Jakarta, CNBC Indonesia - Asmaul Husna mempunyai arti yaitu nama-nama baik yang hanya dimiliki oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Asmaul Husna tersusun dari dua kata bahasa Arab, yaitu Asma dan Husna.
Sedangkan kata Husna merupakan bentuk muannats dari kata ahsan yang berarti terbaik. Jadi, arti dari Asmaul Husna merupakan nama-nama terbaik yang disandarkan pada sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
قُلِ ٱدْعُوا۟ ٱللَّهَ أَوِ ٱدْعُوا۟ ٱلرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَّا تَدْعُوا۟ فَلَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَٱبْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا
Artinya: Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu,"
Menurut Syekh Shalih al-Ja'fari dalam kitab Khawwash Asma ul-Husna Littadawi wa Qadha il-Hajat, disebutkan bahwa membaca Asmaul Husna sama artinya dengan berdoa sesuai dengan sifat nama Allah yang dibaca.
Meski demikian, akan lebih baik jika seorang Muslim melafalkan Asmaul Husna bukan karena meminta sesuatu, namun ikhlas melakukan hal tersebut karena didasarkan atas rasa cinta kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Liputan6.com, Jakarta - Nama-nama Allah SWT terbaik lagi indah sesuai dengan sifat, bukan zat-Nya, dan bermakna baik, biasa disebut dengan Asmaul Husna. Asmaul husna berasal dari kata bahasa Arab yaitu 'asma' bermakna nama dan 'husna' bermakna baik.
"Asmaul husna artinya tidak hanya mengacu pada nama-nama, melainkan juga mencakup sebutan, gelar, hingga sifat-sifat Allah SWT," tulis modul berjudul Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X SMA/SMK yang dipublikasikan Kementerian Agama RI.
هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Memahami asmaul husna artinya sifat-sifat Allah SWT yang mulia, bukan zat-Nya. Berdasarkan arti asmaul husna, umat manusia hanya dibebankan taklif, sebatas menyucikan Allah SWT atas asma-asma Allah SWT.
Asmaul Husna membangkitkan rasa hormat para hamba terhadap Allah, berkonotasi dengan keagungan dan transendensi Allah. Nama-nama ini, ketika digunakan dalam dzikir, mengingat Allah dan dalam doa, mengarah pada penerimaan doa dan menghasilkan akumulasi perbuatan baik.
JAKARTA, iNews.id - Bulan Ramadhan merupakan momentum tepat untuk memperbanyak ibadah, berdoa dan berdzikir kepada Allah. Salah satu yang tidak boleh ditinggalkan yakni berdzikir dan berdoa dengan menyebut Asmaul Husna yang artinya nama-nama Allah yang Indah dan baik.
"إِنَّ لِلَّهِ تَعَالَى تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةٌ إِلَّا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دخل الجنة وهو وتر يُحِبُّ الْوِتْرَ"
Disebutkan dalam Alquran bahwa orang yang hafal Asmaul husna akan dijamin masuk surga. Allah juga akan memberikan balasan yang baik bagi tiap hamba-Nya yang menyertakan asmaul husna dalam setiap doanya.
وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Artinya: Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan". (QS. Al A'raf: 180)
وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
Kita sebagai seorang manusia jika bertemu orang yang lebih tinggi jabatannya atau kedudukannya dibanding kita, dan kita memiliki kebutuhan atau keperluan terhadap orang tersebut, biasanya tentu kita meminta bantuan kepadanya dengan sopan dan merendahkan diri, dan tidak lupa juga seringkali kita iringi dengan pujian kepada orang yang kita harapkan bantuannya tersebut. Ini adalah adab yang sudah diketahui oleh kita bersama.
Salah satu keutamaan luar biasa dari Allah Asmaul Husna adalah jika kita bisa menjaga asmaul husna ini maka insya Allah kita akan masuk surga, yang tentunya kebalikannya adalah kita terhindar dari neraka. Bagaimana bisa seperti itu? Tidak lain dan tidak bukan karena ini adalah janji Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah hadits beliau di mana beliau bersabda:
إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلا وَاحِدَةً مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
Yang perlu diperhatikan kata menjaga disini maknanya bukan menghafalkannya semata. Dan juga bukan bermakna menjaga tulisannya agar tidak rusak atau tidak dicuri, dan sejenisnya. Akan tetapi yang dimaksud dengan kata menjaga pada hadis ini adalah menghafalnya, merenungkan kandungan atau makna yang terdapat didalamnya, mengamalkan hikmah yang terdapat didalamnya, dan sejenisnya. Inilah yang dimaksud dengan menjaga al asmaul husna.
Contoh konkritnya adalah, kita mengenal bahwa Allah adalah Yang Maha Pengasih, dan juga Allah adalah dzat Yang Maha Penyayang, maka ketika kita mengingat namanya yang mulia ini kita berusaha untuk mengambil hikmahnya yaitu allah sangat pengasih dan penyayang kepada makhluk-makhluknya. Lalu setelah kita pelajari beserta artinya, juga kita ambil hikmahnya kita coba untuk mengamalkannya yaitu dengan berbuat penuh belas kasih dan penuh rasa sayang kepada sesama manusia, baik itu muslim atau kafir, baik itu yang kita kenal maupun tidak kita kenal. Dan lebih lanjut lagi bisa kita aplikasikan sifat kasih dan sayang ini kepada makhluk di sekitar kita yang lain seperti hewan dan tumbuhan. Ini adalah contoh konkret penerapan penjagaan terhadap al asmaul husna.
Dan begitulah seterusnya contoh-contoh di atas dapat kita terapkan dalam keseluruhan Asmaul Husna atau nama-nama indah dan mulia ini, semua namanya yang dapat kita hafal, kita pelajari makna dan hikmahnya, lalu kita amalkan dalam keseharian kita.
Sebagai seorang muslim tentu kita ingin memberi nama yang baik untuk anak keturunan kita. Dan salah satu inspirasi nama yang baik untuk dipakai bagi anak-anak adalah Asmaul Husna ini karena sebagaimana artinya al asmaul husna (nama-nama yang indah) tentunya akan membawa makna yang indah juga untuk anak keturunan kita.
Akan tetapi untuk al-asmaul-husna ini tidak boleh secara sembarangan atau serampangan dipakai dalam pemberian nama kepada anak keturunan kita. Sebagai contoh kita ingin menamai anak dengan nama yang mencirikan sifat pengasih, tidak boleh memakai nama ar-Rahman (Yang Maha Pengasih) sebagai nama bagi anak kita. Karena walaupun nama ini makna yang bagus, tetapi ada sifat maha (paling), yang bermakna paling pengasih diantara semua yang ada di alam semesta ini, dan ini tidak layak dipakai oleh manusia. Hanya Allah yang berhak untuk menyandang sifat ar-Rahman. Ini adalah sifat ketuhanan.
Demikian pula yang terjadi setelahnya pada tahun 2017, viral juga tentang KTP seorang lelaki yang bernama Saiton. Jika kita dengarkan maka Saiton ini mirip dengan setan atau syaithon, yang merupakan musuh yang nyata bagi manusia. Walau tidak ada pelanggaran dari sisi asmaul husna, karena syaithan tentu nama yang jelek, akan tetapi ini juga tidak boleh dilakukan karena memberikan nama yang jelek kepada anak.
Adapun yang layak dan boleh dilakukan adalah menyebut Allah dengan nama Al Ghofur atau Maha Pemberi Ampun, zat Yang Maha Pengampun, yang dengan kemurahan-Nya selalu memberikan ampun kepada hamba-hambaNya yang bertaubat. Dan nama ini ditetapkan dalam banyak ayat Alquran, maka kita boleh untuk menyebut Allah sebagai Al Ghofur atau dzat Yang Maha Pengampun.
Salah satu cara untuk bisa memahami Asmaul Husna dengan baik adalah dengan membaca kitab para ulama yang memang pakar dalam bidang aqidah. Mengapa harus membaca kitab mereka dan tidak melakukan penafsiran sendiri? Karena permasalahan Asmaul Husna termasuk permasalahan akidah, tepatnya pembahasan tauhid asma wa sifat atau tauhid nama-nama dan sifat-sifat Allah. Ini adalah tempat dimana banyak kaum muslimin mengalami kesalahan pemahaman, karenanya perlu penjelasan yang komprehensif dan detail tentang bab ini.
Nah bagi Anda yang berminat untuk memperdalam kajian dan pembahasan tentang Asmaul Husna ini salah satu buku yang dapat Anda coba untuk pelajari adalah buku berjudul Fiqih Asmaul Husna, yang merupakan karya dari Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaaq bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr, seorang professor bidang aqidah di Universitas Islam Madinah yang sekaligus juga merupakan seorang pengajar di Masjid Nabawi.
Buku bilang ini Insya Allah akan mengupas lebih dalam dan detail tentang berbagai hal yang menyangkut Asmaul Husna, sehingga Anda bisa lebih puas dan mendapat lebih banyak ilmu dengan memiliki dan membacanya. Buku ini merupakan buku yang direkomendasikan oleh banyak ustadz, terbukti dengan seringnya buku ini dinukil dan dikaji dalam berbagai majelis ilmu.
b1e95dc632