Rabu, 11 April 2012 16.43 WIB
(Management –
Quality) - Adalah Afiqa yang sekarang sudah menginjak usia remaja
sehingga apabila diibaratkan sekuntum bunga yang mulai mekar ceria
meskipun masih belum menuju kematangan kedewasaannya.
Afiqa tidaklah sendirian lagi dalam
menghabiskan waktunya atau sekedar bermain boneka, ia kini sedang
senang-senangnya hangout dengan teman-temannya, baik di mall, cafe atau
konser, apakah sekedar chit-chat atau mencari identitas diri.
Jika anda mencoba mencari sosok Afiqa,
dijamin anda akan menemui sedikit kesulitan karena adanya kesamaan
diantara Afiqa dan teman-temannya. Sebuah kesamaan penampilan yakni
berBB, berbehel dan berponi.
Bahkan Afiqa dan teman-temannya inipun
mempunyai suatu posisi tidak ergonomis yang khas, yaitu membungkuk
seperti menghormati senior atau kepala sekolah yang sedang lewat di
hadapan dan bisa melakukan oto acting, yaitu senyum-marah-manyun-tersipu
sendiri. Bahkan terkadang menangis juga bisa dilakukan sambil tetap
memandangi layar BB-nya dengan perasaan sayang. BBF artinya sekarang
bukan Best Friend Forever lagi melainkan BB Forever, kata Afiqa sambil
tetap memantau layar BB-nya.
You are what you type Begitulah pribahasa jaman sekarang. Janganlah
ragu untuk selalu mengupdate status meskipun sedang ke rest room.
Ujung ibu jari Afiqa dan
teman-temannya yang mulai agak kapalan pun sangat terlatih untuk menekan
tuts di keypad yang kecil. Sehingga memungkinkan adanya peluang bisnis
baru berupa perawatan ibu jari di salon terkemuka agar tetap pada
kondisi steady dan tidak cantengan.
Sungguh, kemiripan Afiqa dengan
teman-temannya seperti kata pepatah bagaikan mencari jarum di toko
roti. Bukannya mendapatkan jarum malah mendapatkan berat badan naik.
Persamaan diantara Afiqa dan
teman-temannya inipun mengingatkan saya akan adanya pasar bebas ASEAN
untuk beberapa produk dan jasa, yang akan didahului oleh pasar bebas SDM
Logistik ASEAN di tahun 2013. Pelaksanaan pasar bebas ASEAN akan
mempunyai impak sekaligus tantangan bagi para pelaku bisnis khususnya
Logistik.
Betapa tidak, diperkirakan bahwa
bisnis, khususnya Logistik dan Supply Chain di Indonesia akan menjadi
‘generik’ seperti penampilan Afiqa dan teman-temannya. Semua akan
memberikan services, harga, SOP bahkan platform kerja yang generik juga.
Lantas dimanakah perbedaan serta
competitive advantagenya? Untuk itu, iinkanlah saya mencoba sharing
akan hal-hal yang menjadi pembeda bisnis yang satu dengan yang lain.
Yang pertama adalah kualitas SDM nya.
Benar, bagi sebagian besar pengusaha masih melihat SDM sebagai pedang
bermata dua, sebagai cost dan asset. Sehingga apabila terjadi
pengurangan cost dalam suatu perusahaan, umumnya yang ikut dipotong
adalah biaya training atau pelatihan. Bahkan tak jarang diiringi
pandangan apabila seorang pegawai ditraining maka siapa yang akan bisa
menjamin loyalitasnya dengan tetap stay di perusahaan dan bukannya
mencari peluang baru di perusahaan saingan sejenis.
Pandangan tersebut dapatlah diterima
karena memang tidak ada yang menjamin tetap stay nya seorang pegawai
meskipun terkadang di sertai dengan kontrak atau perjanjian kerja paska
training. Saya tidak akan memperdebatkan mengenai masalah ini, karena
yang saya ingin sampaikan sesuai paragraf sebelumnya adalah kita berada
di pasar bebas ASEAN yang artinya kompetisi menjadi semakin ‘kejam’ dan
masif.
Hambatan lain dalam pengembangan
kualitas SDM, khususnya di bidang Logistik dan Supply Chain adalah
biayanya yang menurut sebagian besar pebisnis cukup mahal.
Pertanyaannya mahal dibandingkan dengan apakah? Apakah lebih mahal
dibandingkan dengan ambruknya perusahaan yang sudah lama dirintis atau
lebih mahal dibandingkan dengan pusing kepala yang akan dialami oleh
para pebisnis akibat persaingan bebas ini? Jawabannya silakan anda
hitung dahulu secara angka.
