Hal itu membuat keluarga pasien marah dan suster itu pun ditangkap. Setelah ditangkap, kaki suster itu dirantai dan dikunci di pintu bawah kecil dalam bangsal 13. Suster itu pun tewas dalam bangsal tersebut.
Ketika sedang berusaha beradaptasi, Nat yang ingin merokok pergi ke kamar mandi bangsal itu. Di sana, ia mendengar suara ketukan yang berasal dari sebuah pintu kecil yang menempel di lantai. Namun, ketika melihat pintu itu lebih dekat, Nat dikejutkan oleh Suster Frida (Lia Candrasari), yang mengingatkan Nat untuk tidak membuka pintu itu. Karena suara ketukan yang terus berlanjut, Nat pun kesal dan membuka pintu itu, tetapi tidak ada siapa-siapa di dalam sana. Esoknya, Nat bangun dan mengetahui bahwa Mina sudah sadar dan ketika ditanya suster yang berjaga siapa nama teman mereka yang sedang dirawat intensif, Nat menjawab bahwa namanya adalah Hera. Nat yang tidak ingin menghubungi keluarganya mencoba menelpon kekasihnya, Devon (Ario Bayu), yang tidak menanggapi telepon Nat karena ia berselingkuh dengan wanita lain.
Nat dinyatakan sudah sembuh dan boleh pulang, tetapi karena suatu alasan, Nat memilih untuk tetap berada di rumah sakit dengan dalih menunggu Mina dan Hera sembuh. Dokter Azis (Andika) yang menangani mereka pun dimarahi oleh dokter atasannya, Dokter Laksmi (Bella Esperance), karena membuka bangsal yang seharusnya tidak dibuka untuk pasien meskipun kapasitasnya sudah penuh. Val mengunjungi Nat dan Mina hingga malam, tetapi setelah ia pulang ke rumah, ia langsung menelepon kekasih gelapnya, yang sudah dicurigai oleh Nat. Malam itu, ketika Nat jalan-jalan, Mina yang ditinggal sendirian dalam bangsal pun dikejar oleh sesuatu, tetapi pintunya tidak bisa dibuka, yang menyebabkan ia mengetuk pintu dari dalam. Ketika bisa keluar, Mina dikejutkan oleh Suster Frida yang menyatakan bahwa Mina telah memulai sesuatu. Sebelum Mina bisa bertanya lagi, suster itu telah menghilang.
Malam itu, Nat dan Mina terus menerus diteror oleh sosok hantu yang terus mengejar mereka. Saat sedang kebingungan, mereka bertemu dengan Suster Frida yang menceritakan asal usul kutukan bangsal itu. 20 tahun yang lalu, ada seorang suster gila yang gemar mempermainkan nyawa pasien dengan menyuntikkan racun ke tubuh mereka. Hal ini membuat keluarga pasien marah. Setelah ditangkap, kaki suster itu dirantai, yang membuatnya tidak bisa berjalan, dan dikunci di dalam pintu bawah kecil dalam bangsal 13 itu hingga suster itu akhirnya tewas. Setelah itu, Suster Frida memberitahu bahwa dengan Nat membuka pintu itu dan Mina mengetuk pintu dari dalam, mereka telah memanggil arwah suster itu. Arwah itu harus dihentikan dengan cara menyegel kembali pintu kecil itu, di mana segelnya terlepas ketika Nat membuka pintu itu. Jika tidak, ia akan menyeret Nat dan Mina ke dalam ruang di balik pintu untuk mati bersama-sama.
Sementara di ruangan lain, Dokter Azis bertanya kepada Dokter Laksmi tentang bangsal tersebut. Dokter Laksmi tidak mengetahui hal pastinya, tetapi sekitar 20 tahun yang lalu, pasien di bangsal 13 tewas secara misterius, sedangkan suster jaga saat itu menghilang. Anehnya, orang-orang, termasuk orang pintar, yang melihat kejadian tersebut tidak mencari suster jaga itu, tetapi justru memasang segel penolak bala di bangsal 13, dan sejak itu bangsal tersebut ditutup selamanya.
Nat, yang sekarang terjebak di ruang bawah tanah di balik pintu itu, melihat bahwa tak hanya mayat suster pembunuh itu di sana, tetapi juga mayat Suster Frida, menjelaskan kenapa Suster Frida hanya muncul dan hilang seperti kabut. Rupanya Suster Frida adalah korban pertama dari hantu suster pembunuh, yang kemudian menjadi hantu untuk memperingatkan orang lain tentang kutukan bangsal tersebut. Suster Frida adalah suster jaga yang hilang 20 tahun lalu, sementara peristiwa suster pembunuh itu terjadi 20 tahun sebelumnya lagi. Film ini berakhir dengan Nat yang menjerit histeris meminta tolong dan dari luar, hanya terlihat seperti ada yang mengetuk di balik pintu di lantai bangsal 13 itu.
Film horor yang dirilis pada tahun 1981 arahan sutradara Sisworo Gautama Putra ini menampilkan ciri khas Sundel Bolong dengan tatapan matanya yang melotot ketika berinteraksi dengan manusia. Hal ini menjadikan makhluk halus bernama Sundel Bolong sebagai salah satu jenis hantu yang fenomenal diantara deretan film horor Indonesia pada masa itu.
Jika membahas genre film horor, tentu saja identik dengan hantu. Di Indonesia sendiri ada banyak film hantu yang mendapatkan rating bagus. Hal ini dikarenakan film horo hantu Indonesia tersebut berhasil menyampaikan cerita dengan baik sekaligus memberikan sensasi sendiri pada penonton yang membuat nagih.
Akan tetapi, seluruh rumah sakit yang didatangi oleh keduanya penuh, sehingga tidak dapat merawat Hera. Dikarenakan keadaaannya darurat, maka pihak rumah sakit akhirnya memutuskan untuk membuka kembali salah satu bangsal yang sudah lama ditutup, yaitu bangsal nomor 13 setelah 20 tahun dikunci.
Film hantu Indonesia yang kedua adalah film hasil recycle dari film Pocong yang sebelumnya tidak lulus sensor KPI. Film hantu satu ini dibintangi oleh Risty Tagor dan Revalina S. Temat. Film Pocong 2 berhasil menyuguhkan aura seram dan menyajikan cerita yang bagus. Bahkan, ketika menonton film ini, kamu akan dibuat kaget di beberapa adegang filmnya.
Mendengar judulnya saja sudah membuat bulu kuduk berdiri merinding, apalagi jika menyaksikan filmnya. Film Kuntilanak ini cocok bagi Grameds yang ingin mencari sensasi seram, mistis sekaligus menegangkan ketika menyaksikan film horor. Film Kuntilanak rilis pada tahun 2006 dan dibintangi oleh artis papan atas seperti Ibnu Jamil, Julie Estelle, Evan Sanders, Ratu Felisha dan lainnya.
Dibandingkan dengan rekomendasi film hantu Indonesia yang sebelumnya, film Keramat yang dirilis pada tahun 2009 berhasil menampilkan sudut pandang yang berbeda dan menghadirkan situasi yang lebih mencekam untuk para penonton.
Ketika menyaksikan film ini, Grameds juga akan mendapatkan beberapa kejutan di tengahnya, sehingga membuat penonton melompat ketakutan. Atau bahkan masih terbayang walaupun sudah selesai menonton film ini.
Film hantu Indonesia satu ini rilis pada tahun 2010 dan menceritakan tentang kisah pasangan mudah bernama Adjie dan Astrid dengan ketiga temannya yaitu Alam, Eko dan Jimmie. Mereka berlima terjebak dalam sebuah rumah seorang pembunuh misterius yang bernama Dara.
Film Rumah Dara mengambil sub genre horor yaitu slasher. Sub genre ini lebih berfokus pada penjahat yang pelakunya adalah manusia dan berperan sebagai pembunuh berantai. Berbeda dengan film horor lainnya, film satu ini tidak menampilkan hantu untuk menambah sensasi seram.
The Doll merupakan film hantu Indonesia yang rilis pada tahun 2016 dan salah satu film hantu yang menarik banyak penonton Indonesia. Film satu ini menceritakan tentang sepasang suami istri bernama Anya dan Daniel yang baru saja pindah rumah ke Bandung.
Film The Doll dibintangi oleh Shandy Aulia, Denny Sumargo dan Sara Wijayanto. Film hantu ini menceritakan tentang Daniel yang secara tidak sengaja membawa pulang sebuah boneka dari lokasi proyek tempat ia bekerja. Akan tetapi, boneka yang ia bawa tersebut ternyata tidak seperti boneka biasa. Setelah boneka tersebut masuk ke rumah mereka, kejadian aneh dan peristiwa mistis pun mulai terjadi.
Film hantu Indonesia kedelapan adalah film berjudul Mata Batin yang menjadi film horor yang cukup sukses di Indonesia karena berhasil meraih penonton sebanyak 1 juta penonton ketika pertama kali rilis.
Mata Batin mengisahkan tentang kisah seorang tokoh bernama Alia yang diperankan oleh Jessica Mila. Dalam film ini, mata batin Alia dibuka, sehingga ia mampu melihat makhluk gaib tidak kasat mata yang meminta tolong padanya.
Selain dibintangi oleh Jessica Mila, film Mata Batin juga dibintangi oleh sederet aktor dan aktris ternama lainnya, seperti Denny Sumargo, Bianca Hello dan Citra Orima, aktor dan aktris tersebut membantu menyampaikan kesan menyeramkan dan menegangkan pada film Mata Batin.
Sebagai tambahan informasi, film Mata Batin diangkat dari kisah nyata. Selain itu, film ini juga berhasil menduduki peringkat kedelapan sebagai film Indonesia paling laris pada tahun 2017, saking larisnya, film ini bahkan turut ditayangkan di luar negeri seperti di Malaysia dan Brunei Darussalam.
Film hantu Indonesia satu ini menceritakan tentang sebuah keluarga miskin serta malang yang dihantui oleh kematian sang ibunda yang meninggal usai sang ibu terbaring di tempat tidur selama kurang lebih tiga tahun karena suatu penyakit aneh yang membuat tubuhnya lemah.
Kisah pada film Ratu Ilmu Hitam menceritakan tentang sulitnya perjuangan dari seorang penyintas kekerasan seksual untuk meraih keadilan. Film ini rilis pada tahun 2019 dan disutradarai oleh Kimo Stamboel dari naskah Joko Anwar.
Film hantu Indonesia yang satu ini cocok bagi Grameds yang ingin menyaksikan bagaimana masa-masa kelam dari para remaja. Film Sunyi rilis pada tahun 2019 dan dibintangi oleh Angga Aldi yang berperan sebagai Alex.
Film yang satu ini dinilai cukup relate atau berhubungan dengan kehidupan yang dekat dengan teknologi seperti sekarang. Film Surat dari Kematian rilis pada tahun 2020 dan menceritakan tentang sekelompok mahasiswa di Yogyakarta yang ingin mencari-cari tentang berbagai macam cerita urban legend dari hantu bernama Mbak Rohanna yang berada di Jembatan Perawan, Yogyakarta.
Film satu ini tentu saja tidak asing di telinga Grameds atau mungkin Grameds justru sudah menyaksikan film KKN di Desa Penari? Film ini diangkat dari thread di Twitter yang sempat viral. Bahkan, sebelum rilis, film KKN di Desa Penari sudah menarik banyak minat penggemar horor Indonesia dan dinantikan oleh banyak orang.
KKN di Desa Penari harus mengalami beberapa kali penundaan tayang dikarenakan beberapa kendala seperti pandemi Covid-19. Film hantu Indonesia satu ini mengisahkan tentang enam mahasiswa yang tergabung dalam kelompok KKN. Keenam mahasiswa tersebut harus melaksanakan KKN di sebuah desa kecil, tokoh-tokohnya adalah Widya, Nur, Bima, Ayu, Anton, dan Wahyu yang harus terjun dan membuat beberapa program untuk KKN.
aa06259810