Re: Penatalaksanaan Vulnus Laceratum Pdf 19

0 views
Skip to first unread message
Message has been deleted

Anna Pybus

unread,
Jul 12, 2024, 12:46:51 AM7/12/24
to lezelweireat

Vulnus laceratum biasanya disebabkan karena terjatuh, atau terkena benda tajam seperti pisau, pecahan kaca, dan lain-lain. Bila tidak segera diobati, luka robek bisa menyebabkan perdarahan yang serius hingga membahayakan nyawa. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menangani vulnus laceratum di sini.

Penatalaksanaan Vulnus Laceratum Pdf 19


DOWNLOAD https://cinurl.com/2yLR1U



Bila vulnus laceratum menyebabkan robekan yang tidak terlalu dalam, atau hanya di permukaan kulit saja, cara menanganinya bisa dengan melakukan perawatan luka biasa. Namun, luka robek yang dalam atau panjang bisa menyebabkan perdarahan yang banyak dan cepat, sehingga perlu dijahit oleh dokter.

Vulnus laceratum yang parah bisa mengeluarkan darah yang banyak dan deras. Hal itu tentu membuat siapa saja yang mengalaminya syok. Namun, berusahalah untuk tetap tenang agar kamu bisa melakukan penanganan dengan baik.

Bila perdarahan cukup banyak, penting untuk menghentikan hal tersebut agar kamu tidak kehilangan banyak darah. Kamu bisa menghentikan perdarahan dengan menekan area yang terluka dengan menggunakan kain atau handuk bersih. Setelah itu, angkat bagian tubuh yang mengalami perdarahan tersebut sedikit lebih tinggi (elevasi), yaitu sejajar dengan dada. Biasanya, perdarahan akan berhenti dalam 15 menit setelah melakukan penanganan ini.

Untuk luka ringan, mengoleskan salep antiseptik dan menutupnya dengan plester biasanya sudah cukup untuk mengatasi luka. Namun, bila vulnus laceratum cukup dalam, kamu perlu menemui dokter agar luka bisa dijahit.

Dalam mengobati luka robek, dokter bisa menggunakan teknik yang berbeda. Setelah membersihkan area yang terluka dan membuat area tersebut mati rasa, dokter bisa menutup luka dengan menggunakan lem kulit atau jahitan. Tergantung pada lokasi vulnus laceratum terjadi, dokter juga mungkin tidak menutup luka dan membiarkannya sembuh secara alami. Namun, hal itu berarti kamu perlu membalut luka dengan kain kasa.

Selain perdarahan, vulnus laceratum juga menimbulkan rasa nyeri. Kamu bisa mengatasi gejala tersebut dengan mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti acetaminophen atau ibuprofen. Dokter mungkin juga bisa meresepkan penisilin atau antibiotik lain bila ada infeksi atau risiko tinggi untuk mengembangkan infeksi.

Namun, ingat jangan mengonsumsi aspirin karena bisa menyebabkan atau memperlama perdarahan. Nah, kamu bisa mendapatkan obat dan vitamin yang kamu butuhkan dengan menggunakan aplikasi Halodoc.

Itulah cara penanganan vulnus laceratum yang bisa dilakukan. Penting untuk menjaga luka tetap bersih dan kering agar cepat sembuh. Gantilah perban secara rutin dan jangan lupa untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum mengganti perban.

Luka robek atau vulnus laceratum bukanlah luka biasa karena membutuhkan penanganan khusus. Apabila tidak segera diobati, luka robek bisa menyebabkan perdarahan serius hingga membahayakan nyawa. Namun, banyak yang belum mengetahui cara pertolongan pertama pada luka robek yang tepat.

Trauma gigi anak merupakan kasus yang sering dijumpai. Intrusi gigi merupakan salah satu akibat trauma berupa perpindahan gigi ke dalam soket alveolaris. Intrusi gigi permanen anak dengan pertumbuhan akar sempurna perlu segera ditangani untuk menghindari kerusakan permanen gigi dan jaringan pendukung. Reposisi secara bedah dipilih dengan pertimbangan kondisi umum, lama kejadian, keparahan dislokasi, kondisi mahkota dan pertumbuhan akar. Tujuan laporan ini adalah melaporkan keberhasilan pembedahan pada kasus fraktur dentoalveolar dengan multipel gigi intrusi. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke RSGM Prof. Soedomo dengan keluhan gigi masuk ke langit-langit setelah terjatuh kurang lebih 30 menit sebelum kedatangan. Keadaan umum baik, compos mentis, GCS 15, tanda vital normal, rasa sakit pada gigi atas (VAS = 7), tidak dicurigai cedera kepala atau trauma di tempat lain. Pemeriksaan klinis menunjukkan vulnus laceratum pada gingiva anterior maksila, empat gigi incisivus maksila (12,11, 21, 22) mengalami intrusi. Gigi insisivus sentral dan lateral kanan terlihat sepertiga mahkota, gigi insisivus sentral dan lateral kiri mahkota tidak tampak. Pemeriksaan radiografis menunjukkan intrusi gigi insisivus maksila dengan kedalaman lebih dari 7 milimeter, akar gigi telah tumbuh sempurna, dan tidak terdapat fraktur akar, fraktur mahkota maupun fraktur rahang. Tindakan yang dilakukan adalah reposisi gigi intrusi dan fiksasi interdental maksila. Perawatan bedah dan fiksasi interdental memberikan hasil yang sangat baik. Hasil kontrol pasca perawatan didapatkan oklusi normal, pasien mampu membuka dan menutup mulut tanpa ada gangguan, gigi-gigi intrusi dalam kondisi vital, mastikasi normal, dan estetika baik.

Andreasen JO, Bakland LK, Andreasen FM. Traumatic intrusion of permanent teeth, Part 2. A clinical study of the effect of preinjury and injury factors, such as sex, age, stage of root development, tooth location, and extent of injury including number of intruded teeth on 140 intruded permanent teeth. Dent Traumatol. 2006; 22(2): 90-98.

Andreasen JO, Bakland LK, Andreasen FM. Traumatic intrusion of permanent teeth. Part 3. A clinical study of the effect of treatment variables such as treatment delay, method of repositioning, type of splint, length of splinting and antibiotics on 140 teeth. Dent Traumatol. 2006; 22(2):99-111.

7fc3f7cf58
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages