CERAMAH PROF. QURAISH SHIHAB
Ass.Wr.Wb,
Sahabat MI-114, berikut ini beberapa catatan dari ceramah yang disampaikan oleh Prof. Quraish Shihab pada tanggal 16 Oktober 2012 di Kemenpera:
1. Hati adalah rumahnya manusia. Rumah yang melindungi dan memberikan ketentraman serta kebahagian bagi siapa yang dinaunginya. Jika hati manusia baik maka ia akan hidup tentram dan bahagia, begitu pula sebaliknya. Pekerjaan yang berat bisa terselesaikan dengan baik jika dilakukan dengan hati yang ikhlas. Tetapi pekerjaan yang ringan bisa saja tidak dapat ditunaikan jika hati kita berat untuk menerimanya. Prof. Quraish Shihab mencontohkan ada dua orang anak, anak yang pertama diminta oleh orang tuanya untuk mengambil segelas air dan anak yang kedua diminta untuk mengambil sebuah kursi. Namun anak yang pertama enggan untuk memenuhi permintaan orang tuanya sementara anak yang kedua dengan senang hati memenuhi permintaan orang tuanya untuk diambilkan sebuah kursi. Hal tersebut menunjukan bahwa yang membuat permintaan tidak tertunaikan bukan karena kursi lebih ringan dari sebuah gelas, tetapi permintaan dari orang tua ke anak yang kedua diterima dengan senang hati sementara permintaan yang ditujukan kepada anak yang pertama, hatinya menolak.
2. Rumah yang paling rapuh adalah rumah laba-laba. Hikmah yang bisa kita ambil dari perumpamaan tersebut adalah bahwa rumah sebagai tempat untuk membangun keluarga tidak dilihat semata-mata dari fisiknya saja. Bahan jaring laba-laba yang dijadikan fisik rumah laba-laba pada dasarnya sangat kuat dan tidak rapuh. Tetapi kehidupan laba-laba di dalam rumah tersebut sangat jauh dari ketentraman. Secara naluri, laba-laba betina sangat ditakuti oleh laba-laba jantan, setelah melakukan proses reproduksi, laba-laba betina cenderung akan membunuh laba-laba jantan. Selain itu laba-laba betina juga tidak segan-segan untuk menghancurkan telur-telurnya sendiri jika telur-telur tersebut menghalangi jalannya. Kehidupan yang tidak harmonis antar anggota keluarga adalah kristalisasi kehidupan rumah yang rapuh. Maka selain membangun rumah yang nyaman secara fisik kita juga perlu mengutamakan untuk membangun keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga.
3. Prasangka mencerminkan hati. Prof. Qurasih Shihab memberikan contoh, ada seorang yang berjalan, kemudian ia melihat temannya di seberang jalan. Ia kemudian menyapa temannya itu, tetapi temannya terus berjalan tanpa menoleh kepadanya. Jika orang itu hatinya baik, maka ia akan berprasangka mungkin temannya itu tidak melihatnya. Tetapi jika hatinya tidak ikhlas, maka ia dapat saja berkesimpulan bahwa temannya itu sombong sehingga tidak menghiraukannya.
4. Syahadat sebagai pokok dari Tauhid. Kalimat Syahadat diawali dengan “La ilaha” yang berarti tidak ada Tuhan. Lalu kemudian dilanjutkan dengan “illa Allah” yang berarti melainkan hanya Allah. Maknanya adalah bahwa pengamalan nilai Tauhid diawali dengan menjauhkan atau membersihkan diri dari kemusyrikan dan hal-hal yang dilarang. Setelah bersih barulah dilanjutkan dengan penanaman Aqidah dan pengamalan hal-hal baik sesuai tuntunan Islam. Pengelolaan hati perlu memperhatikan kaidah tersebut. Hati perlu disucikan, setelah bersih dari nilai-nilai yang buruk barulah nilai-nilai yang baik leluasa memasukinya. Sementara dalam perbuatan, kita dituntun untuk mencegah kemunkaran lalu kemudian mengerjakan kebaikan.
5. Ada pertanyaan dari peserta pengajian: “Apakah benar anggapan bahwa manusia harus keluar dari surga dan berada di bumi karena kesalahan Nabi Adam as ?”. Prof. Quraish Shihab menerangkan bahwa dalam QS. Al - Baqarah (2) Ayat 30, Allah swt telah menyampaikan maksudNya sebelum manusia diciptakan, Allah swt telah merencanakan untuk menjadikan manusia sebagai Khalifah di Bumi. Oleh karena itu, kita perlu mengimani bahwa sebab manusia saat ini berada di Bumi adalah karena kehendak dari Allah swt.
Insyaallah bermanfaat.
Sahabat MI-114 yang memiliki catatan, mohon dapat melengkapi tulisan ini.
Syukran Katsiran.
Wass,
Salam ShemangatzZz,
Lihat semua topik:
https://groups.google.com/forum/#!forum/majelis-ilmu-114
Tambah Sahabat dengan mengirimkan email ke:
TELADAN UMAT AKHIR ZAMAN
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
(QS. Al Ahzab (33) Ayat 21).
Allah swt juga berfirman: Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al Ahzab (33) Ayat 40).
Sudah selayaknya bagi umat Islam, umat akhir zaman untuk menjadikan Rasulullah saw, Rasul penutup para Nabi, sebagai idola dan teladan nomor wahid dalam hidupnya, bukan yang lain. Nabi Muhammad saw, teladan umat manusia akhir zaman, adalah manusia pilihan yang segala alur kehidupannya dari sebelum dilahirkan sampai wafatnya telah diatur oleh Allah swt dengan begitu indah dan penuh rahmat.
Prof. Quraish Shihab menyampaikan bahwa para ulama meyakini pemilihan hal-hal tertentu berkaitan dengan beliau bukanlah kebetulan. Misalnya bulan lahir, hijrah, dan wafatnya pada bulan Rabi'ul Awal (musim bunga). Nama beliau Muhammad (yang terpuji), ayahnya Abdullah (hamba Allah), ibunya Aminah (yang memberi rasa aman), kakeknya yang bergelar Abdul Muththalib bernama Syaibah (orang tua yang bijaksana), sedangkan yang membantu ibunya melahirkan bernama Asy-Syifa' (yang sempurna dan sehat), serta yang menyusukannya adalah Halimah As-Sa'diyah (yang lapang dada dan mujur). Semua nama-nama tersebut mengisyaratkan keistimewaan berkaitan dengan kepribadian Nabi Muhammad Saw.
Beliau memiliki sifat dan akhlak yang sangat mulia, dikagumi tidak hanya pada hati seorang Muslim tetapi juga oleh dunia. Maka tidak mengherankan jika seorang Michael Hart yang non Muslim pun menempatkan Nabi Muhammad saw sebagai tokoh nomor 1 di bukunya yang berjudul “The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History“.
SHIDDIQ
Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.
(QS. An Najm (53) ayat 3-4).
Shiddiq artinya benar. Setiap perkataan Rasulullah saw, adalah benar sebagaimana hati dan perbuatannya, yang terlindung dalam tuntunan wahyu dari Allah swt. Sungguh manusia akhir zaman yang mengaku Islam sepatutnya malu dan perlu segera berbenah diri apabila masih merasa biasa-biasa saja dalam melihat kebohongan, apalagi sampai turut serta berkecimpung dalam perbuatan dusta dan fitnah.
Harta, jabatan, dan hawa nafsu seringkali telah menggelincirkan lidah kita untuk mencicipi ajaran syaitan, berlaku curang, menghalalkan dusta dan fitnah untuk meraup kesenangan dunia. Untuk itu marilah kita untuk selalu ingat pada firman Allah swt:
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat ? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (QS. Ash Shaff (61) ayat 2-3).
Berkata benar membawa keberkahan. Jika keberkahan itu tidak kunjung tiba di dunia, maka yakinlah bahwa ia akan melindungi kita di yaumul akhir nanti. Sesungguhnya berkata benar yang membuat murka manusia adalah jauh lebih baik daripada dusta yang mengundang kemurkaan Allah swt.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (QS. Al Ahzab (33) ayat 70-71).
Jika saat ini umat Islam memiliki jumlah yang besar di bumi Allah swt, namun tidak juga mendapat kemenangan yang besar di dunia ini, maka mungkin ada baiknya bagi kita untuk renungkan kembali ayat tersebut.
AMANAH
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
(QS. An –nisaa (4) Ayat 58).
Amanah artinya benar-benar bisa dipercaya. Nabi Muhammad SAW diberi gelar “Al Amin”, oleh penduduk Mekkah, yang artinya terpercaya, jauh sebelum beliau diangkat jadi Nabi. Rasulullah saw menerima tugas untuk menjadi manusia teladan bagi umat manusia akhir zaman dengan penuh tanggung jawab. Tidak jarang hati beliau sedih apabila melihat orang-orang yang telah diberi peringatan tetap bertahan dalam kedurhakaannya kepada Allah swt dan Syariat Islam. Maka Allah swt berfirman:
Jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.
(QS. An - Nahl (16) Ayat 82).
Dalam meneladani sifat amanah ini, maka bagi kita umat Islam yang dalam sehari lebih dari 5 kali mengucap syahadat, sangat tidak layak untuk mengkhianati Islam dengan melalaikan Shalat, berlaku kikir dalam zakat, bolos puasa Ramadhan, dan enggan untuk menunaikan ibadah Haji padahal sudah mampu.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (QS. Al - Anfaal (8) Ayat 27).
Setiap umat Islam telah diberi amanah untuk menjadi manusia yang baik membawa nama baik Islam dalam menjalani kehidupan. Namun tidak sedikit stigma buruk ditujukan kepada Dinul Islam hanya karena ada segelintir manusia yang ber-KTP Islam melakukan tindakan keji dan munkar. Inilah yang perlu kita benahi bersama-sama dengan mengamalkan sifat ini.
TABLIGH
Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
(QS. Al - Maidah (5) Ayat 67).
Tabligh artinya menyampaikan. Semua firman Allah swt yang diwahyukan kepada umat, disampaikan oleh Rasulullah saw secara benar dan jelas, tidak ada satupun yang disembunyikan meskipun itu menyinggung Nabi.
Dalam riwayat at-Tirmidzi dan al-Hakim yang bersumber dari ‘Aisyah diceritakan bahwa telah turun firman Allah swt yaitu Al-Qur’an Surah ‘Abasa (80) ayat 1-16 yang disampaikan berkenaan dengan seorang bernama Ibnu Ummi Maktum yang buta yang datang kepada Rasulullah saw. sambil berkata: “Berilah petunjuk kepadaku ya Rasulullah.” Pada waktu itu Rasulullah saw. sedang menghadapi para pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling daripadanya dan tetap mengahadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ummi Maktum berkata: “Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan?” Rasulullah menjawab: “Tidak.” Maka kemudian turunlah ayat-ayat tersebut sebagai teguran atas perbuatan Rasulullah saw. Meskipun ayat tersebut adalah ayat terguran kepada Nabi, tetapi Rasululllah saw tetap menyampaikannya dengan benar dan jelas.
Sebagai umat Islam, patutlah bagi kita untuk meneladani sifat ini. Mari kita warnai hari-hari dalam kehidupan kita dengan tabligh, menyiarkan Islam sesuai dengan kemampuan kita. Jika hanya untuk suatu produk, urusan dunia dan kampanye dunia, jutaan rupiah dikeluarkan untuk diiklankan berkali-kali, beragam orang dilibatkan, tidak kenal tua muda, semua turut terlibat dengan gencar berusaha menyiarkan urusannya. Maka sudah barang tentu untuk menyiarkan Islam, meskipun sulit, meskipun berat, ini perlu sama-sama kita lakukan dengan lebih baik dari urusan dunia itu.
Dari Abdullah bin Amr ra., Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari).
FATHONAH
Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.
(QS. An - Najm (53) Ayat 1-6).
Fathonah artinya Cerdas. Menyampaikan 6.236 ayat Al Qur’an lalu kemudian menjelaskannya dalam puluhan ribu hadits jelas membutuhkan kecerdasan yang luar biasa. Selain memenuhi kualifikasi tersebut, Rasulullah juga mampu menjelaskan syariat Islam kepada umat jahiliyah, yang bodoh dan keras kepala. Berhadapan dengan para ahli kitab, orang kafir, zalim, fasik, dan musyrik yang wataknya kasar.
Beliau telah terbukti mampu menuntun ummatnya sehingga terjadilah revolusi besar dari bangsa Arab yang bodoh dan terpecah-belah serta saling bermusuhan antar suku, menjadi satu bangsa besar yang berakhlak baik. Islam pada zaman itu telah membentang dari Spanyol dan Portugis di Barat hingga ke India Barat.
Umat Islam selayaknya bersemangat dalam mempelajari Al-Qur’an, bersemangat dalam mengkaji hadist-hadist Rasulullah saw, dan bersemangat dalam mengembangkan ilmu syariat Islam. Inilah umat yang akan mewarisi kemenangan di dunia dan akhirath.
Allah swt berfirman:
Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (QS. At- Taubah (9) Ayat 122).
BERKASIH SAYANG DAN BERMAJELIS
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.
(QS. Al Fath (48) Ayat 29).
Menghargai dan memudahkan orang lain adalah salah satu akhlaq Rasulullah saw yang perlu diteladani oleh umat di akhir zaman ini. Diceritakan bahwa suatu ketika ada sahabat yang terlambat datang ke Majelis Nabi. Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak ada yang mau memberinya tempat. Di tengah kebingungannya, Rasul memanggilnya. Rasul memintanya duduk di dekatnya. Tidak cukup dengan itu, Rasul pun melipat sorbannya lalu diberikan kepada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima sorban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi mencium sorban Nabi. Begitulah akhlak Nabi, sebagai pemimpin umat ia ingin menyenangkan dan melayani umatnya.
Allah swt berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al - Mujadilah (58) Ayat 11).
Asbabun Nuzul QS. Al-Mujadalah ayat 11 ini, diriwayatkan oleh Ibn Abi Hatim dari Muqatil bin Hibban, ia mengatakan bahwa pada suatu hari yaitu hari Jum’at, Rasulullah Saw berada di Shuffah mengadakan majelis. Beberapa sahabat yang berjuang dalam perang Badar terlambat datang, diantaranya adalah Tsabit bin Qais, sehingga mereka berdiri diluar ruangan. Mereka mengucapkan salam lalu Nabi saw menjawabnya. Mereka pun mengucapkan sama kepada orang-orang yang terlebih dahulu datang, dan dijawab pula oleh mereka.
Para pejuang Badar itu tetap berdiri, menunggu tempat yang disediakan bagi mereka tetapi tak ada yang memperdulikannya. Melihat keadaan tersebut, Rasulullah saw kemudian meminta kepada orang-orang di sekitarnya untuk berdiri. Diantara mereka ada yang berdiri tetapi rasa keengganan nampak di wajah mereka. Maka orang-orang munafik memberikan reaksi dengan maksud mencela Nabi, sambil mengatakan “Demi Tuhan, Muhammad tidak adil, ada orang yang lebih dahulu datang dengan maksud memperoleh tempat duduk di dekatnya, tetapi disuruh berdiri untuk diberikan kepada orang yang terlambat datang”. Lalu turunlah ayat ini.
Dari Anas ra., Rasulullah SAW bersabda: "Tiga hal, barangsiapa memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman. (yaitu) menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya, mencintai seseorang semata-mata karena Allah, dan benci kembali kepada kekufuran sebagaimana bencinya ia jika dilempar ke dalam api neraka." (HR. Bukhari).
Dalam kehidupan kita dewasa ini, tidak jarang kita akan bertemu dengan orang-orang yang mengaku teman, mengaku sahabat, yang mengaku seaqidah dengan kita, namun hatinya selalu diselimuti oleh perasaan iri hati dan dengki, dan mereka pun jauh dari majelis. Perilakunya jauh dari berkasih sayang, dan sangat sibuk untuk meng”kafir”kan saudaranya sendiri. Inilah kekufuran orang-orang yang jauh dari teladan Rasulullah saw.