Pelatihan pengembangan kualitas SDM di
bidang Logistik dan Supply Chain seperti yang dilakukan oleh salah satu
School of Supply Chain and Logistics in Indonesia dengan program
sertifikasi profesionalnya kiranya dapat dijadikan suatu acuan.
Memang konsep SDM Logistik dan Supply
Chain yang mumpuni adalah linear baik dari pendidikan akademisi maupun
terapannya. Namun, mengingat pasar bebas sudah didepan mata, sambil
menunggu konsep pendidikan akademisi adalah keputusan bijaksana untuk
‘mengupgrade’ kemampuan SDM di sisi terapan atau praktisinya terlebih
dahulu.
Selain itu tentunya lebih menyenangkan
mempunyai SDM dalam artian kualitas dan kuantitas yang mencukupi, tidak
lebih apalagi kurang. Pas dan Just In Time. Buatlah tenaga SDM anda
dengan konsep minimalis. Sudah tidak jamannya lagi memiliki struktur
organisasi yang ‘overweight’, sekarang jamannya ‘slim’ dan ‘gesit’.
It’s time to get shape and move on.
SDM mumpuni merupakan aset yang sangat
berharga dan menjadi pembeda bisnis anda bagi kepuasan pelanggan.
Sedangkan hal kedua yang menjadi pembeda bisnis anda adalah penerapan IT
dalam suatu organisasi bisnis, khususnya di Logistik dan Supply Chain.
Mirip dengan pandangan akan SDM, masih banyak pebisnis yang melihat
bahkan mendengar ataupun merasakan bahwa IT hanyalah semata-mata cost,
cost dan cost. Memang harus diakui bahwa implementasi IT diawal cukup
membuat banyak kehilangan nafsu makan dan susah tidur jika melihat dana
yang harus dikeluarkan. Yang ingin saya paparkan adalah apakah anda
ingin lebih kehilangan nafsu makan dan susah tidur yang notabene membuat
risiko penyakit tukak lambung akut jika bisnis yang anda miliki harus
terpinggirkan akibat ke’cupu’an anda?
Bukan berarti anda harus menyewa atau
membeli suatu program IT berharga ribuan dollar yang tidak sebanding
dengan bisnis anda. Bukan itu, karena program IT yang bagus untuk
bisnis adalah yang sesuai dengan yang anda butuhkan sekarang dan
mempunyai kemampuan untuk dikembangkan di masa mendatang tanpa merubah
platform yang telah ada sekarang.
Program standar seperti WMS (Warehouse
Management System), TMS (Transport Management System) maupun lainnya
dapatlah anda diskusikan dengan para pebisnis software untuk disesuaikan
dengan budget anda.
Penggunaan IT dalam konsep Logistik
selain untuk mempercepat lead time adalah untuk menekan cost secara
jangka panjang. Jadi sebenarnya anda sedang membuat program untuk
penghematan disisi cost dan peningkatan kualitas disisi lainnya. Sekali
lagi, pilihannya tergantung anda.
Penggunaan IT yang mumpuni akan semakin meningkatkan kepercayaan pelanggan jika anda pintar memanfaatkannya.
Hal ketiga adalah transparansi.
Mengapa demikian? Tentunya dengan maraknya penggunaan IT – serta SDM
mumpuni – akan menimbulkan suatu iklim bisnis positif yaitu semakin
transparansi. Adalah para pelanggan anda yang akan semakin mempercayai
anda dan SDM anda karena informasi yang mereka dapatkan sebagai bagian
dari proses komunikasi akan mereka dapatkan langsung dengan bantuan
program IT yang anda miliki.
Tidak perlu repot menelpon maupun mengirimkan fax untuk konfirmasi,
tinggal sign-in, lantas terpampanglah informasi bisnis yang diinginkan.
Semudah itu. Tentunya harus disetting tinggal privacy dan
kerahasiaannya sesuai dengan yang anda inginkan.
Adalah naluri manusia untuk berbisnis dengan orang yang lebih mereka percaya diantara banyak orang yang mereka percaya.
Akhirnya, ijinkanlah saya mengakhiri
tulisan ini karena sudah terdengar panggilan masuk ke studio sebuah
bioskop untuk menyaksikan pertunjukan film “Love is You” nya Cherry
Belle. Memangnya hanya Afiqa dan teman-temannya saja yang bisa gaul?
*Tulisan
diilhami oleh GD – mahasiswa S1 Konsentrasi Manajemen Logistik &
Material 2008 sebuah PTS dan telah di muat di
www.managementdaily.co.id*
(Didiet Hidayat /IK/vbm)
@Didiet_Hidayat
e-mail/YM/FB/Skype:
didiet....@yahoo.com
Blog:
didiet-...@blogspot.com--
Didiet Hidayat