Info Batam 09/ 10/ 17

0 views
Skip to first unread message

Ibnu said

unread,
Oct 9, 2017, 9:16:44 PM10/9/17
to masyarakat Batam

Diawali Hujan di Pagi Hari. Berikut Prakiraan Cuaca di Batam dan Wilayah Lain di Kepri Hari Ini

Senin, 9 Oktober 2017 07:38

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Senin (9/190/2017) pagi ini sebagian besar wilayah Batam diguyur hujan deras.

Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga siang.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Hang Nadim Batam yang dirilis melalui akun Twitter, disebutkan wilayah Batam akan diguyur hujan ringan hingga sedang di pagi hari dengan suhu 24-32 derajat celcius dan kecepatan angin mencapai 20 km/jam.

Hujan juga diperkirakan akan mengguyur wilayah Bintan, Tanjungpinang, Karimun dan Lingga Senin (9/10/2017) pagi ini.

Sementara wilayah Ranai dan Tarempa diperkirakan cerah berawan.

Pada siang harinya, wilayah Batam, Bintan dan Karimun diperkirakan akan terjadi hujan disertai petir.

Sementara Tanjungpinang, Lingga, Ranai dan Tarempa, diprediksi masih terjadi hujan ringan.

Sementara cuaca Lingga pada siang hari diprediksi berawan.

Cuacan di wilayah Kepri baru cerah berawan terjadi pada malam hingga Selasa dinihari besok.

Heboh, Suara Lantang Wali Kota Batam HM Rudi Soal Status Kawasan Ekonomi Khusus

Senin, 9 Oktober 2017 09:43

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Warga Kota Batam digemparkan dengan beredarnya video Wali Kota Batam HM Rudi akhir pekan ini.

Dalam video berdurasi 3 menit 59 detik detik itu, Rudi bersuara lantang mengenai status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Warga net pun khusunya pengguna aplikasi WhatsApp grup, heboh membahas suara lantang Rudi.

Mereka bertanya satu sama lain, karena penasaran atas video itu.

Setelah ditelusuri, video diproduksi seorang warga pada Kamis (5/10) pekan lalu saat rapat koordinasi Kadin 2017 di Best Western Panbil Batam.

Satu diantaranya Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk.

Jadi Rajagukguk membenarkan video itu.

Jadi mengatakan, Rudi berbicara saat acara Kadin bertema: Pemerintah Bersama Dunia Usaha Mendorong Pertumbuhan Investasi Dunia Usaha dan Ekonomi di Kota Batam.

"Iya itu benar,'' kata Jadi, Minggu (8/10) siang.

Ditemui di Asrama Haji, Wali Kota Batam Rudi berjanji akan melakukan tindakan jika dalam pekan ini tidak ada perubahan kemajuan dalam proses realisasi KEK Batam.

"Sesuai dengan janji Pak Menteri minggu ini bakal ada perubahan. Kita akan tunggu, kalau memang tidak ada perubahan kita akan melakukan tindakan," ujar Rudi.(*)

Lowongan Pekerjaan di Batam, Perusahaan Kesehatan Membutuhkan Anda. Begini Kualifikasinya!

Senin, 9 Oktober 2017 11:16

BATAM. TRIBUNNEWS.COM-Sebuah Perusahaan Distributor Alat-Alat Kesehatan & Laboratorium yang berkembang saat ini membutuhkan beberapa tenaga profesional untuk ditempatkan pada posisi :

A.PRODUCT SPECIALIST DIAGNOSTIC (PSD)
B.PRODUCT SPECIALIST CONSUMABLE (PSC)
C.MARKETING EXECUTIVE (ME)

Persyaratan :
1.Pria/Wanita, usia max.30 tahun
2.Min.tamatan Sekolah Menengah Analis Kesehatan (SMAK) (A)
3.Min.tamatan D3 Segala Jurusan (B,C)
4.Memiliki kendaraan pribadi & SIM (A,B,C)
5.Lebih diutamakan yang berpengalaman di bidang Alat Kesehatan (A,B,C)
6.Bersedia ditempatkan didalam & luar Kota Batam
7.Menyukai dunia Marketing & dapat bekerjasama dalam team (A,B,C)

Gaji Pokok, Insentif dan Reward Menarik Bagi Yang Berprestasi

Lamaran lengkap paling lama 1 Minggu dengan mencantumkan kode posisi yang
diminati dan langsung diantar ke alamat :

PT.TIRTA MEDICAL INDONESIA
Jl. Abulyatama Ruko KDA Junction Blok B No.4 Batam Cent

Terpaksa Ngesot! Tubuhnya Kering, Dewi Tak Bisa Berobat Akibat Nunggak BPJS. Halo Pak Gub?

Senin, 9 Oktober 2017 12:18

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Tubuh kurus kering kaki tidak bisa digerakkan kepala sakit nyut-nyut, hanya bisa terbaring, seperti inilah kondisini Rusamala Dewi (42), warga kampung Planduk Rt03/Rw 15, kelurahan tanjunguncang Kecamatan Batuaji.

Belum diketahui apa penyakit yang dideritanya, namun terakhir dirinya berobat di Puskesmas Pancur.

Infonya dirinya mengidap penyakit kanker tulang.

Dengan terbaring di tempat tidur dan kaki menjulur ke luar tempat tidur, Rusmala Dewi sesekali mengeluhkan kepalanya sakit nyut-nyutan.

"Bersuara juga saya sudah lemas, kepala saya sakit terus," katanya.

Sambil mencoba menggerakkan kakinya, Dewi mengatakan kakinya sudah mati rasa dan tidak bisa diinjakkan, kakinya hanya bisa digerakkan ke kiri dan dan kekanan.

"Kaki saya ini hanya bisa digerakkan saja, kalau di injakkan sudah tidak bisa," katanya.

Untuk ke kamar mandi sendiri Dewi harus ngesot secara pelan-pelan."Kalau pasa lagi bisa saya berusaha ngesot ke kamar mandi," katanya.

Terkadang Dewi harus menggunakan pempers agar tidak usah ke kamar mandi. "Kalau malam saya pakai pempers," kata Dewi.

Sakit yang dialami Dewi sudah hampir lima bulan semenjak lebaran tahun 2017 lalu.

"Awalnya sakitnya hanya sakit biasa, saya merasa lemas, saat itu saya berobat ke Puskesmas Pancur. Di sana saya sempat diinfus satu botol dan rasanya mendingan," kata Dewi.

Setelah selesai berobat dari Puskesmas Piayu, Dewi bersama suamnya kembali ke Tanjunguncang.

"Semenjak berobat itu kesehatan saya terus menurun, badan saya semakin kurus sampai kaki saya tidak bisa diinjakkan. Saat ini kaki saya tidak punya daya lagi," kata Dewi.

Semenjak tinggal di Tanjunguncang Dewi mengatakan dirinya tidak pernah berobat karena suaminya sudah tidak bekerja lagi.

"Suami saya tidak bekerja, jadi kami tidak punya biaya untuk berobat. Iuran BPJS kelas tiga milik saya sudah menunggak selama empat bulan," katanya.

Karena belum bayar iuran BPJS, Dewi tidak bisa berobat ke rumah sakit.

"Mau gimana suami saya tidak bekerja, anak kami ada empat, jadi kami tidak punya uang," kata Dewi.

Saat ini Dewi masih terbaring di rumahnya tidak bisa dibawa ke rumah sakit karena tidak ada biaya.

Bagi warga yang tergerak hatinya untuk membantu meringankan beban Dewi dan keluarganya bisa datang langsung ke Kampung Pelanduk Rt 03/Rw 15 Tanjunguncang Kecematan Batuaji, atau bisa hubungi Mahmud 085356095564.(*)

Pemko Batam Dapat Ambulans VIP Khusus Pejabat Pusat, Kadinkes Trauma Kejadian Luar Batam!

Senin, 9 Oktober 2017 12:32

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Dinas Kesehatan Kota Batam mendapatkan dua unit ambulance dan memberikan satu ambulance kepada Puskesmas Tanjung Buntung. Ambulance bersumner dari Dana alokasi Khusus (DAK) afirmasi, Minggu (9/10/2017).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakanp emberian satu unit ambulans ke Puskesmas Tanjung Buntung mengingat selama beroperasi 3 tahun, puskesmas tersebut tidak mendapatkan fasilitas mobil ambulance.

"Untuk mobil ambulance kalau yang baru mereka memang belum pernah dapat, sebelumnya mereka dapat bekas pemakaian dari VIP," ujarnya

Didi mengatakan pemerinah wajib menyejahterakan masyarakat di bidang kesehatan. Semua berhak mendapatkan derajat kesehatan yang optimal, agar dapat bekerja produktif serta hidup yang layak.

Fasilitas tambahan ini, menurutnya merupakan upaya pemerintah dalam pemberian pelayanan kesehatan yang berkualitas pada masyarakat.