Dari Abi Musa radhiyallaahu anhu, "mereka bertanya, 'Ya Rasulullah, bagaimanakah Islam yang paling utama?' Rasulullah menjawab: 'Seorang muslim yang menyelamatkan kaum muslimin dari lisan dan tangannya.'. (HR. Bukhari).
Allah swt berfirman, “Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.” (QS. Al - Balad (90) Ayat 17-18).
***
Bahan untuk Kajian Sejarah
Menjelang Kelahiran Rasulullah SAW
http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muhammad/Lahir1.html USIA Abd'l-Muttalib sudah hampir mencapai tujuhpuluh tahun atau lebih tatkala Abraha mencoba menyerang Mekah dan menghancurkan Rumah Purba. Ketika itu umur Abdullah anaknya sudah duapuluh empat tahun, dan sudah tiba masanya dikawinkan. Pilihan Abd'l-Muttalib jatuh kepada Aminah bint Wahb bin Abd Manaf bin Zuhra, - pemimpin suku Zuhra ketika itu yang sesuai pula usianya dan mempunyai kedudukan terhormat. Maka pergilah anak-beranak itu hendak mengunjungi keluarga Zuhra. Ia dengan anaknya menemui Wahb dan melamar puterinya. Sebagian penulis sejarah berpendapat, bahwa ia pergi menemui Uhyab, paman Aminah, sebab waktu itu ayahnya sudah meninggal dan dia di bawah asuhan pamannya. Pada hari perkawinan Abdullah dengan Aminah itu, Abd'l-Muttalib juga kawin dengan Hala, puteri pamannya. Dari perkawinan ini lahirlah Hamzah, paman Nabi dan yang seusia dengan dia. Abdullah dengan Aminah tinggal selama tiga hari di rumah Aminah, sesuai dengan adat kebiasaan Arab bila perkawinan dilangsungkan di rumah keluarga pengantin puteri. Sesudah itu mereka pindah bersama-sama ke keluarga Abd'l-Muttalib. Tak seberapa lama kemudian Abdullahpun pergi dalam suatu usaha perdagangan ke Suria dengan meninggalkan isteri yang dalam keadaan hamil. Tentang ini masih terdapat beberapa keterangan yang berbeda-beda: adakah Abdullah kawin lagi selain dengan Aminah; adakah wanita lain yang datang menawarkan diri kepadanya? Rasanya tak ada gunanya menyelidiki keterangan-keterangan semacam ini. Yang pasti ialah Abdullah adalah seorang pemuda yang tegap dan tampan. Bukan hal yang luar biasa jika ada wanita lain yang ingin menjadi isterinya selain Aminah. Tetapi setelah perkawinannya dengan Aminah itu hilanglah harapan yang lain walaupun untuk sementara. Siapa tahu, barangkali mereka masih menunggu ia pulang dari perjalanannya ke Syam untuk menjadi isterinya di samping Aminah. Dalam perjalanannya itu Abdullah tinggal selama beberapa bulan. Dalam pada itu ia pergi juga ke Gaza dan kembali lagi. Kemudian ia singgah ke tempat saudara-saudara ibunya di Medinah sekadar beristirahat sesudah merasa letih selama dalam perjalanan. Sesudah itu ia akan kembali pulang dengan kafilah ke Mekah. Akan tetapi kemudian ia menderita sakit di tempat saudara-saudara ibunya itu. Kawan-kawannyapun pulang lebih dulu meninggalkan dia. Dan merekalah yang menyampaikan berita sakitnya itu kepada ayahnya setelah mereka sampai di Mekah. Begitu berita sampai kepada Abd'l-Muttalib ia mengutus Harith - anaknya yang sulung - ke Medinah, supaya membawa kembali bila ia sudah sembuh. Tetapi sesampainya di Medinah ia mengetahui bahwa Abdullah sudah meninggal dan sudah dikuburkan pula, sebulan sesudah kafilahnya berangkat ke Mekah. Kembalilah Harith kepada keluarganya dengan membawa perasaan pilu atas kematian adiknya itu. Rasa duka dan sedih menimpa hati Abd'l-Muttalib, menimpa hati Aminah, karena ia kehilangan seorang suami yang selama ini menjadi harapan kebahagiaan hidupnya. Demikian juga Abd'l-Muttalib sangat sayang kepadanya sehingga penebusannya terhadap Sang Berhala yang demikian rupa belum pernah terjadi di kalangan masyarakat Arab sebelum itu. Peninggalan Abdullah sesudah wafat terdiri dari lima ekor unta, sekelompok ternak kambing dan seorang budak perempuan, yaitu Umm Ayman - yang kemudian menjadi pengasuh Nabi. Boleh jadi peninggalan serupa itu bukan berarti suatu tanda kekayaan; tapi tidak juga merupakan suatu kemiskinan. Di samping itu umur Abdullah yang masih dalam usia muda belia, sudah mampu bekerja dan berusaha mencapai kekayaan. Dalam pada itu ia memang tidak mewarisi sesuatu dari ayahnya yang masih hidup itu. Aminah sudah hamil, dan kemudian, seperti wanita lain iapun melahirkan. Selesai bersalin dikirimnya berita kepada Abd'l Muttalib di Ka'bah, bahwa ia melahirkan seorang anak laki-laki. Alangkah gembiranya orang tua itu setelah menerima berita. Sekaligus ia teringat kepada Abdullah anaknya. Gembira sekali hatinya karena ternyata pengganti anaknya sudah ada. Cepat-cepat ia menemui menantunya itu, diangkatnya bayi itu lalu dibawanya ke Ka'bah. Ia diberi nama Muhammad. Nama ini tidak umum di kalangan orang Arab tapi cukup dikenal. Kemudian dikembalikannya bayi itu kepada ibunya. Kini mereka sedang menantikan orang yang akan menyusukannya dari Keluarga Sa'd (Banu Sa'd), untuk kemudian menyerahkan anaknya itu kepada salah seorang dari mereka, sebagaimana sudah menjadi adat kaum bangsawan Arab di Mekah. Mengenai tahun ketika Muhammad dilahirkan, beberapa ahli berlainan pendapat. Sebagian besar mengatakan pada Tahun Gajah (570 Masehi). Ibn Abbas mengatakan ia dilahirkan pada Tahun Gajah itu. Yang lain berpendapat kelahirannya itu limabelas tahun sebelum peristiwa gajah. Selanjutnya ada yang mengatakan ia dilahirkan beberapa hari atau beberapa bulan atau juga beberapa tahun sesudah Tahun Gajah. Ada yang menaksir tiga puluh tahun, dan ada juga yang menaksir sampai tujuhpuluh tahun. Juga para ahli berlainan pendapat mengenai bulan kelahirannya. Sebagian besar mengatakan ia dilahirkan bulan Rabiul Awal. Ada yang berkata lahir dalam bulan Muharam, yang lain berpendapat dalam bulan Safar, sebagian lagi menyatakan dalam bulan Rajab, sementara yang lain mengatakan dalam bulan Ramadan. Kelainan pendapat itu juga mengenai hari bulan ia dilahirkan. Satu pendapat mengatakan pada malam kedua Rabiul Awal, atau malam kedelapan, atau kesembilan. Tetapi pada umumnya mengatakan, bahwa dia dilahirkan pada tanggal duabelas Rabiul Awal. Ini adalah pendapat Ibn Ishaq dan yang lain. Selanjutnya terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu kelahirannya, yaitu siang atau malam, demikian juga mengenai tempat kelahirannya di Mekah. Caussin de Perceval dalam Essai sur l'Histoire des Arabes menyatakan, bahwa Muhammad dilahirkan bulan Agustus 570, yakni Tahun Gajah, dan bahwa dia dilahirkan di Mekah di rumah kakeknya Abd'l-Muttalib.
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Majelis Ilmu 114" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke majelis-ilmu-114+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Sahabat MI-114,
Rencana mengenai pengembangan Majelis, himbauan dan hasil Pertemuan Muhasabah Majelis 1434-1435H yang telah diselenggarakan di Masjid Istiqlal, pada hari Sabtu, 13 Muharram 1435H / 16 November 2013 adalah sebagai berikut:
Tercatat dari 40 Sahabat yang tergabung dalam milis Majelis Ilmu 114, terdapat 15 Sahabat yang telah aktif memberikan kontribusi dana ke Baitul Mal Majelis. Diharapkan pada Tahun 1435H, 25 Sahabat lainnya dapat ikut berpartisipasi memberikan kontribusi dana ke Baitul Mal Majelis.
InsyaAllah kedepan kita bisa lebih baik.
Walhamdulillahi Rabbil Alamin.
Salam ShemangatzZz,
MI-114
* * *
Apabila ada usulan tempat pertemuan yang lain, dipersilahkan untuk disampaikan dalam milis ini.
Agenda:
TELADAN UMAT AKHIR ZAMAN
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
(QS. Al Ahzab (33) Ayat 21).
Allah swt berfirman: Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al Ahzab (33) Ayat 40).
Sudah selayaknya bagi umat Islam, umat akhir zaman untuk menjadikan Rasulullah saw, Rasul penutup para Nabi, sebagai idola dan teladan nomor wahid dalam hidupnya, bukan yang lain. Nabi Muhammad saw, teladan umat manusia akhir zaman, adalah manusia pilihan yang segala alur kehidupannya dari sebelum dilahirkan sampai wafatnya telah diatur oleh Allah swt dengan begitu indah dan penuh rahmat.
Prof. Quraish Shihab menyampaikan bahwa para ulama meyakini pemilihan hal-hal tertentu berkaitan dengan Rasulullah bukanlah kebetulan. Misalnya bulan lahir, hijrah, dan wafatnya pada bulan Rabi'ul Awal (musim bunga). Nama beliau Muhammad (yang terpuji), ayahnya Abdullah (hamba Allah), ibunya Aminah (yang memberi rasa aman), kakeknya yang bergelar Abdul Muththalib bernama Syaibah (orang tua yang bijaksana), sedangkan yang membantu ibunya melahirkan bernama Asy-Syifa' (yang sempurna dan sehat), serta yang menyusukannya adalah Halimah As-Sa'diyah (yang lapang dada dan mujur). Semua nama-nama tersebut mengisyaratkan keistimewaan berkaitan dengan kepribadian Nabi Muhammad Saw.
Beliau memiliki sifat dan akhlak yang sangat mulia, dikagumi tidak hanya di hati seorang Muslim tetapi juga oleh dunia. Maka tidak mengherankan jika seorang Michael Hart yang non Muslim pun menempatkan Nabi Muhammad saw sebagai tokoh nomor 1 yang paling disanjung di dunia dalam bukunya yang berjudul “The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History“.
SHIDDIQ
Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.
(QS. An Najm (53) ayat 3-4).
Shiddiq artinya benar. Setiap perkataan Rasulullah saw adalah benar sebagaimana hati dan perbuatannya, yang terlindung dalam tuntunan wahyu dari Allah swt.
Sungguh manusia akhir zaman yang mengaku Islam sepatutnya malu dan perlu segera berbenah diri apabila masih merasa biasa-biasa saja dan tidak gelisah ketika melihat kebohongan, apalagi sampai ikut turut serta berkecimpung dalam perbuatan dusta dan fitnah.
Harta, jabatan, dan hawa nafsu seringkali telah menggelincirkan lidah kita untuk mencicipi ajaran syaitan, berlaku curang, menghalalkan dusta dan fitnah untuk meraup kuntungan dunia.
Allah swt berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat ? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.
(QS. Ash Shaff (61) ayat 2-3).
Berkata benar akan membawa keberkahan. Jika keberkahan itu tidak kunjung tiba di dunia, maka yakinlah bahwa ia akan melindungi kita di yaumul akhir nanti. Sesungguhnya berkata benar yang membuat murka manusia adalah jauh lebih baik daripada berkata dusta yang mengundang kemurkaan Allah swt.
Allah swt berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (QS. Al Ahzab (33) ayat 70-71).
Jika saat ini umat Islam memiliki jumlah yang besar di bumi Allah swt, namun tidak juga mendapat kemenangan yang besar di dunia ini, maka mungkin ada baiknya bagi kita untuk renungkan kembali ayat tersebut. Apakah kita sudah memenuhi seruan itu ?
AMANAH
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
(QS. An –nisaa (4) Ayat 58).
Amanah artinya benar-benar bisa dipercaya. Nabi Muhammad SAW diberi gelar “Al Amin”, oleh penduduk Mekkah, yang artinya terpercaya, jauh sebelum beliau diangkat jadi Nabi. Rasulullah saw menerima tugas untuk menjadi manusia teladan bagi umat manusia akhir zaman dengan penuh tanggung jawab. Tidak jarang hati beliau sedih apabila melihat orang-orang yang telah diberi peringatan tetap bertahan dalam kedurhakaannya kepada Allah swt dan Syariat Islam.
Allah swt berfirman:
Jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (QS. An - Nahl (16) Ayat 82).
Bagi kita umat Islam yang dalam sehari lebih dari 5 kali mengucap syahadat, sangatlah tidak layak untuk melalaikan amanah dan kewajiban kita sebagai muslim. Kelalaian itu dapat berupa meninggalkan Shalat, berlaku kikir dalam zakat, bolos puasa Ramadhan, enggan untuk menunaikan ibadah Haji padahal sudah mampu, dan melakukan perbuatan keji dan munkar dalam kondisi sadar dan sengaja.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (QS. Al - Anfaal (8) Ayat 27).
Setiap umat Islam telah diberi amanah untuk menjadi khalifah di bumi membawa nama baik Islam dalam menjalani kehidupan. Namun tidak sedikit stigma buruk pada akhirnya ditujukan kepada Dinul Islam hanya karena ada segelintir manusia yang ber-KTP Islam melakukan tindakan keji dan munkar. Segera benahi hal tersebut sesuai dengan kapasitas kita, sebelum terlambat, sebelum umur kita tamat, sebelum kiamat.
TABLIGH
Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
(QS. Al - Maidah (5) Ayat 67).
Tabligh artinya menyampaikan. Semua firman Allah swt yang diwahyukan untuk umat, disampaikan oleh Rasulullah saw secara benar dan jelas, tidak ada satupun yang disembunyikan meskipun itu teguran untuk Nabi.
Dalam riwayat at-Tirmidzi dan al-Hakim yang bersumber dari ‘Aisyah diceritakan bahwa telah turun firman Allah swt yaitu Al-Qur’an Surah ‘Abasa (80) ayat 1-16 yang disampaikan berkenaan dengan seorang bernama Ibnu Ummi Maktum yang buta yang datang kepada Rasulullah saw. sambil berkata: “Berilah petunjuk kepadaku ya Rasulullah.” Pada waktu itu Rasulullah saw. sedang menghadapi para pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling daripadanya dan tetap mengahadapi pembesar-pembesar Quraisy.
Ummi Maktum berkata: “Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan?” Rasulullah menjawab: “Tidak.” Maka kemudian turunlah ayat-ayat tersebut sebagai teguran atas perbuatan Rasulullah saw. Meskipun ayat tersebut adalah ayat terguran kepada Nabi, tetapi Rasululllah saw tetap menyampaikannya dengan benar. Marilah kita amalkan sifat tabligh ini, menyampaikan Islam dengan sebenar-benarnya.
Jika hanya untuk suatu produk, urusan dunia dan kampanye dunia, jutaan rupiah dikeluarkan untuk diiklankan berkali-kali, beragam orang dilibatkan, tidak kenal tua muda, semua turut terlibat dengan gencar berusaha menyiarkan urusannya. Maka sudah barang tentu untuk dakwah Islam, meskipun sulit, meskipun berat, kita perlu menyampaikannya dengan penuh kesungguhan, lebih dari kesungguhan kita dalam urusan dunia.
Dari Abdullah bin Amr ra., Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari).
FATHANAH
Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.
(QS. An - Najm (53) Ayat 1-6).
Fathonah artinya Cerdas. Menyampaikan 6 ribuan ayat Al Qur’an lalu kemudian menjelaskannya dalam ribuan hadits jelas membutuhkan kecerdasan yang luar biasa. Selain memenuhi kualifikasi tersebut, Rasulullah juga mampu menjelaskan syariat Islam kepada umat jahiliyah, yang bodoh dan keras kepala. Berhadapan dengan para ahli kitab, orang kafir, zalim, fasik, dan musyrik yang perilakunya kasar.
Beliau telah terbukti mampu menuntun ummatnya sehingga terjadilah revolusi besar dari bangsa Arab yang bodoh dan terpecah-belah serta saling bermusuhan antar suku, menjadi satu bangsa besar yang berakhlak baik. Islam pada zaman itu telah membentang dari Spanyol dan Portugis di Barat hingga ke India Barat.
Umat Islam selayaknya bersemangat dalam mempelajari Al-Qur’an, bersemangat dalam mengkaji hadist-hadist Rasulullah saw, dan bersemangat dalam mengembangkan ilmu syariat Islam. Inilah umat yang akan mewarisi kemenangan di dunia dan akhirath. Bahkan di zaman perang dahulu, umat Islam tetap diarahkan untuk terus belajar.
Allah swt berfirman:
Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.
(QS. At- Taubah (9) Ayat 122).
BERKASIH SAYANG
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.
(QS. Al Fath (48) Ayat 29).
Menghargai dan memudahkan orang lain adalah salah satu akhlaq Rasulullah saw yang perlu diteladani oleh umat di akhir zaman ini. Diceritakan bahwa suatu ketika ada sahabat yang terlambat datang ke Majelis Nabi. Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak ada yang mau memberinya tempat. Di tengah kebingungannya, Rasul memanggilnya. Rasul memintanya duduk di dekatnya.
Tidak cukup dengan itu, Rasul pun melipat sorbannya lalu diberikan kepada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima sorban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi mencium sorban Nabi. Begitulah akhlak Nabi, sebagai pemimpin umat Beliau selalu mengasihi dan melayani umatnya.
Allah swt berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(QS. Al - Mujadilah (58) Ayat 11).
Asbabun Nuzul QS. Al-Mujadalah ayat 11 ini, diriwayatkan oleh Ibn Abi Hatim dari Muqatil bin Hibban, ia mengatakan bahwa pada suatu hari yaitu hari Jum’at, Rasulullah Saw berada di Shuffah mengadakan majelis.
Beberapa sahabat yang berjuang dalam perang Badar terlambat datang, diantaranya adalah Tsabit bin Qais, sehingga mereka berdiri diluar ruangan. Mereka mengucapkan salam lalu Nabi saw dan orang-orang yang terlebih dahulu datang menjawabnya.
Para pejuang Badar itu tetap berdiri, menunggu tempat yang disediakan bagi mereka tetapi tak ada yang memperdulikannya. Melihat keadaan tersebut, Rasulullah saw kemudian meminta kepada orang-orang di sekitarnya untuk berdiri. Diantara mereka ada yang berdiri tetapi rasa keengganan nampak di wajah mereka. Maka orang-orang munafik dengan maksud mencela Nabi, mengatakan “Demi Tuhan, Muhammad tidak adil, ada orang yang lebih dahulu datang dengan maksud agar bisa duduk di dekatnya, tetapi disuruh berdiri untuk diberikan kepada orang yang terlambat datang”. Lalu turunlah ayat ini.
Dari Anas ra., Rasulullah SAW bersabda: "Tiga hal, barangsiapa memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman. (yaitu) menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya, mencintai seseorang semata-mata karena Allah, dan benci kembali kepada kekufuran sebagaimana bencinya ia jika dilempar ke dalam api neraka." (HR. Bukhari).
Dalam kehidupan kita dewasa ini, tidak jarang kita akan bertemu dengan orang-orang yang mengaku teman, mengaku sahabat, yang mengaku seaqidah dengan kita, namun hatinya selalu diselimuti oleh perasaan iri hati dan dengki. Perilakunya jauh dari berkasih sayang, dan sangat sibuk untuk meng”kafir”kan saudaranya sendiri. Inilah kekufuran orang-orang yang jauh dari teladan Rasulullah saw.
Dari Abi Musa radhiyallaahu anhu, ada yang bertanya, 'Ya Rasulullah, bagaimanakah Islam yang paling utama?' Rasulullah menjawab: 'Seorang muslim yang menyelamatkan kaum muslimin dari lisan dan tangannya.'. (HR. Bukhari).
Allah swt berfirman, “Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.”.
Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Sahabat MI-114, dalam email ini terlampir bahan Artikel Pilihan yang Alhamdulillah telah terkirim pada pekan lalu ke beberapa redaksi berikut:
Majalah ALKISAHMajalah TARBAWIMajalah AL-WA’IEMajalah CAHAYA SUFIMajalah AS-SUNNAHTabloid SUARA ISLAMMajalah ADZ-DZAKHIIRAH AL-ISLAMIYYAHMajalah FATAWAMajalah MAWADDAHSebagai informasi, dari Redaksi Majalah Mawaddah telah menyampaikan konfirmasi bahwa untuk bulan Rabiul Awal ini seluruh bahan artikel sudah masuk ke meja redaksi mereka, sehingga artikel yang kita kirimkan belum dapat diterbitkan. InsyaAllah di lain kesempatan artikel kita bisa diterbitkan di Majalah tersebut. Demikian perkembangan salah satu hasil tindak lanjut dari MUHASABAH MAJELIS 1434/1435H. InsyaAllah Majelis Ilmu 114 terus berkembang lebih baik, dan lebih bermanfaat.--Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "Majelis Ilmu 114" di Google Grup.Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke majelis-ilmu-1...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
Bismillahi ar-Rahman ar-Rahim
Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Silaturahim Bulanan Majelis Ilmu 114 ke-4 Tahun 1435H telah dilaksanakan pada hari Jum’at, 17 Djumadil Akhir 1435H / 18 April 2014, di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan yang dimulai dari Shalat Jum’at berjama’ah sampai dengan Maghrib.
Hasil dari Silaturahim tersebut diantaranya adalah terselenggaranya kegiatan Tarbiyah Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Kautsar, pembahasan Pengembangan Majelis dan rencana Kegiatan Silaturahim Majelis bersama Anak Yatim yang InsyaAllah akan dilaksanakan pada tarikh 31 Mei 2014, serta telah disampaikan infaq/shadaqah melalui Baitul Mal Majelis kepada 4 (empat) mustahiq terdiri dari infaq untuk 1 orang petugas kebersihan dan 2 orang pemulung, serta shadaqah berupa makanan untuk fakir (satu orang perempuan dan anak-anaknya) di sekitar daerah Blok M, Jakarta Selatan.
InsyaAllah upaya baik yang telah kita lakukan bermanfaat, menjadi baraqah untuk kita dan keluarga kita serta bernilai ibadah. Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan dukungan sehingga Silaturahim Bulanan Majelis dapat terlaksana.
Walhamdulillahi Rabbil Alamin.
Salam ShemangatzZz,
Imam Majelis Ilmu 114
* * *
Bismillahi ar-Rahman ar-Rahim
Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, kegiatan Silaturahim Majelis Ilmu 114 bersama Anak Yatim Tahun 1435H / 2014 telah dilaksanakan pada hari Sabtu, tarikh 2 Sya’ban 1435H / tanggal 31 Mei 2014, di Jatibening II, Kota Bekasi yang dimulai dari jam 10.30 WIB sampai dengan Ashar.
Hasil dari Silaturahim tersebut diantaranya adalah telah tersalurkannya infaq dan zakat kepada 34 anak yatim dan/atau kaum dhuafa di Kota Bekasi.
Terima kasih kepada Bapak Amir Machmudin dan Keluarga, Naziha HM. Saleh dan Para Donatur dari Singapore, Bapak Fauzy, Para Penggerak Majelis serta Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan Silaturahim Majelis Ilmu 114 bersama Anak Yatim Tahun 1435H / 2014 dapat terlaksana.
InsyaAllah upaya yang telah kita lakukan bisa bermanfaat besar, menjadi baraqah untuk kita dan keluarga kita serta bernilai ibadah.
Kepada yth.,
Para Sahabat Majelis Ilmu 114
di-
Tempat
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. Salawat dan Salam kita sampaikan kepada Rasulullah SAW dan para pengikut beliau. Semoga kita semua dalam kondisi sehat wal afiat serta dalam lindungan Allah SWT.
Bersama surat ini kami sampaikan bahwa Kegiatan
Silaturahim Majelis Ilmu 114 Bersama Anak Yatim dan Pengembangan Majelis telah
diselenggarakan pada hari Sabtu, 2 Sya’ban 1435H / 31 Mei 2014 di Kota Bekasi. (Laporan Keuangan, Daftar Penerima Manfaat, dan Dokumentasi).
Demikian kami sampaikan, atas donasi dan/atau kontribusi yang diberikan kami ucapkan terima kasih. InsyaAllah setiap amalan kita bernilai ibadah, bermanfaat, dan barakah fi dun’ya wa fil akhirath.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
* * *
Bismillahi ar-Rahman ar-Rahim
Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, kegiatan Silaturahim Majelis Ilmu 114 ke-6 Tahun 1435H / 2014M telah dilaksanakan pada hari Ahad, tarikh 24 Sya’ban 1435H / tanggal 22 Juni 2014, di Ancol, Kota Jakarta Utara yang dimulai dari ba’da Ashar sampai dengan ba’da Isya.
Hasil dari Silaturahim tersebut diantaranya adalah telah tersalurkannya infaq kepada 5 orang mustahiq (1 laki-laki dan 4 perempuan/ibu-ibu). Terdiri dari 3 orang di Kota Jakarta Utara, 1 orang di Kota Jakarta Pusat, dan 1 orang di Kota Jakarta Selatan, dengan besaran infaq adalah senilai Rp. 200 ribu per orang, dalam bentuk uang tunai, mukena, makanan dan minuman.
Terima kasih kepada Para Donatur dan Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan Silaturahim Majelis Ilmu 114 ke-6 Tahun 1435H / 2014M dapat terlaksana.
InsyaAllah upaya yang telah kita lakukan bisa bermanfaat besar, menjadi baraqah untuk kita dan keluarga kita serta bernilai ibadah.
Walhamdulillahi Rabbil Alamin
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong”.
(Al-Qur’an Surah Al Hajj ayat 78).
Alahmdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam. Kegiatan Silaturahim Bulanan Majelis Ilmu 114 ke-7 Tahun 1435 telah diselenggarakan pada hari Sabtu, tarikh 14 Ramadhan 1435H / 12 Juli 2014 di Kota Depok.
Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan dalam Silaturahim tersebut diantaranya adalah Shalat Maghrib, Isya dan Tarawih berjama’ah di Masjid Dian Al Mahri / Masjid Kubah Emas dan penyaluran Zakat Mal dan Infaq untuk Anak-Anak Fakir Miskin melalui Yayasan DOMYADHU (Dompet Yatim dan Dhu’afa), di Kota Depok.
Terima kasih kepada Para Donatur dan Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan Silaturahim Majelis Ilmu 114 ke-7 Tahun 1435H / 2014M dapat terlaksana.
InsyaAllah upaya yang telah kita lakukan bisa bermanfaat besar, menjadi baraqah untuk kita dan keluarga kita serta bernilai ibadah.
Walhamdulillahi Rabbil Alamin
Salam ShemangatzZz,
Imam Majelis Ilmu 114
* * *
Terlampir:
1. Dokumentasi penyaluran Zakat dan Infaq melalui Yayasan DOMYADHU.
2. Kwitansi Penerimaan Zakat dan Infaq oleh Yayasan DOMYADHU.
3. Data Anak-Anak Fakir Miskin yang tinggal di asrama DOMYADHU.
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
"Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak".
(Al-Qur’an Surah Al Hadid ayat 18).
Alahmdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam. Kegiatan Silaturahim Bulanan Majelis Ilmu 114 ke-8 Tahun 1435H telah diselenggarakan pada hari Ahad, tarikh 6 Dzulqadah 1435H / 31 Agustus 2014 di sekitar Taman Monumen Nasional (Monas), Kota Jakarta Pusat.
Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan dalam Silaturahim tersebut diantaranya adalah Shalat Berjama'ah, Makan bersama, Penyampaian Tafsir Qur'an Surah Al-Adiyat (download: https://soundcloud.com/majelis-ilmu-1/tafsir-al-adiyat), dan Penyaluran Infaq ke-67 s.d ke-71 kepada 5 orang Mustahiq (1 perempuan dan 4 laki-laki pemulung dan/atau tenaga kebersihan) di sekitar Taman Monumen Nasional (Monas), Kota Jakarta Pusat.
Terima kasih kepada Para Donatur dan Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan Silaturahim Majelis Ilmu 114 ke-8 Tahun 1435H / 2014M dapat terlaksana.
InsyaAllah upaya yang telah kita lakukan bisa bermanfaat besar, istiqamah, menjadi baraqah untuk kita dan keluarga kita serta bernilai ibadah.
Walhamdulillahi Rabbil Alamin
Salam ShemangatzZz,
Imam Majelis Ilmu 114
* * *
Lampiran:
Dokumentasi Penyaluran Infaq.
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"
(Qur'an Surah Al Munafiqun ayat 10)
Alahmdulillahi
Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para
Pengikutnya, Umat Islam. Kegiatan Silaturahim Bulanan Majelis Ilmu 114 ke-9
Tahun 1435H telah diselenggarakan pada hari Sabtu, tarikh 2 Dzulhijjah 1435H /
27 September 2014 di sekitar area Gelora Bung Karno, Senayan, Kota Jakarta
Selatan.
Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan dalam Silaturahim tersebut diantaranya adalah Shalat Berjama'ah, Makan bersama, Penyampaian Tafsir Qur'an Surah Az Zalzalah (download: https://soundcloud.com/majelis-ilmu-1/tafsir-surat-al-zalzalah), dan Penyaluran Infaq ke-72 s.d ke-76 kepada 5 orang Mustahiq yang terdiri dari 4 laki-laki yang bekerja sebagai pemulung dan 1 perempuan yang sudah lanjut usia, yang bekerja sebagai pedagang jamu gendong keliling, di sekitar area Gelora Bung Karno, Senayan, Kota Jakarta Selatan.
Terima kasih kepada Para Donatur dan Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan Silaturahim Majelis Ilmu 114 ke-9 Tahun 1435H / 2014M dapat terlaksana.
InsyaAllah upaya yang telah kita lakukan bisa bermanfaat besar, istiqamah, menjadi barakah untuk kita dan keluarga kita serta bernilai ibadah.
Walhamdulillahi Rabbil Alamin
Salam ShemangatzZz,
Imam Majelis Ilmu 114
* * *
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam. Kegiatan Silaturahim Bulanan Majelis Ilmu 114 ke-10 Tahun 1436H telah diselenggarakan pada hari Sabtu, tarikh 1 Muharram 1436H / 25 Oktober 2014 di daerah Slipi, Kota Jakarta Barat.
Pada hari Jum’at, 22 Dzulhijjah 1435H / 17 Oktober 2014, Majelis Ilmu 114 telah menyalurkan Infaq di Kota Makassar, Sulawesi Selatan kepada 3 orang mustahiq yang terdiri dari 1 orang laki-laki dengan pekerjaan pemulung sampah, 1 orang laki-laki dhuafa lanjut usia, dan 1 orang perempuan dhuafa yang cacat fisik. Selain itu, pada hari Sabtu, 1 Muharram 1436H / 25 Oktober 2014, Majelis Ilmu 114 telah menyalurkan infaq di sekitar daerag Slipi dan daerah Jakarta Selatan, kepada 3 orang mustahiq yang terdiri dari 1 orang laki-laki yang bekerja sebagai petugas kebersihan, 1 orang laki-laki dhuafa lanjut usia, dan 1 orang perempuan yang bekerja sebagai pemulung sampah.
Terima kasih kepada Para Donatur dan Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan Silaturahim Majelis Ilmu 114 ke-10 Tahun 1435-1436H / 2014M dapat terlaksana.
InsyaAllah upaya yang telah kita lakukan bisa bermanfaat besar, istiqamah, menjadi barakah untuk kita dan keluarga kita serta bernilai ibadah.
Walhamdulillahi Rabbil Alamin
Salam ShemangatzZz,
Imam Majelis Ilmu 114
* * *
Lampiran:
Dokumentasi Penyaluran Infaq Ke-77 s.d Ke-82.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. Salawat dan Salam kita sampaikan kepada Rasulullah SAW dan para pengikut beliau, Umat Islam. Semoga kita semua dalam kondisi sehat wal afiat serta dalam lindungan Allah SWT.
Bersama dengan surat ini (terlampir dokumentasi hasil kegiatan), Majelis Ilmu 114 mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan donasi dan kontribusi untuk Pengembangan Majelis sehingga kegiatan Silaturahim MI-114 bersama 20 (dua puluh) Anak Yatim dan/atau dhuafa di daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan dapat terlaksana pada hari Sabtu, tarikh 29 Muharram 1436H / tanggal 22 November 2014. InsyAllah setiap niat dan amal kita bernilai ibadah dan menjadi barakah untuk kita dan keluarga kita.
Demikian kami sampaikan, atas setiap dukungan yang telah diberikan kami ucapkan terima kasih.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "Majelis Ilmu 114" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke majelis-ilmu-1...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
le Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke majelis-ilmu-1...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
r />
<Laporan SL BAY November 2014.pdf>
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam. Kegiatan Silaturahim Bulanan Majelis Ilmu 114 ke-12 Tahun 1436H atau Muhasabah Majelis Tahun 1435H / 2014 telah diselenggarakan pada hari Sabtu, tarikh 20 Shafar 1436H / 13 Desember 2014 di Pamulang, Tangerang.
Pada Hari Sabtu-Senin, 20-22 Shafar 1436H / 13-15 Desember 2014, Majelis Ilmu 114 telah menyalurkan Infaq kepada 12 Mustahiq di daerah Pamulang, Ciputat, Pondok Labu, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, dan Grogol Jakarta Barat (dokumentasi terlampir). Dengan demikian, maka Alhamdulillah di Tahun 1435/1436H atau 2014 ini, secara keseluruhan Majelis Ilmu 114 telah menyalurkan infaq dan zakat kepada 114 mustahiq.
Terima kasih kepada Para Donatur dan Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan Muhasabah Majelis Ilmu 114 Tahun 1435-1436H / 2014M dapat terlaksana.
InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Alhamdulillahi Rabbil Alamin,
Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.
Pada
Hari Sabtu-Ahad, 12-13 Rabiul Awal 1436H / 3-4 Januari 2015, Majelis
Ilmu 114 telah menyalurkan Infaq kepada 4 Mustahiq di daerah CILACAP, JAWA TENGAH (dokumentasi terlampir).
Penerima manfaat adalah 1 orang laki-laki dengan pekerjaan sebagai pemulung sampah, 2 orang perempuan dengan pekerjaan sebagai pemulung sampah dan 1 janda fakir miskin.
Terima kasih kepada Para Donatur
dan Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan donasi dan kontribusi untuk pengembangan Majelis.
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Alhamdulillahi Rabbil Alamin,
Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.
Pada
Hari Sabtu, 26 Rabiul Awal 1436H / 17 Januari 2015 telah dilaksanakan Silaturahim Bulanan Majelis
Ilmu 114 ke-13. Pada kesempatan tersebut, Majelis
Ilmu 114 telah merekam audio Tafsir Qur'an (Ibnu Katsir) Surah Al Kautsar dan Surah Ad Dhuha, serta telah menyalurkan Infaq kepada 6 orang Mustahiq di daerah sekitar TAMAN SUROPATI, JAKARTA PUSAT (dokumentasi terlampir).
Penerima manfaat adalah 2 orang laki-laki dengan pekerjaan sebagai
pemulung sampah dan petugas kebersihan, 1 orang perempuan dengan pekerjaan sebagai pemulung
sampah, 2 orang laki-laki dengan pekerjaan jual beli barang bekas keliling, dan 1 orang laki-laki pedagang tisu.
Terima kasih kepada Para Donatur
dan Kontributor, serta Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan donasi dan kontribusi untuk pengembangan Majelis.
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.
Pada Hari Sabtu, 2 Jumadil Awal 1436H / 21 Februari 2015 telah dilaksanakan Silaturahim Bulanan Majelis Ilmu 114 ke-14. Pada kesempatan tersebut, Majelis Ilmu 114 telah merekam audio Tafsir Qur'an (Ibnu Katsir) Surah Ath Thariq, serta telah menyalurkan Infaq kepada 5 orang Mustahiq di daerah sekitar Kemang dan Senayan, Jakarta Selatan (dokumentasi terlampir). Penerima manfaat adalah 1 orang laki-laki lansia dengan pekerjaan sebagai pedagang air kemasan gelas, dan 4 orang laki-laki dengan pekerjaan pemulung sampah/petugas kebersihan.
Terima kasih kepada Para Donatur dan Kontributor, serta Para Sahabat Majelis, khususnya Lumbung Amal Shalih (LASH) yang telah memberikan donasi dan kontribusi untuk pengembangan Majelis.
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.
Pada Hari Ahad, 1 Jumadil Akhir 1436H / 22 Maret 2015 telah dilaksanakan Silaturahim Bulanan Majelis Ilmu 114 ke-15. Pada kesempatan tersebut, Majelis Ilmu 114 menghadiri acara Pengajian di kediaman Penasihat dan Sahabat Majelis (Bapak Amir Machmudin dan Bapak Adam Zulfikar), serta telah menyalurkan Infaq kepada 3 orang Mustahiq di Kota Bekasi, Jawa Barat (dokumentasi terlampir). Penerima manfaat adalah 1 orang anak perempuan dengan pekerjaan pemulung sampah, dan 2 orang laki-laki dengan pekerjaan pemulung sampah/petugas kebersihan.
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.
Pada Hari Kamis, 11 Rajab 1436H / 30 April 2015, MI-114 telah menyalurkan Infaq kepada 3 orang Mustahiq di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (dokumentasi terlampir). Penerima manfaat adalah 1 orang laki-laki pedagang tisu, dan 2 orang perempuan dengan pekerjaan sebagai officeboy.
Terima kasih kepada Para Donatur dan Kontributor, serta Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan donasi dan kontribusi untuk pengembangan Majelis.
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.
Pada Hari Sabtu, 5 Sya’ban 1436H / 23 Mei 2015, MI-114 telah menyalurkan Infaq kepada 10 orang Anak Yatim dan Dhuafa di daerah Lebak Bulus, Fatmawati, Jakarta Selatan (dokumentasi terlampir).
Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya donator yang telah memberikan donasi untuk pengembangan Majelis.
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
La ila ha illa Allah, Muhammad dar Rasulullah,
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.
Pada Hari Sabtu, 10 Ramadhan 1436H / 27 Juni 2015, Silaturahim Bulanan ke-18 MI-114 dan penyaluran infaq bulan Juni 2015 telah tertunaikan. Selain infaq Silaturahim, juga telah disalurkan Infaq kepada 3 Mustahiq yang terdiri dari 2 orang laki-laki dengan pekerjaan sebagai pemulung dan 1 orang perempuan dengan pekerjaan sebagai pedagang tisu, di daerah Ciledug Kreo, Tangerang Kota dan Jakarta Selatan (dokumentasi terlampir).
Terima kasih kepada Lumbung Amal Shalih (LASH), Donatur dan Para Sahabat Majelis, yang telah memberikan dukungan untuk pengembangan Majelis.
InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.
Walhamdulillahi Rabbil Alamin,
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.
Pada bulan Ramadhan-Syawal 1436H / Juli 2015, penerima manfaat kegiatan Baitul Mal MI-114 adalah 6 orang Mustahiq yang terdiri dari 1 laki-laki cleaning service dan penjaga Mushala, 1 laki-laki pemulung sampah, 1 laki-laki pedagang air keliling, dan 3 laki-laki petugas kebersihan di daerah Cengkareng, Banten dan Jakarta Barat (dokumentasi terlampir).
Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya donator yang telah memberikan donasi untuk pengembangan Majelis.
InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.
Walhamdulillahi Rabbil Alamin
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.
Pada bulan Syawal-Dzulqadah 1436H / Agustus 2015, penerima manfaat kegiatan penyaluran dana Baitul Mal MI-114 adalah 6 orang Mustahiq yang terdiri dari 1 perempuan lansia pedagang kecil, 2 laki-laki petugas kebersihan, dan 3 laki-laki pemulung sampah di daerah Jatinegara (Jakarta Timur), Grogol (Jakarta Barat), dan Kebayoran Baru (Jakarta Selatan).
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.
Pada bulan Dzulhijjah 1436H / September 2015, penerima manfaat kegiatan penyaluran dana Baitul Mal MI-114 adalah 4 orang Mustahiq yang terdiri dari 1 perempuan janda miskin di Tangerang Kota, 1 laki-laki pemulung di Kebayoran Baru, 1 anak perempuan tukang semir sepatu di Banda Aceh, dan 1 perempuan lansia korban tsunami di Banda Aceh.
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.
Pada bulan Muharram 1437H / Oktober 2015, penerima manfaat kegiatan penyaluran dana Baitul Mal MI-114 adalah 4 orang Mustahiq dan 1 Yayasan yang terdiri dari 1 perempuan lansia miskin di Matraman, 1 perempuan miskin di Kebayoran Baru, 1 perempuan miskin di Grogol, 1 anak yatim piatu di Tangerang Kota, dan donasi untuk Yayasan Jantung Indonesia.
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.
Pada bulan Shafar 1437H / November 2015, penerima manfaat kegiatan penyaluran dana Baitul Mal MI-114 adalah 5 orang Mustahiq yang terdiri dari 1 perempuan lansia miskin di Jatinegara, 1 anak perempuan usia sekolah pedagang tisu di Kebayoran Baru, 1 anak laki-laki usia sekolah pedagang tisu di Kebayoran Baru, 1 laki-laki petugas kebersihan di Grogol, 1 anak usia sekolah di Grogol.
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.
Pada bulan Shafar 1437H / Desember 2015, kegiatan penyaluran dana Baitul Mal MI-114 dilaksanakan di Cilandak Barat dengan penerima manfaat yaitu 15 orang anak yatim yang terdiri dari:
AKBAR PUTRA (USIA 12 TAHUN, SEKOLAH SMP KELAS 1)
TAUFIQ RAHMAN (USIA 16 TAHUN, SEKOLAH SMK KELAS 3)
RAIHAN SAMIR (USIA 11 TAHUN, SEKOLAH SD KELAS 6)
ARJUNA (USIA 9 TAHUN, SEKOLAH SD KELAS 3)
RIZQI RAMADHAN (USIA 9 TAHUN, SEKOLAH SD KELAS 1)
FARIS ADITYA (USIA 7 TAHUN, SEKOLAH SD KELAS 2)
ASTRID APRILIA (USIA 12 TAHUN, SEKOLAH SMP KELAS 1)
KARISMA (USIA 13 TAHUN, SEKOLAH SD KELAS 6)
SUNDARI (USIA 13 TAHUN, SEKOLAH SMP KELAS 1 ATAU KELAS 7)
DERA WULANDARI (USIA 14 TAHUN, SEKOLAH SMP KELAS 3)
ISMI SALFA HAKIM (USIA 12 TAHUN, SEKOLAH SMP KELAS 1)
SYIFA FAUZIA (USIA 13 TAHUN, SEKOLAH SMP KELAS 2)
ISNA ADE FANISA (USIA 9 TAHUN, SEKOLAH SD KELAS 5)
ANI JUWITA (USIA 10 TAHUN, SEKOLAH SD KELAS 5)
ADE IRMA (USIA 15 TAHUN, SEKOLAH SMK KELAS 1)
MERAPIKAN SHAF SHALAT
Dari Anas bahwa Rasulullah SAW Bersabda: “Rapikan (luruskan dan rapatkan) Shaf kalian, karena sesungguhnya rapinya shaf itu termasuk kesempurnaan shalat” (Riwayat Muslim) Meluruskan shaf dalam shalat berjama’ah merupakan sunnah Rasulullah SAW. Akan tetapi sangat disayangkan banyak kaum muslimin yang malah mengingkari orang yang mencoba menghidupkan dan mengakkan sunnah ini. Mereka merasa aneh dan risih ketika ada orang yang merapatkan shafnya kepada mereka. Mereka lebih suka bila shafnya longgar, ditambah lagi masing-masing jama’ah melonggarkan shafnya dengan membuat kavling dengan sajadah mereka. Mereka merasa risih apabila sajadah milik mereka diinjak oleh orang disebelah mereka. Anehnya lagi, ada sebagian imam shalat yang selalu menyampaikan hadits diatas tatkala hendak mendirikan shalat, akan tetapi ia sendiri enggan merapikan shafnya tatkala ia menjadi makmum. Sehingga seolah hal ini hanya menjadi formalitas belaka. Mereka hanya sekedar mengucap’ “luruskan dan rapatkan shaf” sambil menoleh kiri dan kanan, tanpa memperhatikan shaf para makmum, atau malah mendiamkan saja ketika ia melihat shaf yang kurang rapi (tidak rapat dan tidak lurus).
SHAF SHALAT MERUPAKAN KEISTIMEWAAN UMMAT ISLAM
Ibnu Rajab dalam Fathul Bari’
4/250-251 berkata; “Ketahuilah bahwa shaf dalam shalat merupakan kekhususan
yang Allah anugerahkan kepada ummat ini, karena dengan demikian menyerupai shaf
para malaikat di langit. Sebagaimana firman-Nya “dan sesungguhnya kami
benar-benar bershaf-shaf” (Ash Shaffat:165.)
PERINTAH MERAPIHKAN SHAF SHALAT
Banyak hadits-hadits dari Nabi
yang memerintahkan untuk merapihkan shaf kita, diantaranya adalah hadits yang
terdapat di awal risalah ini. Dalam hadits lain dinyatakan bahwa Nabi bersabda:
“Rapikanlah (luruskan dan rapatkan) shaf kalian, sesungguhnya rapinya shaf
termasuk bagian menegakkan shalat” (Riwayat Bukhari 723, dari Anas) “Rapikan
shaf kalian dan rapatkan, sesungguhnya aku melihat kalian dari belakang
pundakku” (Riwayat Bukhari 719, Muslim 434, dari Anas) “dari Ibnu Umar, bahwasanya
Rasulullah bersabda: “Rapihkan shaf, sejajarkan antara bahu, penuhi yang masih
kosong, bersikap lunaklah terhadap saudara kalian, dan janganlah kalian biarkan
kekosongan (Shaf) untuk syaitan. Barangsiapa yang menyambung shaf, maka Allah
akan menyambungnya, dan barangsiapa yang memutuskan shaf, maka Allah akan
memutuskannya.” (Riwayat Abu Dawud 666, dengan sanad shahih)
CARA MERAPIKAN SHAF
Tentang tatacara merapikan shaf
telah dijelaskan dalam banyak hadits Nabi, diantaranya adalah: “Rapikanlah
shaf-shaf kalian, sesungguhnya saya dapat melihat kalian dari punggungku”. Dan
seseorang diantara kami (para sahabat) merapatkan pundaknya dengan pundak
temannya dan kakinya dengan kaki temannya” (Riwayat Bukhari 725, dari Anas Bin
Malik)
PENUTUP
Sebagai akhir risalah ini, marilah kita berusaha menghidupkan sunnah ini. Karena merapikan shaf terdapat hikmah yang besar, diantaranya adalah;
1. Meraih kelurusan secara dzahir, sebagaimana hal itu juga dituntut secara bathin
2. Menyempitkan ruang lingkup syaithan dalam menghembuskan rasa was-was dalam shalat, sebagaimana dalam hadits diatas.
3. Menunjukkan kerapian dalam bentuk dan penampilan
4. Mencukupkan bagi masjid untuk menampung jumlah jama’ah yang banyak
5. Mendapatkan suatu keutamaan dengan mengamalkan satu perintah dari Rasulullah SAW
Akhirnya semoga Allah melapangkan hati kita untuk mengamalkannya
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "Majelis Ilmu 114" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke majelis-ilmu-114+unsubscribe@googlegroups.com.