Sedikit Catatan tentang Mudik

1 view
Skip to first unread message

FERY FADLI

unread,
Sep 7, 2010, 11:52:24 PM9/7/10
to laskar-j...@googlegroups.com

Tradisi Mudik bagi Ikhwah adalah ladang amal yang menggiurkan...

sebentar lagi arus mudik kan datang...
persiapkan diri yang belum siap...
yang telah siap... makin bersiap-siaplah...

kesiapan ini bukan hanya semata kesiapan jasadiah,
kesiapan fikriyah bahkan kesiapan ruhaniyah pun mutlak diperlukan.

kesiapan jasadiah meliputi kesiapan fisik kita tentunya.
jangan sampai selama perjalanan kita merasa tidak bugar, hingga ketika di kampung yang kita dapatkan adalah sakit. Sayang kan, jauh-jauh pulang hanya untuk berbaring memulihkan kondisi tubuh yang tidak fit?
maka...
istirahatlah yang cukup sebelum melakukan perjalanan jauh,
siapkan bekal makanan yang bergizi, empat sehat lima sempurna yang lengkap, hingga asupan gizi yang dibutuhkan tubuh berimbang.
Tapi yang harus kita perhatikan adalah kebiasaan membeli makanan-makanan camilan untuk menemani perjalanan kita yang notabene itu adalah junk food setidaknya kita minimalisasi dech, kita bisa kok menggantinya dengan buah-buahan yang kita sukai, selain sehat
, bergizi lagi dan variasinya juga banyak, tapi jangan lupa, dicuci dulu sebelum memakannya yah...
Cobalah memilah-milah kembali bekal makanan kita.

kesiapan fikriyah yang dapat kita siapkan adalah dengan menyiapkan pemikiran yang matang, biasanya kan kita yang dari kota terus pulang ke kampung bisa dibilang memiliki pemikiran yang maju dibandingkan dengan mereka, gak mutlak diperlukan sech,
jaga-jaga saja seandainya ada orang kampung yang mau mengajak kita berdiskusi tentang hal-hal yang berhubungan dengan 'kemajuan'
setidaknya kita harus mengetahui keadaan tempat kita sekarang,
misalnya di Jakarta: ternyata sudah ada busway, penerapan 3 in one, kemacetan, polusi, kasus-kasus yang sedang menggeliat terkait ganyang malaysia, kasus korupsi, gempa, peledakan tabung gas dlsb.
tapi usahakan kita harus mencari sumber yang terpecaya, mencerahkan, dan solutif...
sehingga mereka yang dari desa gak tahu berita yang sebenarnya seperti apa, dapat mendapatkan pemikiran "kemajuan" tersebut.

kesiapan ruhaniyah
ini yang tidak kalah pentingnya bagi kita...
bisa dikatakan mudik merupakan moment yang benar-benar luar biasa bagi kita untuk menyebarkan dakwah di kampung halaman masing-masing.
simple saja.
tidak harus berkoar-koar sampai suara kita serak untuk menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
cukup dengan penampilan dan sikap kita saja, setidaknya hal ini bisa merubah paradigma masyarakat sekitar tentang islam yang sesungguhnya.
ketika shalat, bagi yang pria, menyegerakan diri untuk segera pergi ke masjid,
bersikap santun,
dandanannya pun tidak norak.
bagi perempuan tidak bertabarruj.
Apalagi bagi yang sudah berkeluarga, pulang dengan membawa istri yang berkerudung, anak-anaknya soleh-solehah, patuh sama abi umi-nya.
bukankah dengan begitu akan benar-benar 'meresahkan' hati masyarakat di kampung untuk juga bisa dapat membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warohmah, seperti kita???
bahwa itulah islam yang sebenar?

bayangkan,
berapa banyak juta ikhwah kita yang tersebar di seluruh Indonesia yang melakukan ritual mudik ini,
yang dari jawa ke sumatera,
yang dari sumatera ke sulawesi,
yang dari sulawesi ke kalimantan
dan begitu seterusnya sehingga perputaran ini mengalir begitu dahsyatnya

inilah moment kita untuk memperbaiki citra islam yang islami.

jadi???
sudah siapkah kita untuk mudik, Saudaraku?

M. Ghufron Ihsan

unread,
Sep 8, 2010, 2:57:03 AM9/8/10
to laskar-j...@googlegroups.com
saya tidak mudik, alhamd, perasaan lebih tenang, silaturrohim keluarga sudah waktu puasa ramadhan kmarin, tidak usah menunggu lebaran. selamat mudik bagi yang mudik, semoga keberkahan menyertai keluarga antum semua, taqabbalallah minna waminkum..

2010/9/8 FERY FADLI <mfey....@gmail.com>
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages