolone Senapan Yonif-10 Mar/SBY, Tari Aster dan Maumere Gabungan Yonif-136 RK/TS dan Polwan Sabhara Polda Kepri," ungkapnya.
Acara ditutup dengan syukuran dan pemotongan tumpeng diberikan kepada Prajurit Termuda dari 3 Matra (TNI AD, TNI AL dan TNI AU). Ada juga penampilan mersing band dari SMPN 34 Kota Batam yang juga pemenang lomba marching band yang diadakan Korem 033.
Acara berbaur meriah dan hangat dengan berbagai unsur aparat keamanan dan militer serta unsur pimpinan pemerintah terkait dan juga anggota DPR. Adapun masyarakat yang hadir juga ikut menyaksikan rangkaian acara.
"Semua hadir disana. Baik kapolda, Walikota dan seluruh unsur pimpinan dan juga ketua DPRD hadir disana. Kita berharap kedepan bersama masyarakat TNI akan lebih kuat," katanya.(*)
Heboh Mobil Pengusaha Berpelat Pejabat Polisi, Kapolres Barelang Akhirnya Buka-bukaan!
Kamis, 5 Oktober 2017 18:44
BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Tedy Yohanes pemilik mobil Toyota Fortuner yang menggunakan plat nomor pejabat polisi langsung ditindak oleh Propam Polda Kepri.
Untuk diketahui, mobil tersebut sempat datang ke Polresta Barelang, Rabu (4/10/2017) sore.
Hebohnya pemberitaan di media masa, akhirnya membuat Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki angkat bicara. Menurut Hengki, kedatangan Tedy ke Polres untuk mengantarkan undangan pernikahanya kepada Kapolres.
"Namun itu tidak ketemu saya. Dia hanya di luar dan menitipkan undangan itu kepada ajudan saya," sebut Hengki menerangkan, Kamis (5/10/2017) siang.
Dikatakan Hengki, terkait mobil dengan plat kepolisian itu ia juga tidak tahu. Karena ia tidak melihat langsung. Jika ia mengetahui hal itu, pasti akan ia larang.
"Dan saat ini, kasus tersebut suah ditangani Propam Polda Kepri. Dan itu memang menyalahi aturan," sebut Hengki lagi.
Terakhir dikatakan Hengki, Tedy sebelumnya juga pernah bermasalah dengan atribut kepolisian seperti saat ini. Ia beralasan, Tedy melakukan hal ini karena dia cinta dengan pihak kepolisian.
"Yang jelas kasusnya saat ini sudah di proses. Memang itu sudah menyalahi aturan," tegasnya.(*)