Muhammadiyah Dukung Imbauan Polwan Berjilbab
Irawulan - detikSurabaya
Rabu, 04/03/2009 22:20 WIBSurabaya
- Imbauan Kapolda Jatim agar Polwan yang berada di jajarannya
menggunakan jilbab mendapat apresiasi dari Pengurus Wilayah
Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Asalkan, pelaksanaannya nanti tidak ada
unsur paksaan.
"Kita
dukung imbauan tersebut. Ini juga sebagai sarana pendukung tugas
polwan," kata Ketua PWM Jawa Timur Syafiq Mughni kepada
detiksurabaya.com, Rabu (4/3/2009).
Keinginan menggunakan jilbab
bagi polwan menurut Syafiq harus murni keinginan dari masing-masing
anggota. Kalau pun mereka tidak mau menggunakan tutup kepala atau
jilbab itu juga harus dihormati. "Jangan ada unsur keterpaksaan, harus
dari hati dan
murni keinginan diri sendiri," pinta Syafiq.
Bagi
polwan yang beragama lain tambah Syafiq juga tidak perlu takut jika
nantinya benar-benar ada aturan harus menggunakan jilbab. "Bagi polwan
yang beragama lain jangan takut, dan bagi yang muslim juga saling
menghormati," tandasnya.
Polwan Berjilbab Tidak Menurunkan WibawaHal
yang sama juga disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menurut MUI
imbauan berjilbab tidak akan mengurangi kewibawaan seorang anggota
polisi. MUI memuji anjuran yang disampaikan Brigjen Pol Anton Bachrul
Alam.
"Bagus artinya anjuran yang sangat baik," ujar Ketua MUI
Jawa Timur KH Abdus Shomad Buchori saat berbincang dengan
detiksurabaya.com.
Menurut Abdus, polwan dengan menggunakan
jilbab tidak akan mengurangi kewibawaan. Bahkan kata dia polwan akan
terlihat anggun. Sebab sebagai seorang muslimah menggunakan jilbab
adalah kewajiban. "Banyak kok ditempat kerja yang lain menggunakan
jilbab, terlihat anggun," ungkapnya.
Namun
harapan MUI tidak jauh berbeda dengan Muhammadiyah Jatim yang berharap
imbauan itu tidak ada unsur paksaan. Keinginan berjilbab harus datang
dari hati masing-masing. "Jangan ada paksaan," tandasnya
AWB