https://groups.google.com/forum/#!forum/majelis-ilmu-114
majelis...@yahoo.com
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Majelis Ilmu 114" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke majelis-ilmu-1...@googlegroups.com.
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
Muhammad Husain Haekal (lahir 20 Agustus 1888) adalah seorang penulis asal Mesir. Salah satu bukunya yang terkenal adalah Sejarah Hidup Muhammad yang diterbitkan dalam bahasa Arab pada tahun 1935.
Sejak masa mudanya, Haekal tidak pernah berhenti menulis; di samping masalah-masalah politik dan kritik sastra ia juga menulis beberapa biolkkleopatra]] sampai kepada Mustafa Kamil di Timur, dari William Shakespeare, Mary Wollstonecraft Shelley, Anatole France, Hippolyte Taine sampai kepada Jean-Jacques Rousseau dengan gaya yang khas dan sudah cukup dikenal. Setelah mencapai lebih setengah abad usianya, perhatiannya dicurahkan kepada masalah-masalah Islam. Ditulisnya bukunya yang kemudian sangat terkenal, Hayat Muhammad (Sejarah Hidup Muhammad) dan "Di Lembah Wahyu". "Dua buku yang sungguh indah dan baru sekali dalam cara menulis sejarah hidup Muhammad, yang kemudian dilanjutkan dengan studi lain tentang Abu Bakr dan Umar bin Khattab. Suatu contoh bernilai, baik mengenai studinya atau cara penulisannya. Ini merupakan masa transisi dalam hidupnya", demikian antara lain orang menulis tentang Haekal.
Pada mulanya Sejarah Hidup Muhammad ini telah menimbulkan reaksi hebat dan kritik tajam di kalangan bangsa Mesir dan dunia Islam umumnya. Tapi semua itu dihadapinya dengan tenang dan di mana perlu dijawabnya dengan penuh tanggung jawab dan rasional sekali.
* * *
Wass.Wr.Wb,
Salam ShemangatzZz,
MI-114
Sayyid Sabiq lahir pada tahun 1915 di Mesir dan meninggal pada bulan Februari 2000, sudah hapal al Quran pada usia 9 tahun. mengenyam pendidikan di Universitas Al Azhar, Mesir dan Universitas Ummul Qura, Mekah, Arab Saudi, dan sempat mengajar di kedua universitas tersebut. Pada tahun 1994 dikarenakan karya buku Fiqih Sunnah ini, Sayyid Sabiq memperoleh penghargaan King Faisal Prize dalam bidang kajian Islam.
http://www.eramuslim.com/bisnis/sayyid-sabiq-ulama-mesir-ahli-fiqh-era-modern.htm#.Um9E71OYHFw
* * *
Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Sahabat MI-114, beberapa waktu yang lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah membagi-bagikan “BUKU PANDUAN MUI MENGENAL DAN MEWASPADAI PENYIMPANGAN SYI’AH DI INDONESIA” secara gratis di Masjid Al-Azhar. InsyaAllah ada manfaat dari buku tersebut selama dibaca dengan bijak.
Bagi yang berminat ingin meminjam baca buku tersebut dan/atau copy file pdf nya bisa memberikan konfirmasi ke: majelis...@yahoo.com. File sulit di upload ke milis (size file sekitar 32MB). File lebih mudah di copy melalui flashdisk.
Dan bagi yang berminat ingin mendownload langsung filenya, maka berikut ini link download dan sinopsis mengenai buku tersebut:
LINK DOWNLOAD:
SINOPSIS:
Tanda tanya besar masyarakat serta kesimpangsiuran berita, pernyataan dan opini tokoh tentang Syiah akhirnya terjawab dengan terbitnya buku Panduan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengenai aliran dan paham Syiah pada september 2013, dengan judul buku “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di indonesia.”
Buku ini disusun oleh Tim Penulis MUI Pusat yang terdiri dari DR. (HC) KH. Ma’ruf Amin (Ketua MUI Pusat), Prof. Dr. Yunahar Ilyas (Wakil Ketua MUI Pusat), Drs. H. Ichwan Sam (Sekjend MUI Pusat) dan Dr. Amirsyah (Wakil Sekjend MUI Pusat) dengan pelaksana dari Tim Khusus Komisi Fatwa dan Komisi Pengkajian MUI Pusat yang terdiri dari, Prof. Dr. Utang Ranuwijaya, Dr. KH. Cholil Nafis, Fahmi Salim, MA., Drs. Muh. Ziyad, MA., M. Buchori Muslim, Ridha Basalamah, Prof. Dr. H Hasanuddin AF, Dr. H. Asrorun Ni’am Sholeh, MA., Dr. H. Maulana Hasanuddin dan Drs. H. Muh. Faiz, MA.
Meskipun belum berupa fatwa, namun buku ini merupakan keterangan resmi dari MUI Pusat mengenai kesesatan Syiah sebagaimana dijelaskan oleh Tim Penulis dalam kata pengantar, “Buku saku ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman umat Islam Indonesia dalam mengenal dan mewaspadai penyimpangan Syi’ah, sebagaimana yang terjadi di Indonesia, sebagai ‘Bayan’ resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tujuan agar umat Islam tidak terpengaruh oleh faham Syi’ah dan dapat terhindar dari bahaya yang akan mengganggu stabilitas dan keutuhan NKRI.” (hlm. 7-8).
Isi dan tujuan buku ini dijelaskan oleh Tim Penulis dalam pendahuluan yang terletak pada halaman 12-16, “Atas dasar tugas dan tanggung jawab luhur dalam membina dan menjaga umat pada berbagai aspeknya, dan sebagai bentuk tanggungjawab kehadapan Allah SWT dalam meluruskan aqidah dan syari’ah umat, MUI memberikan panduan kepada umat, dengan berbagai cara, antara lain dengan mengeluarkan fatwa, memberi taushiyyah, atau membuat buku panduan –seperti buku panduan tentang Syiah ini- setelah dilakukan penelitian dan pengkajian secara mendalam.
Buku panduan ini sebagian merupakan penjelasan teknis dan rinci dari remokendasi Rapat Kerja Nasional MUI pada Jumadil Akhir 1404 H./Maret 1984 bahwa Faham Syiah mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan umat Islam harus meningkatkan kewaspadaan terhadap masuknya faham ini, juga fatwa MUI 22 Jumadil Akhir 1418H./25 Oktorber 1997 tentang Nikah Mut’ah. Dalam konsiderannya, Fatwa ini menyatakan bahwa mayoritas umat Islam Indonesia adalah penganut paham Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang tidak mengakui dan menolak paham Syiah secara umum dan nikah mut’ah secara khusus.
Dalam buku panduan ini secara garis besar memuat tentang sejarah Syiah, penyimpangan Syiah, pergerakan dan metode penyebaran Syiah di Indonesia, dan sikap MUI terhadap Syiah.
Hadirnya buku panduan ini merupakan wujud dari tanggung jawab dan sikap tegas MUI itu, dengan harapan umat Islam Indonesia mengenal Syiah dengan benar dan kemudian mewaspadai serta menjauhi dakwah mereka, karena dalam pandangan MUI faham Syiah itu menyimpang dari ajaran Islam, dan dapat menyesatkan umat.” (hlm. 13-15).
Karena itu, dengan hadirnya buku ini diharapkan masyarakat tidak lagi dibuat bingung oleh ulah beberapa oknum yang mengatasnamakan MUI untuk mengatakan Syiah tidak sesat, seperti yang pernah termuat dalam Harian Fajar Makassar yang menyebutkan, MUI: Syiah Sah Sebagai Mazhab Islam. Juga, beberapa sikap tokoh yang menyederhanakan persoalan Sunni-Syiah, seperti Syafi’i Ma’arif, Din Syamsuddin, Aqil Siradj dan lain-lain. (Muh. Istiqamah/LPPI Makasar.com).
Beberapa Link Terkait:
http://www.nahimunkar.com/buku-panduan-mui-mengenal-mewaspadai-penyimpangan-syiah-di-indonesia/
Review Buku “Dia di Mana-Mana ~ ‘Tangan’ Tuhan di Balik Setiap Fenomena”
Pengarang : Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA
Penerbit : Lentera Hati
Cetakan : Pertama juli 2004, kedua mei 2005
Buku : 400 + iv hal ; 20,5 cm
------------------------------------------------------------------
http://andarastria.wordpress.com/2012/07/27/diadimanamana/
Manusia diperintah oleh Allah swt. untuk senantiasa membaca. Sedemikian berharga dan pentingnya masalah membaca sehingga ayat yang pertama kali diturunkan-Nya kepada nabi junjungan kita Muhammad saw. Adalah ‘iqra’ yang secara bahasa berarti “bacalah!”.
Iqra’ tidak hanya sekadar membaca suatu bacaan yang tertulis. Karena, jika sekadar membaca apa yang tertulis maka itu sangatlah sedikit. Lebih dari itu Allah ingin agar kita manusia membaca dan mengamati sekaligus menarik pelajaran dari banyak ayat-ayat (tanda-tanda) kekuasaan-Nya.
Ayat-ayat dalam mushaf al-Qur’an yang sampai ke tangan kita hanya mempunyai 6236 ayat menurut perhitungan sementara ulama. Jika hanya itu yang dibaca – sekadar dibaca – tentunya tidak mencerminkan keagungan kuasa-Nya. Manusia harus berupaya untuk membaca ayat-ayat (tanda-tanda) Allah swt. yang berserakan di seluruh penjuru alam semesta, baik itu ada di dalam dirinya sendiri maupun dari alam sekitarnya.
Potensi untuk menggali lebih jauh ayat-ayat Allah sudah ada pada manusia, itulah mengapa sejak semula Dia memberikan bekal kepada kita berupa akal pikiran dan hati. Keselarasan kedua bekal ini diharapkan mampu mengantar kita menyaksikan “kehadiran”-Nya di segenap penjuru ufuk.
Setelah kita membaca sekapur sirih dari buku ini, maka kita akan diantar untuk memahami sekelumit definisi dari “Ayat-ayat Allah”, kemudian sesudahnya kita akan sampai pada bab “Bukti-bukti Kehadiran Allah”.
Bukti-bukti kehadiran Allah ini dipaparkan oleh Prof. M. Quraish Shihab dalam delapan bab pokok, yakni:
Sekadar sebagai contoh untuk review kali ini adalah bahasan tentang hewan kecil yang sering dianggap remeh oleh manusia, yaitu semut. Pada halaman 304-308 kita bisa menarik pelajaran bahwa ternyata semut dapat dikatakan memiliki beberapa keunggulan dibanding dengan manusia.
Semut adalah makhluk pekerja keras. Semut mampu memikul beban yang jauh lebih besar dari badannya. Mereka pun memiliki sistem kehidupan sosial. Ada semut ratu yang tugasnya adalah reproduksi, ada semut yang bertugas membangun koloni, serta ada pula semut pekerja.
Al-Qur’an menyebut semut di dalam ayatnya bahkan surah ke-27 pun dinamai surah an-Naml (surah semut).
Setelah menguraikan sisi-sisi positif dari semut, tak lupa Prof. M. Quraish Shihab memaparkan sisi negatif dari semut yang tidak layak dicontoh oleh manusia. Semut senang menimbun makanan/barang yang didapatkannya. Penimbunan yang dilakukannya menunjukkan kelobaannya, dan yang lebih buruk lagi, semut hanya menimbun dan menimbun tanpa mengolahnya.
Jelas ada manusia yang menyerupai semut. Ada manusia yang hanya menimbun dan menimbun, baik dia perlukan maupun tidak, seakan-akan dia akan menyiapkan segala sesuatu untuk ketujuh turunannya. Setelah kita disuguhkan sisi positif dan ada juga sisi negatif dari semut, maka tentunya kita akan merenung dan berpikir tentang satu contoh ̶ di antara sekian banyak lagi contoh yang lain ̶ ayat-ayat Allah. Setelah itu diharapkan kita mampu menarik pelajaran berharga untuk kemudian bisa dijadikan pedoman kita menjalani hidup.
-----------------------------------------------------------------
http://www.puisikita.com/2007/09/m-quraish-shihab-dia-dimana-mana-tangan.html
“Tangan” di sub judul buku ini diberi tanda petik. Tentu saja hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan kerancuan, tepatnya agar tidak terjadi anggapan mengenai penyamaan anggota tubuh makhluk dengan khalik. “Tangan” disini tampaknya lebih berfungsi untuk kata ganti bagi peranan. Jadi maksudnya, Tuhan memiliki andil di setiap fenomena kehidupan.
“kalau kita merenung dan berpikir secara tulus dan benar, pasti kita akan
menyadari bahwa Allah hadir dimana-mana. Kita dapat menemukannya di setiap saat
dan tempat. Pengetahuan manusia dapat mengantarkannya kepada pengakuan tentang
wujud dan kuasa-Nya.