"Prinsipnya pemerintah akan terus memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat Batam tentunya,"ujarnya

Didi juga menerangkan, untuk 2 unit mobil ambulance dari dana alokasi khusus yang berbeda-beda. Untuk ambulance yang diberikan kepada Puskesmas Tanjung Buntung berasal dari DAK afirmasi. Sedangkan dua lainnya dari DAK reguler.

"Beberapa waktu lalu Dinkes ada penambahan dua unit, satu lagi untuk ambulans VIP kalau ada pejabat pusat," terangnya

Dia menambahkan, kini hampir semua Puskesmas di Batam sudah diberikan fasilitas mobil ambulana, sehingga para masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat menggunakannya, untuk fasilitas pelayanan di Puskesmas.

"Mudah-mudahan dengan di lengkapi fasilitas mobil ambulance di tiap Puskesmas ini tidak ada masalah seperti kasus-kasus kekurangan mobil ambulan Seperti di daerah atau kota lain di luar Batam," tutupnya. (*)

Wali Kota Batam Akui Rekaman Dirinya Terkait KEK. HM Rudi : Saya Tidak Marah, Tapi Ya Gitu

Senin, 9 Oktober 2017 13:13

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Heboh rekaman Wali Kota Batam Rudi yang bersuara lantang terkait mengenai status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Dalam rekaman itu bahkan Rudi mengatakan akan melakukan tindakan jika dalam pekan ini tidak ada perubahan kemajuan dalam proses realisasi KEK Batam.

"Sesuai dengan janji Pak Menteri minggu ini bakal ada perubahan. Kita akan tunggu, kalau memang tidak ada perubahan kita akan melakukan tindakan," ujar Rudi.

Saat ditanya soal vieo yang terdengar cukup antusias dan suara meninggi saat curhat di Kadin, Rudi mengelak itu dikatakan marah.

"Itu tidak marah, tidak marah, ya gitu..." katanya sambil tersenyum lebar saat memasuki mobilnya.

Saat dikejar dengan pertanyaan, bahwa apakah sampai saat ini banyak hal terganggu dengan lambannya proses transisi KEK itu, Rudi kembali tertawa lepas.

Ia tak mengungkapkannya dengan kata-kata. "Yaa.... pokoknya minggu ini saya akan coba selesaikan," katanya singkat.

Sebelumnya pada 5 Oktober 2017, pada saat menghadiri Rapat Koordinasi Kadin Batam 2017, Rudi sempat buka-bukaan apa yang menjadi hambatan sehingga proses transisi KEK belum juga terealisasi.

Rudi mengatakan, transisi KEK tidak jalan.

"Awal masuk tujuannya transisi untuk jadi KEK, tapi dalam perjalanan berbeda. Tidak sesuai," kata Rudi ketika rapat berlangsung.(*)

Menyayat Hati! Sang Ibu Terbaring Sakit, Rizky Terpaksa Tak Sekolah Urus Ibunya!

Senin, 9 Oktober 2017 13:59

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM - "Masak untuk mama dan adek, mama tidak bisa memasak, bapak pergi kerja jadi saya yang harus masak untuk adek-adek saya."

Inilah yang diungkapkan Rizky (11), sembari memasak nasi goreng di rumahnya, Senin (29/10/2017).

Rizky adalah anak tertua Rusmala Dewi (42), warga Kampung Planduk RT.03/RW.15, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji.

Rusmala saat ini terbaring lemah di tempat tidur dan tidak bisa bergerak sehingga anak-anaknyalah yang mengurus sang ibu.

Semenjak ayahnya bekerja dua minggu yang lalu, Rizky harus memasak buat adek-adeknya yakni Egi (10), Irji (6) dan Asifa (2).

"Bapak pagi-pagi sudah berangkat kerja kalaupun dia masak itu untuk kami makan pagi, kalau siang hari kami harus masak lagi," katanya.

Rizky, yang seharusnya masih duduk di kelas lima sekolah dasar itu, tidak bisa sekolah karena surat pindah dari sekolahnya di Medan tidak ada untuk syarat masuk sekolah di Batam.

"Kemarin sebelum lebaran kami ulang kampung, untuk membawa mama berobat di kampung halaman, tetappi sakit mama tidak sembuh jadi kami balik lagi ke Batam," katanya Rizky dengan polos.

Sembari sesekali merasakan nasi yang digorengnya, Rizky mengatakan dirinya bersama adeknya Egi (10), dulu sekolah di SDN 07 Tanjunguncang,"Dulu saya pindah dari batam kelas empat,

adek saya kelas tiga, kami sudah sempat sekolah dikampung, tetapi setelah naik kelas kami pindah lagi ke Batam, tetapi kami tidak diterima lagi disekolah asal kami,"kata Rizky.

Semenjak ibunya sakit Rizky mengatakan dirinya menjaga adek-adeknya dan ayahnya menjaga ibunya."Kami di rumah saja,"katanya.

Sementara Irji (6) dan Asifa (2), terlihat seperti tidak punya masalah, mereka asyk bermain di tempat tidur ibunya. Dengan permainan yang mereka miliki Irji dan Asifa sesekali saling berebut.

Sesekali mereka melihat ibunya yang merenget kesakitan, Sementara Egi menemai kedua adeknya yang sedang asyk bermain di tempat tidur orangtua mereka.

Egi yang juga seharusnya duduk dibangku kelas tiga itu harus membantu abangnya Rizky untuk mengurus adek-adeknya, saat abangnya memasak makanan bagi mereka. (*)

Heboh Kasus Eks Pejabat BPN Batam! Jaksa-Polda Beda Tafsir? Ini Jawaban Polda Kepri!

Senin, 9 Oktober 2017 15:44

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh tersangka Bambang Supriyadi, eks Kasi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batam masih berlanjut. Hanya saja, kasus itu tampak rumit. Itu setelah penyidik Polda Kepri dan JPU di Kajati Kepri beda pendapat.

Kabid Humas Polda Kapri Kombes S Erlangga Senin (9/10/2017) menjelaskan, letak bedanya adalah, penyidik Ditkrimsus Polda Kepri berpendapat, kasus tersangka Bambang Supriyadi masuk ranah korupsi. Sementara jaksa berpendapat masuk ke ranah UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Restribusi.

"Berkasnya sudah dikirim pada 4 Mei 2017 lalu. Tapi kejaksaan mengembalikan atau P19. Hingga saat ini, kasus masih lanjut," kata Erlangga. Dijelaskan, berkas yang dikirm 4 Mei 2017 tersebut,

penyidik langsung action dengan cara meminta bantuan ke Deputi Penindakan KPK RI di Jakarta. Dengan perihal meminta koordinasi dan supervisi atas anjuran jaksa dalam surat P19.

"Dari hasil ini kemudian dilakukan koordinasi dan supervisi rakor gelar perkara dengan penyidik, dan ahli di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri 19 Juli 2017. Dan hasil kesimpulan dan rekomendasi penyidik dan JPU masih beda pendapat. Penyidik berpendapat itu masuk ranah korupsi dan JPU berpendat tidak masuk," urai Erlangga.

Terhadap kepastian hukum atas kasus Bambang lanjut Erlangga, penyidik mengirimkan balik surat perihal koordinasi dengan Kejagung RI. "Tujuannya agar penyidik dan penuntut umum untuk menyampaikan perkembangan," imbuhnya.

Dari Juli, sekitar sebulan kemudian, Kejagung RI belum juga turun surat rekomendasi mengani perihal meminta bantuan koordinasi. Dan sampai hari ini masih menggantung. "KPK dan penyidik Polda sepakat kalau itu masuk ranah korupasi," ujarnya.

Sebab, Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) senilai Rp 1,5 miliar yang menjadi subyek dugaan korupsi Bambang, diduga disalahgunakan. Meski senilai Rp 1,5 miliar perolehan pajak, namun indikasi kuat sesuai kaca mata hukum penyidik masuk ke ranah korupsi.

Setidaknya belasan saksi sudah diperiksa. Termasuk saksi ahli pajak dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah (Jateng) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Jakarta.

Seperti diketahui, kasus ini telah lama. Sejak Rabu (2/11/2016) mau setahun, hingga kini belum P21. Bambang sendiri pernah menghuni sel polda atas kasus ini. Kemudian ia ajukan surat permohonan penahanan karena alasan kesehatan dan kemudian dikabulkan.

Menurut informasi yang dihimpun Tribun Batam, Bambang Supriyadi yang semula menjabat Kasi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batam, kini sudah pindah intansi.

Kabar yang beredar dari kalangan pegawai BPN Kota Batam, Bambang telah pindah ke Kantor Wilayah Kepulauan Riau Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI di Kota Tanjungpinang beberapa waktu lalu. Terkait apa jabatan barunya, hingga kini belum diperoleh. Wartawan masih mencari informasi terkait jabatan Bambang di sana.(*)

BNN Kepri Mendadak Razia Kampung Aceh Selama 4 Jam, Ini Hasil Tangkapannya!

