Komunitas Bulutangkis Bright PLN Batam, Mengukir Prestasi Kompetisi PLN se-Indonesia
Rabu, 20 September 2017 11:22
OLAHRAGA bulutangkis cukup familiar hampir di seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Permainan memukul shuttle coc dengan raket tersebut bisa dimainkan baik mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.
Saking populernya, tidak jarang para pekerja baik di sektor swasta maupun pemerintah menjadikan olahraga ini sebagai salah satu pilihan aktivitas di internal institusi mereka. Seperti yang dilakukan karyawan PT Bright PLN Batam.
Karyawan perusahaan penyedia listrik Kota Batam tersebut pun memiliki komunitas bulutangkis tersendiri. Komunitas ini resmi dibentuk pada 2005. Kini anggotanya sudah kurang lebih 30 orang karyawan.
"Awal mula terbentuknya sih hanya coba-coba ngumpul beberapa karyawan yang punya hobi badminton. Kebetulan pesertanya cukup untuk bermain satu lapangan, lalu patungan untuk sewa lapangan,"ujar Ketua Komunitas Bulutangkis Bright PLN Batam, Hardiandi, saat ditemui di sela-sela kegiatan rutin komunitas di GOR Plamo Garden, Batam Centre, Sabtu (16/9/2017).
Dari main bareng tersebut, lama kelamaan peserta yang berminat pun bertambah ramai. Menurut Hardiandi, ramainya peminat bulutangkis tersebut membuat komunitas ini tidak mungkin lagi hanya menyewa satu lapangan saja.
"Akhirnya kita coba untuk mengajukan bantuan ke bagian BKK perusahaan agar dijadikan sebagai kegiatan olahraga rutin pegawai dan Alhamdulillah disetujui. Saat ini teman-teman karyawan tidak perlu bingung lagi ingin bermain badminton dimana, karena kita sudah ada kerja sama dengan beberapa GOR badminton yang ada di Batam," tutur dia.
Hardiandi menambahkan, selain bermain secara rutin setiap Rabu malam dan Sabtu pagi, komunitas ini sudah cukup sering melakukan pertandingan persahabatan dan mengikuti kejuaraan-kejuaraan di internal PLN sendiri.
"Pertandingan persahabatan kita lakukan dengan institusi lain. Kalau kejuaraan, yang diikuti cenderung ke internal PLN. Di PLN tiap tahun ada pertandingan antara PLN se-nasional," katanya
Namun demikian, Hardiandi menyebutkan, untuk menambah pengalaman dalam bertanding terkadang pihaknya pun mengirimkan perwakilan untuk ikut kejuaraan yang diadakan di daerah.
"Bahkan kita pernah mengirim anggota untuk ikut kejuaraan nasional seperti Sirnas, walaupun gak juara,"kata Hardiandi lagi. (*)
Delapan Besar Tingkat Nasional
Dengan rutinnya komunitas bulutangkis PLN Batam mengikuti kejuaraan internal PLN se-Indonesia, membuat kedudukan komunitas ini masuk delapan besar di tingkat nasional.
"Untuk internal antara PLN kita masuk delapan besar. Dan untuk kejuaraan-kejuaraan yang pernah diadakan di daerah anggota kita pernah ada yang menjuarai," ucap Hardiandi, Ketua Komunitas Bulutangkis Bright PLN Batam.
Menurutnya, mayoritas anggota komunitas ini memang sudah hobi terhadap olahraga bulutangkis.
"Kalau itu sih memang sudah hobi dari anggota yang bergabung. Memang ada juga beberapa anggota yang baru bergabung . Ketertarikan awalnya hanya sekedar mencari keringat, baru lama kelamaan menjadi hobi. Lagi pula kita sudah didukung oleh BKK perusahaan, jadi bagi karyawan yang ingin bergabung tidak perlu banyak pikir lagi, datang saja ke lapangan bias langsung main," tuturnya.
Sementara
itu, satu di antara anggota komunitas, Dewa
mengungkapkan kecintaannya akan bulutangkis sudah mulai sejak masih duduk di
bangku SMP. Dewa bahkan sempat ikut latihan bulutangkis di PB KOTAB di
Bandung.
"Sudah sempat sampai ke Jakarta tes kesehatan untuk ikut Pelatda.
Dulu juga sempat masuk di satu diantara tempat latihan bulutangkis di Bandung,"
ucap Dewa.
Dia mengaku, dengan keberadaan komunitas bukutangkis di PLN Batam, sekaligus menjadi ajang bernostalgia akan hobi lamanya itu.
"Lumayan juga main di komunitas, pernah dapat juara internal," kata Dewa. (*)
Banyak Pelajari Teknik Bermain
MESKI hanya sekadar hobi, olahraga bulutangkis bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Terkait teknik permainan, bagi pemula haruslah memperhatikan beberapa hal
Di antaranya teknik memegang raket dengan benar, teknik melakukan servis, teknik melangkah serta berbagai teknik permainan bulutangkis lainnya.
"Namanya kesulitan pasti ada, apalagi untuk pemula. Pemula harus banyak belajar soal teknik bermain bulutangkis. Tapi juga, tidak perlu minder, karena banyak anggota juga memulai dari nol, lama kelamaan juga bisa," kata Hardiandi.
Menurut Hardiandi, yang terpenting dalam bermain bulutangkis yakni semangat dan pantang menyerah.
"Nikmati saja permainan itu. Semakin susah lawan kita semakin bertambah kemampuan kita," katanya. (*)
BREAKINGNEWS. Kapolda Kepri Pimpin Ekspose Penangkapan 42.382 Butir Ekstasi Siang Ini
Rabu, 20 September 2017 11:24
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Polda Kepri menggelar ekspose terkait tangkapan ekstasi oleh Direktorat Narkoba Polda Kepri beberapa waktu lalu.
Ekpose ini akan dipimpin langsung Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Rabu (20/9/2017) sekitar pukul 11.30 WIB.
"Kapolda langsung yang melakukan ekspose. Ini merupakan tangkapan ekstasi yang dilakukan pada 17 September 2017 lalu," ujar Kabit Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga.
Dari penangkapan itu, polisi mengamankan satu orang tersangka dan pil ekstasi sebanyak 42.382 butir.
Barang haram itu diamankan di kawasan pelabuhan rakyat, Sei Jodoh Kec. Batu Ampar Kota Batam.
Pantauan Tribun di lapangan, sejauh ini anggota Polda Kepri masih melakukan persiapan untuk melakukan ekspose terseut.
Polisi juga sudah mengeluarkan tersangka dan barang bukti.(koe)
Bayi Lahir di Dua Rumah Sakit Ini Bisa Langsung Dapat Akta Lahir
Rabu, 20 September 2017 12:24
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, bekerjasama dengan dua rumah sakit lagi untuk mempermudah pengurusan akta kelahiran. Yakni, RSBP Batam dan RS Awal Bross Batam.
Sebelumnya, kerjasama serupa sudah dilakukan dengan Rumah Sakit Embung Fatimah Batam. Sehingga diharapkan dengan penambahan dua RS baru akan mempermudah warga dalam pembuatan akta lahir.
"Ini untuk percepatan pelayanan terhadap masyarakat, sehingga mereka tak perlu mengantre lama-lama di Disduk," ujar Kepala Dinas kependudukan dan pencatatan sipil, Said Khaidir kepada Tribun, Rabu (20/9/2017).
Dia menjelaskan, dalam penerapan pembuatan akta ini, kedua rumah sakit tersebut memberikan respon yang baik terhadap kerjasama ini, sehingga Disdukcapil juga akan membantu dalam penyiapan sistem.
Sedangkan rumah sakit akan mendukung prasarana yang ada seperti komputer dan komponen pendukung lainnya.
"Disdukcapil akan membantu prasarana yang dibutuhkan rumah sakit dalam pengeluaran akta," ujarnya . (*)
Ingin Urus Akta Lahir Lewat Rumah Sakit? Catat Syarat Berikut Ini
Rabu, 20 September 2017 13:17
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Batam, Said Khaidir mengungkapkan, selain menggandeng rumah sakit di Batam untuk melayani pembuatan akta lahir anak, pihaknya juga akan menggandeng Puskesmas.
Sehingga, orangtua bayi yang lahir di Puskesmas juga bisa lebih mudah untuk mendapatkan akta lahir anak tanpa harus repot mengurus ke kantor Disdukcapil Batam.
"Tidak hanya rumah sakit, kita berharap Puskesmas juga mau bekerjasama dengan kita," kata Said.
Untuk memudahkan pengurusan akta lahir di rumah sakit maupun puskesmas, Pemerintah tak akan membebani masyarakat dengan syarat yang sulit.
"Untuk anak bayi baru lahir seperti syaratnya fotokopi buku nikah, fotokopi KTP orangtua, surat keterangan kelahiran dari bidan atau dokter setempat dan beberapa persyaratan lainnya," katanya. (*)
Dibuka Lowongan Kerja di Batam Untuk Hotel hingga Pengembang. Berminat?
Rabu, 20 September 2017 13:38
LOWONGAN KERJA
RECEPTIONIST
Syarat
:
- Berpengalaman dibidang Pariwisata
(Spa atau Hotel)
- Mempunyai
Attitute yang Baik, Rapi
dan Sopan
- Mampu Berbahasa Inggris
- Target
Oriented
KIRIM
LAMARAN ANDA KE :
PT.ASPAC INDO SEHAT
Ruko Nagoya Hill Blok R
No.7
(Sebelah Hotel Amaris) Reborn Massage
Hp : 0812 6822 308
Email :
admrebo...@gmail.com
DIBUTUHKAN
MARKETING
IN HOUSE
- Pria dan Wanita
- Ada tunjangan kehadiran &
Komisi
Antar
lamaran ke
GALERY MARKETING
Komp.Green Shop House Tiban
depan SMP 25/
Hub 0812 6116 132
DIBUTUHKAN SEGERA
-
MEKANIK yang paham dan ahli mobil Hino Dutro (Bus)
- SOPIR
TAKSI
Lamaran
diantar langsung ke
Jln. Yos Sudarso BMC (BATAM MOTOR CENTER)
Seraya Atas
- Batam
Hub :
0813 6662 9191
INFO LOWONGAN KERJA
FRESH
BEER BATAM CENTRE
Membutuhkan
WAITRESS
Syarat
:
1.Diutamakan wanita
2.Pendidikan Min.SMA atau sederajat
3.Umur
sekitar 20-28
4.Berpenampilan menarik
5.Mengerti etika dan etos
kerja
6.Sehat jasmani & rohani
7.Rajin,Jujur,Disiplin dan Bertanggung
Jawab serta bisa diajak bekerja sama
Apabila
teman-teman memenuhi kualifikasi & berminat, langsung mengantar lamaran ke
:
FRESH BEER (Batam centre)
Komp.Hup seng blok D No.08 (belakang soup ikan
istimewa)
Atau email ke rinz8...@gmail.com
Note :jam kerja
16.30-02.00
Mulai Disidang, Darwis Tetap Bantah Bunuh Umi Kalsum, Wanita yang Ditemukan Tergantung di Baloi
Rabu, 20 September 2017 23:04
Laporan; Efendi Wardoyo
BATAM.TRIBUNNEWS.COM,BATAM - Kasus pembunuhan Umi Kalsum, wanita yang ditemukan tergantung di sebuah pohon di Baloi, disidangkan di Pengadilan Negeri Batam. Rabu (20/9/2017).
Dalam kasus ini, terdakwa adalah Darwis, teman lelaki korban yang datang ke Batam bersama-sama korban.
Dalam persidangan tersebut, Salma, ibu kandung Umi Kalsum turut dihadirkan sebagai saksi.
Menurut keterangan Salma di depan majelis hakim, dia sudah mengenal terdakwa Darwis sejak bulan Mei 2016 lalu.
Darwis dikenalkan langsung oleh korban di kediamannya di Medan.
"Anak saya Umi yang mengenalkan. Katanya, Darwis adalah pacarnya," ujar Salma.
Korban yang juga seorang janda, kata Salma, juga menceritakan kalau terdakwa Darwis adalah laki-laki yang sudah mempunyai istri dan anak.
"Saya sudah melarang, lebih baik di putuskan saja, lebih baik mencari yang lain. Tapi Umi tetap saja mau berhubungan dengan Darwis," kata Salma.
Menurut Salma, korban ke Batam bukan tinggal untuk waktu yang lama, hanya transit untuk pergi ke Malaysia menjadi TKI bersama seorang rekannya bernama Eva.
"Di Batam Umi pernah nelpon saya, cuma saya sering mendengar seperti orang lagi bertengkar kemudian menangis. Tapi kalau ditanya dia diam. Karena kesal ditanya diam, jadi saya matikan saja handphone," terang Salma.
Dia mengetahui meninggalnya Umi Kalsum pada tanggal 18 Februari 2017, sekitar jam 16:00 WIB.
Waktu itu, ada satu orang laki-laki datang menjumpainya membawa foto korban yang sedang tergantung dan mengatakan bahwa korban telah meninggal.
"Kemudian Darwis telpon saya. Dia bilang kalau tadi pagi dia sudah baikan dengan Umi, tetapi Umi sudah mengemasi barang-barangnya untuk pulang ke Medan. Saya sudah berangkat kerja," kata Salma, menirukan ucapan terdakwa.
Beberapa saat kemudian, Darwis menelpon lagi namun yang disuruh mengangkat telepon keponakannya bernama Tuti, karena saat itu Salma sudah syok berat.
"Tuti bilang ke Darwis untuk segera memulangkan mayat korban ke kampung. Darwis mengatakan akan secepatnya ke Batam untuk memulangkan jenazah korban. Darwis waktu itu mengaku sedang berada di Tembilahan (Provinsi Riau)," ucap Salma.
Saat majelis hakim yang diketuai oleh Endi Nurindra menunjukkan foto korban untuk lebih memastikan, Salma korban tidak kuasa melihat itu.
Saat jaksa menunjukkan beberapa helai pakaian, Salma membenarkan bahwa pakaian tersebut adalah pakaian anaknya.
"Benar itu pakaian anak saya," sebut Salma sambil menahan tangis.
Seperti diberitakan sebelumnya, Berita sebelumnya, korban datang dari Medan untuk menemui terdakwa, pada hari Kamis tanggal 16 Pebruari 2017 lalu.
Tiga polisi yang dijadikan saksi mengatakan, korban berangkat dari Medan tanggal 16 Februari 2017 dan menginap di Hotel City View, Baloi, Batam, dengan memesan dua kamar.
Kemudian, dua hari korban di Batam bersama terdakwa Darwis, mereka tinggal dalam satu kamar, sementara kamar yang satu ditempati temannya.
"Setelah itu, korban dan Darwis pada Jumat malam, 17 Februari 2017, keluar dari hotel pukul 10.00 (22.00) WIB menggunakan mobil sejenis Avanza sesuai dari CCTV hotel," kata saksi polisi.
Selanjutnya, Sabtu, sekitar pukul 24.00 WIB, terdakwa Darwis datang sendirian ke hotel dan tidak lagi ditemani korban Umi Kalsum.
Sampai akhirnya akhirnya, ada penemuan mayat yang tergantung di sebuah pohon di Baloi Kolam Batam Center, seolah-olah bunuh diri.
Setelah dilakukan pencarian dan pengembangan, nama terdakwa Darwis diketahui dari pihak Hotel City View, tempat korban menginap.
Penggejaran dilakukan dan terdakwa ditangkap Tanjungbatu, Kabupaten Karimun, di sekitar bengkel kapal dekat pelabuhan.
Saat ditangkap, terdakwa tidak melakukan perlawanan. Ketika dilakukan penggeledahaan, di dalam dompet terdakwa ditemukan:emas, KTP, bukti laundry serta ATM yang semuanya milik korban.
Saat diperiksa, terdakwa Darwis mengatakan bahwa handphone milik korban sedang diservice di daerah Fanindo Batuaji.
Polisi melakukan prnggeledahan ke rumah terdakwa di Batuaji dan ditemukan lagi dua unit handphone di kamar dalam lemarinya.
"Pengakuan terdakwa Darwis, mereka pacaran dengan korban. Keduanya awalnya sudah ribut, sehingga handphone terdakwa dibanting korban karena terdakwa cemburu. Sementara tas yang ditemukan dekat mayat korban, isinya berupa celana dalam terdakwa, peci dan sikat gigi," terang polisi.
Melalui Penasehat Hukum (PH), terdakwa Darwis masih keukeuh bahwa ia tidak membunuh korban.
"Yang jelas, klien kami masih bersikukuh tidak melakukan hal (pembunuhan) tersebut," katanya.
Fly Over di Simpang Kabil Gagal Dibangun Tahun 2018. Ini Sebabnya
Kamis, 21 September 2017 00:38
Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pembangunan jembatan layang atau fly over Simpang Jam sudah hampir tuntas.
Namun, untuk mengurai kemacetan di jalur sibuk itu, masih perlu pembangunan fly over di Simpang Kabil dan Simpang Baloi depan Indomobil.
Sayangnya, rencana lanjutan pembangunan jembatan layang (fly over) di Simpang Kabil atau simpang Kepri Mall belum bisa terlaksana pada 2018 mendatang.
Hal itu disampaikan Deputi IV BP Batam, Purba Robert M Sianipar, Rabu (20/9/2017) di BP Batam.
Dikatakan Robert, setelah pembangunan fly over di Simpang Jam selesai tahun ini, mestinya diikuti dengan pembangunan fly over di Simpang Kepri Mall.
Begitupun dengan di Simpang Indomobil dan beberapa titik lainnya, untuk mengurai kemacetan di Jalan Sudirman tersebut.
"Seharusnya ada fly over lagi. Kalau di Kepri Mall tak diselesaikan, kita hanya memindahkan kemacetan saja," kata Robert.
Namun karena perhatian pemerintah pusat terhadap Batam sudah cukup besar dan banyaknya pengerjaan infrastruktur menggunakan APBN, rencana pembangunan fly over di Simpang Kepri Mall belum bisa dilakukan.
"Sementara ini, fly over belum bisa dibangun sampai 2018," ujar dia.
BP Batam: Apapun Permintaan Pak Wali untuk Infrastruktur Kami Kasih
Kamis, 21 September 2017 00:47
Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Rencana pembangunan jembatan layang (fly over) di Simpang Kabil atau impang Kepri Mall belum bisa terlaksana pada 2018 mendatang.
Deputi IV BP Batam, Purba Robert M Sianipar, Rabu (20/9/2017) di BP Batam mengatakan, hal itu belum banyak berdampak pada penguraian kemacetan meskipun jembatan layang Simpang Jam selesai, November nanti.
Dikatakan Robert, setelah pembangunan fly over di Simpang Jam selesai tahun ini, mestinya diikuti dengan pembangunan fly over di Simpang Kepri Mall dan di Simpang Indomobil.
Meski demikian, BP Batam sangat bersyukur dengan gebrakan Pemko Batam yang memperbaiki sejumlah infrastruktur, seperti pelebaran jalan, pembangunan lengan jalan serta perbaikan drainase.
Robert mengatakan, pembangunan infrastruktur besar-besaran oleh Pemko Batam itu disambut baik dan akan didukung penuh oleh BP Batam.
BP Batam bersedia menyediakan lahan untuk pelebaran jalan ataupun pembukaan lengan jalan di setiap persimpangan jalan yang akan dibangun Pemko Batam.
Termasuk di Simpang Indomobil yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan.
“Kalau untuk infrastruktur, apapun yang diminta Pak Wali (Walikota Batam HM Rudi) kami kasih. Kalau Pak Wali semangat, kami juga semangat," kata Robert.
Sambut Tahun Baru Islam, Pemko Batam Gelar Dzikir dan Doa Bersama Warga. Datangkan d'Massive
Kamis, 21 September 2017 00:59
Laporan Dewi Haryati
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Meski gerimis melanda Kota Batam, tak menyurutkan antusias umat muslim Kota Batam memeriahkan malam peringatan Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1439 Hijriah, Rabu (20/9/2017).
Peringatan 1 Muharram ini dengan kegiatan dzikir bersama di Masjid Raya Batam Centre.
Selanjutnya, digelar juga doa bersama dan hiburan lagu-lagu islami di Dataran Engku Putri Batam Center.
Di alun-alun, warga pun duduk lesehan berhadapkan panggung di tempat yang sudah disediakan.
Panitia kegiatan menghadirkan Ustadz Asep Ahmad Rabbani di Masjid Raya.
Kemudian, di Dataran Engku Putri, dihadirkan Drs KH Ahmad Ihsan alias Ustads Cepot serta band d'Masive untuk menambah semarak nuansa peringatan malam tahun baru Islam.
Di sela-sela kegiatan, ada juga sejumlah relawan yang menggalang dana untuk tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rohingya, Myanmar.
Acara zikir dan doa bersama ini dihadiri oleh Walikota Batam Muhammad Rudi dan wakilnya Amsakar Achmad, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin serta Kepala OPD di lingkungan Pemko Batam.
Sekda mengatakan bahwa berakhirnya Tahun 1438 Hijriah dapat dijadikan sebagai bahan untuk melakukan intropeksi atas apa yang telah diperbuat selama ini.
Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriah dapat dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan Hablu Minanas dan Hablu Minaullah.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Batam mengucapkan selamat menyambut Tahun Baru 1439 Hijriah. Mari bersama-sama kita tingkatkan ajaran agama dan kita lakukan intropeksi bagaimana hubungan kita sesama kita selama ini dan bagaimana Habluminanas kita,” ucapnya dalam sambutan.
BIKIN HEBOH! Begini Cara Ustadz Cepot Mengerjai Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad.
Kamis, 21 September 2017 01:16
Laporan; Efendi Wardoyo
BATAM.TRIBUNNEWS.COM,BATAM - Ribuan masyarakat Kota Batam memadati Dataran Engku Putri, Rabu (20/9/2017) malam untuk memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 H.
Meskipun hujan gerimis, namun kegiatan berlangsung syahdu, tetapi juga santai dan menghibur.
Pemko Batam menghadirkan Drs KH Ahmad Ihsan alias Ustadz Cepot tampil kocak dalam memberikan ceramah agama, sehingga para pengunjung sering dibuat tertawa.
Bahkan, saking lihainya Ustadz Cepot, Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad sampai dikerjain oleh sang Ustadz.
Ustadz Cepot memanggil dua anak kecil untuk naik ke atas panggung dan bertanya kepada anak tersebut beberapa pertanyaan.
Misalnya Pancasila ada berapa, rukun iman ada berapa, dan rukun Islam ada berapa.
Di akhir pertanyaan, Ustadz Cepot menanyakan gantengan mana dirinya atau Wakil Walikota.
Sang anak berkali-kali menyebut ganteng Wakil Walikota.
"Pak Wakil Walikota tolong naik ke atas panggung, masyarakat anda pinter dan wajib dikasih hadiah," ujar Ustadz Cepot.
Para penonton pun heboh dan bersorak-sorai melihat adegan tersebut.
"Keren banget Pak Ustadz ngerjain pak Wakil Walikota," kata seorang warga sambil tertawa.
Di sela acaranya, Ustadz Cepot berpesan kepada masyarakat Kota Batam, khususnya para pemuda, agar sama-sama saling menjaga iman, memelihara tingkah laku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, selalu saling menjaga, baik sesama agama maupun antaragama.
"Para pemuda adalah generasi bangsa, pondasi negara dan agama. Untuk itu saling menjaga iman, ketaqwaan, dan kebersamaan. Insya Allah Batam aman," katanya yang langsung diamini oleh ribuan warga.
Dan tak kalah menarik, setelah ceramah Ustadz Cepot, hadir band ibukota D'massive yang menghibur masyarakat Kota Batam.
Peringati Tahun Baru Islam, Warga Batam Kumpulkan Sumbagan untuk Muslim Rohingya
Kamis, 21 September 2017 01:22
Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Peringatan tahun baru Islam 1439 Hijriah, diharapkan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad bisa menjadi perenungan bagi masyarakat Batam untuk lebih baik lagi kedepannya.
"Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat untuk meningkatkan kualitas diri dan iman," kata Amsakar dalam sambutannya di Dataran Engku Putri, Rabu (20/9/2017) malam.
"Jadikan apa yang kita alami tahun lalu untuk perenungan tahun depan. Kalau kemarin dan sekarang sama saja, kita merugi," sambung dia.
Lebih lanjut Amsakar mengatakan, kualitas diri kita sudah dimulai saat ini.
"Kami pun dari pemerintah berupaya memberikan yang terbaik, dan ingin membuat catatan sejarah yang baik untuk Batam. Dari masyarakat kita harapkan juga bahu-membahu, gagas kegiatan yang positif dan produktif," kata Amsakar.
Pada kesempatan itu, juga diserahkan secara simbolis bantuan dari masyarakat Batam tahap pertama untuk masyarakat Rohingya.
Bantuan senilai Rp 400 juta ini disalurkan kepada Baznas Kota Batam untuk selanjutnya diteruskan bagi umat muslim Rohingya di pengungsian Bangladesh.
Masih Gunakan Data 6 Tahun Lalu, Keberadaan 9.000 Warga Miskin di Batam Tak Terlacak
Kamis, 21 September 2017 14:19
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Camat, lurah dan jajaran di bawahnya diminta kembali melakukan validasi data warga miskin yang mendapat program bantuan pangan nontunai dari pemerintah.
Data itu akan menjadi rujukan Pemerintah Kota Batam untuk menyalurkan bantuan pangan non tunai pada 2018 mendatang.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, saat ini Pemko Batam masih mengandalkan data warga miskin berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2011 lalu.
Yakni ada sekitar 36.103 warga miskin yang berhak mendapat bantuan pangan. Ternyata, ada penyusutan data di kisaran angka 9.000-an penerima bantuan yang tak bisa ditemukan lagi orangnya di lapangan. Data itu baru diketahui beberapa waktu lalu, masih di tahun 2017.
"Ada data yang tak dapat lagi dilacak aktivitas mobilisasinya. Kalau tidak salah saya di angka 9.838," kata Amsakar kepada wartawan, Rabu (20/9) malam di Batam Center.
Ada tiga kemungkinan yang terjadi. Estimasi yang disampaikan camat, diantaranya masyarakat penerima telah meninggal dunia. Di samping itu juga kemungkinan sudah pindah alamat atau keluar Batam.
"Diskusi hari itu dihadiri pihak BRI, Bulog, seluruh pencacah, angka 9 ribu itu masih bisa dikondisikan, diganti dengan data yang lain," ujar dia.
Meski begitu, Amsakar mengingatkan, calon penerima bantuan pengganti itu mesti mengikuti prosedur yang berlaku. Diantaranya mengisi formulir. Data calon penerima bantuan pengganti tersebut juga mesti telah disepakati pencacah, RT/RW, camat, lurah dan Dinas Sosial, kemudian dituangkan dalam berita acara. (*)
Pemko Batam Tawarkan Dua Pulau ke Investor China. Usaha Ini yang Akan Dibuka
Kamis, 21 September 2017 14:29
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pemerintah Kota Batam menawarkan Pulau Subangmas dan Pulau Kenon untuk dikembangkan sebagai kawasan agrowisata. Itu menyusul kedatangan calon investor dari Cina, Senin (18/9/2017) lalu ke Batam. Mereka menyatakan ketertarikannya untuk mengembangkan agrowisata di sini.
"Mereka cukup berpengalaman. Investor dari Cina itu bermaksud mengembangkan agrowisata. Mereka mau kelola lahan pertanian di Batam," kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Rabu (20/9/2017) malam di Batam Center.
Dengan teknologi yang dimilikinya, calon investor dari Cina tersebut optimistis bisa memproduksi komoditas pangan tertentu di luar kebutuhan masyarakat Batam. Kelebihan hasil produksi bisa dimanfaatkan untuk hal yang lain.
"Di luar kebutuhan Batam dia bisa kelola. Misal terong kebutuhan kita 5 ton per bulan. Dari hasil produksi dengan teknologinya dapat 100 ton per bulan, kelebihannya itu bisa untuk yang lain. Apakah ekspor, terserah dia," ujar dia.
Pemko Batam sendiri kata Amsakar, merespon positif niatan calon investor tersebut. Dikatakan, tujuannya sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batam di era kepemimpinan Rudi-Amsakar Achmad yang ingin mengembangkan pertanian Batam di hinterland. (*)
WOW! Tanjung Pinggir Bakal Disulap Jadi Kawasan Terpadu
Kamis, 21 September 2017 15:39
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - BP Batam berencana mengembangkan Tanjung Pinggir di Sekupang sebagai salah satu kawasan terpadu di Batam. Dalam satu kawasan ada peruntukan pengembangan pariwisata, industri dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).
Anggota 2/Deputi Bidang Perencanaan dan Pembangunan BP Batam Junino Jahja mengatakan, saat ini persiapan ke arah sana memang tengah disiapkan. Hanya saja, diakuinya masih ada kendala yang mengganjal di lahan.
"Gambarnya sudah ada, tapi masih ada masalah di tanah. Kita mau gabungkan tanah di sana, termasuk tanah milik Persero. Itukan posisinya di tengah-tengah. Ada satu lahan Persero yang masih kita tunggu penyelesaiannya. Karena investor inginnya semua (tanah) di sana," kata Junino kepada wartawan, Rabu (21/9) di BP Batam.
Sejauh ini kata Junino, ada dua calon investor dari luar negeri dan satu investor dalam negeri yang tertarik untuk pengembangan kawasan terpadu tersebut. Mereka melakukan konsorsium. Dalam hal ini, calon investor tersebut juga ingin mengajak serta PT Persero Batam bekerjasama. (*)
Gara-gara Kontainer Dibobol Maling, Jalan Rusak di Marina Batal Diperbaiki
Kamis, 21 September 2017 19:48
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Sebuah kontainer milik PT Humbang Utama Bersatu yang diletakkan di pinggir jalan Marina City depan perumahan Devin Premier dibobol maling, Kamis (21/9/2017) pagi, dengan mengambil satu unit mesin genset dan alat pemotong gerinda, Kamis (21/9/2017).
Pembobolan kontainer tersebut diketahui oleh Sugianto salah satu pekerja PT humbang utama bersatu yang baru mengambil air galon dan kembali ke kontainer pukul 07:30 WIB.
Melihat pintu kontainer sudah dibuka dan genset serta gerinda sudah tidak ada lagi, ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Batuaji.
"Sepertinya pelaku beraksi saat saya tadi meninggalkan kontainer, yakni saat pergi mengambil air galon isi ulang," ujar Sugianto perwakilan perusahaan saat membuat laporan di Mapolsek Batuaji.
Dia menjelaskan, genset dan gerinda yang digondol maling itu merupakan peralatan pendukung untuk proyek perbaikan kerusakan jalan Marina City, yang saat ini masih dalam proses dikerjakan.
Dampaknya, rencana perbaikan jalan rusak itu jadi terhambat sebab pihak perusahaan harus mencari pengganti peralatan yang sudah digondol maling itu.
"Padahal ini untuk perbaikan jalan rusak, masih saja nekad mencuri peralatan pendukung tersebut,"ujarnya
Akibat perbuatan maling tersebut, perusahaan tersebut mengalami kerugian sekitar Rp 6,5 juta. (*)