Quraish Shihab juga menafsirkan QS. Al-fatir [35]: 28, kata ulama yang dimaksud
di sini ( di surat tersebut) –sesuai dengan konteks dan uraian ayat-ayat
sebelumnya- adalah mereka yang memperhatikan dan memahami kitab Tuhan Yang
terhampar di alam raya. Mereka mengenalnya melalui ciptaanNya dengan melihat
aneka kebijakanNya. Dari sini mereka takut serta kagum kepadaNya serta bertakwa
dengan saebesar-besarnya.
Dalam buku “Dia Dimana-mana”, tampaknya Qurais Shihab mengajak pembacanya untuk
melihat keteraturan alam semesta. Dan hukum-hukumnya yang saling melengkapi,
serta keajaiban-keajaiban “sederhana”. Memang tampak sederhana kita dikarunia
lima indra, tapi kita memiliki lima indra tersebut adalah suatu kemewahan dan
keajaiban. Atau membangkitkan kesadaran ternyata kita ini sebenarnya “ada” dan
menjadi bagian dari alam semesta yang demikian luas ini, ternyata manusia itu
berpasang-pasangan, bisa bernafas, bisa menulis, bisa mendengar, dan bisa
mengingat. Dan ternyata semua itu adalah hal yang “wah”. Mungkin hal seperti
inilah yang ingin disampaikan oleh pak Quraish. Tetapi jelas semua disajikan
dari sudut pandang al-Quran.
“Anda ingin melihat kebijaksanaan Tuhan? Camkan bagaimana Dia menciptalkan
manusia tanpa harus banyak berpikir menyangkut ketersediaan udara yang
dibutuhkan buat pernafasannya. Hanya setelah manusia melakukan pengrusakan di
dunia dan pencemaran di udara, baru lahir pikiran tentang ketersediaan udara
sehat. Seandainya manusia tidak merusak, maka sungguh tidak akan terpikirkan
sama sekali soal udara dan pernafasan itu. Perhatikan juga bagaimana Dia Yang
Maha Kuasa menjadikan kita bernafas, tanpa harus berfikir, seakan-akan pernafasan
adalah sesuatu yang sangat murah sekaligus sangat mudah, walaupun pada
hakikatnya ia amat rumit dan amat berharga.” (Quraish Shihab, halaman 202-203).
* * *
SETELAH sebelumnya meluncurkan versi CD, Lidwa Pusaka (Lembaga Ilmu dan Dakwah serta Publikasi Sarana Keagamaan) meluncurkan lidwa.com, sebuah website ensiklopedi hadits online pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menampilkan 9 kitab hadits yang disusun oleh 9 Imam Hadits terkemuka (Kutubut Tis’ah). Kitab-kitab yang ditampilkan adalah Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, Musnad Ahmad, Muwatha’ Malik, dan Sunan Darimi. Website ini menyajikan lebih dari 60 ribu hadits lengkap dengan terjemahan dalam bahasa indonesia di mana proses penerjemahan hadits dari kitab aslinya telah menghabiskan waktu hingga 5 tahun dan melibatkan tak kurang dari 20 orang penerjemah.
Website hasil karya asli Indonesia ini diharapkan dapat membantu para ustadz, lembaga dakwah Islam, aktivis dakwah, dan tentunya umat Islam pada umumnya yang ingin mempelajari hadits ataupun sekedar mencari jawaban atas permasalahan yang sedang dihadapi. Dengan hadirnya website ini, hadits-hadits yang jika dalam format cetak bisa berharga hingga jutaan rupiah kini dapat diakses secara gratis kapanpun dan dari manapun. Sehingga dengan kehadiran website lidwa.com ini diharapkan ilmu hadits bisa lebih memasyarakat, tidak lagi “eksklusif” hanya untuk para ustadz ataupun aktivis dakwah melainkan dapat diakses oleh siapapun.
…Website hasil karya asli Indonesia ini diharapkan dapat membantu para ustadz, lembaga dakwah Islam, aktivis dakwah, dan umat Islam yang ingin mempelajari hadits ataupun sekedar mencari jawaban atas permasalahan yang sedang dihadapi…
Berikut ini beberapa kelebihan versi digital (Lidwa.com) jika dibandingkan dengan versi cetak:
Setelah berhasil meluncurkan Software Ensiklopedi Hadits – Kitab 9 Imam versi 1 di awal tahun 2010, maka Lidwa Pusaka Alhamdulillah telah meluncurkan versi lanjutannya di awal tahun 2011.
Untuk versi yang terbaru ini, ada banyak perbaikan dan penyempurnaan dari sisi content maupun tampilan. Beberapa penyempurnaan yang disertakan pada versi baru ini antara lain:
Dari sisi content hadits:
Dari sisi tampilan aplikasi software:
Walaupun tampilannya baru, fitur dan fasilitas yang telah ada pada versi sebelumnya juga tetap ada seperti:
Dengan adanya Software Ensiklopedi Hadits Kitab 9 Imam ini diharapkan masyarakat dapat mendapatkan manfaat-manfaat antara lain:
* * *
SETELAH sebelumnya meluncurkan versi CD, Lidwa Pusaka (Lembaga Ilmu dan Dakwah serta Publikasi Sarana Keagamaan) meluncurkan lidwa.com, sebuah website ensiklopedi hadits online pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menampilkan 9 kitab hadits yang disusun oleh 9 Imam Hadits terkemuka (Kutubut Tis’ah). Kitab-kitab yang ditampilkan adalah Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, Musnad Ahmad, Muwatha’ Malik, dan Sunan Darimi. Website ini menyajikan lebih dari 60 ribu hadits lengkap dengan terjemahan dalam bahasa indonesia di mana proses penerjemahan hadits dari kitab aslinya telah menghabiskan waktu hingga 5 tahun dan melibatkan tak kurang dari 20 orang penerjemah.
Website hasil karya asli Indonesia ini diharapkan dapat membantu para ustadz, lembaga dakwah Islam, aktivis dakwah, dan tentunya umat Islam pada umumnya yang ingin mempelajari hadits ataupun sekedar mencari jawaban atas permasalahan yang sedang dihadapi. Dengan hadirnya website ini, hadits-hadits yang jika dalam format cetak bisa berharga hingga jutaan rupiah kini dapat diakses secara gratis kapanpun dan dari manapun. Sehingga dengan kehadiran website lidwa.com ini diharapkan ilmu hadits bisa lebih memasyarakat, tidak lagi “eksklusif” hanya untuk para ustadz ataupun aktivis dakwah melainkan dapat diakses oleh siapapun.
…Website hasil karya asli Indonesia ini diharapkan dapat membantu para ustadz, lembaga dakwah Islam, aktivis dakwah, dan umat Islam yang ingin mempelajari hadits ataupun sekedar mencari jawaban atas permasalahan yang sedang dihadapi…
Berikut ini beberapa kelebihan versi digital (Lidwa.com) jika dibandingkan dengan versi cetak:
SETELAH sebelumnya meluncurkan versi CD, Lidwa Pusaka (Lembaga Ilmu dan Dakwah serta Publikasi Sarana Keagamaan) meluncurkan lidwa.com, sebuah website ensiklopedi hadits online pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menampilkan 9 kitab hadits yang disusun oleh 9 Imam Hadits terkemuka (Kutubut Tis’ah). Kitab-kitab yang ditampilkan adalah Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, Musnad Ahmad, Muwatha’ Malik, dan Sunan Darimi. Website ini menyajikan lebih dari 60 ribu hadits lengkap dengan terjemahan dalam bahasa indonesia di mana proses penerjemahan hadits dari kitab aslinya telah menghabiskan waktu hingga 5 tahun dan melibatkan tak kurang dari 20 orang penerjemah.
Website hasil karya asli Indonesia ini diharapkan dapat membantu para ustadz, lembaga dakwah Islam, aktivis dakwah, dan tentunya umat Islam pada umumnya yang ingin mempelajari hadits ataupun sekedar mencari jawaban atas permasalahan yang sedang dihadapi. Dengan hadirnya website ini, hadits-hadits yang jika dalam format cetak bisa berharga hingga jutaan rupiah kini dapat diakses secara gratis kapanpun dan dari manapun. Sehingga dengan kehadiran website lidwa.com ini diharapkan ilmu hadits bisa lebih memasyarakat, tidak lagi “eksklusif” hanya untuk para ustadz ataupun aktivis dakwah melainkan dapat diakses oleh siapapun.
…Website hasil karya asli Indonesia ini diharapkan dapat membantu para ustadz, lembaga dakwah Islam, aktivis dakwah, dan umat Islam yang ingin mempelajari hadits ataupun sekedar mencari jawaban atas permasalahan yang sedang dihadapi…
Berikut ini beberapa kelebihan versi digital (Lidwa.com) jika dibandingkan dengan versi cetak: