Rezeki Itu Ada di Langit, Bukan di Bumi!

0 views
Skip to first unread message

Ibnu said

unread,
Apr 25, 2017, 9:34:03 PM4/25/17
to masyarakat Batam

Saya punya sate langganan , Ini sate paling enak di surabaya menurut saya.
Susah cari lawannya!
Yang aneh, sate ini bukanya suka-suka. Jadi kita harus telpon dulu kalau mau
ke sana. Beberapa kali saya nekad datang ke sana tanpa telepon dulu eeehhh
tutup.
Saya tanya: "Kenapa cara jualannya seperti itu?
Pak haji Ramli penjual satenya menjawab: "Rejeki sudah ada yang ngatur,
kenapa harus ngoyo?"
"Bukan ngoyo Pak", jawab saya. "Bapak bisa kehilangan pelanggan kalo
jualannya begitu!" "Ah, kayak situ yg ngatur rejeki aja", katanya."
Saya kasih dia saran, "Sebaiknya Bapak buka tiap hari! Kalau bisa malam juga
buka karena banyak orang suka makan sate malam juga Pak!", kata saya
meyakinkan dia.
Pak Haji Ramli menghela napasnya agak dalam. "Hai anak muda, rezeki itu ada
di langit bukan di bumi! Anda muslim kan?" tanya Pak haji sambil natap wajah
saya. "Suka ngaji gak? Coba baca Quran: "Cari nafkah itu siang, malam itu
untuk istirahat!", kata Pak haji lagi meyakinkan.
"Saya cuma mau jualan siang, kalau malam biarlah itu rejekinya tukang sate
yang jualannya malam. Dari jualan sate siang saja saya sudah merasa cukup
dan bersyukur, kenapa harus buka sampe malam?", Pak Haji nyerocos sambil
membakar sate.
"Coba liat orang-orang yang kelihatanya kaya itu. Pake mobil mewah, rumahnya
mewah. Tanya mereka, emang hidupnya enak?" "Pasti lebih enak saya karena
saya gak dikejar target, gak dikejar hutang! Saya 2 minggu sekali pulang ke
madura, mancing, naik sepeda lewat sawah-sawah, lewat kampung-kampung,
bergaul dengan manusia-manusia yang menyapa dengan tulus. Bukan nyapa kalau
ada maunya!
Biarpun naik sepeda tapi jauh lebih enak daripada naik Jaguar! Anginnya asli
gak pake AC. Denger kodok, jangkrik lebih nyaman di kuping daripada dengerin
musik dari alat musik bikinan! Coba Anda pikir, buat apa kita ngoyo bekerja
siang-malam?
Jangan-jangan kita muda kerja keras ngumpulin uang, sudah tua uangnya dipake
ngobatin penyakit kita sendiri karena terlalu kerja keras waktu muda! Itu
banyak terjadi kan?
Dan... jangan lupa, Tuhan sudah menakar rejeki kita! Jadi buat apa kita
nguber rejeki sampe malam? Rejeki gak bakal ketuker!! Yang kerja siang ada
bagiannya, begitu juga yang kerja malam!"
"Kalau kata peribahasa, waktu itu adalah uang. Tapi jangan diterjemahkan
tiap waktu untuk cari uang! Waktu itu adalah uang, artinya kita harus bisa
memanfaatkan sebaik-baiknya karena waktu tidak bisa diulang, uang bisa
dicari lagi! Waktu lebih berharga dari uang. Makanya saya lebih memilih
waktu daripada uang!"
"Waktu saya ngobrol dengan Anda ini jauh lebih berharga daripada saya bikin
sate. Kalau saya cuma bikin sate, di mata Anda, saya hanya akan dikenang
sebagai tukang sate. Tapi dengan ngobrol begini semoga saya bisa dikenang
bukan cuma tukang sate, mungkin saya bisa dikenang sebagai orang yang punya
arti dalam hidup Anda sebagai pelanggan saya. Kita bisa bersahabat!
Waktu saya jadi berguna juga buat saya. Begitu juga buat Anda. Kalau Anda
merasa ngobrol dengan saya ini sia-sia, jangan lupa ya: "Rejeki bukan ada di
kantor, tapi di langit!" Begitu kata Pak Haji Ramli menutup pembicaraan.

Virus-free. www.avast.com
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages