Penipuan Baru: Adik saya dikabarkan ditangkap oleh 'Polisi'?!

21 views
Skip to first unread message

grace toban

unread,
Feb 25, 2012, 8:04:25 AM2/25/12
to manko...@googlegroups.com

Berhati-hatilah saat menerima telepon melalui fixed line (telepon rumah) dan penelpon mengabarkan anak atau salah satu keluarga ditangkap dengan sejumlah narkoba ditangan. Karena itu bisa saja modus penipuan terbaru.


Siang tadi mama saya menerima telepon dan ia mendengar seseorang yang mengaku ‘polisi’ mengatakan bahwa adik saya (laki-laki) telah tertangkap basah dengan bukti 0.9 gram narkoba di tangan dan langsung ‘menodong’ mama saya dengan pertanyaan “ini mau diselesaikan dengan jalur hukum atau secara kekeluargaan”. Tak lama terdengar suara seorang pria muda yang meraung-raung mengatakan "ma, saya ditangkap".


Meskipun mama saya merasa ragu itu bukan suara anaknya, karena panik ia menyebutkan nama adik saya “Glenn ini kamu? Telepon aja ke hp mama”. Seharusnya ‘polisi’ tersebut dapat dengan mudah menanyakan nomor hp mama saya langsung ke adik saya, tapi ia malah bertanya balik ke mama saya. Keanehan dimulai.


Kadang kelemahan orang tua yang gaptek membawa berkah, mama saya tidak hapal nomor hp nya sendiri sehingga ia harus memanggil saya untuk memberitahukan nomornya kepada si polisi ini. Karena disuruh untuk memberikan no hp tersebut tiba-tiba, tanpa diberi waktu untuk berpikir, saya lantas memberikan. Tidak sedetik saya selesai memberikan no hp tersebut, hp mama saya langsung berdering. Yakin bahwa mama saya tidak akan bisa menghandle situasi, saya yang mengangkat hp tersebut dengan berpura-pura menjadi mama saya.


Kalau di sambungan telpon awal, ‘polisi’ yang pertama bernada kooperatif, ‘polisi’ yang menelpon ke hp kali ini bernada tegas dan menghardik, cenderung mengancam. Ia berulang kali bertanya apakah ini mama saya atau bukan, saya pun mencoba mempersuasi bahwa yang sedang berbicara betul adalah mama saya. Kemudian ‘polisi’ kedua ini kembali mengulang informasi yang sama, bahwa adik saya yang sekarang sedang di Makassar kedapatan membawa narkoba sebesar 0.9 gram di rumah temannya. Ia kemudian menanyakan, apakah ingin diselesaikan secara hukum atau kekeluargaan, dan ia berpesan jangan mengatakan hal ini kepada wartawan (saya bingung, kenapa tiba-tiba nyamber ke masalah pencitraan wartawan).


Dibekali firasat bahwa ini kemungkinan penipuan, saya menyela ucapannya yang ‘mengancam’ dan mengatakan “baik, bapak dari tadi sudah memberikan saya info, saya butuh tahu siapa bapak”. Lalu dengan nada terburu-buru ia mengatakan ia dari Polda Propam Makassar dengan Bapak Budi Rahayu AKP”. Saya pun mengatakan beberapa hal seperti “Pak, saat ini kami berada di Jakarta, kami harus berembug dulu dengan keluarga besar”, “Kami harus bicarakan juga dengan keluarga yang ada di Makassar untuk mengurus hal ini”, pikir saya kalau memang benar adik saya menggunakan dan kedapatan memiliki narkoba, biarlah itu diproses secara hukum, dan diurus oleh salah satu anggota keluarga kami di sana. Tapi respon yang diberikan polisi ini sungguh aneh: “Jangan berharap jabatan Jenderal bisa membantu ya bu, Ibu mau punya bekingan siapa aja tidak akan bisa menolong”, “Jadi ibu mau diselesaikan secara kekeluargaan, atau timah panas akan kena ke kaki anak ibu”.

Feeling not so good, 80% kemungkinan penipuan.


Kemudian saya meminta untuk berbicara kepada adik saya, kemudian terdengar polisi tersebut memanggil nama adik saya dengan agak janggal (yang saya yakin ia baru mengetahui nama adik saya setelah mama saya secara tidak sengaja menyebut nama adik saya pada sambungan telepon yang pertama). Secepat kilat, terdengar lagi suara pria muda yang meraung-raung. Merasa ini bukan suara adik saya, saya mencoba mengkonfirmasi dengan pertanyaan “ini siapa?” “kamu kenapa?” tapi yang lakukan ia hanya menangis meraung-raung heboh (beneran heboh kayak ada yang meninggal).


Terdengar suara polisi berkata “ini bukan ibu nya ini kakaknya yang tadi”, lalu mengambil alih telepon dan berbicara kepada saya dan kembali mengancam akan menembak kaki adik saya. Kemudian dengan tegas saya mengambil keputusan, “Ya udah pak kami memilih untuk diselesaikan secara hukum saja”, dan ia kemudian mengancam hal-hal lain, namun saya langsung menutup sambungan tersebut. Ia lalu menelpon kembali, namun saya langsung matikan.


Kami pun segera menghubungi adik saya berkali-kali,  namun tidak juga tersambung. Kemudian mama saya menelpon seorang kerabat di Makassar yang menjabat sebagai polisi intel, dan mengungkapkan kejadiannya. Kerabat kami ini pun mengatakan bahwa ini penipuan, dan berkata “sudah ada anak buah saya yang kena juga”. Saya pun sedikit lega, berarti ada kemungkinan ini 100% penipuan. Akhirnya kami bisa menghubungi adik saya melalui induk semang kosan nya yang mengatakan bahwa adik saya baru saja mau keluar dari kamar kosannya. Syukurlah, jadi benarlah ini memang penipuan.


Jadi kepada teman-teman, hati-hati ya jika mendapatkan telepon seperti ini, apalagi jika salah satu keluarga berada jauh di luar daerah, karena kita tidak bisa langsung mencek keberadaannya. Saran saya jika ada telepon seperti ini dan diperdengarkan suara yang ‘mirip’ anggota keluarga, jangan sebut namanya! Dan tetaplah tenang dan berpikir rasional.


Salam.



--
:: G N T ::


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages