jak-kultur-lis: Deutsche Tonfilmklassiker / German Sound Classics

2 views
Skip to first unread message

Tanulihardja, Lanny

unread,
Dec 7, 2006, 10:42:08 PM12/7/06
to jak-kul...@goethe.de

 

Deutsche Tonfilmklassiker / German Sound Classics

 

MÜNCHHAUSEN

D 1943, s./w., 112 Min.

Regie: Josef von Baky

 

10.12., 16.30, Kine Forum TIM

12.12., 16.30, GoetheHaus

 

Der einzige wirkliche Fantasy-Film und die teuerste Produktion des NS-Kinos entstand 1943 zum 25-jährigen Jubiläum der Ufa. Das Drehbuch, frei nach Geschichte, die der Dichter Gottfried August Bürger 1786 veröffentlichte, verfasste der von den Nazis mit Schreibverbot belegte Erich Kästner unter Pseudonym; ihm sind die vielen politischen Spitzen zu verdanken und ein Held, der keine Führerfigur ist, sondern ein Individualist, der keine Länder, sondern Frauen erobert – eine Traumrolle für den virilen Hans Albers. Seine Abenteuer enden mit einer der schönsten Liebeserklärungen der Filmgeschichte.

 

 

MÜNCHHAUSEN

D 1943, hitam/putih, 112 menit

Sutr.: Josef von Baky

 

10.12., 16.30, Kine Forum TIM

12.12., 16.30, GoetheHaus

 

Satu-satunya film fantasi yang sebenarnya dan produksi termahal dari dunia film NS muncul tahun 1943 dalam rangka perayaan 25 tahun Ufa. Skenario film ini ditulis oleh Erich Kästner dengan nama samaran, karena dia dapat larangan menulis dari NAZI dan ide cerita diambil dari karangan Gottfried August Bürger yang diterbitkan tahun 1786. Erich Kästner berterima kasih untuk peristiwa-peristiwa puncak dalam dunia politik dan seorang pahlawan yang bukan figur pemimpin, tetapi seorang indivualis yang bukan menaklukan negara-negara tetapi perempuan – sebuah peran impian untuk Hans Albers. Petualangannya berakhir dengan satu pernyataan cinta terindah sepanjang sejarah film.

 

 

TITANIC

D 1943, s./w., 85 Min.

Regie: Herbert Selpin, Werner Klingler

 

11.12., 19.00, Kine Forum TIM

15.12., 16.30, GoetheHaus

17.12., 21.30, Kine Forum TIM

 

Geplant als antibritische Propaganda, gerichtet gegen den englischen Finanzadel, durfte der Film im Inland dann doch nicht gezeigt werden. Die Nazi-Zensoren fürchteten, die deutschen Zuschauer könnten in dem sinkenden schiff eine Metapher für den Untergang des „Dritten Reichs“ sehen. Schon vor der Fertigstellung war es zu einem tödlichen Eklat gekommen: Regisseur Herbert Selpin hatte Hitlers Wehrmacht kritisiert, wurde denunziert, verhaftet und wenig später in seiner Zelle erhängt aufgefunden. Spuren seines Films finden sich in vielen Remakes – auch in der Hollywood-Version von James Cameron.

 

TITANIC

D 1943, hitam/putih, 85 menit

Sutr.: Herbert Selpin, Werner Klingler

 

11.12., 19.00, Kine Forum TIM

15.12., 16.30, GoetheHaus

17.12., 21.30, Kine Forum TIM

 

Direncanakan sebagai propaganda anti Inggris, diarahkan kepada para bangsawan keuangan Inggris, tetapi sayangnya film ini dilarang diputar di dalam negeri. Sensor Nazi takut bila orang Jerman menonton film ini, mereka akan mengasosiasikan tenggelamnya kapal Titanic dengan tenggelamnya „Kerajaan Kegiga“. Sudah sejak sebelum film ini selesai terjadi hal yang mematikan: Herbert Selpin mengkritik pertahanan Hitler, dia dicap pengkhianat, ditangkap dan tak lama kemudian ditemukan mati tergantung di selnya.

 

 

M

D 1931, s./w., 107 Min.

Regie: Fritz Lang

 

12.12., 21.30, Kine Forum TIM

15.12., 14.00, Kine Forum TIM

17.12., 16.30, GoetheHaus

 

Ein Kindermörder geht um in Berlin. Die organisierten Verbrecher fühlen sich von der Fahndung der Polizei zunehmend gestört; sie beginnen ihrerseits mit der Jagd auf den psychisch gestörten Täter und verhängen über ihn die Todesstrafe.

„M“ gilt bis heute als einer der besten deutschen Filme, die je gedreht wurden. Fritz Lang hat früher als die meisten seiner Kollegen die künstlerischen Möglichkeiten des Tons erkannt – und die inneren Zusammenhänge zwischen Tönen und Bildern. So gelang es ihm, das Innenleben des Triebtäters so intensiv sichtbar zu machen, dass am Ende sogar Mitgefühl aufkommt.

 

M

D 1931, hitam/putih,  107’

Sutr: Fritz Lang

 

12.12., 21.30, Kine Forum TIM

15.12., 14.00, Kine Forum TIM

17.12., 16.30, GoetheHaus

 

Pembunuhan anak-anak kecil terjadi di sekitar Berlin. Organisasi penjahat merasa terganggu dengan penemuan polisi; mereka mulai memburu si pelaku dan menjatuhkan hukuman mati.

Sampai saat ini „M“ termasuk salah satu film terbaik Jerman yang pernah dibuat. Dibandingkan rekan-rekannya, pada waktu itu Fritz Lang diakui paling tahu seluk beluk membuat film bersuara – dan hubungan antara suara dan gambar, sehingga dia berhasil menggambarkan dengan jelas kehidupan batin para pelaku, sehingga pada akhirnya kita malah berempati kepada mereka.

 

LACHENDE ERBEN

D 1933, s./w., 86 Min.

Regie: Max Ophüls

 

13.12., 19.00, Kine Forum TIM

16.12., 16.30, GoetheHaus

 

Im dritten Spielfilm von Max Ophüls (dem vorletzten, den er in Deutschland inszenieren konnte) geht es um den erfolglosen Verzicht auf Vergnügen: Ein trinkfreudiger junger Mann darf vier Wochen lang keinen Alkohol genießen, wenn er die Sektkellerei seines Onkels erben will. Unterschwellig betreibt Ophüls eine listige Demontage der Mythen vom deutschen Rhein, an der Oberfläche erzählt er eine komische Geschichte über einen freundlichen kleinen Lebemann – zugeschnitten auf Heinz Rühmann, der seine Popularität wie kein anderer Star des deutschen Kinos über Jahrzehnte hinweg bewahren konnte.

 

LACHENDE ERBEN

D 1933, hitam/putih,  86 menit

Sutr.: Max Ophüls

 

13.12., 19.00, Kine Forum TIM

16.12., 16.30, GoetheHaus

 

Film panjang ketiga dari Max Ophüls ini bercerita mengenai gagalnya menolak kenikmatan: seorang pemuda pecandu minuman keras tidak boleh minum alkohal selama 4 minggu, bila dia ingin mewarisi pabrik pembuatan sekt milik pamannya. Tanpa disadari Ophüls membongkar satu mitos licik dari sungai Rhein di Jerman, secara sepintas dia menceritakan peristiwa lucu tentang seorang yang suka berfoya dan ramah – di sesuaikan dengan Heinz Rühmann, yang popularitasnya tidak bisa disaingi oleh bintang film Jerman manapun juga.

 

 

AMPHITRYON

D 1935, s./w., 99 Min.

Regie: Reinhold Schünzel

 

16.12., 14.00, GoetheHaus

 

Jupiter verlässt seinen Göttersitz auf dem Olymp, um in Theben die Frau eines Hauptmanns zu verführen. Alkmene aber wartet treu auf die Heimkehr Amphitryons aus der Schlacht. Der Gott greift zu einer List und nähert sich der Angebeteten in der Gestalt ihres Mannes. Frei nach Plautus und Kleist hat der Filmregisseur Reinhold Schünzel 1935 den antiken Stoff fürs Kino bearbeitet; in einer Zeit, in der es längst riskant war, der Obrigkeit, egal ob sie nun göttlich oder weltlich war, mit Mitteln der Parodie und der Satire zu begegnen, entstand eine subversive, doppelbödige Verwechslungskomödie.

 

AMPHITRYON

D 1935, hitam/putih, 99 menit

Sutr.: Reinhold Schünzel

 

16.12., 14.00, GoetheHaus

 

Jupiter meninggalkan tahtanya di Olymp, untuk menggoda istri seorang kapten di Theben. Sedangkan Alkmene tetap menanti dengan setia kepulangan Amphitryons dari pertempuran. Dewa mempunyai niat licik dan mendekati si pendoa dalam wujud suaminya. Di sadur secara bebas dari cerita Plautus dan Kleist. 1935 Reinhold Schünzel mengolah naskah ini menjadi skenario film bioskop, di masa, dimana sudah sejak lama berbahaya mengkritik pembesar, entah mereka dewa atau manusia, tetapi Schünzel berhasil mengolahnya menjadi komedi yang menghibur dan nyata.

 

DER BLAUE ENGEL

D 1930, s./w., 100 Min.

Regie: Josef von Sternberg

 

13.12., 14.00, Kine Forum TIM

17.12., 14.00, GoetheHaus

 

Der Untergang eines Spießers: Der Gymnasial-Professor Rath verfällt der Nachtclubsängerin Lola-Lola. Als Vorlage diente der Roman „Professor Unrat oder Das Ende eines Tyrannen“ (1905) von Heinrich Mann. Der Dramatiker Carl Zuckmayer hat am Drehbuch mitgearbeitet; für die Inszenierung verpflichtete Ufa-Chef Erich Pommer den Hollywood-Regisseur Josef von Sternberg. Vor der Kamera: Emil Jannings, der deutsche Mega-Star der 20er Jahre, und Marlene Dietrich in einer jener Rollen, mit denen sie in Hollywood Karriere machte: eine undurchschaubare Frau, die den Männern zum Verhängnis wird.

 

DER BLAUE ENGEL

D 1930, hitam/putih, 100 menit

Sutr.: Josef von Sternberg

 

13.12., 14.00, Kine Forum TIM

17.12., 14.00, GoetheHaus

 

Runtuhnya seorang yang picik: seorang guru SMA menjadi budak penyanyi club malam Lola-Lola. Cerita ini diambil dari novel „„Professor Unrat oder Das Ende eines Tyrannen“ (1905) karya Heinrich Mann. Carl Zuckmayer, seorang penulis teater ikut mengolah skenario, penyutradaraan ditangani oleh seorang sutradara Hollywood, Josef von Sternberg yang mendapat tugas dari direktur Ufa Erich Pommer. Di depan kamera: Emil Jannings, seorang maha bintang Jerman tahun 20an, dan Marlene Dietrich, yang mulai merintis karir di Hollywood: seorang wanita yang sulit ditembus, yang membawa banyak bencana pada para lelaki.

 

DER KAISER VON CALIFORNIEN

D 1935/36, s./w., 97 Min.

Regie: Luis Trenker

 

14.12., 16.30, GoetheHaus

16.12., 21.30, Kine Forum TIM

 

Er gilt als der schönste deutsche Western, der je gedreht wurde: Trotz seines Pathos kommt DER KAISER VON KALIFORNIEN mit wenigen Dialogen aus und zeigt ein im deutschen Kino ungewöhnlich intensives Gespür für Landschaften. Als Grundlage dürfte Luis Trenker der historische Roman „L’Or“ von Blaise Cendrars über das Leben Johann August Suters gedient haben: Suter kolonisierte ab 1839 im Sacramento-Tal ein riesiges Gebiet, bis das Goldfieber sein agrareich vernichtete. Am Ende dieses fast ikonographischen Films dominiert, ganz untypisch für seine Entstehungszeit, ein Gefühl von Vergeblichkeit.

 

DER KAISER VON CALIFORNIEN / KAISER DARI KALIFORNIA

D 1935/36, hitam/putih,  97 menit

Sutr.: Luis Trenker

 

14.12., 16.30, GoetheHaus

16.12., 21.30, Kine Forum TIM

 

Film ini termasuk salah satu film Western terindah Jerman yang pernah diputar:  walau sangat bersemangat  tetapi film ini  tidak banyak dialog dan membawa kepada bioskop Jerman satu pemandangan yang tidak biasa secara intensif. Dasar cerita ini diambil dari novel sejarah „L’Or“ karya Blaise Cendrars yang bercerita mengenai kehidupan Johann August Suters: Sejak 1839 Suter menduduki satu wilayah yang sangat luas di lembah Sacramento, sampai demam emas menghabiskan semua perkebunannya. Film yang penuh icon ini pada akhirnya menunjukkan perasaan kesia-siaan

 

 

DER KONGRESS TANZT

D 1931, s./w., 97 Min.

Regie: Erik Charell

 

9.12., 14.00, Kine Forum TIM

13.12., 16.30, GoetheHaus

 

Wien, anno 1815: Nach der Niederlage Napoleons versammeln sich die Staatsmänner und Fürsten Europas zu einem Kongress, um über eine politische Neuordnung des Kontinents zu entscheiden. Vor dem Hintergrund des historischen Konferenz erzählt Regisseur Erik Charell eine Liebesgeschichte, angesiedelt zwischen Operette und Musical. Während sich Zar Alexander einem amourösen Abenteuer mit einer Handschuhmacherin widmete, muss sein

Doppelgänger den Staatspflichten nachkommen; die Politik wird zur Farce. In den Hauptrollen: Willy Fritsch und Lilian Harvey, das Traumpaar im deutschen Kino der 30er Jahre.

 

DER KONGRESS TANZT

D 1931, hitam/putih,  97 menit

Sutr.: Erik Charell

 

9.12., 14.00, Kine Forum TIM

13.12., 16.30, GoetheHaus

 

Wina, tahun 1815: setelah kekalahan Napolean para petinggi negara dan raja-raja Eropa berkongres untuk menetapkan peraturan baru dalam bidang politik untuk kontinen mereka. Peristiwa ini melatarbelakangi satu kisah cinta, yang dibawakan antara opera dan musik. Sementara Tsar Alexander sedang bercinta dengan seorang pembuat sarung tangan, orang yang serupa dengan beliau harus mengikuti seluruh kewajiban kenegaraan; politik menjadi lelucon. Pemeran utama: Willy Fritsch dan Lilian Harvey, pasangan impian dalam dunia film Jerman tahun 30an.

 

DIE DREI VON DER TANKSTELLE

D 1930, s./w., 90 Min.

Regie: Wilhelm Thiele

 

11.12., 16.30, GoetheHaus

14.12., 21.30, Kine Forum, TIM

 

Ein frühes Musical als Antwort auf die globale Wirtschaftskrise: Nach der Pleite eröffnen drei verwöhnte junge Männer eine Tankstelle und verlieben sich in dieselbe Frau. Regisseur Wilhelm Thiele war einer der ersten, der die Filmmusik als integrierten Bestandteil der Handlung einsetzte, die Lieder aus der Story heraus entwickelte und damit ein methodisches Vorbild schuf für viele spätere Hollywood-Musicals. DIE DREI VON DER TANKSTELLE ist ein schwerelos leicht ausgeführter Geniestreich des frühen Tonfilms, entstanden in einer einmaligen, bald unwiederbringlich verlorenen Konstellation.

 

 

DIE DREI VON DER TANKSTELLE

D 1930, hitam/putih,  90 menit

Sutr.: Wilhelm Thiele

 

11.12., 16.30, GoetheHaus

14.12., 21.30, Kine Forum, TIM

 

Tiga lelaki muda membuka sebuah usaha pompa bensin, setelah mereka bangkrut. Ketiganya jatuh cinta pada seorang wanita yang sama.

Sutradara Wilhelm Thiele merupakan orang pertama yang menjadikan musik bagian utuh dari sebuah film, lagu-lagunya mengalir dari alur cerita dan film ini dijadikan acuan oleh banyak film musikal Hollywood.

 

 

 

Lanny Tanulihardja

Programmabteilung

Goethe-Institut Jakarta

Jl. Sam Ratulangi 9-15, Menteng

Jakarta Pusat

Tel. +62-21-235 50208

Fax +62 21 235 50021

www.jakarta.goethe.de/jakarta

 

 

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages