Banyak Perusahaan Tutup di Batam, Begini Solusinya Menurut Wali Kota Rudi
Sabtu, 7 Oktober 2017 07:28
BATAM.TRIBUNNEWS.COM,
BATAM
- Wali Kota Batam, Rudi meminta Pemerintah Pusat bisa segera mendudukkan
persoalan yang terjadi di Batam dan mengambil tindakan.
Hal itu menyusul kian
banyaknya perusahaan tutup yang di Batam .
"Mudah-mudahan kegiatan yang menyangkut Batam bisa cepat digesa. Kedua, soal pelayanan di pemerintah, Pemko dan BP Batam harus berjalan, tak boleh berhenti. Sehingga ekonomi kita bisa hidup dan kembali membaik," kata Rudi.
Dari Pemko Batam, lanjut dia, memang telah mengantisipasi ketika sektor industri di Batam menurun, ada sektor lain yang bisa menjadi penyokong ekonomi di Batam.
"Perusahaan tutup itu masalahnya apa. Tak ada proyek kan. Maka itulah kita ciptakan proyek-proyek baru supaya meskipun industri tutup berkesinambungan, ada penggantinya di pariwisata," ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, sejak Januari hingga Oktober ini, setidaknya ada 30 lebih perusahaan yang tutup di Batam.
Setelah PT Sanmina, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Rudi Sakyakirti mengungkapkan jika akan ada satu perusahaan lagi yang tutup di Batam.
"Tapi dia belum melapor resminya ke kita," kata Rudi.
Dikatakan, dalam hal ini pihaknya tak bisa melarang perusahaan tersebut tutup. Terpenting, hak-hak karyawan diselesaikan dengan baik.
Rata-rata perusahaan tutup itu memang karena sepi pesanan atau karena perusahaan induknya tutup. Di samping karena pengaruh krisis global yang tidak hanya terjadi di Batam, tetapi juga di negara-negara lainnya.
"Mana bisa kita larang-larang mereka tutup kalau memang sudah ada tak lagi pekerjaan. Ya, kami hanya bisa mengimbau ke BP Batam. Permudah perizinan," ujar dia. (*)
TERUNGKAP! Tutupnya PT Sanmina Bukan Terkait Kondisi Batam. Ini Pemicunya!
Sabtu, 7 Oktober 2017 07:30
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono menanggapi persoalan tutupnya PT Sanmina di Batam yang mengakibatkan PHK seluruh karyawannya.
Andi mengatakan, sejak 2014 lalu perusahaan tersebut sudah tidak mendapat pesanan dari pembeli.
"Gara-garanya ada permasalahan gesekan antara tenaga kerja dan manajemen, sehingga pembeli memberhentikan pesanan. Karena perusahaan tidak bisa mengirim sesuai waktunya," kata Andi.
Akhirnya, perusahaan secara bertahap mengurangi tenaga kerja dan terakhir lebih kurang ada 140 orang tenaga kerja.
Tahun ini, semua kewajiban ketenagakerjaan diselesaikan. Karena perusahaan ingin menghentikan aktivitasnya.
"Jadi ini murni masalah perburuhan. Bukan terkait kondisi yang sekarang dan jika ini berlanjut di tempat lain, maka kejadian serupa akan terulang," ujar dia.
Andi juga berpesan, agar setiap pihak di Batam bisa menjaga kondisi yang kondusif di Batam. "Itu untuk kepentingan kita bersama," kata Andi. (*)
Polresta Barelang Musnahkan 1.074 Gram Sabu dan 3.295 Jenis Ganja
Sabtu, 7 Oktober 2017 07:37
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Satnarkoba Polresta Barelang melakukan pemusnahan barang bukti hasil tangkapan selama September 2017.
Pemusnahan tersebut disaksikan langsung dari pihak Kejaksaan dan Pengadilan, Jumat (6/10/2017) siang.
Kapolresta
Barelang Kombes Pol Hengki dalam pemusnahan tersebut mengatakan, setidaknya ada
1.074 gram dengan jenis sabu dan 3.295 jenis ganja.
Dari barang bukti yang
dimusnahkan ada juga beberapa barang bukti yang diambil untuk pemeriksaan di
Laboraturium.
"Ini
adalah penangkapan selama September kemarin. Dalam kasus ini, setidaknya ada
tujuh orang tersangka yang kita amankan," sebut Hengki.
Sejauh ini, polisi masih melakukan pemeriksaan kepada para tersangka. Kemudian, saat pemusnahan barang bukti, para tersangka dihadirkan untuk melihat langsung proses pemusnahan.
Pemusnahan sabu dilakukan dengan cara memasukan ke sabu kedalam air yang sudah dipanaskan. Sementara untuk ganja dibakar didalam tong yang sudah disediakan petugas kepolisian. (*)
Curiga Ada Orang Jual Motor Murah, Warga Lapor ke Polisi. Ini Hasilnya!
Sabtu, 7 Oktober 2017 07:38
BATAM.TRIBUNNEWS.COM,
BATAM
- Seolah tidak pernah jera, Mangaranap Ridwan (37) residivis yang baru bebas
Januari 2017 lalu, kembali berurusan dengan pihak kepolisian.
Ia ditangkap
saat hendak menjual sepeda motor di kawasan SP Plaza Batuaji, 28 September 2017
lalu.
Kanit Reskrim Polsek Batu Ampar Iptu Ferry Supriadi mengatakan, penangkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat kepada pihak kepolisian kalau ada salah seorang yang hendak menjual sepeda motor Honda Beat biru putih dengan harga murah.
"Dari sana kita mulai melakukan penyelidikan, dan menangkap pelaku di kawasan Batu Aji. Tidak ada perlawanan dalam penangkapan itu. Kemudian pelaku kita bawa ke Polsek untuk dilakukan introgasi," terang Ferry, Jumat (6/10/2017) siang.
Dari hasil keterangan pelaku kepada penyidik diketahui kalau motor tersebut dicurinya di kawasan Sekupang.
Polsek Batuampar kemudian melakukan kroscek kepada Polsek Sekupang untuk memastikan adanya laporan polisi terkait motor tersebut.
"Ternyata
benar adanya. Dan kasusnya dilimpahkan ke Polsek Batuampar. Dan saat ini kita
yang menangani kasus ini," terangnya.
Tersangka juga mengakui kalau sebelumnya dia juga pernah mencuri di kawasan Batuampar dan Lubuk Baja. Namun semua barang hasil curiannya sudah di jual ke pulau-pulau.
"Dia juga merupakan residivis kasus yang sama. Baru keluar awal tahun kemarin. Memang dia tidak pernah jera," singkatnya. (*)
TERUNGKAP! Pernah Lolos, Ternyata Istri Asen Dua Kali Bawa Sabu ke Lapas Kelas IIA Barelang
Sabtu, 7 Oktober 2017 07:43
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Satuan Narkoba Polresta Barelang sudah melakukan pemeriksaan terhadap Asen, narapidana yang meminta istrinya menyelundupkan sabu ke Lapas Kelas II A Barelang.
Kasat Narkoba Polresta Barelang Kompol Arwin A Wientama mengatakan, dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui, pelaku sudah dua kali meminta istrinya untuk mengatakan sabu ke dalam Lapas.
"Pertama kegiatan penyelundupan sabu itu lolos dan dari pengakuannya untuk dikonsumsi sendiri," sebut Arwin, Jumat (6/10/2017) siang.
Karena merasa yang pertama lolos kemudian Asen kembali meminta sang istri untuk kembali membawakan barang tersebut.
Namun kali ini pengakuan Asen semua barang yang dibawa oleh istrinya itu akan diedarkan di dalam penjara.
"Tapi sayang yang kedua kalinya dia tertangkap. Petugas lapas curiga dengan istri Asen saat keluar dari kamar mandi. Saat diperiksa ternyata ditemukan dua paket sabu," sebut Arwin.
Untuk
mengelabui petugas, sabu tersebut disimpan di dalam kemaluanya. Namun keahlian
petugas akhirnya mengetahui dan menangkap pelaku.
Akibat perbuatan tersebut,
tentunya Asen kembali diproses oleh pihak kepolisian. Termasuk istirnya yang
kemarin mengantarkan sabu kedalam penjara. (*)
Kaget Ada Mobil Muncul Mendadak, Sopir Sedan Banting Setir. Mobil Tabrak Pohon dan Terbalik
Sabtu, 7 Oktober 2017 08:03
BATAM TRIBUNNEWS.COM BATAM - Hendak menghindari pengendara mobil yang keluar dari pembibitan di jalan Ahmad Dahlan, Tanjungriau Sekupang Batam, mobil Toyota Corolla BP 1809 ZL, yang dikendarai oleh Vitroni, terjungkal ke pembibitan.
Informasi yang dikembangkan Tribun di lapangan Jumat (6/10/2017), peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12 lewat saat pemilik mobil selesai salat Jumat di yayasan Ya Husnaya Marina Raya dan hendak keluar. Namun tidak jauh dari yayasan Ya Husnaya mobil tersebut terjungkal setelah menghindari mobil yang keluar dari pembibitan.
"Tadi kejadiannya setelah selesai salat Jumat, jadi bapak itu keluar tidak tahu mau kemana, tiba-tiba ada mobil keluar dari pembibitan, mungkin dia kaget langsung banting stir kekiri dan masuk areal pembibitan,"kata Heri ketua Rw 07 Tanjungriau
Sebelum masuk ke areal pembibitan mobil sedan tersebut menabrak pohon yang ada di pinggir jalan yang membuat mobil tersebut terbalik. "Kalau supirnya tidak kenapa-napa, hanya luka lecet saja dan mengalami trauma tadi sudah dibawa ke rumah sakit," kata Heri.
Sementara Minten, petani pembibitan yang tidak jauh dari lokasi kejadian mengatakan dirinya sangat kaget saat menedengar ada benturan keras."Tadi suaranya kayak ada yang meledak gitu, makanya kita kaget," kata Minten.
Dia mengatakan dirinya langsung melihat ke arah suara dari pinggir jalan tersebut."Tadi saya pikir ada tabrakan gitu, ternyata mobilnya nabrak pohon,"katanya.
Mengetahui ada mobil terbalik Minten, memberitahukan kepada teman-temannya yang ada di pembibitan dan mendatangi lokasi kejadian.
"Tadi itu kami datang supirnya sudah keluar dari mobil tidak kenapa-napa hanya kepalanya saya ada yang berdarah, tidak tahulah, tadi langsung dibawa kerumah sakit,"kata Minten.
Mintem mengatakan pemilik mobil tersebut adalah orang yayasan Ya Husnaya."Saya tidak tahu sebagai apa, tapi dia itu memang orang yayasan,"katanya.
Kecelakaan di jalan Ahmad dahlan tersebut menjadi tontonan pengendara yang melintas serta petani pembibitan yang ada di sekitar. (*)
Sempat Buron dan Sudah Tertangkap, Tapi Klinik Tempat Praktik dr Tajri Masih Ramai Pasien
Sabtu, 7 Oktober 2017 08:57
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kondisi Klinik Tanjung Piayu tempat DPO dr Tajri bekerja sebelum diamankan oleh tim Adpitsus Kejati Kepri, Kamis (4/10/2017) sore, masih terlihat ramai dikunjungi pasien.
Pantauan Tribun, Jumat (6/10/2017) pagi, Klinik yang beralamat di Pertokoan Cipta Garden Ayu Blok G1 No. 16, Tanjung Piayu, Batam, terlihat ramai seperti biasa dan hilir mudik pasien datang untuk berobat ke Klinik tersebut.
Adapun beberapa pegawai Klinik Tanjung Piayu juga terlihat seperti biasa, tidak ada yang mempermasalahkan dan berbicara terkait tersangka Tajri yang dikenal sehari-hari oleh pegawai Klinik sebagai seorang Dokter Umum yang biasa bekerja selama 7 jam per hari.
Walaupun tersangka Tajri sudah diamankan selama 2 hari terakhir ini oleh tim Adpitsus Kejari Kepri, namun para pegawai Klinik seperti perawat, suster, maupun pegawai administrasi belum mengetahui kalau tersangka Tajri sudah di amankan.
"dr Tajri izin sakit katanya kemarin, sampai saat ini belum masuk. Sekarang dokter yang standby ada dr Hamdani," ujar salah seorang pegawai administrasi, dengan raut wajah penuh tanya, Jumat (6/10/2017).
Pemilik toko dan warung manisan yang berdekatan dengan Klinik Tanjung Piayu mengaku tidak mengetahui dan kurang terlalu mengenali tersangka dr Tajri.
Kepada Tribun, mereka menerangkan, karena banyak yang lalu lalang setiap harinya jadi mereka kurang memperhatikan apakah dokter, pegawai, ataupun orang biasa.
"Tidak tahu juga, karena kita kurang kenal. Kalau dokter mana mungkin dia mau belanja dan makan di warung seperti kita ini. Paling nggak rumah makanlah," ujar seorang perempuan yang berjualan sarapan pagi, di depan Klinik Tanjung Piayu.
Hal yang sama juga di ungkapkan oleh penjual helm tokoh Paradise Helm Piayu yang tepat bersebelahan dengan Klinik Tanjung Piayu, Rini mengatakan, kalau Dokter apa bukan jelas dia tau. Cuma belum pernah ngobrol langsung dengan Dokter-dokter yang bekerja di Klinik Tanjung Piayu.
"Jangankan dokter, pegawai klinik aja kita jarang ngobrol. Yaa paling ada satu dua orang yang nanyain harga helm berapa, itupun tidak setiap hari," katanya. (*)
Tergiur Kerjaan di Singapura, Pria Ini Setor Rp 36 Juta. Kenyataannya Mengejutkan!
Sabtu, 7 Oktober 2017 11:00
BATAM. TRIBUNNEWS.COM,BATAM - Jamaluddin (37) mengadu ke Kantor Polisi setelah merasa tertipu Rp 36 juta oleh Lindawati.
Penipuan tersebut bermula saat setahun lalu dia ditawari pekerjaan di Singapura oleh wanita bernama Lindawati. Hanya saja, untuk bisa bekerja di sebuah perusahaan di Singapura dengan posisi bagus, Jamaluddin harus setor Rp 36 juta yang bisa dicicil sebanyak tiga kali.
Karena melihat Lindawati sering keluar masuk Singapura, Jamaluddin pun tergiur untuk menerima tawaran tersebut dan bertemu dengan lindawati di kedai kopi Mitra Mall Batuaji.
Pertemuan pertama Jawaluddin memberikan uang sebesar Rp 12 juta dengan dalih untuk mengurus semua dokumen dan perlengkapan yang akan diperlukan.
Setelah uang Rp 12 juta tersebut, dia juga dengan cepat memberikan sisa uang yang harus dibayarkan, dengan total Rp 36 juta.
Namun setelah semua uang disetor pada Lindawati, Jamaluddin tidak pernah lagi bertemu dengan perempuan tersebut bahkan dirinya hanya bisa berbicara melalui sambungan telepon. Bahkan setelah satu tahun kemudian.
Sementara di tempat terpisah, Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko membenarkan adanya laporan tersebut. Sujoko berpesan agar masyarakat tidak mudah tergiur janji-janji manis lowongan kerja yang belum tahu asal-usulnya. (*)
Lowongan Kerja di Batam - Sejumlah Perusahaan Membuka Lowongan Kerja. Cek Syaratnya di Sini!
Sabtu, 7 Oktober 2017 12:27
Lowongan
Kerja
PT.
Luxindo Raya adalah distributor Vorwerk, perusahaaan asal Jerman, yang
mendistirbusikan produk untuk kesehatan rumah tangga. Saat ini perusahaan kami
sudah tersebar hampir di seluruh Indonesia dengan 47 kantor
representative.
Perusahaan
Kami mencari talenta-talenta baru untuk menempati posisi-posisi strategis dengan
persyaratan:
1.Pria/Wanita berusia min. 18 tahun
2.Pendidikan min.
SMA/sederajat
3.Pekerja keras dan pantang menyerah
4.Bekerja secara
tim
Benefit dan fasilitas:
1.Penghasilan min. 4 juta/bulan
2.Bonus dan
insentif
3.Bonus trip dalam dan luar negeri
4.Tunjangan kinerja (maks. 1
juta/bulan)
5.Training dan pengembangan skill
6.Jenjang
karir
Jika anda merasa anda orang yang tepat, segera kirim lamaran anda atau datang langsung ke:
PT.
LUXINDO RAYA
Komplek The Central Business Sukajadi Blok A1 No.15 / Samping
Kepri Mall
Sukajadi – Batam
Kota
Dengan
jadwal:
Hari : Senin & Selasa
Jam : 09.00 –
13.00
LOWONGAN
KERJA
PERUSAHAAN
BRANDING AGENCY MEMBUTUHKAN :
DESIGN GRAPHIC
SYARAT:
MENGUASAI
PHOTOSHOP,COREL DRAW & ADOBE ILLUSTRATOR
PENGALAMAN 1 TAHUN
DIBIDANGNYA
LEBIH DIUTAMAKAN PRIA
YANG
BERMINAT DAPAT MNGIRIMKAN LAMARAN SEGERA ( TERMASUK PORTOFOLIO )
KE EMAIL
:
aa.des...@gmail.com atau Ssusa...@gmail.com
LOWONGAN
KERJA
DIBUTUHKAN
KARYAWAN DI BIDANG EXPEDISI ( AGEN JNE ) DI POSISI:
1.
ADMIN
SYARAT:
-
PRIA/WANITA
- USIA 20-25
- PENDIDIKAN MIN SMP / SEDERAJAT
- DAPAT
MENGETIK DENGAN CEPAT
- MENGUASAI KOMPUTER
- JUJUR,RAJIN, DAN BERANGGUNG
JAWAB
LAMARAN
KIRIM KE;
CV. TRIE DJAJA
BALOI PBLOK:2 -JL.MANGGA 1 NO.28B
082173739824
LOWONGAN
KERJA
a.HRD
( M )
Pendidikan S1 Hukum, Pengalaman 3 tahun
b.Operational Manager ( M
)
Pengalaman 5 tahun di perhotelan
c.Waiter Restoran ( F/M )
d.Driver (
M )
Sim B1, Mengetahui Batam
e.Admin ( F
)
f.Security ( M )
Pengalaman 3 tahun
Lamaran
diantar langsung ke
L Hotel Entertainment
Jln. Raden Patah Blok 3 No 12
Baloi Batam
Atau email :
recru...@l-hotelbatam.com
Bidik Pasien Singapura, Investor 3 Negara Ini Ingin Datangkan Teknologi Canggih ke Batam
Sabtu, 7 Oktober 2017 11:47
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam menerima kunjungan investor gabungan asal Jepang, Singapore dan Malaysia. Mereka bergerak di bidang kesehatan dan beberapa di antaranya merupakan dokter-dokter ahli dari London, England.
Mereka adalah Mr Jap Le Son, Mr Pexon, Mr Anthony, Ms Lawrence, Mr Murakata, Mr David Loh, Mr Andre Chen, Mr Mok Pei-pei, Budiarto dan Kusnadi Budiman yang merupakan perwakilan dari Indonesia.
Tujuan kunjungan itu, untuk mengetahui lebih dalam bagaimana Batam dan bagaimana prospek investasi di Rumah Sakit BP Batam serta teknis implementasi investasi di bidang kesehatan.
Bagi mereka, Batam sebagai kawasan yang strategis di antara Singapura dan Johor, memiliki kesempatan memberikan pelayanan kesehatan yang jauh lebih baik, lebih modern dan mampu meningkatkan grade, agar turut menjadi rumah sakit rujukan bagi warga negara asing.
Kunjungan investor itu diterima Wakil Kepala BP Batam, Agus Tjahajana Wirakusumah, Direktur RSBP Batam, dr Sigit Riyanto, Direktur Promosi dan Humas, Purnomo Andiantono dan sejumlah pejabat Eselon III di lingkungan BP Batam.
"BP Batam terus berusaha meningkatkan kualitas Rumah Sakit BP Batam, baik dari segi teknologi, fasilitas, maupun sumber daya manusia," kata Agus dalam rilis yang diterima Tribun, Sabtu (7/10/2017).
Hal ini lanjut dia, teraktualisasi dengan beragam perubahan dan penghargaan yang telah dilakukan RSBP Batam. Seperti, pembangunan gedung baru, menambah kapasitas tempat tidur menjadi lebih dari 300 tempat tidur. Terbagi dalam kelas VIP dan mampu mengakomodir kelas menengah ke atas.
Selain itu juga mendapat penghargaan akreditasi dari Menteri Kesehatan RI sebagai Rumah Sakit Nasional Terakreditasi, terpilih sebagai pusat rujukan penanganan jantung (ISTEMI), dan beragam proyek lainnya yang sedang disusun guna meningkatkan daya saing RSBP Batam yang merupakan Rumah Sakit pertama di Batam.
“Kami fokus ke depan kerjasama investasi di bidang kesehatan harus mampu membuat perubahan agar rumah sakit kami menjadi rumah sakit yang lebih modern dengan teknologi tercanggih," ujar dia.
Direktur RSBP Batam, dr Sigit Riyanto menambahkan, sejumlah projek yang ditawarkan BP Batam, tujuannya untuk meningkatkan daya saing RSBP Batam.
Dari para dokter dan ahli kesehatan yang hadir dalam kunjungan itu, mereka konsen terhadap kemungkinan kerja sama membentuk Wellness Center bertajuk Health Care Business, dengan lokasi hijau dan memberikan kesan yang menenangkan bagi para pasien yang datang. Sehingga lokasi RSBP yang berada di Sekupang, dianggap lokasi yang tepat untuk projek ke depan.
Realisasi Health Care Business diharapkan akan menjadi pusat kesehatan terbesar di Batam yang mampu memberikan pelayanan. Tidak hanya bagi warga Indonesia melainkan warga Singapura juga. Termasuk dengan menghadirkan teknologi dan dokter-dokter ahli di bidang ilmu khusus tertentu dari luar negeri yang mendapat akreditasi internasional dan izin dari Indonesia.
Sejumlah proyek BP Batam juga mendapat perhatian dari mereka, seperti pengembangan Bandara Aerotropolis, Jembatan Batam Bintan, dan Tanjung Sauh. (*)
Hebatnya dr Tajri - IDI Angkat Bicara. Berstatus Buron Kejati, Seharusnya dr Tajri Tak Boleh Praktik
Sabtu, 7 Oktober 2017 11:48
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Bisa praktiknya Tajri di Klinik Tanjungpiayu menyisakan tanda tanya, terutama mengenai lisensi.
Penasihat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri Ibrahim, pun mengaku baru mendengar kabar kalau ada dokter berstatus DPO (daftar pencarian orang) bisa bekerja sebagai dokter praktik.
Menurut dia, tidak dibenarkan seorang tersangka apalagi berstatus buron, bekerja walaupun sebagai dokter pengganti. Karena, sebagai anggota IDI jika menjadi tersangka, otomatis tidak akan mendapat rekomendasi.
"Saya rasa kalau sudah seperti itu tidak akan pernah dapat rekomendasi dari IDI. Kalau kalau dia anggota cabang di Anambas tetapi praktik di Batam, itu juga harus ada surat dari ketua IDI Anambas kemudian ke IDI Batam untuk diproses rekomendasinya," ujar Ibrahim, Jumat (6/10/2017).
Dia mengaku belum mengetahui secara pasti Tajri sudah mempunyai izin praktik atau belum. Dia khawatir hal tersebut juga tanpa sepengetahuan kepala Dinas Kesehatan Batam.
"Sebagai dokter pengganti itu boleh-boleh saja, karena sifatnya tidak terjadwal. Umpamanya tiba-tiba dokter yang bertugas lagi berhalangan, itu bisa digantikan. Tetapi dia juga harus punya izin. Walaupun dokter pengganti, ada rekomendasinya. Apalagi dia rutin praktik jadi tidak bisa tanpa rekomendasi," kata dia.
Ibrahim mengungkapkan secara prosedural syarat yang harus dipenuhi untuk praktik dokter ialah mempunyai STR (surat tanda registrasi) yang masih berlaku, mempunyai rekomendasi dari organisasi profesi tempat dia berpraktik dan izin dari IDI cabang.
"Seperti kalau dia pengawai negeri harus ada izin dari atasan di mana dia ditugaskan. Jadi anggota organisasi profesi di satu tempat, kemudian dia dikasih rekomendasi. Terus suratnya ditambah persyaratan lain, seperti sehat jasmani dan rohani, kemudian diajukan ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Yang memberikan izin itu kepala Dinas Kesehatan. Ini juga berlaku untuk dokter praktik swasta," tegasnya.
Ibrahim mengatakan segera mengonfirmasikan masalah tersebut ke koordinator atau pimpinan Klinik Tanjungpiayu, Teresia Matakupang. "Itu cara masuknya tidak benar, kok bisa seperti itu bisa sampai sebulanan dan rutin seperti itu," ujarnya.
Menurut dia, pencabutan lisensi kedokteran adalah wewenang KKI (Konsil Kedokteran Indonesia). Itupun melalui proses, salah satunya kalau ada surat masuk. Dan itu biasanya diajukan oleh kejaksaan.
"Seharusnya kejaksaan melaporkan itu ke KKI Kedokteran, tembusan Dinas Kesehatan dan IDI tentang adanya dokter yang berstatus tersangka dan sedang berstatus buron. Jadi kami tahu juga. Nah ini saya sendiri baru mendengar kalau ada di Tanjungpiayu," katanya. (*)
Lion Air Tegaskan Tak Bisa Ganti Rugi, Begini Kelanjutan Kasus Hilangnya Uang Noveria Nazara
Sabtu, 7 Oktober 2017 13:24
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Noveria Nazara, penumpang Lion Air dari Bandara Binaka Gunungsitoli Nias tujuan Hang Nadim Batam, yang kehilangan uang sebesar Rp 28 juta pada penerbangan Senin (2/10/2017) lalu masih berharap uangnya bisa kembali.
Namun, pihak maskapai Lion Air menegaskan hanya bisa membantu melacak keberadaan uang tersebut dan tak bisa mengganti rugi uang penumpang yang tidak tercatat dalam manifest.
Lantas, bagaimana sekarang kelanjutan kasus tersebut di ranah hukum?
Kapolsek Bandara Hang Nadim Iptu Betty Novia melalui Kanit Reskrim Aipda Hendri Simanjuntak mengatakan bahwa saat ini kasus tersebut sedang dalam proses lidik.
"Kemaren kan sebatas laporan. Nah, Jumat kemaren, kasus itu dinaikan ke status laporan resmi polisi. Saat ini sedang kami lakukan upaya lidik," kata Aipda Hendri, Sabtu (7/10/2017) siang.
Hal itu dilakukan mengingat uang milik Noveria sudah kelihatan dan terlacak CCTV dan rekaman mesin X-ray punya Bandara Binaka Gunungsitoli, Nias.
"Masalah ini sedikit rumit. Sebab, ada tiga pintu. Binaka, Kualanamu,dan Batam. Nah hilangnya uang baru diketahui itu saat di bandara Hang Nadim Batam. Makanya buat laporannya di sini. Dan kami terima. Nah untuk itu, kami akan koordinasi dengan pimpinan (Kapolresta Barelang)," jelas Hendri lagi.
Koordinasi yang dilakukan kepada Kapolresta Barelang adalah agar Polresta bisa koordinasi dengan Kapolres Nias, Kapolres Deliserdang, maupun Polda Sumut. '
'Kalau Polsek kami ini kan terbatas. Makanya perlu koordinasi ini," ujar Hendri.
Sampai saat ini, kata Hendri, meski uang sudah terdeteksi x-ray namun belum diketahui di mana posisi uang itu dieksekusi oleh pelaku.
Namun, dugaan sementara, uang itu memang diambil orang. Apakah oknum petugas Lion, bandara belum dipastikan Polsek. ''Maka itu kami akan kumpulkan bukti-bukti," ujarnya. (*)
CATAT! Ini Dia Jadwal Samsat Keliling Selama Oktober 2017. Bisa Bayar Pajak dan Urus SIM
Sabtu, 7 Oktober 2017 15:22
BATAM.TRIBUNNEWS.COM ,BATAM - Untuk mempermudah dalam pengurusan pajak kendaraan dan proses perpanjangan SIM masyarakat bisa memanfaatkan layanan Samsat keliling.
Sebab, layanan ini sekarang semakin banyak menjangkau sejumlah tempat di wilayah Batam.
Kepala KPPD Kota Batam, Drs. Teddymar mengatakan, Samsat keliling dibuat jadwal secara rutin sebulan sekali. Adapun untuk jam operasional, dari hari Senin sampai Kamis akan dibuka pukul 10:00 WIB sampai pukul 17:00 WIB.
Sementara hari Jumat buka pukul 09:00 WIB sampai dengan pukul 12:00 WIB untuk jeda istirahat siang, kemudian dilanjutkan pukul 13:00 WIB sampai pukul 17:00 WIB. Untuk hari Sabtu akan dibuka pada pukul 11:00 WIB sampai dengan pukul 15:30 WIB.
"Keberadaan Samsat maupun SIM keliling ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam pelayanan pajak kendaraan ataupun dalam pengurusan pembuatan SIM," ujar Teddy, Sabtu (7/10).
Teddy menjelaskan, untuk jadwal buka dan tutup pelayanan Samsat keliling sewaktu-waktu bisa berubah dan untuk memastikan masyarakat bisa menghubungi di nomor 0813-7496-7711.
"Kita berharap dengan adanya layanan Samsat keliling ini, supaya masyarakat lebih patuh akan kewajiban membayar pajak kendaraan, termasuk juga mempunyai SIM. Jadi kita berupaya memberikan pusat-pusat pelayanan terdekat kepada masyarakat, agar lebih memudahkan dalam proses layanan.
Nah, bagi yang ingin memanfaatkan layanan samsat keliling, berikut jadwal samsat keliling selama Oktober 2017
-Tanggal
2 sampai 7 Oktober 2017, lokasi di Mc Donald Nagoya.
-Tanggal 9 sampai 14
Oktober 2017, lokasi di Nagoya Hill.
-Tanggal 16 sampai 21 Oktober
2017, lokasi di Hotel Utama.
-Tanggal 23 sampai 28 Oktober 2017, lokasi di
Kepri Mall.
-Tanggal 30 Oktober sampai 4 November 2017, lokasi di Nagoya
Hill. (*)
LAGI! Polsek Sekupang Berhasil Ringkus Pelaku Curanmor. Tersangka Berstatus Residivis
Sabtu, 7 Oktober 2017 15:47
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Jajaran kepolisian Polsek Sekupang, berhasil meringkus, MW (20) pelaku curanmor yang beraksi di supermarket Top 100 Tiban, Sekupang, awal September silam.
Pelaku berhasil dilumpuhkan polisi tanpa perlawanan, Kamis (5/10/ 2017) di tempat tinggalnya di Ruli Paradise, Batu aji.
Kasus ini terungkap setelah satuan Polsek Sekupang mendapatkan laporan dari korban yang bernama Yanto tanggal 11 September 2017 lalu, bahwa korban kehilangan sepeda motor Yamaha Vixion hitam BP 5663 IH yang diparkir di samping mini market TOP 100 Tiban, Sekupang.
Saat itu sekitar pukul 20:00 WIB, korban ingin pulang namun tidak melihat sepeda motor yang sebelumnya diparkirkan di samping TOP 100 Tiban. Dua hari setelah kejadian , akhirnya korban memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sekupang.
"Setelah kita dapat laporan tentang pencurian sepeda motor dan melakukan pengecekan CCTV di lokasi dan olah TKP, tim opsnal Sekupang langsung melakukan penyelidikan dan penelusuran tentang kejadian tersebut," ujar Kapolsek Sekupang, Kompol Oji Fharoji
Setelah menerima laporan kehilangan, polisi segera melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengetahui keberadaan pelaku yang juga merupakan residivis yang sudah dikenali identitasnya.
Pelaku kemudian berhasil diringkus oleh tim Opsnal Sekupang, dipimpin Kanit Reskrim Iptu Akmal di Ruli Paradise, Batu aji. (*)
PT Sanmina Tutup, Udin P Sihaloho : Kalau Tetap Seperti Ini Batam Akan Ditinggal
Sabtu, 7 Oktober 2017 15:53
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Penutupan PT Sanmina di Mukakuning mendapat tanggapan dari Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho. Di satu sisi, Udin menyayangkan adanya penutupan perusahaan, yang berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) di Batam.
"Ada beberapa penyebab tutupnya. Pertama karena sepi order. Kedua, bisa karena persoalan birokrasi yang mereka hadapi," kata Udin via telepon, Sabtu (7/10/2017).
Terlepas dari dua persoalan itu, Udin menilai perlunya ada sinergitas antara BP Batam dan Pemko Batam dalam memberikan pelayanan terbaik kepada investor dan masyarakat. Tinggalkan ego sektoral masing-masing.
"Kalau kita tetap seperti ini, Batam akan ditinggal. Sementara saingan kita seperti Cina, Vietnam, Malaysia, mereka sudah membuka diri. Intinya mari kita sama-sama memberikan pelayanan terbaik," ujar dia.
Bagi pekerja, Udin juga memberikan catatannya. Dia berharap kejadian perusahaan tutup itu bisa menjadi pelajaran ke depannya. Sebab banyak faktor yang membuat perusahaan akhirnya memilih tutup. Selain faktor sepi pesanan juga karena persoalan kondusivitas di dalam perusahaan.
"Kalaupun serikat pekerja mau menuntut kesejahteraan, sesuaikanlah dengan kemampuan perusahaan. Jangan paksakan diri mogok atau melakukan sweeping," kata Udin.
Sementara itu, Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan, sejak 2014 lalu PT Sanmina yang berstatus perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) itu memang sudah sepi pesanan.
"Gara-garanya ada permasalahan gesekan antara tenaga kerja dan manajemen, sehingga pembeli memberhentikan pesanan. Karena perusahaan tidak bisa mengirim sesuai waktunya," kata Andi.
Akhirnya, perusahaan secara bertahap mengurangi tenaga kerja dan terakhir lebih kurang ada 140 orang tenaga kerja. Tahun ini semua kewajiban ketenagakerjaan diselesaikan. Karena perusahaan ingin menghentikan aktivitasnya.
"Jadi ini murni masalah perburuhan. Bukan terkait kondisi yang sekarang dan jika ini berlanjut di tempat lain, maka kejadian serupa akan terulang," ujar dia.
Andi juga berpesan, agar setiap pihak di Batam bisa menjaga kondisi yang kondusif di Batam. Itu untuk kepentingan kita bersama.
Sebelumnya diberitakan, Batam kembali dihadapkan pada persoalan perusahaan tutup dan berakibat PHK. Kali ini terjadi pada PT Sanmina yang berlokasi di kawasan Mukakuning, Batam.
Terhitung 3 Oktober lalu, perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur itu sudah tak beroperasi lagi. Alasan sepi pesanan yang berujung tak ada pekerjaan, membuat perusahaan ini akhirnya memilih tutup.
Pemegang saham diketahui sudah melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS), beberapa waktu lalu. Termasuk juga sudah mengurus akta notaris untuk penutupan perusahaan itu.
"Ya, per 3 Oktober lalu tutupnya," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Syakyakirti membenarkan.
Sekuriti perusahaan yang biasanya berjaga di sana, lanjut dia, kini sudah digantikan dengan sekuriti kawasan industri. Terakhir, PT Sanmina memiliki karyawan sebanyak 191 orang. Sebanyak 170 diantaranya sudah dibayarkan hak pesangon. 21 lainnya, belum mengambil pesangonnya. (*)
Lagi, Kecelakaan Kerja Terjadi di Galangan Kapal Sagulung, Batam. Seorang Pekerja Meninggal
Sabtu, 7 Oktober 2017 18:36
Laporan Tribun Batam Ian Sitanggang
BATAM TRIBUNNEWS.COM BATAM - Nyawa Fransiskus Nara (50), warga kampung Bintang Industri Marina, Tanjunguncang, tidak bisa tertolong.
Fransiskus mengalami kecelakaan kerja di PT Usda Seroja Jaya Shipyard dan Shipping di Sei Lekop, Sagulung, Batam.
Informasi yang diperoleh dari kawan Fransiskuskecelakaan kerja tersebut terjadi Kamis (5/10/2017) lalu sekitar pukul 20.00WIB.
Saat itu Fransiskus dan kawan-kawannya lembur kerja.
"Saat itu kami sedang lembur, jadi dia pegang blasting. Tidak tahu kenapa karung blastingnya bocor. Fransiskus kermudian lari-lari ke ruang peralatan (palka) untuk mencari penutup karung blasting,," kata sumber.
Namun karena ruang peralatan kondisinya gelap, membuat Frasiskus menabrak besi dan terjatuh.
"Kita tidak tahu dia nabrak apa. Soalnya yang masuk ke ruang peralatan itu dia sendiri," kata sumber.
Saat Fransiskus keluar dari ruang peralatan, pria ini terlihat memegang dadanya seperti kesakitan.
"Waktu itu kawan-kawan sempat menanyakan dia kenapa. Katanya dia nabrak sesuatu di ruang peralatan. Tidak lama setelah itu kami kembali bekerja, tetapi Fransiskus sempat terjatuh dan dilarikan ke tempat istrihat," tambahnya
Karena kondisi Fransiskus semakin lemah akhirnya dilarikan ke RSUD Embung Fatimah.
"Di rumah sakit sempat ditangani. Kami sampai dirumah sakit sekitar pukul 21.00 WIB," katanya.
Fransiskus meninggal Jumat (6/10/2017) pagi sekitar pukul 07.WIB.
Siangnya, jenazah Fransiskus dibawa ke rumah duka dan Sabtu hari ini diterbangkan ke kampung halamannya di Ende, Nusa Tenggara Timur melalui Bandara Hang Nadim.
Pihak PT Usda Seroja Jaya ketika dikonfirmasi tidak mau berkomentar terkait kejadian tersebut.
Seoraqng petugas keamanan perusahaan mengatakan, pihak manajemen tidak mau menemui wartawan.
BREAKINGNEWS. Mayat Pria Ditemukan di Kamar Hotel Bali
Sabtu, 7 Oktober 2017 22:19
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Seorang tamu Hotel Bali ditemukan meninggal dunia di salah satu kamar hotel yang terletak di kawasan Jodoh itu, Sabtu (7/10/2017) malam.
Mayat berjenis kelamin laki-laki yang di ketahui merupakan warga asal Aceh ini ditemukan oleh rekannya di kamar 229, sekitar pukul 19:00 WIB.
Menurut pengakuan dari security Hotel Bali, jenazah yang berumur 48 tersebut pagi hari masih keluar kamar.
Kawannya yang menghubunginya sepanjang hari tak kunjung mendapat jawaban sehingga ia akhirnya menuju ke hotel.
"Pintunya terkunci dari dalam. Jadi, kita dobrak pintunya. Keadaan jenazah miring ke kanan," katanya.
Saat ini jenazah sudah di evakuasi oleh tim inafis polresta barelang ke RS. Bhayangkara, untuk melakukan autopsi.
Pria yang Ditemukan Meninggal di Hotel Bali Sabtu Malam, Ternyata Memiliki 8 Anak di Aceh
Minggu, 8 Oktober 2017 08:20
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Identitas orang yang ditemukan tak bernyawa di Hotel Bali Nagoya, Sabtu (7/10/2017) malam diketahui.
Mayat berjenis kelamin laki-laki itu diketahui bernama Fadil, berasal dari Pidie Nagroe Aceh Darussalam. Ia memiliki delan anak di Aceh.
Ahmad, seorang temannya mengatakan, semasa hidup Fadil sering keluar masuk Malaysia.
"Kalau mau ke Malaysia nginap di sini (Hotel Bali). Kami kerap ngobrol sore-sore saat mampir ke Batam sebelum ke Malaysia kerja,'' katanya.
Ahmad mengatakan, Fadil semasa hidupnya amat baik dan ia kerap saling sapa bila almarhum singgah di Batam.
Jasad Fadil masih berada di RS Bhayangkara Polda Kepri, guna identifikasi selanjutnya.
Rencananya, usai identifikasi polisi akan mengebumikannya hari Minggu ini. Namun, belum dipastikan dimana akan dikuburkan, karena pihak keluarga belum membuat keputusan.
"Harus tanya anak-anak dan keluarga besarnya dulu. Apakah dikebumikan di Batam atau dibawa ke Aceh. Nanti diberitahu keputusannya," kata Suherman, warga Aceh lain saat dimintai keterangan Sabtu malam.(leo)
Ini Identitas Warga Aceh yang Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel Bali di Batam
Sabtu, 7 Oktober 2017 22:39
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Seorang tamu Hotel Bali ditemukan meninggal dunia di salah satu kamar hotel yang terletak di kawasan Jodoh itu, Sabtu (7/10/2017) malam.
Mayat berjenis kelamin laki-laki yang di ketahui merupakan warga asal Aceh ini ditemukan oleh rekannya di kamar 229, sekitar pukul 19:00 WIB.
Menurut pengakuan dari security Hotel Bali, jenazah yang berumur 48 tersebut pagi hari masih keluar kamar.
Pria tersebut diketahui bernama Fadil dan menginap di hotel itu sejak Kamis (5/10/2017).
Kawannya yang menghubunginya sepanjang hari tak kunjung mendapat jawaban sehingga ia akhirnya menuju ke hotel.
"Pintunya terkunci dari dalam. Jadi, kita dobrak pintunya. Keadaan jenazah miring ke kanan," katanya.
Saat ini jenazah sudah di evakuasi oleh tim inafis polresta barelang ke RS. Bhayangkara, untuk melakukan autopsi.
Apa Penyebab Fadil Meninggal di Hotel Bali? Polisi Menduga Karena Masalah Ini
Minggu, 8 Oktober 2017 09:11
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kapolsek Lubuk Baja Kompol Chaidir mengatakan, penyebab kematian Fadil, diduga karena ada penyakit yang sudah lama diderita.
"Iya benar, karena sakit," ujar Kapolsek.
Meski diduga kuat meninggal karena sakit, Chaidir mengatakan, pihak Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis ) dan tim dokter RS Bhayangkara untuk memastikan penyebab pastinya lewat proses medis.
"Kalau sudah disimpulkan melalui proses medis oleh Inafis dan tim dokter RS Bhayangkara, nanti hasilnya diserahkan kepada keluarga. Makanya kami pastikan dulu," katanya.
Fadil ditemukan tak bernyawa di kamar 299 Hotel Bali Nagoya Sabtu (7/10/2017) malam.
Fadil diketahui berasal dari Pidie, Nangroe Aceh Darussalam (NAD).
Menurut Ahmad temannya mengatakan, Fadil semasa hidup sering keluar masuk Malaysia.
"Jadi kalau mau pergi ke Malaysia, dia nginap di sini (Hotel Bali). Kami kerap ngobrol sore-sore saat dia mampir ke Batam sebelum berangkat ke Malaysia untuk kerja,'' katanya.
Menurut Ahmad, Fadil adalah orangnya semasa hidup amat baik dan ia sering bertegur sapa setiap kali singgah di Batam.
Ahmad mengatakan, Fadil memiliki 8 anak yang semuanya tinggal di kampung halamannya di Aceh.(leo)
Pelantikan IDI Kepri! Pesan Gubernur: Darurat, Prioritaskan Nyawa Pasien Administrasi Nyusul!
Minggu, 8 Oktober 2017 18:33
BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Gubernur H Nurdin Basirun menegaskan peran dokter sangat penting dalam memberikan pelayanan dasar kesehatan bagi masyarakat. Kontribusi mereka cukup besar dan hebat untuk provinsi ini.
“Teruslah memberi bantuan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata Nurdin saat pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia wilayah Kepulauan Riau 2017-202 di Haris Hotel, Batam, Ahad (8/10/2017) pagi.
Nurdin mengingatkan untuk saling komunikasi antar sesama. Jangan karena keterbatasan kemampuan dan kesalahan komunikasi, pelayanan kepada masyarakat jadi terabaikan.
Menurut Nurdin, rumah-rumah sakit di Malaysia dan Singapura jelas menjadi saingan Kepri. Masyarakat yang berobat keluar negeri pun tidak sedikit. Nurdin berharap agar masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan yang ada di tanah air.
Tentu, kata Nurdin, pelayanan harus semakin baik. Kadang, kata Nurdin, ada yang berasumsi proses pengobatan hanya sekitar 30 persen. Selebihnya sugesti dengan senyuman dan pelayanan yang membuat pasien senang.
Nurdin mencontohkan, kadang berobat di luar negeri, yang diperiksan urat nadi yang sama. Juga detak jantung yang sama kadang juga obatnya. Tapi, sebagian masyarakat lebih percaya dengan luar negeri dan membuat mereka cepat sembuh.
“Jangan sedikit-sedikit berobat ke seberang. Kalau kita berikan yang terbaik dan maksimal, rasanya tak akan berobat di luar negeri. Mungkin ini juga harus dipikirkan. Mungkin masalahnya dikomunikasi,” kata Nurdin.
Dalam beberapa kesempatan, Nurdin selalu melakukan inspeksi di rumah sakit. Nurdin selalu berpesan, cepat beri penangangan terhadap pasien-pasien yang dalam keadaan darurat. Jangan terlalu fokus ke administrasi. Yang terpenting selamatkan nyawa pasien.
Nurdin mengajak para dokter untuk terus meningkatkan kemampuan, seperti menambah spesialisasi. Sehingga, kemampuannya semakin meningkat.
Pemprov Kepri, kata Nurdin selalu ingin mendorong peningkatan kemampuan itu. Tapi dengan harapan mereka yang diberi bantuan, tidak pindah keluar daerah.
Pada kesempatan itu tampak hadir Wali Kota Batam H Muhammad Rudi, Ketua DPRD Batam Nuryanto, Ketua PB IDI Pusat Prof Ilham Oetama Marsis, Sekjen PB IDI Mahesa Paranadipa dan Ketua IDI Kepri Rusdi.(*)
Gubernur Lantik Pengurus Persatuan Mubaligh Batam, Ajak Mereka Bahas Wisata Religi!
Minggu, 8 Oktober 2017 19:50
BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Gubernur H Nurdin Basirun dan Wali Kota Batam H Muhammad Rudi menegaskan Batam terus memperkuat jati diri sebagai daerah tujuan wisata.
Ketergantungan menumbuhkan ekonomi hanya dari sektor industri harus dikurangi. Banyaknya uang yang berputar dari sektor wisata, akan dirasakan banyak elemen masyarakat.
“Kita jadikan daerah tujuan wisata. Tentu juga wisata yang menghormati budaya Melayu. Kita tumbuh kembangkan juga wisata religi,” kata Nurdin pada acara Silaturahmi dengan Imam dan Pengurus Masjid, Mubalig, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat se-Kota Batam, di Restoran Golden Prawn, Batam, Ahad (8/10/2017) siang.
Pada kesempatan itu, Nurdin juga melantik Pengurus Persatuan Mubaliq Batam (PMB) dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Batam. Nurdin mengaku senang dengan kesempatan melantik PMB dan pengurus LPTQ.
Nurdin menambahkan, pemprov terus mendorong tumbuhnya sektor lain mengatasi pelambatan ekonomi. Masyarakat teruslah mendukung dan menjaga negeri ini tetap harmoni dan damai.
“Perkuat silaturahmi, saling asah asuh dan asih antar sesama. Jadikan negeri ini beriman dan bertaqwa. Tunjukkan bahwa Islam rahmatan lillalami. Kehadiran kita bermanfaat untuk semua,” kata Nurdin.
Nurdin menegaskan, kekuatan dia adalah terus berharap doa dan dukungan masyarakat. Sifat iri dengki dan saling menfitnah harus dihilangkan. Karena kalau itu yang dikedepankan, tak akan selesai setiap permasalahan.
“Kalau tak sabar dan terpancing menanggapi fitnah dan lainnya, bisa tak kerja nanti. Habis energi untuk yang tidak-tidak,” kata Nurdin sambi mengingatkan pembangunan keagamaan harus terus diperkuat di seluruh Kepri ini.
Tampak hadir pada kesempatan itu Anggota DPR RI dapil Kepri H Nyat Kadir, anggota DPD RI dapil Kepri Hardi Slamet Hood, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad, Kakandepag Batam Erizal Abdullah serta sekitar 1.000 pengurus PMB dan LPTQ se-Kota Batam.
Nyat menyebutkan, masyarakat Batam sangat beragam taoi harmonis. Keharmonisan ini yang harus terus dijaga.
“Peran mubaliq sangat besar mewujudkan Batam bandar dunia madani,” kata Nyat.
Dalam pada itu, Rudi untuk membangun Batam, kalau tidak didukung semua elemen masyarakat, tidak akan berhasil. Pihaknya, terus fokus membangun infrastruktur, terutama jalan. Suatu kota yang infrastrukturnya bagus, pasti akan ramai didatangi. Mereka yang datang pasti membawa dan membelanjakan uangnya.
Rudi yakin pada 2019 nanti akan ada 3 juta kunjungan wisatawan ke Batam. Rudi yakin kunjungan ini akan membuat putaran uang semakin besar dan banyak masyarakat yang merasakannya.
Menurut Rudi, industri yang sedang melemah karena faktor ekonomi dunia yang memang sedang menurun. Karena itu fokus pariwisata menjadi salah satu pilihan. Rudi mengingatkan, bahwa dengan pariwisata, segala macam budaya akan ikut masuk.
“Tugas kita bersama membentengi. Wisata yang dibuka jangan menabrak rambu-rambu,” kata Rudi. (*)
BREAKINGNEWS: Mahasiswa STT Real Batam Dikabarkan Hilang sejak Sabtu, Ini Identitasnya!
Minggu, 8 Oktober 2017 20:56
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) Real Batam dikabarkan menghilang dari asrama. Pria yang bernama Emfrralisamin Batee alias Boy Batee, diketahui keluar asrama Sabtu (7/10/2017) pagi. Hingga saat ini belum pulang.
Pembantu Ketua III STT Real Haposan S MPdk saat dihubungi Tribun Batam Minggu (8/10/2017) malam mengatakan, kehilangan Boy sudah dilaporkan ke Mapolresta Barelang. Dan belum diketahui, apakah Boy sengaja kabur atau bagaiman.
"Untuk saat ini sudah dilaporkan pihak kepala asrama. Asrama kami sendiri ada di Sukajadi. Kalau kampus kami di daerah DC Mall. Nah, polisi masih cari. Karena sampai saat ini, Boy belum pulang. Jadi pihak asrama sangat khawatir," kata Haposan.
Kekhwatatiran Haposan, lantaran Boy yang mengenyam pendidikan kependetaan di sana baru saja di Batam. "Juli kemaren lah dia (Boy) di Batam. Jadi masih terbilang baru di Batam," ujar Haposan.
Diungkapkan Haposan, Boy pernah keluar dari asrama beberapa waktu lalu. Hanya saja, pulang. Namun kali ini tidak pulang-pulang. Dihubungi ke sana-kemare kerabat yang ada di Batam, juga belum didapat.
Informasi ini, sudah didengarkan keluarga yang ada di Telukdalam, Nias Selatan, Sumatera Utara. Apa lagi, kehilangan Boy dari asrama langsung viral di medsos khususnya kalangan masyarakat Nias yang ada di Kepri. Baik grup facebook maupun WhatsApp grup.
Pembantu Ketua I STT Real Dr Otniel O Harefa mengatakan, Boy selama dua bulan mengenyam pendidikan di sana baik-baik saja. Ketika ditanya apakah ada riwayat penyakit, Otniel mengatakan keluarganya belum terbuka.
"Riwayat penyakit tidak tahu persis. Orang tuanya belum terbuka untuk itu. Kalau sepintas selama dua bulan ini kita kenal baik baik aja secara umum," jelas Otniel.
Pihak kampus dan sebagian kerabat yang ada di Batam, mengharapkan Boy dalam keadaan baik-baik.
Dan diharapkan pulang secepatnya bila kabur. Dan diharapkan bantuan polisi untuk melacak keberadaan Boy.
Pihak kampus pun berujar, kalau selama ini Boy, sementara menurut penjajakan informasi tidak memiliki masalah di luar sana.(*)
Keren Habis! Walikota Batam Hadiri Ultah ke-9 TAC, Ratusan Trail Hebohkan Hutan Batam!
Minggu, 8 Oktober 2017 22:38
BATAM.TRIBUNNEWS.COM,BATAM - Lebih dari 137 unit sepeda motor jenis modifikasi trail di lepas oleh Walikota Batam, H Muhammad Rudi, saat Ulang Tahun ke-9 Trail Adventure Community (tac), di halaman parkir gedung DPRD Kota Batam, Minggu (8/10/2017).
Rombongan TAC gabungan dari Kota Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, dan Lingga langsung menuju Hutan Bandara Hang Nadim untuk jelajah medan, setelah bendera pelepasan di kibarkan oleh Walikota Batam.
Pantauan Tribun, ratusan pengendara TAC gabungan dikawal langsung oleh satu unit mobil Satlantas Polresta Barelang dan satu unit mobil patroli Dishub menuju hutan Hang Nadim.
Acara yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, dalam kesempatan memberikan kata sambutan Walikota Kota Batam meminta agar Dinas Perhubungan Kota Batam mensupport TAC dengan mengadakan event tahunan piala bergilir.
"Ini juga salah satu program untuk mendongkrak wisatawan. Saya yakin pada 2020 nanti setelah semua pembangunan baik infrastruktur dan pembangunan tata kota selesai, Batam akan berkembang kembali," ujar Rudi.
Tepuk tangan langsung menghiasi lapangan parkir gedung DPRD Kota Batam ketika Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri menyanggupi permintaan Walikota.
Ketua TAC, Agus Riyanto, menerangkan, dalam 1 tahun TAC mengadakan event sebanyak dua kali dan itu merupakan event gabungan dari seluruh anggota TAC yang ada di Provinsi Kepulauan Riau.
"Saat ini anggota TAC sudah ada sebanyak 326 orang. Adapun tujuan kita mengadakan event rutin tahunan juga untuk memberikan dan menjadi daya tarik wisatawan.
Terutama Negara tetangga Singapura dan Malaysia yang hampir setiap minggu berkunjung ke Batam, apalagi nanti dalam waktu dekat ini Gubernur Sumatera Barat mau main Trail bersama kita," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri mengungkapkan, dengan adanya komunitas TAC ini juga bisa bisa menjadi patroli Kota. Karena bisa menyampaikan keadaan langsung Hutan-hutan yang ada di Kota Batam.
"Kalau ada pencemaran hutan kan mereka bisa melaporkan ke Kita," kata Yusfa. Dia berharap, dengan aktifnya kegiatan TAC juga menjadi wadah anak-anak muda dalam menyalurkan hobinya. Supaya mereka tidak balap-balapan liar di jalanan.
"Kita sudah wacanakan untuk mengadakan event, ini karena melihat dari tingginya animo masyarakat, lagipula kita di Batam belum ada arena khusus. Nanti akan kita rencanakan bagaimana baiknya," katanya.(*)