Senin, 9 Oktober 2017 16:05

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Sebanyak 57 orang terjaring razia narkoba yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri, ‎Senin (9/10/2017) siang. Razia yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB berakhir sekitar pukul 13.00 WIB.

Darsono Kepala BNN Kota Batam mengatakan, ia juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya kedatangan dirinya untuk mewakili Kabid berantas yang kebetulan berada di luar.

"Memang tadi ada razianya.‎ Kita amankan sebanyak 57 orang dan semuanya sudah di bawa ke kantor BNNP yang ada di Nongsa," sebutnya.

Orang-orang yang diamankan tersebut adalah pengguna yang diketahui positif sebagai pengguna narkoba. Mereka dipaksa untuk mengikuti tes urin yang dilakukan oleh anggota.

"Nanti akan dilakukan pemeriksaan. Korban akan di rawat jalan atau tinggal di sana untuk rehabilitasi, itu tergantung hasil tes nantinya," sebutnya.

‎Untuk diketahui, kampung Aceh yang terletak dikawasan simpang Dam, merupakan salah satu tempat yang paling sering dirazia oleh petugas kepolisian. Diduga, kawasan tersebut sering dijadikan tempat transaksi narkoba.(*)

BREAKINGNEWS: Pelabuhan Punggur Mendadak Heboh! Seorang Warga Terjebak 10 Menit di Lift Macet!

Senin, 9 Oktober 2017 16:28

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Baru saja dibangun, lift gedung baru Pelabuhan Punggur mendadak macet, Senin (9/10/2017) pagi. Akibatnya, seorang warga yang menggunakan falitas yang bersumber dari APBN yang dikelolah BP Batam itu, terjebak selama sekitar 10 menit.

Beruntung, insiden itu tidak menimbulkan kerugian pada warga pengguna yang terjebak. Hanya saja, pria pengguna yang belum diketahui identitasnya itu sempat meraung-raung di dalam karena ketakutan.

"Tadi terbuka kembali. Seorang petugas manjat ke lantai dua untuk darurat dan membuka lift yang semula macet," kata Verry seorang warga saksi mata kepada Tribun Batam.

Verry menjelaskan, pengguna lift awalnya menggunakan dari lantai satu ke lantai tiga untuk membeli tiket kapal ferry. Namun lift tertutup dan tak mau naik. "Karena tak naik, seorang warga itu meraung-raung dan minta tolong," katanya.

Kendati, petugas Ditpam dan petugas lainnya segera melakukan pertolongan dengan cara manjat ke lantai dua. Lift pun terbuka meski sedikit dipaksakan petugas.

Ketika dikonfirmasi dengan Direktur Humas dan Promosi BP Batam Purnomo Andiantono mengatakan, sempat mendengarkan. Hanya saja, peristiwa persis belum ia tahu. Ia pun akan mengkroscek dulu informasi.  "Aku cek di pelabuhan dalu ya," katanya. (*)

Satu Lagi Perusahaan Asing di Batam Tutup Operasional, Kali Ini PT Sanmina! Ini Pemicunya!

Senin, 9 Oktober 2017 17:21

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Terhitung 3 Oktober lalu, PT Sanmina yang berlokasi di kawasan Mukakuning, Batam tak lagi beroperasional. Perusahaan itu memilih tutup di Batam, setelah beberapa tahun terakhir ini sepi pesanan.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andianto mengatakan, PT Sanmina masuk ke Batam pada 2003 lalu. Dari data di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, dia tercatat merupakan perusahaan asal Amerika.

"Dia berdiri 2003. Modal awalnya USD 9.300.000," kata Andi kepada Tribun, Senin (9/10/2017).

Dari data perencanaan, perusahaan itu membutuhkan sebanyak 1.575 orang tenaga kerja. Sayang PT Sanmina hanya mampu bertahan lebih kurang 14 tahun di Batam.

Sebelumnya, PT Sanmina memang mengalami kemelut di internal perusahaannya. Kasus itu sempat mencuat beberapa waktu lalu. Sejumlah karyawan bahkan sampai melakukan aksi mogok kerja. Sejak 2014 lalu, PT Sanmina sudah sepi pesanan.

"Tutup karena sepi pesanan. Gara-garanya ada permasalahan gesekan antara tenaga kerja dan manajemen, sehingga pembeli memberhentikan pesanan. Karena perusahaan tidak bisa mengirim sesuai waktunya," ujar dia.

Akhirnya, perusahaan secara bertahap mengurangi tenaga kerjanya. Hingga pada 2017 ini, manajemen perusahaan memutuskan menutup operasional perusahaannya. Pindah kemana Sanmina? Belum ada penjelasan resmi.

"Kami tak punya info itu. Lebih tepat coba ditanyakan ke manajemen Sanmina," kata Andi.

Selama beroperasional di Batam, Andi mengklaim tidak ada persoalan terkait perizinan di BP Batam yang menghambat operasional PT Sanmina di Batam.

"Tidak ada masalah. Malah perusahaan berterima kasih kepada pemerintah, selama berusaha di Batam tidak mengalami kendala," ujar dia.

Lebih lanjut soal perizinan, Andi mengatakan, hal itu diurus jika perusahaan masih melakukan konstruksi. Atau izinnya sudah mati kemudian melakukan perpanjangan.

"Tapi kalau sudah operasional dan sudah memiliki izin usaha, tidak perlu lagi perpanjang selama perusahaan masih ada," kata Andi. (*)

BREAKINGNEWS: Jalan Gajahmada Southlink Macet Panjang. Ini Penyebabnya

Senin, 9 Oktober 2017 17:53

BATAM. TRIBUNNEWS.COM - Jalan Gajahmada dari arah Sei ladi menuju Tiban mengalami kemacetan panjang.

Akibatnya banyak kendaraan roda empat maupun roda dua tertahan hingga beberapa jam.

Hingga berita diturunkan, kemacetan masih terjadi, bahkan dikabarkan kemacetan terjadi sampai depan Universitas Internasional Batam.

Sumber kemacetan dikarenakan adanya truk kontainer yang mogok di tengah jalan yang tepat berada di jalan tanjakan seberang Southlink.

Kemacetan yang terjadi di jam pulang kerja memperparah kemacetan panjang. 

Terjebak Macet Panjang di Southlink, Banyak Pengendara Terpaksa Parkir Mendadak!

Senin, 9 Oktober 2017 18:16

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Kemacetan panjang di sepanjang Jalan Gajah Mada, kawasan Southlink, Senin (9/10/2017) memaksa sejumlah pengendara memarkirkan kendaraan mendadak di tepian jalan.

Ketimbang terjebak macet, sejumlah pengendara memilih beristirahat. Kemacetan ini memicuk antrean panjang kendaraan di sejumlah persimpangan di Batam.

Seperti diberitakan, sepanjang Jalan Gajahmada dari arah Sei ladi menuju Tiban mengalami kemacetan panjang hingga puluhan kilometer.
Akibatnya banyak kendaraan roda empat maupun orda dua tertahan hingga beberapa jam.

Hingga berita diturunkan, kemacetan masih terjadi, bahkan dikabarkan kemacetan terjadi sampai depan Universitas Internasional Batam.

Sumber kemacetan yang menjadi biang kerok kemacetan adalah adanya truk kontainer yang mogok di tengah jalan yang tepat berada di jalan tanjakan seberang southlink.

Kendati demikian, hingga saat ini dikabarkan proses evakuasi masih terus dilakukan oleh pihak yang berwajib.

Kemacetan yang terjadi di jam pulang kerja memperparah kemacetan panjang. Sementagra tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. (*)

Inilah Truk Mogok Pemicu Macet Panjang di Jalan Gajah Mada! Kemacetan Bikin Kelimpungan Pengendara!

Senin, 9 Oktober 2017 18:26

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Inilah truk kontainer mogok yang memicu kemacetan panjang di sepanjang Jalan Gajah Mada, kawasan Southlink, Senin (9/10/2017) memaksa sejumlah pengendara memarkirkan kendaraan mendadak di tepian jalan.

Belum diketahui pemilik truk kontainer dan muatannya. Namun pantauan di lapangan, posisi truk sedikit melintang di tengah jalan sehingga arus kendaraan harus satu persatu.

Seperti diberitakan, sepanjang Jalan Gajahmada dari arah Sei ladi menuju Tiban mengalami kemacetan panjang hingga puluhan kilometer.
Akibatnya banyak kendaraan roda empat maupun orda dua tertahan hingga beberapa jam.

Hingga berita diturunkan, kemacetan masih terjadi, bahkan dikabarkan kemacetan terjadi sampai depan Universitas Internasional Batam.

Sumber kemacetan yang menjadi biang kerok kemacetan adalah adanya truk kontainer yang mogok di tengah jalan yang tepat berada di jalan tanjakan seberang southlink.

Kendati demikian, hingga saat ini dikabarkan proses evakuasi masih terus dilakukan oleh pihak yang berwajib.

Kemacetan yang terjadi di jam pulang kerja memperparah kemacetan panjang. Sementagra tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. (*)

Bikin Sanggar Seni, Warga Singapura Ini Ternyata Cabuli Anak-anak Asuhnya

Senin, 9 Oktober 2017 20:35

Laporan Tribun Batam Eko Setiawan

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Unit Reskrim Polsek Nongsa mengamankan seorang warga Negara Asing (WNA) asal Singapura, Minggu (8/10/2017).

Warga Singapura ini ditangkap setelah dilaporkan warga karena melakukan pencabulan terhadap sejumlah anak di bawah umur di kawasan Nongsa.

Kapolsek Nongsa Kompol Albert Sihite saat dikonfirmasi, Senin (9/10/2017) malam membenarkan hal tersebut.

Sejauh ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

"Pelaku sudah kita amankan. Kita tangkap di sanggar yang ia buat di kawasan Nongsa," sebut Albert yang tidak merinci identitas pelaku. 

Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui ada tiga orang yang menjadi korban kejahatan pencabulan oleh pelaku.

Pelaku selama ini tinggal di kawasan Nongsa dengan membuka sanggar seni secara gratis.

Di sanalah anak-anak sekitar ditampung dan akhirnya menjadi korban kekerasan seksual.

"Sejauh ini masih dalam pemeriksaan. Jika ada perkembangan lebih lanju akan kita sampaikan," tegasnya

Setelah Macet di Southlink Tiban Terurai, Beberapa Kendaraan Malah Mogok

Senin, 9 Oktober 2017 21:01

Laporan Alfandi Simamora

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kemacetan di Jalan Gajahmada, tepatnya di tanjakan Southlink dari arah Sei Ladi menuju Tiban, Sekupang mulai terurai setelah magrib, Senin (9/10/2017).

Macet total terjadi setelah truk kontainer mogok, sore hari, sehingga jalur padat itu mengalami macet total mulai pukul 15:00 WIB hingga pukul 18:00 WIB.

Menjelang malam, arus kendaraan sudah lancar karena truk kontainer itu kemudian dipindahkan.

Namun, ada beberapa kendaraan roda empat dan dua terlihat mogok di pinggir jalan.

Dari pantauan, ada beberapa kendaraan yang mogok.

Penyebabnya, selain radiator mobil panas karena terjebak kemacetan, juga ada yang kehabisan bensin.

Menurut pengendara, mobilnya tadi panas dan langsung mati di tengah kemacetan. 

"Syukur tadi ada beberapa pengendara yang menolong menepikan kendaraan saya. Kalau tidak semakin macetlah, Pak," ujarnya.

Sementara itu, beberapa kendaraan lain terlihat masih parkir di pinggir jalan menunggu arus benar-benar lancar.

Terkait Rosmala Dewi Sakit dan Tak Ada Biaya, DPRD: Pemko Batam Harus Turun Tangan

Senin, 9 Oktober 2017 21:20

Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman, turut prihatin dengan kejadian yang dialami keluarga Rusmala Dewi.

Dewi saat ini terbaring sakit dan tidak mampu menggerakkan badannya dari tempat tidur.

Namun Dewi tak bisa berobat ke RS karena menunggak iuran BPJS Kesehatan selama beberapa bulan.

Tubuhnya kurus-kering, kaki tidak bisa digerakkan dan warga Kampung Planduk RT.03/RW.15, Kelurahan Tanjunguncang Kecamatan Batuaji iniu hanya bisa terbaring.

Aman menilai perlu ada langkah-langkah diambil oleh Pemerintah Kota Batam.

Selagi yang bersangkutan memiliki KTP Batam dan merupakan penduduk Batam, maka wajib hukumnya Pemko Batam turun tangan.

"Pemko Batam mesti tanggungjawab kepada masyarakatnya. Karena fakir miskin itu menjadi tanggung jawab negara. Apakah itu dari kesehatannya atau pendidikan," kata Aman, Senin (9/10/2017) malam.

Jika yang bersangkutan masih terdata sebagai penduduk Batam, meskipun menunggak iuran BPJS, Aman menilai tetap bisa berobat ke rumah sakit.

Rujukannya ke RSUD Embung Fatimah, Batam.

"Persoalan dia menunggak iuran BPJS, itukan lain soal. Tapi pemerintah kan punya RSUD. Kalau dia penduduk Batam, bisa di-cover di RSUD," ujar dia.

Bagaimana jika Rusmala Dewi sudah tak terdata sebagai penduduk Batam lagi?

Kalau itu yang terjadi, perlu ada kebijakan lain.

"Sebab anggaran di Dinsos, Dinkes utamanya memang untuk penduduk Batam. Kalau sudah tak penduduk Batam, perlu kebijakan dari pemerintah terkait penanganannya," kata Aman.

Menyangkut anak Dewi yang putus sekolah, jika persoalannya karena ketiadaan biaya, menurut Aman, itu bukan penyebab utama.

Sebab saat ini pemerintah sudah menggratiskan biaya pendidikan untuk SD, dan SMP. Tidak ada alasan anak tersebut tidak diterima di sekolah.

"Jadi, menurut saya (tak ada biaya) bukan persoalan sesungguhnya putus sekolah," ujar dia.

Menyangkut surat pindah dari sekolah lama, orangtua mesti mengurus tertib administrasinya.

Karena itu menjadi syarat teknis pindah sekolah.

"Kalau di KTP itu namanya NIK, di surat pindah sekolah itu ada nomor register juga yang mesti diurus. Urusnya ke sekolah lama dan dinas terkait. Orangtua harus urus administrasi ini," kata Aman. 

HEBAT! Rusmala Dewi Langsung Dijemput Puskesmas Batuaji Pakai Ambulans untuk Dirawat

Senin, 9 Oktober 2017 23:25

Laporan Tribun Batam Ian Sitanggang 

BATAM TRIBUNNEWS.COM BATAM - Dinas Kesehatan Kota Batam langsung tanggap terhadap derita yang dialami Rosmala Dewi (42) yang terbaring lemah dan nyaris tak bisa bergerak di rumahnya.

Warga Kampung Planduk RT.03/RW.15, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji dijemput menggunakan ambulans, Senin (9/10/2017), sekitar pukul 21.30 WIB.

Rusmala dijemput oleh pihak Puskesmas Batuaji dari rumahnya di Tanjunguncang dan langsung mendapat perawatan di Puskesmas Batuaji. 

Sebelumnya Rusmala Dewi, tidak bisa berobat ke rumah sakit karena BPJS miliknya menunggak selama empat bulan.

Dewi selama ini hanya mengandalkan obat yang dibeli dari Puskesmas pancur tempatnya berobat pertama. 

Karena ketiadaan biaya, Dewi hanya dirawat oleh suami dan anak-anak di rumahnya.

Namun seiring berjalannya waktu tubuh Rusmala semakin hari semakin kurus dan tinggal tulang.

Tubuhnya pun hanya bisa beringsut jika hendak ke kamar mandi. 

Perangkat RT 03 Kampung Pelanduk, Mahmud pernah berusaha mengurus surat miskin ke Kelurahan Tanjunguncang agar bisa membantu biaya pengobatannya.

Namun usahanya tersebut sia-sia karena pihak kelurahan menolak memberikan surat keterangan miskin tersebut.

Akhirnya, Mahmud pun meminta bantuan kepada awak media untuk menarik empati masyarakat yang mau membantu.

Kadinkes Batam: Masa Orang Kita Biarkan Sakit Jika Tak Punya Uang

Senin, 9 Oktober 2017 23:42

Laporan Wartawan Tribun Batam, Alfandi Simamora

BATAM TRIBUNNEWS.COM BATAM - Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menyatakan segera membantu Rusmala Dewi (42) yang mengalami sakit dan kondisi tubuhnya nyaris lumpuh.

Didi mengatakan, memang jika yang bersangkutan sudah punya nomor BPJS, biaya pengobatannya tidak bisa ditalangi dengan Jamkesda.

Namun demikian, ia akan segera mengkoordinasikan untuk penanganan perawataqn Dewi melalui Puskesmas setempat dan RSUD Embung Fatimah.

"Kita akan gerakkan anggota hari ini juga untuk membantu Dewi. Nanti akan kita tangani. Kalau nanti memang harus ke RSUD, kita akan layani," kata Didi kepada Tribun Batam, Senin (9/10/2017) malam.

Tak lama setelah Didi diwawancarai, Puskesmas Batuaji langsung mendatangi kediaman Rusmala Dewi di Kampung Pelanduk dan membawanya ke Puskesmas menggunakan ambulans.

Didi yang saat ini juga rangkap jabatan menjadi Pjs RSUD Embung Fatimah mengatakan, salah satu fungsi rumah sakit dan Puskesmas milik pemerintah adalah melayani masyarakat.

Jika ada masyarakat kurang mampu dan tidak punya biaya berobat, RSUD siap melayani.

"RSUD inikan RS milik pemerintah, membawa misi sosial, masak orang kita biarkan sakit karena tidak punya uang," ujarnya

 


Virus-free. www.avast.com
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages