BREAKINGNEWS. PSDKP Batam Pulangkan 239 Nelayan Asal Vietnam
Rabu, 4 Oktober 2017 09:25
BATAM TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Barelang Batam, Rabu (4/10/2017) melakukan pemulangan (deportasi) sebanyak 239 orang nelayan asal Vietnam yang ditangkap karena melakukan pencurian ikan di laut Indonesia.
Nelayan yang dipulangkan merupakan nelayan yang ditangkap oleh kapal pengawas perikanan KKP, TNI AL, maupun polri.
Pemulangan nelayan asal vietnam tersebut merupakan yang kedua kali pada tahun 2017 ini, dimana sebelumnya pada 9/6/2017 PSDKP barelang Batam telah memulangkan sebanyak /95 orang nelayan asal vietnam.
Nelayan asal vietnam tersebut dipulangkan melalui kapal coast guard Vietnam 8001 yang sudah menunggu di tengah laut di dekat jembatan satu barelang.(ian)
Setelah Sempat Lapor Polisi, Akhirnya Patricia Berdamai dengan Sopir Taksi Bandara Hang Nadim
Rabu, 4 Oktober 2017 10:22
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Patricia Sitompul, seorang warga Batam yang sempat mengalami kejadian tak mengenakkan oleh sopir taksi bandara Hang Nadim akhirnya bersedia berdamai dengan oknum yang sempat membuatnya syok.
Guntur, sopir taksi yang bersitegang dengan Patricia akhirnya meminta maaf sambil tersenyum mengakui kesalahan yang telah dilakukannya terhadap wanita tersebut di Bandara Hang Nadim, Selasa (3/10/2017) kemarin.
Perdamaian antara kedua belah pihak tersebut dilakukan setelah adanya mediasi yang difasilitasi oleh Kapolsek Bandara Iptu Betty Novia. Kedua belah pihak pun sepakat untuk berdamai.
Di sela mediasi tersebut, Patriacia sempat menyampaikan keluhannya di depan Kapolsek. "Polisi lalu lintas saja sopan sekali kalau nilang orang. Selamat pagi pak, selamat pagi bu... ini tidak, langsung nahan dan mencak-mencak. Itu kan tindakan preman kelihatannya," kata Patricia.
Setelah berdamai, Patricia pun baru senang. Sebab, janda anak dua ini mengaku sering menjemput keluarganya di Hang Nadim bila tiba di Batam. Sehingga dengan adanya perdamain,
"Memang saya kemaren sempat mau memperpanjang. Makanya saya datangi Mapolres buat laporan. Tapi namanya manusia, pasti kita maafkan. Memaafkan itu indah. Tapi mohon jangan terulang. Bu kapolsek terima kasih lah sudah didamaikan. Tapi kedepan harus tegas dengan tindakan itu," katanya.
Sementara itu, Pendeta Bona Sitompul adik Patricia yang kebetulan dijemput saat kejadian tersebut mengatakan, terlepas ada polemik antara taksi pangkalan dengan taksi online adalah masalah kedua pihak.
"Tapi jangan sampai ada masyarakat atau penumpang yang menjadi korban seperti kami. Saya dari Cilegon Banten ke sini temui kakak sekalian berobat. Dengan adanya peristiwa ini, waktu dan energi terbuang. Mohon tindakan Kapolsek bandara dan pengelola, jangan sampai dicap yang nggak-nggak bandara kelas internasional ini," katanya.
Sementara itu, Iptu Betty menjelaskan, peristiwa itu terjadi karena kesalahpahaman saja. Dan setelah dilakukan mediasi, akhirnya kedua pihak, maka sepakat berdamai. Dan tidak saling memperpanjang lagi. (*)
Sekali Lagi Intimidasi Warga, Ini Risiko yang Bakal Diterima Sopir Taksi Bandara Hang Nadim
Rabu, 4 Oktober 2017 12:17
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pihak Otoritas Bandara Hang Nadim dan Kepolisian agaknya mulai gerah dengan tindakan sejumlah oknum sopir taksi bandara Hang Nadim yang kerap melakukan sweeping dan salah sasaran.
Terakhir adalah insiden intimidasi terhadap Patricia, seorang warga yang hendak menjemput adiknya dan dikira sopir taksi online.
Menyikapi rentetan aksi tersebut, akhirnya pihak bandara dan kepolisian akan mengambil sikap tegas kepada siapa saja yang kedapatan melakukan intimidasi kepada warga atau penumpang.
Yakni dengan pemutusan hubungan kontraknya dengan Bubu Hang Nadim sebagai pemegang kendali taksi pangkalan.
"Kemarin (Selasa,red) kita sudah rapatkan sama pak Suwarso Manager Bubu Hang Nadim. Kalau masih ada juga tindakan yang diambil sendiri sama pihak taksi pangkalan, pihak Bubu akan mengadakan pemutusan hubungan kerja/kontrak dengann pihak taksi pangkalan," tegas Kapolsek Bandara Hang Nadim Iptu Betty Novia, Rabu (4/10/2017) pagi.
Iptu Betty mengungkapkan, pihak pangkalan taksi pun sepakat dengan perjanjian itu. Pihak taksi pangkalan Hang Nadim yang dihadiri oleh Omo, turut sepakat dengan ketegasan dari pihak bandara.
"Itu salah satu sanksinya. Hal ini juga dihadiri oleh Ketua koperasi taksi bandara pak Omo," ujarnya. (*)
BREAKINGNEWS. Kaca Mobil Pengusaha Dipecah Maling, Uang Rp 25 Juta tak Tersentuh Pelaku
Rabu, 4 Oktober 2017 12:43
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Toyota Fortuner dengan nopol BP 1919 AO yang terparkir di halaman parkir DPRD Kota Batam menjadi korban kawanan spesialis pecah kaca, Rabu (4/10/2017) pagi.
Mobil milik pengusaha ekspor impor Ikan bernama Alex tersebut, berhasil dibobol kawanan orang tak dikenal dengan memecahkan kaca penumpang sebelah kiri dan pelaku berhasil membawa kabur tas yang berisi dokumen penting perusahaan.
"Satpol PP yang mengetahui pertama insiden ini. Kira-kira setengah jam yang lalu," kata pegawai honor di DPRD Batam kepada Tribun, Rabu (4/10/2017).
Dokumen penting itu diketahui berupa nota tagihan perusahaan ekspor dan impor ikan.
Alex, pemilik kendaraan terlihat santai ketika menghampiri kendaraannya.
"Saya baru ketemu anggota Dewan di Komisi II," kata Alex yang juga warga Anggrek Mas.
Ia menuturkan, setelah barang-barang di dalam mobilnya diperiksa, hanya sebuah tas miliknya yang hilang karena letaknya di belakang kursi bagian penumpang.
Ia juga beruntung uang tunai 25 juta miliknya yang diletakkan di laci sebelah kiri supir tidak terdeteksi oleh pelaku.
"Untungnya saya kunci lacinya, ini uang mau saya setorkan ke bank. Saya mau buat laporan dulu Polsek Batam kota. Kerugian kira-kira 5 juta, karena did alam tas juga ada uang tunai," katanya. (*)
Uang Rp 28 Juta Hilang di Bagasi Pesawat Lion Air, Adik Noveria Terancam Batal Nikah
Rabu, 4 Oktober 2017 12:56
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Noveria Nazara dan Efendi Nazara kembali mendatangi Polsek Bandara untuk menanyakan kelanjutan kasus hilangnya uang Rp 28 juta saat Noveria datang ke Batam menggunakan maskapai Lion Air.
Noveria dan Efendi terlihat lemas dan masih berharap besar uang miliknya bisa ditemukan kembali. Pasalnya, uang itu akan digunakan Efendi buat pesta pernikahan.
"Memang uang itu untuk pesta pernikahan saya Sabtu besok. Bingung saya, makanya kami datang ke sini lagi untuk menanyakan itu," sebut Efendi, Rabu (4/10/2017) siang.
Dikatakan Efendi, uang itu dibawa kakaknya dari kampung juga hasil meminjam di koperasi yang ada di Nias. Rencananya uang sebanyak Rp 14 juta akan digunakan sebagai mahar. Sementara sisanya digunakan untuk keperluan pesta.
"Saya masih berharap, uang ini bisa ketemu. Karena undangan sudah kita sebar kalau kita akan menikah," sebut calon mempelai pria tersebut.
Sudahlah jatuh tertimpa tangga, beginilah nasib Efendi saat ini. Pernikahannya terancam tertunda akibat peristiwa ini. Namun ia masih terus berusaha agar kejadian ini cepat berlalu dan ada jalan keluarnya.
"Kami mau tanya lagi kepada pihak maskapai semoga ada titik terang kasus ini," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, Noveria Nazara, penumpang Lion Air dari Bandara Binaka Gunungsitoli Nias tujuan Batam kehilangan uang Rp 28 juta yang dibawanya dari Nias saat naik maskapai Lion Air menuju Bandara Hang Nadim dan transit di Bandara Kualanamu Medan.
"Saya mau gendong tas ini tadi pagi waktu naik pesawat. Tapi disuruh masukkan ke dalam bagasi sama orang pesawat," kata-kata dia dalam bahasa daerahnya sambil terus menangis.
Kepada Tribun Batam dia mengaku uang tersebut merupakan uang sisa jujuran adat biaya atau adat pernikahan adik laki-lakinya Efendi Nazara, yang diserahkan ke pihak keluarga mempelai perempuan. "Sabtu ini adik saya mau nikah. Uang itu digunakan di sana (uang nikah). Makanya pusing," katanya. (*)
Pelanggan Perlu Tahu, Ini Sebab Kenapa Suplai Air ATB Kadang-kadang Mengecil
Rabu, 4 Oktober 2017 14:06
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Sebagai pelanggan air bersih PT Adhya Tirta Batam (ATB) tentunya ingin mendapatkan suplai air dalam keadaan normal.
Namun dalam pendistribusian air, ATB harus mempersiapkan infrastruktur yang memadai secara berkala agar suplai bisa tetap mengalir.
"Pelanggan harus mengenali suplai air jadi mengecil atau berhenti sementara. Terutama pelanggan yang berada di daerah tinggi dan berada di ujung pipa," ucap Enriqo Moreno, Corporate Communication Manager ATB, Selasa (3/10/2017).
Enriqo menyebutkan, tekanan air mengecil atau terhenti di sebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari adanya pekerjaan, kebocoran pipa sampai perbaikan jaringan.
Kondisi lain bisa disebabkan jam puncak pemakaian air. Jam puncak dimana penggunaan air dalam kuantitas besar saat pagi hari, dimana banyak pelanggan memulai beraktifitas dan setelah kembali ber aktifitas sore atau malam hari.
"Adanya perubahan pola konsumsi ini yang mengakibat suplai air ke pelanggan terkadang mengecil," ungkap Enriqo.
Sementara itu, pelanggan yang berada didataran tinggi dan terujung dari pipa distribusi suplai air bisa mengecil.
Pelanggan di ujung pipa akan mendapatkan air apabila pelanggan sebelumnya bisa berbagi dengan cara menggunakan air seperlunya.
"Di sini kami juga mengimbau pelanggan yang ada di daerah rendah dan berada di dekat dari ujung pipa, bisa bertoleransi dalam penggunaan air. Agar hal tersebut bisa memberikan pelanggan lain untuk dapat menikmati aliran air," kata Enriqo.
Dengan kondisi ini, ATB tidak hanya berdiam diri dengan kondisi yang ada, kebutuhan pelanggan tetap jadi prioritas utama.
Secara berkala ATB terus melakukan perbaikan atau penambahan jaringan distribusi, baik dari jaringan utama sampai memperbaharui jaringan lama pelanggan.
"Improvement jaringan tentunya dilakukan secara bertahap khususnya daerah tinggi dan di ujung pipa.
Ada proses demi proses yang harus di lewati, ditambah jumlah penduduk Batam yang membutuhkan air bersih terus bertambah.
Kondisi ini menjadi salah satu penyebab permintaan air yang terus bertambah, dan dapat menyebabkan suplai air mengecil, karena sumber air kita terbatas," ujar Enriqo.
Salah satu langkah yang dilakukan ATB dalam situasi seperti ini, yaitu sistem distribusi ATB yang mengalirkan air ke pelanggan menerapkan sistem gravitasi.
Dengan memanfaatkan tanki-tanki reservoar ATB berlokasi di daerah tinggi yang tersebar di Batam, dari tanki tersebut air di alirkan ke pelanggan.
Saat ini ada beberapa wilayah-wilayah pelanggan yang mendapatkan suplai dengan penggunaan pompa dorong air (booster pump) untuk di alirkan ke pelanggan.
Namun ini perlu dipertimbangkan, mengingat tidak semua jaringan yang ada dipelanggan mendukung untuk di alirkan langsung dengan pompa, dikarenakan akan banyak terjadi kebocoran karena jaringan pelanggan tidak mendukung.
"Apabila terjadi kebocoran dengan tekanan air yang besar tentunya sangat merugikan semua pihak. Bukan saja dari ATB, namun pelanggan akan terkena dampak, seperti berkurangnya tekanan air yang di alirkan," ucapnya.
Jadi untuk menjaga aliran agar tetap berjalan baik, selain ATB meningkatkan terus infrastruktur yang mendukung kelancaran aliran air ini, diharapkan juga peran serta masyarakat atau pelanggan untuk menjaga kontiunitas air terjaga, dikarenakan pasokan air baku di Batam sangat terbatas. (*)
Tak Gentar Meski Batam Banyak Pengangguran, Begini Kata Pendatang
Rabu, 4 Oktober 2017 14:41
BATAM,TRIBUNNEWS.COM.BATAM - Di tengah lesunya perekonomian saat ini, Batam ternyata masih banyak didatangi orang dari luar daerah untuk mencari pekerjaan di Batam.
Hal itu terlihat dari statistik Surat keterangan pindah datang yang hingga mencapai 55 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan jumlah surat pindah yang hanya sekitar 45 persen di kantor Disdukcapil Kota Batam, Rabu (4/10/2017).
Sumina, seorang pendatang dari Jawa yang sedang antre ingin mengurus surat pindah datang di kantor Disdukcapil mengatakan datang ke Batam ingin mencari pekerjaan juga ingin melanjutkan sekolahnya jika sudah mendapatkan pekerjaan.
"Iya saat ini tujuan saya hanya itu, mendapatkan pekerjaan dan ingin sekalian kuliah di sini. Karena setahu saya Batam adalah salah satu tempat mencari pekerjaan, walaupun kabar-kabarnya Batam sudah lesu saya tetap harus berusaha. Sebab tadi saja yang ngurus surat pindah datang juga banyak kok mas, berarti mereka masih ingin cari pekerjaan di sini,"ujarnya.
Sumina mengaku tidak gentar dengan apa yang dikabarkan bahwa di Batam sudah banyak perusahan tutup. "Kalau belum saya coba Mas, saya tidak ingin mundur, namanya juga usaha, semuanya harus dikerjakan terlebih dahulu dan harus ada prosesnya,"ujarnya
Sementara itu, Kabid pelayanan dan pendaftaran Disdukcapil Kota Batam, Muhammad Teddy Nuh membenarkan jika pengajuan kepengurusan surat pindah datang di kantor Disdukcapil, memang masih lebih banyak dibanding dengan kepengurusan surat pindah dari Batam. (*)
Lowongan Kerja di Batam - Apakah Anda Butuh Pekerjaan? Silakan Cek Lowongan di Sini!
Rabu, 4 Oktober 2017 14:53
LOWONGAN KERJA
Dibutuhkan
menjadi :
1. PELATIH SEMPOA & BACA TULIS ( 7 ORG )
( AKAN DI DIDIK
JADI PENGAJAR
2. ADMINISTRASI ( 3 ORANG )
3. KASIR ( 2 ORANG )
SYARAT :
1. MINIMAL SMA ATAU SEDERAJAT
2. UMUR MAX 21 TAHUN
3. MENYUKAI DUNIA
PENDIDIKAN
4. BERSEDIA IKATAN KERJA
5. WANITA
6. PENGALAMAN TIDAK
DIBUTUHKAN
LAMARAN
DIANTAR KE :
RUKO BANDAR MAS BLOK:1 NO.7 SUNGAI PANAS
TELP.0778-473034
PALING LAMBAT 3 HARI SETELAH IKLAN INI
TERBIT
DIBUTUHKAN
PEMBANTU
RUMAH TANGGA ( PRT )
BERPENGALAMAN
SYARAT:
- UMUR 30-35 TAHUN
-
SEHAT JASMANI
- BISA MEMASAK
- JUJUR,RAJIN,PEMBERSIH
-TINGGAL
DALAM
GAJI+ BONUS MENARIK !!!!!
HUB: 085766455993
DIBUTUHKAN
SEGERA
*MEKANIK YANG PAHAM DAN AHLI MOBIL HINO DUTRO ( BUS ), PENGALAMAN MINIMAL 2
TAHUN
*SOPIR TAKSI
LAMARAN
DIANTAR LANGSUNG KE :
JL. YOS SUDARSO BMC ( BATAM MOTOR CENTER ) SERAYA ATAS
- BATAM HUB: 081366629191
LOWONGAN
KERJA
FAVORITE
MASSAGE & sPA
DIBUTUHKAN KARYAWATI ( WANITA ) UNTUK
BAGIAN
THERAPIST
SYARAT:
- USIA MAX 35 TAHUN
LAMARAN LANGSUNG KE
ALAMAT : KOMP. PENUIN PERMAI BLOK:B NO.03&04
TELEPON: 0778-4089567 - 085265901188
ALAMAK! Masih SMP Tapi Lima Anak Ini Sudah Berani Rampas Motor Warga
Rabu, 4 Oktober 2017 16:23
BATAM.TRIBUNNEWS.COM,BATAM - Kurus kecil, masih anak-anak, seperti inilah gambaran pelaku begal yang selama ini meresahkan warga di daerah Sagulung.
Tidak ada gambaran ketakutan saat dihadapkan kepada para awak media di Polsek Sagulung.
Para pelaku begal yang diamankan oleh Polsek Sagulung adalah MP (17), MH (17), RS (15), RW (15), RH (16), empat dari lima pelaku begal yang diamankan oleh Polsek Sagulung masih berstatus sekolah di salah satu SMPN yang ada di Sagulung.
Saat berada di Polsek Sagulung kelima pelaku terlihat dengan santai dan seperti tidak bersalah meski mereka sedang berhadapan dengan hukum.
"Kami baru sekali melakukan pembegalan, melakukan perampasan juga baru sekali," kata para pelaku.
Meski berada di kantor polisi, para pelaku terlihat santai tidak takut, saat ditanya apakah orangtua mereka pernah datang menjengut mereka, para pelaku dengan santai menjawab bahwa orangtua mereka datang melihat mereka. "Datang kok, orangtua kami ke sini," kata MH.
Sementara Kapolsek Sagulung APK Hendrianto, mengatakan dari pengembangan sementara komplotan anak-anak tersebut merupakan komplotan yang selama ini meresahkan warga di Sagulung. (*)
TERUNGKAP! Sebelum Keroyok Korbannya, Lima Begal Cilik Selalu Lakukan Modus Ini
Rabu, 4 Oktober 2017 16:34
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kapolsek Sagulung APK Hendrianto mengungkapkan, lima begal cilik yang berstatus siswa sebuah SMPN di Batam tersebut ternyata tak hanya membegal motor saja.
Lima anak masing-masing MP (17),MH (17),RS (15),RW (15)RH (16) tersebut merupakan komplotan anak-anak yang selama ini meresahkan warga di Sagulung.
"Mereka ini yang sering beraksi di sepanjang dapur 12, mereka juga sering melakukan perampasan uang sekolah anak-anak di Simpang Nato," katanya.
Sementara, modus yang dilakukan pelaku sebelum melancarkan aksinya adalah para pelaku pura-pura memanggil korbannya.
"Jadi mereka ini berdiri di sisi-kiri dan sisi kanan jalan, selanjutnya mereka meneriaki korbannya. Saat korbannya berhenti, para pelaku langsung melakukan pengeroyokan," kata Hendrianto.
Hendrianto mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus pembegalan yang dilakukan oleh kelima pelaku. "Kita masih kejar satu pelaku lainnya," kata Hendrianto.
Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 365 ayat 2 sub ke 2e pencurian dengan kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (*)
Telusuri Uang Penumpang yang Hilang, Polisi Surati Lion Air Minta Rekaman CCTV di Bandara
Rabu, 4 Oktober 2017 16:41
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Penyidik Polsek Bandara akan terus melakukan pemeriksaan kasus hilangnya uang milik Noveria Nazara saat datang ke Batam menggunakan maskapai Lion Air.
Kapolsek Bandara Iptu Bety Novia mengaku sudah meminta anggotanya untuk menyurati pihak Lion Air yang ada di Bandara Gunung Sitoli Nias dan Kualanamu Medan.
"Jadi mereka ini dari Nias transit ke Medan baru sampai ke Batam. Surat kita ke maskapai itu untuk meminta rekaman CCTV di Bandara. Dari sana nanti diketahui di mana barang itu hilangnya," sebut Bety menerangkan.
Dikatakan Bety, jika sudah di
ketahui di mana barang itu hilangnya, pelaku bisa membuat laporan di mana hilangnya barang itu.
"Tetapi sejauh ini kita terus berkoordinasi dengan pihak sana. Surat sudah kita layangkan. Karena untuk meminta CCTV harus ada prosedurnya seperti ini," sebutnya.
Sementara itu, menurut Bety maskapai Lion Air juga akan membentuk tim terkait hilangnya uang di dalam tas milik salah satu penumpang. Dan itu diakuinya merupakan kewenangan mereka.
"Dia juga sudah kita tanyakan. Memang mereka akan bikin tim khusus," tegasnya. (*)
Anaknya Jadi Begal, Pengakuan Orangtua Lima Remaja Ini Bikin Kaget
Rabu, 4 Oktober 2017 16:59
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Lima remaja yang empat di antaranya masih duduk di bangku sekolah SMPN Negeri di Sagulung kini harus berhadapan dengan aparat kepolisian.
Hal itu setelah kelima pelaku tersebut membegal Davit, pemilik motor Mio J Bp 5683 JI, di depan Mitra Centre Kawasan SP Plaza.
Ironisnya, satu di antara kelima begal tersebut justru diserahkan langsung oleh orangtuanya ke Polsek Sagulung setelah teman-temannya diamankan oleh Polsek Batuaji.
"Kemarin awalnya kita amankan tiga orang, di rumah mereka, setelah melakukan pengembangan kita amankan satu orang lagi. Satu orang lagi diserahkan langsung oleh orangtuanya ke Polsek Sagulung," kata Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto.
Selain satu orang pelaku begal yang diserahkan langsung oleh orangtuanya, Hendrianto mengatakan satu orang lainnya juga sudah ditinggalkan orangtuanya pulang ke kampung.
Karena anaknya tersebut sudah tidak bisa diatur.
"Kita hubungi orangtuanya, tetapi orangtuanya mengatakan anaknya tersebut sudah tidak bisa diatur dan sengaja ditinggalkan orangtuanya di Batam. Ini yang sangat miris," kata Hendrianto.
Hendrianto juga mengatakan dari pengakuan orangtua para pelaku begal yang dipanggil oleh Unit reskrim polsek Sagulung, anak-anak tersebut sudah tidak bisa diatur di rumahnya, bahkan sudah jarang tinggal di rumah.
"Memang para pelaku sudah tidak diperhatiakan orangtuanya lagi, karena kelakuan mereka," kata Hendrianto.
Hendrianto mengatakan, pihaknya nantinya akan berkoordinasi dengan Bapas, untuk hukaman yang akan diterima oleh anak-anak tersebut.
"Tetapi kembali lagi kepada korban, kalau korban tidak mau berdamai, tetap kasusnya akan kita lanjutkan,"kata Hendrianto. (*)
Bukan Berstatus Aparat, Mobil Milik Pengusaha Ini Gunakan Plat Khusus Polisi
Rabu, 4 Oktober 2017 17:04
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Tedy Yohanes pengusaha asal Batam yang pernah berkasus menggunakan plat no milik Kapolresta Barelang, beberapa waktu lalu kembali menggunakan plat khusus untuk mobil pribadinya.
Tedy mengunakan plat no polisi 733-XXX saat datang ke Polresta Barelang bertemu Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki, Rabu (4/10/2017) siang.
Tedi datang bersama seorang ajudannya yang menggunakan seragam lengkap kepolisian. Bak perwira tinggi, saat hendak naik mobil, pintu mobil Toyota Fortuner dengan plat no polisi tersebut dibukakan oleh ajudannya.
Awak media mencoba mengonfirmasi Tedy terkait plat nomor kendaraan yang dia pakai. Namun saat turun dari lantai dua Polresta sambil menenteng Map tidak banyak komentar. Dia hanya tersenyum dan buru-buru masuk ke dalam mobil.
Untuk diketahui, sebelumnya ia juga pernah diamankan oleh tim Buser Polresta Barelang karena menggunakan plat mobil Kapolresta Barelang 1-28.
Ketika itu, yang menjabat Kapolresta Barelang adalah Kombes Pol Helmy Santika. Tedy ditangkap di kawasan Seraya oleh tim Buser ketika menggunakan mobil dengan plat bodong tersebut.
Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban terkait hal ini. Pesan yang dikirim belum dijawab oleh Hengki.
Sedangkan Wakapolresta Barelang AKBP Muji Supriadi saat diminta tanggapan mengatakan itu tidak boleh. Apalagi orang sipil yang menggunakan. "Kalau itu yang digunakan plat no saya, pasti saya akan suruh lepaskan," singkat Muji. (*)
Polsek Belakangpadang Bekuk Pengedar Narkoba. Saat Diintai Buang Sabu di Tumpukan Sampah
Rabu, 4 Oktober 2017 19:46
Laporan Tribun Batam, Eko Setiawan
BATAM.TRIBUNEWS.COM, BATAM - Tim Elang Laut Polsek Belakangpadang berhasil menangkap pengedar Sabu, Selasa (3/10/2017).
Pelaku masih muda, berinisial AA (19), langsung dilimpahkan ke Satnarkoba Polresta Barelang untuk diproses.
"Iya, benar, ada penangkapan, kemarin. Saat ini kasusnya sudah kita limpahkan ke Satnarkoba Polresta Barelang," sebut Kapolsek Belakang Padang AKP Ulil Rahim, Rabu (4/10/2017).
Dikatakan Ulil, penangkapan ini bermula ketika ada anggota Opsnal Polsek Belakang Padang mendapatkan informasi bahwa di Dapur 12 Pantai sekira pkl 19.30 WIB akan ada transaksi narkotika jenis sabu.
"Dari informasi itu, tim Elang Laut Polsek Belakang Padang melakukan penyelidikan. Penyelidikan di laut dan di darat sampai membuahkan hasil dan bertemu dengan pelaku ini," sebut Ulil lagi.
Saat melakukan penyelidikan, anggota polisi melihat orang yang mencurigakan di tepi pantai.
Dia mengarah ke kawasan tumpukan sampah dan tiba-tiba membuang bungkusan pelastik.
"Plastik itu dibuang karena dia sudah melihat anggota. Mungkin dia curiga dan mengambil tindakan seperti ini," tambahnya.
Dengan sigap, polisi menangkap pelaku dan menggiringnya ke Polsek Belakangpadang.
Dari pengakuan tersangka, barang tersebut adalah miliknya.
"Barang itu akan dijual ke pulau lain yang ada di wilayah Kec Belakang Padang. Memang dia mengakui semua itu," sebutnya.
Dari hasil pemeriksaan juga diketahui sabu yang diamankan ini seberat 2,38 gram.
Selain sabu, polisi juga mengamankan handpone milik pelaku.
SERU! Yuk Lihat Pameran Senjata TNI di Dataran Engku Putri Kamis Besok. Bisa Selfie dengan Prajurit
Rabu, 4 Oktober 2017 22:04
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Dalam rangka memperingati dan menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-72 TNI , satuan TNI dan POLRI gabungan dari Provinsi Kepulauan Riau akan menggelar pameran alat utama sistem persenjataan (Alutsista).
Pameran ini melibatkan hampir seluruh kekuatan TNI di Kepri, seperti TNI AD Yonif-136 RK/TS, TNI AL Yonif-10 Mar/SBY dan Yonmarhanlan IV/TPI, TNI UD Lanud TPI, serta didukung oleh Ditlantas Polda Kepri dan Satlantas Polresta Barelang.
Pameran senjata digelar Kamis (5/10/2017) besok, bertepatan dengan HUT ke-72 TNI di lapangan Dataran Engku Putri, Batam Center.
Acara diawali dengan upacara militer pukul 08.00 WIB dan pameran yang dibuka untuk umum ini akan berlangsung sampai pukul 17:00 WIB setelah upacara selesai.
Pantauan Tribun, Rabu (4/10/2017), semarak HUT TNI sudah terlihat.
Berbagai persiapan dan kelengkapan sudah di atur oleh pihak penyelenggara dan sudah tertata dengan rapi, seperti tenda, panggung, senjata-senjata, bahkan sound systempun sudah di persiapkan dengan baik.
HUT TNI yang ke-72 tenntunya akan menjadi perhatian masyarakat Kota Batam yang berkunjung ke Dataran Engku Putri.
Bahkan, Rabu sore, masyarakat sudah ramai di lokasi.
Bahkan, di antara mereka mengajak para prajurit TNI berselfie ria.
Mereka bahkan rela mengantre untuk bisa berpose dengan para prajurit dan peralatan tempur yang akan dipamerkan.
Maklumlah, jarang-jarang masyarakat bisa bertemu dengan para pengawal utama NKRI ini sehingga momen setahun sekali ini, betul-betul dimanfaatkan warga dengan antusias sekali.
"Wow..... Keren.... Sambutan prajurit ramah terhadap pengunjung, kita di layani untuk foto bersama," ujar Dwi Asmini, salah satu pengunjung yang datang bersama dua orang anaknya.
"Bagus banget, memberikan banyak informasi kepada masyarakat bahwasanya stand ini sebagai wash edukatif untuk masyarakat lebih Mengenal TNI," tambah Roy Francisco, pengunjung lainnya.
Ketua dan Penanggung Jawab Pameran Alusista, Letkol Mar Didik Iwan S. S.E. M.TR. Hanla mengatakan, perayaan dan semarak HUT TNI ini memang sengaja digelar bersama rakyat.
Hal ini untuk memupuk rasa persatuan dan kebanggan terhadap TNI yang selalu siap-sedia menjaga keamanan dan keutuhan NKRI.
Dirgahayu prajurit. Dirgahayu TNI!
Bertemu Banlegda DPR RI, Nurdin Basirun Sangat Ingin Putuskan Jalur Masuk Narkoba ke Kepri
Rabu, 4 Oktober 2017 23:01
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Gubernur H Nurdin Basirun memaparkan sejumlah hal strategis pada Kunjungan Kerja Badan Legislasi Daerah DPR RI Dalam Rangka Pamantauan dan Peninjauan Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 di Provinsi Kepri bertempat di Mapolda Kepri Nongsa, Batam (4/10/2017).
Dalam kegiatan itu, Gubernur Nurdin mengatakan, letak Kepulauan Riau yang strategis juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
Karena itu, semua komponen harus waspada agar Kepri tidak terus dijadikan sebagai sasaran empuk untuk dijadikan pintu masuk aksi kejahatan, seperti peredaran narkoba.
"Kondisi ini tentu sangat rawan sekali dijadikannya Kepri sebagai jalur masuknya barang ilegal, seperti narkotika dan sejenisnya," jelas
Nurdin menegaskan, pihaknya sangat ingin memutus masuknya peredaran narkoba ke wilayah Kepri.
Karena itu, peran serta semua komponen masyarakat sangat diperlukan untuk bersama-sama memerangi narkoba.
Sementara Kapolda Kepri Irjend Pol Sam Budigusdian menjelaskan, Polda Kepri sepanjang tahun 2017 ini menangani tidak kurang 478 kasus.
Beberapa kasus besar yang baru saja dilakukan Polda Kepri dalam upaya penanganan kasus-kasus narkotika yang telah berhasil diungkap.
Antara lain, penangkapan sebanyak 280 drum plastik yang akan dijadikan sebagai bahan utama pil PCC di Kabupaten Bintan pada 2 September 2017.
Pada 17 September 2017 dilakukan penangkapan 4.423 pil ekstasi di kawasan Nagoya Batam.
"Itu beberapa kasus narkoba dalam jumlah besar, yang berhasil ditangani Polda Kepri," jelas Sam Budigusdian.
Sam menjelaskan mengenai hambatan yang dihadapi dalam upaya menangani kasus-kasus narkotika.
Seperti masalah kurangnya kewengan polisi bagian direktorat narkotika ketika di lapangan.
Sebagai contoh, bagaimana personil dilapangan tidak memiliki pos kusus seperti dipintu masuk resmi, ujarnya mencontohkan.
Begitu pun dengan hambatan dalam hal, alat sadap komunikasi, alat tranaportasi laut yang elegan dan memadai, banyaknya pelabuhan tikus.
Begitu juga keterbatasan sarana alat penunjang, salah satunya hewan pemburu hingga belum adanya laboratorium forensik di Kepri.
"Hambatan dan keterbatasan inilah yang mohon dicarikan solusi agar dalam bekerja kedepan, kita tidak terus dihadapkan pada persoalan klasik, " pinta Sam.
Ketua Tim Rombongan Banleg DPR RI Firman Subagyo sengaja menjelaskan, kalau rombongannya sengaja memilih Batam Provinsi Kepri untuk melihat sejauh mana penanganan masalah narkotika.
Karena provinsi ini menjadi salah satu yang sangat rawan atas peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Pada sesi tanya jawab, juga mencuat persoalan bagaimama adanya penguatan peran kepolisian dalam upaya menangkal peredaran narkotika.
Dengan peran yang lebih maksimal, akan memberikan kewenangan besar pada kepolisian dalam upaya mencegah, menangkal, peredaran barang haram.
Peran lain dari kepolisian juga perlu, seperti menempatkan Atase Kepolisian di negara negara yang selama ini menjadi diduga menjadi pintu keluar pasokan narkoba ke Indonesia.
Menurut Firman, semua pemaparan sangat memberikan masukan bagi pihaknya. Termasuk mengetahui sejauh mana dalam pelaksanaannya di lapangan.
"Kami bisa membawa semua yang sudah disampaikan dan diberikan untuk dilakukan revisi atas UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika," kata Firman Subagyo.
Selamatkan Generasi Muda
Sebelumnya, Nurdin mengatakan pencanangan aksi nasional dari penyalahgunaan dan peredaran obat ilegal, harus dilakukan bersama. Seluruh pihak dan pemangku kebijakan, harus bergandeng tangan agar permaslahan penyalahgunaan obat ilegal bisa diselesaikan secara tuntas.
"Kita tidak mau kecolongan atas maraknya kasus penyalahgunaan obat ilegal dan obat terlarang. Dalam hal ini kita kenal ada pil PPC ada juga kita kenal pil jin. Itu adalah obat-obat ilegal yang saat ini marak beredar dimasyarakat dan disalahgunakan. Ini yang harus kita cegah dan atasi bersama," kata Nurdin saat mengikuti pertemuan pada acara Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal Dan Penyalahgunan Obat di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Batam Provinsi Kepri, Rabu (4/10/2017).
Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat sendiri secara nasional telah dilakukan di 34 provinsi secara serentak pada tanggal 3 Oktober 2017 oleh Presiden RI Joko Widodo yang dipusatkan di Cibubur Jakarta.
Gubernur mengingatkan, pihak- pihak yang tidak bertangungjawab akan mengambil keuntungan bisnis ilegal tersebut.
Karena mereka terus menjadikan generasi muda sebagai sasaran utama penyalahgunaan obat ilegal tersebut
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen dan dukungan seluruh pemangku kebjakan dalam bentuk tandatangan.
Nurdin Basirun membubuhkan tandatangan pertama. Disusul kemudian Kepala Badan POM di Batam Alex Sander dan diikuti seluruh peserta lainnya.
Kepala BPOM di Batam Alex Sander menegaskan, perlunya koordinasi dan kerjasama yang intens dari seluruh pemangku kepentingan, agar penyalahgunaan dan peredaran obat ilegal bisa ditekan dan minimalisir secara baik.