Tradisi Mudik bagi Ikhwah adalah ladang amal yang
menggiurkan...
sebentar lagi arus mudik kan datang...
persiapkan diri yang belum siap...
yang telah siap... makin bersiap-siaplah...
kesiapan ini bukan hanya semata kesiapan jasadiah,
kesiapan fikriyah bahkan kesiapan ruhaniyah pun mutlak diperlukan.
kesiapan jasadiah meliputi kesiapan fisik kita tentunya.
jangan sampai selama perjalanan kita merasa tidak bugar, hingga ketika di
kampung yang kita dapatkan adalah sakit. Sayang kan, jauh-jauh pulang hanya
untuk berbaring memulihkan kondisi tubuh yang tidak fit?
maka...
istirahatlah yang cukup sebelum melakukan perjalanan jauh,
siapkan bekal makanan yang bergizi, empat sehat lima sempurna yang lengkap,
hingga asupan gizi yang dibutuhkan tubuh berimbang.
Tapi yang harus kita perhatikan adalah kebiasaan membeli makanan-makanan
camilan untuk menemani perjalanan kita yang notabene itu adalah junk food
setidaknya kita minimalisasi dech, kita bisa kok menggantinya dengan
buah-buahan yang kita sukai, selain sehat, bergizi lagi dan variasinya juga
banyak, tapi jangan lupa, dicuci dulu sebelum memakannya yah...
Cobalah memilah-milah kembali bekal makanan kita.
kesiapan fikriyah yang dapat kita siapkan adalah dengan menyiapkan pemikiran
yang matang, biasanya kan kita yang dari kota terus pulang ke kampung bisa
dibilang memiliki pemikiran yang maju dibandingkan dengan mereka, gak mutlak
diperlukan sech,
jaga-jaga saja seandainya ada orang kampung yang mau mengajak kita berdiskusi
tentang hal-hal yang berhubungan dengan 'kemajuan'
setidaknya kita harus mengetahui keadaan tempat kita sekarang,
misalnya di Jakarta: ternyata sudah ada busway, penerapan 3 in one, kemacetan,
polusi, kasus-kasus yang sedang menggeliat terkait ganyang malaysia, kasus
korupsi, gempa, peledakan tabung gas dlsb.
tapi usahakan kita harus mencari sumber yang terpecaya, mencerahkan, dan
solutif...
sehingga mereka yang dari desa gak tahu berita yang sebenarnya seperti apa,
dapat mendapatkan pemikiran "kemajuan" tersebut.
kesiapan ruhaniyah
ini yang tidak kalah pentingnya bagi kita...
bisa dikatakan mudik merupakan moment yang benar-benar luar biasa bagi kita
untuk menyebarkan dakwah di kampung halaman masing-masing.
simple saja.
tidak harus berkoar-koar sampai suara kita serak untuk menyeru pada kebaikan
dan mencegah kemungkaran.
cukup dengan penampilan dan sikap kita saja, setidaknya hal ini bisa merubah
paradigma masyarakat sekitar tentang islam yang sesungguhnya.
ketika shalat, bagi yang pria, menyegerakan diri untuk segera pergi ke masjid,
bersikap santun,
dandanannya pun tidak norak.
bagi perempuan tidak bertabarruj.
Apalagi bagi yang sudah berkeluarga, pulang dengan membawa istri yang
berkerudung, anak-anaknya soleh-solehah, patuh sama abi umi-nya.
bukankah dengan begitu akan benar-benar 'meresahkan' hati masyarakat di kampung
untuk juga bisa dapat membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warohmah,
seperti kita???
bahwa itulah islam yang sebenar?
bayangkan,
berapa banyak juta ikhwah kita yang tersebar di seluruh Indonesia yang
melakukan ritual mudik ini,
yang dari jawa ke sumatera,
yang dari sumatera ke sulawesi,
yang dari sulawesi ke kalimantan
dan begitu seterusnya sehingga perputaran ini mengalir begitu dahsyatnya
inilah moment kita untuk memperbaiki citra islam yang islami.
jadi???
sudah siapkah kita untuk mudik, Saudaraku?