info Batam 4/10 17

7 views
Skip to first unread message

Ibnu said

unread,
Oct 3, 2017, 8:35:40 PM10/3/17
to masyarakat Batam

Tak Boleh Dibawa ke Kabin, Uang Rp 28 Juta Milik Penumpang Lion Air Lesap dari Bagasi

Selasa, 3 Oktober 2017 09:58

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Noveria Nazara, penumpang Lion Air dari Bandara Binaka Gunungsitoli Nias tujuan Batam tak kuasa menahan tangis saat membuat laporan di SPKT Polsek Bandara Hang Nadim, Senin (2/10/2017) sore.

Pasalnya, wanita tersebut baru saja kehilangan uang tunai sebesar Rp 28 juta yang dibawanya dari kampung halaman menuju Batam. "Saya mau gendong tas ini tadi pagi waktu naik pesawat. Tapi disuruh masukkan ke dalam bagasi sama orang pesawat," kata-kata dia dalam bahasa daerahnya sambil terus mennagis.

Kepada Tribun Batam dia mengaku uang tersebut merupakan uang sisa jujuran adat biaya atau adat pernikahan adik laki-lakinya Efendi Nazara, yang diserahkan ke pihak keluarga mempelai perempuan. "Sabtu ini adik saya mau nikah. Uang itu digunakan di sana (uang nikah). Makanya pusing," katanya.

Saat berangkat dari Binaka, Noveria tidak sendirian tapi bersama tiga anggota keluarga yang lain naik maskapai Wings Air menuju Batam namun transit dulu di bandara Internasional Kualanamu Deliserdang Sumut selama kurang lebih 50 menit.

Kemudian rombongan tersebut berangkat sekitar pukul 14.00 WIB dari Kualanamu menuju Batam dengan pesawat yang berbeda, Lion Air.

"Tas itu kami sudah nggak tahu lagi. Karena diurus sama pihak Lion. Kami tahunya waktu sampai di Batam," tuturnya.

Namun setiba di Hang Nadim Batam sekitar pukul 16.00 WIB Noveria kaget karena setelah diperiksa isi tas, ternyata duit Rp 28 juta lenyap tidak berada di tas lagi.

Noveria pun hanya bisa menangis. Keluarga Noveria pun menjemputnya di bandara dan segera membuat LP di Polsek Bandara Hang Nadim.

Sementara itu, Kapolsek Bandarang Hang Nadim Iptu Betty Novia ketika dikofirmasi mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. ''Karena masih dilakukan pemeriksaan kepada penumpangnya,'' ujarnya melalui telepon.

Betty berjanji akan mengivenstigasi permasalahan itu. Caranya, akan koordinasi dengan pihak bandara Nias dan Kualanamu untuk dilakukan pengecekan.

Terkait kejadian tersebut, pegawai pesawat Lion Air yang dikonfirmasi saat berada di Mapolsek Bandara Hang Nadim juga belum bersedia memberikan konfirmasinya. Karena, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak bandara Binaka Gunungsitoli Nias. (*)

BREAKINGNEWS. Dikira Taksi Online, Patricia Syok Digertak Sopir Taksi Pangkalan Bandara Hang Nadim

Selasa, 3 Oktober 2017 10:09

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Tindakan arogan kembali dilakukan oknum sopir taksi pangkalan di bandara Internasional Hang Nadim, Selasa (3/10/2017) pagi.

Kali ini korbannya seorang perempuan bernama Patricia Sitompul yang saat itu menjemput adiknya Bona Sitompul setelah mendarat di Batam dari Jakarta.

"Dikirain saya taksi online. Kasar kali lah mereka. Saya ini perempuan sampai syok saya. Mana aparat di sini? kenapa dibiarkan," kata-kata Patricia.

Saat itu, antara Bona Sitompul nyaris adu fisik dengan sopir taksi pangkalan yang menahan mereka. Apa lagi Bona Sitompul sangat tidak terima kakaknya Patricia yang mengendarai mobil Avanza hitam digertak oleh beberapa sopir taksi yang menahannya di dalam bandara.

Ya Tuhan,  saya sangat syok. Kenapa sekelas bandara masih begini penanganannya. Pertanyaannya mana aparat? Kenapa sebegini arogansi mereka. Syok lah," kata-kata Patricia.

Keluarga Patricia yang ada di mobil sempat merekam aksi sopir taksi pangkalan itu. Rencana Patricia akan melaporkan insiden itu ke polisi. Karena membuatnya syok dan tak berdaya.

"Harus saya laporkan ini. Ada kok rekamannya sebagai bukti. Mengapa bisa begini. Hang Nadim mana tanggung jawabnya kepada pengguna pintu bandara internasional ini," kata-katanya dengan nada kesal. (*)

Mobil Oleng saat Belok, Wayan dan Dua Anaknya Terperosok ke Dalam Parit

Selasa, 3 Oktober 2017 10:26

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Laka lantas kembali terjadi di Batam. Kali ini dialami oleh seorang wanita bernama Wayan. Mobil Toyota Yaris warna putih bernopol BP 1179 JO yang ia kendarai terjun ke dalam parit, Rabu (3/10/2017) sekitar pukul 07.30 WIB.

Insiden itu terjadi di jalan raya tepatnya di depan Newtoun Duta Mas. Menurut saksi mata, kecelakaan tersebut terjadi saat pengemudi mobil tersebut hendak mengantar kedua anaknya ke sekolah.

Mobil Wayan melaju dari arah Mega Lagenda dan hendak memutar di depan Newtoun Duta Mas.

"Kalau kami lihat, pas mutar ke tepi badan jalan, mobil oleng. Sehingga miring dan membuat kepala mobil masuk ke parit,'' ujar Suci Manik, seorang saksi mata saat itu.

Korban saat keluar terlihat pucat dan syok setelah mengalami insiden itu. Apalagi kedua anaknya ikut berada di dalam mobil. Dugaan sementara, Wayan yang mengenakan baju biru donker dan rok merah karena buru-buru akan mengantar anaknya.

Tak lama kemudian, mobil tersebut ditarik crane dari dalam parit selanjutnya dibawa ke bengkel.

Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol I Putu Bayu Pati ketika dikonfirmasi, mengatakan, lakalantas tersebut merupakan laka tunggal. Putu juga mengaku telah mencatat data korban dan membantu membawa mobil ke bengkel. (*)

BREAKINGNEWS. Pemko Batam Segel Kantor Go-Jek dan Grab. Kalau Ada Izin Tunjukkan!

Selasa, 3 Oktober 2017 10:42

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pemerintah Kota Batam bersama tim gabungan melakukan penutupan kantor penyedian transportasi online yang ada di Batam, Selasa (3/10/2017) pagi.

Pantauan Tribun di lapangan, kantor Go-jek yang ada di Pelita sudah disegel pemerintah kota Batam.

Dari kantor Go-jek rombongan langsung melakukan penyegelan di kantor Grab yang berada di kawasan Batam Centre. ‎

Di sana rombongan bertemu Davit MH, perwakilan Grab.

"Sebelum melakukan penyegelan, saya meminta ada surat tugas dulu. Biar semuanya jelas," kata David kepada Ketua Tim yang melakukan penyegelan.

Mendengar permintaan itu, Kabid Pengawasan BPM Batam‎,Novriandra mengatakan, penutupan itu sesuai perintah.

Jika pihak Grab tidak terima segera mengajukan protes setelah dilakukan penyegelan.

"Kalau bapak ada izin, kami tidak akan melakukan penyegelan. Sekarang tunjukkan izinya sama kami," katanya kepada Davit.

Pantauan Tribun di lapangan, penyegelan masih berlangsung penyegelan ini dilakukan oleh tim gabungan yakni anggota Satpol PP kota Batam, Dishub Batam dan anggota kepolisian. (koe)

ANEH! Sebelum Hilang, Uang Milik Penumpang Lion Air Sempat Terdeteksi X-Ray di Bandara Binaka Nias

Selasa, 3 Oktober 2017 12:35

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Hilangnya uang tunai sebesar Rp 28 juta milik Noveria Nazara, penumpang Lion Air di dalam bagasi pesawat rute Bandara Binaka Nias ke Hang Nadim Batam masih memunculkan tanda tanya.

Pasalnya, uang tersebut sempat terdeteksi lewat mesin x-ray di bandara Binaka, Gunungsitoli, Nias sesaat sebelum Noveria berangkat.

mengatakan, lembaran uang tunai senilai Rp 28 juta milik penumpang Lion air Noveria Nazara terlacak di mesin x-ray di bandara Binaka Gunungsitoli Nias.

"Uang itu setelah dicek ada di dalam. Tapi kami mengalami sedikit kesulitan untuk melakukan penyelidikan karena ada tiga bandar udara yang dilalui. Yakni, Nias, Kualanamu dan Batam. Namun, masalah ini tetap kami tangani," kata Kapolsek Bandara Hang Nadim Iptu Betty Novia.

Betty menambahkan, biasanya kalau penumpang transit, pihak maskapai langsung mengambil dan mengurus barang bawaan penumpang. Dari bagasi pesawat yang satu ke pesawat yang lain.

"Misalkan dari Binaka ke Batam. Kan biasanya transit dulu itu di Kualanamu. Nah di Kualanamu biasanya langsung tanpa x-ray. Karena dianggap sudah steril. Tapi mudah-mudahan tak seperti itu ya. Hanya asumsi sementara. Kami tetap lidik ini," tambahnya. (*)

Pemko Segel Kantor Transportasi Berbasis Online di Batam. Yusfa: Masih Beroperasi? Kita Tilang

Selasa, 3 Oktober 2017 12:41

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Sejumlah kantor layanan transportasi berbasis online di Batam, seperti Gojek, Grab, dan Uber, sudah disegel Pemerintah kota Batam melalui Dinas Perhubungan, namun tidak untuk aplikasinya.

Sejauh ini, aplikasi masih bisa di buka untuk melakukan pemesanan seperti biasa. 

Menanggapi hal tersebut, kepala Dinas Perhubungan Yusfa Hendri mengatakan, itu bukan menjadi wewenang dia.

Namun jika masih ada Taksi Online yang beroperasi, pihaknya akan memberikan tindakan tegas. 

"Kita akan tilang jika masih beroperasi, seperti yang kita lakukan sebelumnya. Terkait aplikasi itu bukan wewenang kita. Itu adalah wewenang kominfo," kata Yusfa yang ditemui usai melakukan penyegelan di kantor Grab, Batam centre, Selasa (3/10/2017). 

Penyegelan ini akan terus dilakukan sampai pihak terkait mengurus perizinan.

Jika tidak ada perizinan dipastikan pintu kantor tersebut tidak akan pernah terbuka lagi. 

"Kita hanya meminta perizinan mereka saja. Karena mereka beroperasi di Batam. Untuk izin usaha harus ada," sebutnya. 

Pantauan Tribun Batam di lapangan, penyegelan tidak hanya menggunakan tali segel saja. Pihak tim terpadu juga menutup pintu dengan mengunakan rantai dan gembok. (koe)‎

Uang Terdeteksi X-Ray Tapi Masih Masuk Kabin, Begini Komentar YLBH Batam

Selasa, 3 Oktober 2017 13:14

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Ketua Bidang Perlindungan Konsumen Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Batam Satu Demi Keadilan, Andre Carmen Lilikwatil angkat suara soal hilangnya uang tunai sebesar Rp 28 juta miliki Noveria Nazara, seorang penumpang Lion Air rute Nias-Batam.

Hal itu terutama terkait permintaan pihak maskapai yang melarang Noveria membawa tas ke dalam kabin dan menyuruh memasukkan ke dalam bagasi pesawat. Padahal di dalamnya berisi uang tunai Rp 28 juta.

"Saya mau gendong tas ini tadi pagi waktu naik pesawat. Tapi disuruh masukkan ke dalam bagasi sama orang pesawat," ungkap Noveria dalam bahasa daerahnya sambil terus menangis.

Menurut Andre,  pihak maskapai dan bandara seharusnya mengimbau agar barang berharga seperti emas atau logam mulia lainnya, uang tunai untuk tidak ditaruh dalam tas di bagasi pesawat.

"Kekeliruan yang dimaksud seharusnya pihak petugas x-ray dan Wings Air saat di Binaka memberi tahu kepada penumpang kalau uang tidak boleh ada di dalam tas untuk dimasukkan ke bagasi," ungkapnya.

Sebab, menurut dia yang jadi masalah adalah uang itu sudah terdeteksi melalui mesin x-ray tapi kenapa tidak diberitahu kepada penumpang untuk tidak dimasukkan ke bagasi.

"Apa motifnya. Kalau mau bicara imbauan, kan tidak semua warga Indonesia itu pintar dalam hal menggunakan jasa udara. Ya dikasih tau. Tapi, ada niat baiknya gak?," katanya.

Pemberitahuan mengenai hal ini menurut Andre adalah hak penumpang sebagai konsumen pengguna jasa maskapai. Dan itu terdapat pada pasal 3 huruf (d) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Berbunyi: "menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi"

"Jadi nggak ada alasan bagi pihak bandara untuk tidak membunyikan informasi itu. Harus dibunyikan, harus dikasih tau sama konsumen. Kan jelas Undang-undangnya itu," ujarnya.

Selain itu, pada pasal 4 huruf h UU ini berbunyi: "Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan atau penggantian, apabila barang dan atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya".

"Di sini kita bukan ranah siapa yang salah dan benar. Artinya cari solusi. Jelas pada pasal 4 huruf h. Karena itu adalah hak konsumen. Senantiasa pihak Lion Air mengerti. Lain sisi kasihan. Uang itu adalah buat nikah," katanya. (*)

Lowongan Kerja di Batam - Sebuah Resort Mencari Karyawan Baru. Berminat?

Selasa, 3 Oktober 2017 13:58

LOWONGAN KERJA

TELUNAS RESORTS

PT Island Connections International (PT.ICI) Batam, Kepulauan Riau needs a candidate to be a :

CAPTAIN BAR
Requirements :
-Minimal SMU
-Familiar with names and purposes of all beverage
-Prefer several years experience as a bartender
-Good communication in Indonesia and English
-Must be able to work with others

Send your recent CV,application letter,recent photo and contact number
at the last on October 6th, 2017
recru...@telunasresorts.com
www.telunasresorts.com

LOWONGAN

Kami bergerak di bidang internet service provider yang sedang berkembang di Tanjung Balai Karimun, membuka lowongan untuk posisi :

MARKETING EXECUTIVE

Syarat :
- Min tamatan S1/SMK
- Usia 23-30
- Kuasai daerah Tg Balai Karimun
- Memiliki sepeda motor
- Pengalaman min 1 Tahun di sales
- Gaji + Tunjangan + Komisi

LAMARAN KIRIM KE :
PT.Solnet Indonesia
Email : cha...@solnet.net.id

Merasa Diintimidasi Sopir Taksi Bandara, Patricia Membuat Laporan Resmi. Ini Harapannya!

Selasa, 3 Oktober 2017 14:53

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Patricia Sitompul yang menerima perlakuan tak mengenakkan dari oknum sopir taksi pangkalan Bandara Hang Nadim yang mengira dia sebagai taksi online akhirnya membuat laporan polisi secara resmi di Mapolresta Barelang, Selasa (3/10/2017) siang.

Patricia membuat laporan di Unit V dan diterima oleh Kanit Unit V Itpu Limbong. "Tadi disarankan agar dimediasi di Polsek Bandara. Katanya nggak ada unsur pidananya. Makanya diarahkan balik ke Polsek," kata Patricia

Patricia mengaku heran ketika laporannya mentok walau sebenarnya Patricia tidak terlalu mempersoalkan hal itu karena yang menilai ada tidaknya unsur pidana adalah penyidik.

"Tapi kalau dilihat kronologis video itu kan mereka menyerang kehormatan saya sebagai wanita. Perbuatan tidak menyenangkan. Ini kan pelanggaran HAM," ujarnya.

Patricia berharap, agar masalah itu serius ditangani oleh polisi. Sebab, jangan sampai terulang perbuatan oknum taksi online tertentu sebagaimana pernah membalikkan mobil milik warga di Mega Mall, beberapa waktu lalu.

"Kami tak berkata ada pembiaran. Tapi harusnya dilakukan semacam penertiban. Jangan seenaknya saja nahan orang. Ini pelanggaran HAM. Kami juga penjemput keluarga ingin bebas. Tidak ingin diintimidasi begitu. Ngeri bandara tipe internasional itu tapi kelakuan oknum kayak lokal," tambahnya.

Hingga berita ini dimuat, keluarga Patricia yang tak terima masih menunggu niat baik pihak taksi pangkalan meminta maaf. Sebab, agar tak terulang perlakuan serupa.

Sementara itu, Kapolsek Bandara Hang Nadim Iptu Betty Novia akan mencari pelaku dalam video. Permasalahan akan diselesaikan. Dan ia minta pihak taksi pangkalan tidak berbuat demikian kelak. (*)

Ketua Komisi III DPRD Batam Setuju Kantor Go-Jek dan Grab Disegel. Ini Alasannya

Selasa, 3 Oktober 2017 16:31

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Penyegelan kantor usaha Go-Jek dan Grab oleh tim gabungan, Selasa (3/10/2017) mendapat apresiasi dari Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura.

Dia mengatakan, penyegelan itu tidak mungkin terjadi tanpa adanya sebab akibat.

"Kami apresiasi Dishub melakukan penyegelan kantor aplikasi online. Kan sudah dikasih kelonggaran waktu, tapi tak diurus juga," kata Nyanyang.

Menurut dia, jika ingin berusaha dengan nyaman, mengembangkan Batam. Dan dalam tujuan untuk memajukan ekonomi Batam, soal perizinan memang harus diutamakan.

Nyanyang pun mendorong agar urusan perizinan baik ke Dinas Penanaman Modal (DPM) Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Batam atau ke Provinsi Kepri bisa segera diurus.

"Ya diikutilah aturan yang sudah ditetapkan. Diurus perizinannya. Ini kan sudah ada aturannya," ujar dia.

"Lain hal kalau memang belum ada aturannya. Tapi yang sekarang inikan sudah menyelenggarakan, tapi izinnya yang tidak ada," sambung Nyanyang.

Sama seperti Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri, Nyanyang juga mengaku tak tahu, apa alasan yang membuat pelaku usaha transportasi berbasis aplikasi di Batam (kendaraan roda empat), enggan mengurus perizinan itu.

"Tidak tahu saya apa alasannya," kata dia.

Namun yang jelas, dari sejak awal Pemerintah Kota Batam memang sudah mengimbau, agar pelaku usaha transportasi berbasis aplikasi itu mengurus perizinannya. Entah pembukaan cabang di Batam atau izin sewa khusus, dan lainnya.

"Kalau sudah sistem berbasis aplikasi, tujuannya memang untuk mempermudah. Tapi soal perizinan harus diutamakan," ujar Nyanyang. (*)

ALAMAK! 6 Remaja di Sagulung Ini Nekat Rampas Motor Warga. Begini Modus yang Mereka Gunakan

Selasa, 3 Oktober 2017 16:43

BATAM.TRIBUNNEWS,COM, BATAM - Enam orang anak di bawah umur yang sering membuat onar dan meresahkan pengendara di jalan Dapur 12 Sagulung diamakan oleh Polsek Sagulung di tempat mangkal mereka di Kavling Kamboja, Senin (2/10/2017) sekitar pukul 12.00 WIB.

Ke enam anak dibawah umur yang diamankan oleh Polsek Sagulung tersebut yakni Rn (16), Ra (14), Np (16), Mt (17) dan Ri (15). Penangkapan tersebut dilakukan setelah Polisi mendapat laporan dari warga yang motornya dirampas di jalan Dapur 12 Sagulung.

"Ada laporan dari warga yang motor Yamaha Mio miliknya dirampas oleh sekelompok anggota begal di jalan Dapur 12, jadi anggota langsung bergerak dan langsung mengamankan keenam pelaku," kata Kanit Reskrim Polsek Sagulung Ipda Bonar Hutapea, Selasa (3/10/2017).

Bonar mengatakan, dari hasil penyidikan sementara ke enam pelaku tersebut baru melaksanakan aksinya pertama kali. "Kita masih kembangkan, kita masih mencari laporan yang modusnya sama," kata Bonar.

Modus yang dilakukan pelaku adalah dengan mengintai korbannya di jalan yang sepi dan saat korbannya lewat pelaku langsung mencegat dan merampas motor serta barang berharga milik korbannya. "Keterangan dari pelaku persis seperti yang dialami korban yang kita terima,"kata Bonar.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Mio milik korban. "Motor yang kita amankan masih utuh, dipakai oleh para pelaku," lanjut Bonar.

Saat ini Polsek Sagulung, masih melakukan pengejaran terhadap satu orang pelaku yang sempat memisahkan diri dari kemplotannya."Masih ada temannya satu lagi yang belum kita amankan, kita masih lakukan pencarian,"kata Bonar.

Untuk sementara atas tindakan yang dilakukan pelaku dikenakan pasal pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (*)

Menurut Kadishub Batam, Ini Penyebab Warga Kerap Jadi Korban Salah Sasaran Sweeping Taksi Online

Selasa, 3 Oktober 2017 17:03

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri tak memungkiri, banyak kasus salah sasaran yang terjadi pada pengendara roda empat di jalan. Kebanyakan mereka dikira sopir taksi online saat mengangkut penumpang.

Entah itu di kawasan Bandara Hang Nadim, pelabuhan atau tempat-tempat keramaian. Padahal tidak. Hal itu memang meresahkan.

"Kenapa coba bisa begitu? Karena tidak ada identitasnya," kata Yusfa, Senin (2/10/2017).

Maka dari itu, dengan pengurusan izin dan mengikuti ketentuan yang berlaku dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017, diharapkan bisa menjadi jelas. Karena pengendara transportasi berbasis aplikasi dibekali identitas resmi sebagai sopir taksi.

"Makanya kami imbau segera diurus izin-izinnya, sehingga menjadi legal. Kalau sudah diurus, yang sweeping-sweeping di jalan itu yang akan kita tangkapin," ujar dia. (*)

7 Fakta Hilangnya Uang Penumpang Lion Air Tujuan Batam di Bagasi. Ini Kesulitan Polisi

Selasa, 3 Oktober 2017 20:12

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kasus penjarahan bagasi penumpang pesawat terjadi lagi.

Setelah sebelumnya polisi membongkar sindikat penjarah bagasi di bandara, kini muncul lagi kasus serupa.

Seorang penumpang Lion Air Group kehilangan tas berisi uang Rp 28 juta dalam perjalanan dari Bandara Binaka, Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara menuju Batam.

Rumitnya, penumpang bernama Noveria Nazara ini sempat transit di Bandara Kualanamu, Deliserdang dan berganti pesawat ke Wings Air menuju Batam, Senin (2/10/2017).

Berikut fakta-fakta hilangnya tas milik Noveria:

1. Dari Lion ke Wings

Noveria Nazara berangkat bersama tiga anggota keluarganya dari Bandara Binaka sekitar pukul 12.00 WIB ke Bandara Kualanamu.

Karena tujuannya ke Batam, dari Kualanamu, ia kemudian transit ke pesawat Wings Air tujuan Batam/ Ia sempat 50 menit di Bandara dan take off menuju Batam sekitar pukul 14.00 WIB.

2. Dilarang Bawa Tas

Saat check in di Bandara Binaka, Noveria ingin menggendong tasnya ke dalam kabin, namun petugas memintanya untuk memasukkan ke dalam bagasi.

Ia kaget, setelah mendarat di Bandara Hang Nadim dan mengambil barangnya sekitar pukul 16.00 WIB, uang di dalam tasnya sudah raib.

3. Uang untuk nikah

Uang di dalam tas tersebut, menurut Noveria, akan digunakan sebagai “jujuran adat” pernikahan adik laki-lakinya bernama Efendi Nazara, atau semacam seserahan dari pengantin pria ke pengantin wanita.

Pernikahan itu akan dilangsungkan, Sabtu (7/10/2017).

4. Melapor ke Polsek Bandara

Novaria, ditemani keluarganya yang menjemput, langsaung melaporkan kehilangan uang itu ke Polsek Bandara Hang Nadim, Senin (2/10/2017) sore.

5. Diurus Pihak Maskapai

Menurut pengakuan Noveria, setelah check in dan tas tersebut masuk bagasi pesawat, ia sama sekali tidak tahu-menahu karena semua proses pemindahan barang diurus oleh pihak Lion. Ia hanya tahu setelah uangnya hilang di Bandara Hang Nadim Batam.

6. Terdeteksi X-Ray

Menurut Kapolsek Bandara Hang Nasdim Iptu Betty Novia, dari informasi yang diperoleh kepolisian, tas itu terdeteksi oleh X-Ray Bandara Binaka di Nias.

7. Kesulitan polisi

Kapolsek Bandarang Hang Nadim Iptu Betty Novia mengaku agak kesulitan dalam menyelediki kasus ini karena ada tiga bandara yang harus diselidiki.

Bisa saja uang itu raib saat hendak naik pesawat di Bandara Binaka, atau saat proses transit di Bandara Kualanamu, atau ketika mendarat di bandara hang Nadim Batam.

Pihak Lion Iar juga belum bisa memberikan keterangan karena harus melakukan pengecekan ke kantor Lion Air di Binaka dan Wings Air di Bandara Kualanamu Medan.

Uang Penumpang Puluhan Juta Hilang di Bagasi Pesawat, Ini Jawaban Lion Air

Selasa, 3 Oktober 2017 20:27

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Hilangnya uang penumpang dalam tas di bagasi pesawat dalam penerbangan Bandara Binaka Nias menuju Bandara hang Nadim Batam sudah diketahui oleh pihak Lion Air.

Tas yang sebelumnya berisi uang sebanyak Rp 28 juta itu sempat pindah pesawat karena penumpang bernama Novaria Zara itu transit dulu di Bandara Kualanamu Medan, Senin (2/10/2017) siang.

Manager Lion Air Area Batam, M Zaine Bire, Selasa (3/10/2017) mengatakan, pihanya saat ini hanya membantu sebatas investigasi. 

Sementara, kasus ini tetap ditangani oleh kepolisian.

 "Kami hanya membantu menginvestigasi. Sekitar empat hari kami lalukan itu," katanya ketika dihubungi Tribun Batam.

Cara investigasi yang dilakukan pihak maskapai, kata Zaine, berkoordinasi dengan pihak bandara di Nias dan Kualanamu di Medan. Kemudian diteruskan ke Batam.

"Nanti kami cek, termasuk CCTv. Katakan ada duit itu, tapi kita nggak tahu hilang dimana. Karena ada tiga bandara yang dilalui," katanya.

Zaine pun heran, seharusnya barang berharga, termasuk uang, tidak bisa dimasukan ke dalam bagasi. "Bahkan ada di tiket imbauan itu," ujarnya.

Ketika ditanya bahwa uang itu sudah terdeteksi di mesin X-ray Bandara Binaka tetapi tidak diberikan aba-aba oleh petugas saat itu, Zaine mengatakan, ia tidak bisa menjawab hal itu.

Sebab, itu merupakan tanggung jawab otoritas bandara Binaka.

Sebelumnya, Novaria mengatakan bahwa ia sempat hendak menggendong tas itu ke kabin pesawat, namun oleh petugas check in diarahkan untuk dimasukkan ke bagasi.

Ketika ditanya soal ganti rugi karena selama perjalanan, termasuk transit, tas itu diurus oleh maskapai, Zaine juga tidak bisa menjawabnya.

"Sekarang fokus kita adalah pada penyelidikian dulu. Tunggulah hasil investigasinya bagaimana," katanya.

Kepsek SMPN 47 Batam Akhirnya Beberkan Penggunaan Dana Sumbangan Pembangunan Musala

Selasa, 3 Oktober 2017 22:42

Laporan Tribun Batam Ian Sitanggang

BATAM TRIBUNNEWS.COM BATAM - Belum bisa dilaksanakannya pembangunan musala di SMPN 47 dikarenakan dana yang sudah diterima dari orangtua siswa yang masuk melalui jalur offline digunakan untuk keperluan lain.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala sekolah SMPN 47 Tanjungria, Pesra Daryanti, Selasa (3/10/2017).

Daryanti mengatakan dana yang mereka himpun sebagai sumbangan pembangunan sekolah dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 berjumlah Rp 124,85 juta.

."Dana tersebut kami gunakan sebagian untuk keperluan sekolah, seperti pembelian kipas angin dan lain-lain," kata Pesra.

Namun tidak seluruh dana yang dialihkan. Pesra mengatakan, uang dipakai hanya sebesar Rp 44 juta.

"Itu biasalah untuk pembelian keperluan sekolah. Ya tahulah, banyak sekali kebutuhan sekolah," kata Pesra.

Pesra merinci dana sumbangan pembangunan musala yang mereka terima dari orangtua siswa murid baru dalam tiga tahun penerimaan siswa baru.

Tahun 2014 sebesar Rp 27,5 juta, 0tahun 2015 sebesar Rp 47,35 juta dan tahun 2016 sebesar Rp 50 juta.

Totalnya Rp 124,85 juta.

Sedangkan tahun 2017, sekolah tidak memungut sumbangan sekolah karena musala yang hendak dibangun belum juga terealisasikan.

Sedangkan pemakaian dana tersebut untuk kebutuhan sekolah adalah tahun 2014 Rp 12,5 juta, tahun 2015 sebesar Rp 10 juta dan tahun 2016 sebesar Rp 21,5 juta.

Di tempat terpisah, Mutajar, Ketua komite SMPN 47 Tanjungriau mengatakan, dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2016, pihaknya tidak pernah mengetahui berapa jumlah dana yang terkumpul.

Komite juga tidak pernah mendapat rincian dana yang sudah terkumpul maupun penggunaannya.

"Awalnya, ide mulai untuk membangun musala ini memang komite bersama pihak sekolah. Soalnya, sekolah sangat membutuhkan musala untuk kegiatan keagamaan di sekolah, seperti salat dan pengajian. Masalahnya, kami yang terus dikejar oleh orangtua siswa," kata Mutajar.

Bahkan, kata Mutajar, ia sudah sering dipanggil perangkat RT/RW di kawasan Marina terkait hal itu.

"Ini tidak bisa saya jawab. Di satu sisi perangkat RT/RW sah-sah saja mempertanyakan hal tersebut karena mereka kan mewakili warganya yang sudah membayar uang pembangunan tersebut," kata Mutajart.

Namun karena yang pegang uang sumbangan bukan komite, dirinya tidak bisa menjawab.

Bahkan,  saat ia menanyakan hal tersebut kepada pihak sekolah, ia tidak mendapatkan jawaban apa-apa.

Hingga saat ini pun, belum ada tanda-tanda pembangunan musala tersebut.

Kepsek SMPN 47 Tanjungriau ketika ditanya belum mengetahui kapan akan dibangun karena masih membahas lokasi yang cocok.

"Inilah ada dua pilihan, apakah di atas bangunan sekolah yang ada di sebelah kanan sekolah atau di atas bangunan sekolah yang ada disebelah kiri sekolah," kata Pesra.

 


Virus-free. www.avast.com
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages