HILANGNYA ILMU DAN BAHAYANYA BERFATWA TANPA ILMU
عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنه يقل : سمعت رسول الله صلّى الله عليه وسلّم يقول : إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمِ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ النَّاسِ , وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاء , حَتَّى إِذَا لَمْ يَتْرُكْ عَالِمًا , اِتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًاجُهَّالاً , فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ , فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
Dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash Radhiyallahu’anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak mengangkat ilmu dengan cara mencabutnya langsung dari (dada) manusia. Akan tetapi diangkatnya ilmu dengan cara mewafatkan para Ulama. Sehingga apabila tidak tersisa lagi orang alim (ulama), maka manusia akan menjadikan orang – orang bodoh (kurang ilmunya, terutama ilmu Agama) menjadi pemimpin (ulama) mereka. Ketika mereka (orang bodoh/ yang kurang ilmunya itu menjadi ulama/pemimpin) ditanya (tentang sesuatu hal/kebijakan), maka mereka (akan) berfatwa tanpa ilmu sehingga mereka sesat dan menyesatkan.”
[Shahih : Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah didalam shahihnya hadits no 6796:2673 dan Imam At-Tirmidzi rahimahullah didalam sunan nya hadits no 2652]
* * *
Orang yg bisa bersukur lebih adalah orang yg ber amal dg dasar ilmu