Tentang Kunci yang Pas (UWU)

5 views
Skip to first unread message

FERY FADLI

unread,
Aug 24, 2011, 11:07:24 PM8/24/11
to laskar-j...@googlegroups.com
"Mas Fe, mau ngabsen jam berapa?"
tanya Boris menghampiri ketika ayat ayat cinta kulantunkan di masjid Alamanah.
kulirik jam di hape: Sudah jam 06.09 (yang berarti jam yang sesungguhnya adalah jam 06.04)
Entahlah, terkadang orang memang suka memajukan waktu di jam-nya masing-masing, ada yang melebihkan lima menit, sepuluh, bahkan paling ektrem sekali adalah satu jam.
Alasan pun bermacam-macam. Alasanku sendiri mungkin seperti kebanyakan orang: biar bisa prepare dan gak buru-buru (padahal mah itu masalah psikologis aja biar kita tenang, ^_^"")

"hayo, mau sekarang?" ajakku.
"empat menit lagi mas, aku mau ke kamar mandi dulu" tawarnya.
"Oke, silakan!" setujuku
sambil menunggu Boris, aku pun melanjutkan kembali tilawah (yang masih harus kejar setoran di akhir-akhir ramadhan ini, -_-"")

istirahat sebentar, aku pun meluruskan punggung yang sedari tadi terasa kaku,
sambil digerak-gerakkan.

matahari masih menampakkan cahaya kemerahan di ufuk timur, masih bermanja-manja ria menyelimuti diri dengan selimut awan yang kian terurai menjadi seumpama selendang yang membenang.
kantuk tak kurasa menguat, entah kenapa selalu ada semangat yang tersisa atau tercipta ketika kita selesai i'tikaf, walaupun pada malamnya kita menyisakan waktu yang 'sedikit' untuk tidur (padahal mah banyak juga dink tidurnya, >.<")

Baiklah, rencananya adalah seperti ini:
1. abis dari masjid kita absen dulu jam 06.15,
2. taruh tas di ruangan kantor,
3. lalu pulang ke kosan untuk menyiapkan 'sesuatu', membereskan pekerjaan rumah yang belum selesai, lalu mandi, dan
4. berangkat ke kantor lagi.
Hosh!
Semangat!!!

Rencana 1 sampai dengan 2 berjalan dengan lancar...
setelah taruh tas diruangan yang kebetulan telah ada Pak Riyanto di ruangan, aku pamit untuk pulang terlebih dulu ke kosan.
aku pun mulai melenggang kangkung ke depan kantor untuk mencari angkot yang kan membawaku ke matraman.
tadinya Boris mau mengantarkanku, tapi tidak ada helm, makanya tawarannya kutolak selain juga agar tidak merepotkannya dan kulihat ia telah melaju dengan sepeda motornya.

Di Jalan depan kantor, tak kulihat kendaraan memadat,
semuanya begitu lengang di pagi hari, bahkan kulihat angkot 01 pun menyepi, dapat yang pas, aku pun naik.
dan begitulah sepanjang perjalanan ke matraman hanya aku sendiri yang menjadi penumpangnya.
yang biasanya perjalanan ke matraman dari kantor memakan waktu hampir satu jam, sekarang kurasa hanya memerlukan beberapa detik saja (kurang dari 15 menit)

Alhamdulillah yah akhirnya telah sampai juga di kosan.
Konflikpun mulai terjadi...
begitu aku naik tangga ke lantai 2, langkahku begitu berat kurasakan, bahkan hal yang paling logis untuk kulakukan sekarang adalah kembali ke kantor.
Deg...
perasaan mulai tidak enak
deg deg...
bentar lagi kuraih gagang pintu
Deg deg deg

Tidaaakkk!!!!
seantero bumi pun seakan menertawakan kebodohanku.
tempat pijakan pun rubuh (atau seperti itulah yang kurasakan)

tenang.. tenang... tenang..
aku berkata pada diriku sendiri...
pasti ada jalan keluarnya...

kupikir-pikir, apa yah jalan keluarnya?
yups.
bukankah mas penjaga kos punya kunci cadangan yah?
kenapa tidak mintakan saja ke beliau, biar dipinjam sebentar
^_^""
dengan langkah penuh percaya diri kumenuju ruangan Mas iyus,
kulihat ibu pencuci baju sedang menyetrika pakaian.

"Bu, mas Iyusnya ada?"
aku bertanya sambil menceritakan kunci kamar yang kutinggalkan di dalam tas.
sebenarnya biasanya sech aku kalau kemana-mana pasti bawa tas, tapi mungkin ini kesalahanku, aku pikir dengan menaruh tas di kantor dulu, orang ruangan kan pasti berpikiran bahwa aku sudah datang, sehingga tak perlu khawatir kalau ada apa-apa denganku...
eh, tidak tahunya seperti ini..

"ada mas, ketok aja pintunya" saran si Ibu

Tok tok tok...
mas Iyus pun keluar kamar dengan muka yang kusut karena abis tidur,
wah, aku jadi gak enak nech mengganggu tidurnya,
lalu akupun menceritakan maksud keperluanku...

"ada gak yah?" jawab mas Iyus
"tapi harus dicobain satu-satu mas, soalnya aku sendiri juga gak tau yang mana, mau?" tawarnya
"boleh dech mas, daripada harus balik lagi ke kantor kan malah repot" jawabku diplomatis,

"okey, bentar yah..." ia pun mulai mencari-cari...
hm.. ruangan kamar di kosan gak gak terlalu banyak, ditambah dengan instingku yang kuat yang biasanya mampu mengira2 sesuatu adalah 'sesuatu', masalah seperti ini mah kecil.

"ini mas" sodornya kunci-kunci itu ke aku...
kunci kunci???

tidaaaak.....!!!!
itu bukan kunci-kunci, tapi kunci kunci kunci kunci kunci kunci kunci kunci kunci kunci kunci kunci pangkat sembilan...

aku lemas seketika...
melongo sebentar adalah hal yang wajar kukira.
Shock.

ternyata yang mas iyus kasih adalah seember kecil penuh bermacam-macam kunci.

hiks-hiks...
"pinjem dulu ya mas..." kataku diyakin-yakinkan

sambil jalan ke atas aku menimbang-nimbang berat ember ini.
wow,
lumayan juga.
kulihat, ada berbagai macam kunci beraneka bentuk dan warna, kalau rasa kutak tau karena sedang puasa takut batal lagi kalau mencicipinya.
apalagi kalau sampai tertelan.
:hammer

baiklah..
tugasnya kan sederhana saja yah?
tinggal mencoba satu-satu.
simple tapi memakan waktu lama.

kupilih-pilih dulu, kita2 yang mana yah?
dicoba
:bukan

coba lagi
:juga bukan

yang ini
:bukan

yang itu
:juga bukan

yah... masih semangat
:Bukan

Harap-harap cemas
:bukan

kuambil lagi kunci yang lain
:bukan...

bukan bukan bukan...

(sepuluh menit kemudian)
kunci terakhir yang ada di ember
BUKAN!!

... dan pintu kamar pun masih tertutup rapat...
...............................................................................................................................................................
(Kamis, 25 Agustus 2011)


AL-HIKMAH:
mungkin mencoba-coba mengambil pelajaran/ibroh dari kejadian di atas

sebagian mungkin ada yang mengambil pelajaran: telitilah sebelum bertindak
persiapkan 'senjatamu' sebelum 'perang'
atau teruslah berusaha sampai detik penghabisan...


selain itu, mungkin penulis akan ambil sisi seperti ini: bahwa segala sesuatu telah ditetapkan/diperuntukkan untuk mereka yang pantas/memang cocok dan ditakdirkan untuknya.

jadi, pembahasan berikutnya akan mengarah kepada takdir.
kematian: segimana besarnya usaha orang untuk menghindarinya kalau kuncinya sudah ketemu (baca: saat kedatangan) untuk membuka 'pintu' kematian itu telah tiba, maka tidak ada yang dapat mencegahnya.
tahun, bulan, tanggal, hari, jam, menit, dan detiknya.
ataupun juga segimana besarnya ia untuk segera mendatangkan kematian, kalau belum waktunya ya pasti ada 'sesuatu' yang dapat mencegahnya.
banyak kasus percobaan bunuh diri yang dapat digagalkan (yang tidak dapat digagalkan ya berarti memang itu sudah waktunya,)
tapi jangan coba-coba ya...
kalau ternyata pas mau percobaan bunuh diri akhirnya mati kan masuk neraka
naudzubillahi mindzalik.

Rizki pun demikian: ada orang yang mengumpulkan harta untuk membeli rumah mewah, ketika uang terkumpul dan siap disetor ke penjual rumah misalnya, lalu ditengah jalan dirampok, ya berarti itu rumah bukan rizkinya.
Mungkin kalau pernah menonton film "Emak Ingin Naik haji", di situ diceritakan bahwa si Zein, anak si emak yang ingin banget naik haji, akhirnya mendapatkan tiket berangkat haji dari hasil undian.
karena belum rizkinya si Emak, tiket pun tak jadi milik emak karena si Zein mendapatkan kecelakaan saat ingin mengabarkan ke emaknya bahwa ia dapat haji. tiket terlepas dari tangan Zein dan hanyut.
tapi, akhirnya jalan rizki emak bukan dari undian, tapi dari arah yang tidak disangka-sangka.

lalu bagaimana dengan jodoh?
seperti pada kasus mencari kunci pintu kamar kosku yang pas,
sebagus atau sejelek apapun kunci itu,
besar atau kecil,
warnanya cemerlang atau kusam
kalau memang tidak pas, ya tidak akan terbuka pintu jodoh itu...
dia bukan jodoh kita dan katanya pasti ada suatu cara yang Allah tunjukkan bahwa memang akhirnya dia bukan jodoh kita.
Untuk contoh real atau kisah nyata, aku juga tidak pernah tau/tidak pernah dikasih tahu.
tapi.. contoh-contoh novel Kang Abik banyak yang menunjukkan teori "kunci pas" ini

seperti pada "Ketika Cinta Bertasbih" walaupun si Azzam ini muter2 nyari jodoh ke sana kemari, hingga diceritakan akhirnya mendekati hari pernikahan dengan Vivi, kalau memang bukan jodohnya Vivi ya tidak akan jadi, ditunjukkan dengan kecelakan yang menimpa dirinya dan ibunya.
'kunci' Azzam itu adalah Anna (yang walaupun sudah menikah tapi akhirnya cerai)
begitupun pada "Dalam Mihrab Cinta" atau "Cinta Suci Zahrana"
semuanya kembali ditentukan dengan 'kunci' yang pas untuk membuka 'pintu' perjodohan itu...

Lalu bagaimana dengan kisah pada "Ayat-ayat Cinta"?
'kunci'-nya Fahri bisa ada dua?
Aisyah dan Maria?
mungkin dapat diteorikan seperti ini: bahwa yang namanya kunci bisa di-duplikat menjadi dua tiga dan seterusnya kan?
kalau memang diperlukan untuk di-duplikat ya silakan.
tapi, seperti pada kasus pencarian kunci kamar kosku itu, kalau memang tidak ditakdirkan untuk ketemu dengan duplikat kuncinya, ya tidak akan ketemu.
jadi, seperti itulah...

^_^""

..........................................................

lalu...
so what?

apa inti pembicaraan di dalam tulisan ini?

sebenarnya,
pembicaraan di awal merupakan mukaddimah/kata pengantar dari apa yang ingin disampaikan penulis,
hal ini lebih khusus terkait dengan "Kunci Perjodohan'' Sang Penulis.
^_^""

dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim,
insya Allah, jika Allah mengijinkan, penulis ingin menyampaikan undangan (bagi yang bisa hadir) dan sebagai pemberitahuan (bagi yang tidak dapat hadir, sebagai berikut:

Mahasuci Allah SWT
yang menciptakan makhluk-nya berpasang-pasangan
perkenankanlah kami:

FERY FADLI (Fery)

dengan

SUTRIANA (Ana)

untuk melaksanakan syariat agama-Mu, mengikuti sunnah Rasul-Mu,
dalam membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah

Akad Nikah
Sabtu, 17 September 2011
Pukul: 09.00
di Rumah Mempelai Perempuan
Desa Tangkil, Kel. Srihardono, Kec. Pundong,
Bantul, Yogyakarta

Resepsi Pernikahan Episode I
Sabtu, 17 September 2011
Jam 10.00 s.d. 12.00
di Rumah Mempelai Perempuan
Desa Tangkil, Kel. Srihardono, Kec. Pundong,
Bantul, Yogyakarta

Resepsi Pernikahan Episode II
di Rumah Mempelai Lelaki
Sabtu, 24 September 2011
jam 11 s.d. 20.00 WIB
di Jl. gg. Sewu, Ds. Sumuradem Timur, RT 01/05
Kec. Sukra, Kab.Indramayu,
Jawa Barat

Mohon doa dan restunya...
........................................

Ya Allah,
sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui hati-hati telah berhimpun untuk mencurahkan kecintaan kepada-Mu, telah berjumpa dalam taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu.
telah berpadu dalam membela syariat-Mu

maka, teguhkanlah, Ya Allah, ikatan pertaliannya.
Kekalkanlah cinta kasihnya.
Tunjukillah jalan-jalan-Nya.
Penuhilah hati-hati tersebut dengan cahaya-Mu yang tidak pernah hilang.

Lapangkanlah dada-dada kami dengan kelimpahan iman kepada-Mu
dan indahnya bertawakkal kepada-Mu.

Hidupkanlah hati ini dengan ma'rifat kepada-Mu.
Matikanlah ia dalam syahid di jalan-Mu.

Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pelindung
dan sebaik-baik penolong.

Ya Allah, kabulkanlah...


.....................................................................................

EPILOG....

setelah itu, aku pun mandi ke kosan...
untung ada baju yang dijemur, sehingga bisa ganti baju, sementara baju yang lama kugantungkan dijemuran begitu saja... -_-"

lalu...
aku pun beranjak ke kantor, untuk menemukan dan memastikan bahwa "kunci" yang pas masih ada di sana...
^_^""


alhamdulillah....
wallahu a'lam bishowab

kharul agni wijaya

unread,
Aug 24, 2011, 11:18:43 PM8/24/11
to laskar-j...@googlegroups.com
Barokallahu akhiy, semoga dimudahkan yak

2011/8/25 FERY FADLI <mfey....@gmail.com>

widhi ridlo saputro

unread,
Aug 24, 2011, 11:40:13 PM8/24/11
to laskar-j...@googlegroups.com
Barrakallah Akhi... wah jogja nih... jalan jalan kita....
Tahun Depan InsyaAlloh beda ceritanya Akh...

bukan mas iyus yang diketok pintunya... cukup panggil "zawjati... buka-kan pintu pangeranmu datang.."
he he... InsyaAlloh pintu dibuka...
Kesimpulannya Ukh Ana itu kuncinya Akh Fery,
hem.... berarti besuk dikado peralatan reparasi kunci saja...he he...

Semoga dilancarkan hajatannya, dan dimudahkan...


360.gif

hasan....@gmail.com

unread,
Aug 25, 2011, 12:51:04 AM8/25/11
to laskar-j...@googlegroups.com
Baarokalloh Feyyy semoga dimudahkan :))

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: widhi ridlo saputro <tiyang...@gmail.com>
Date: Thu, 25 Aug 2011 10:40:13 +0700
Subject: Re: Tentang Kunci yang Pas (UWU)
360.gif

M. Ghufron Ihsan

unread,
Aug 25, 2011, 2:22:21 AM8/25/11
to laskar-j...@googlegroups.com
hehe, penyampaian i'lanah yang sungguh unik... ehm, semoga bisa hadir, karena deket rumah ^_^>, barakallah akhi!
--
M. Ghufron Ihsan
Directorate of State Cash Management
Prijadi Praptosuhardjo I Building, 4th Floor
Jln. Lapangan Banteng Timur No.2-4
Jakarta 10710
Phone : +62-21 3449230 -line  5408
Fax    : +62-21 3864779
HP     :  085717119171
360.gif

Muhammad Iqbal Arrizqi BSR

unread,
Aug 25, 2011, 4:53:40 AM8/25/11
to laskar-j...@googlegroups.com
Barakallah fer, semoga bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah

Anugrah Endrawan Yogyantoro

unread,
Aug 25, 2011, 5:01:35 AM8/25/11
to laskar-j...@googlegroups.com
baarokalloh.. #nyanyilagumaherzain #dancing

alhamdulillah mas gufron, sodara sekampung kita nambah uy ^^
doakan dimudahkan dtg yaa

2011/8/25 M. Ghufron Ihsan <guf...@gmail.com>
360.gif

FERY FADLI

unread,
Aug 25, 2011, 11:03:58 PM8/25/11
to laskar-j...@googlegroups.com
Terima kasih atas doa kawan-kawan semua...
semoga kita semakin barakah dengan kehidupan yang sedang dijalani...
360.gif

waluyo cilacap

unread,
Sep 5, 2011, 2:03:02 AM9/5/11
to laskar-j...@googlegroups.com
Jogja, Jogja,
Memang Istimewa,
Istimewa Kotanya...
Istimewa Orangnya..
( lagu Munas PKS yang baru lalu)

Lama tidak muncul millis kita...

Barakallah laka wa baraka 'alaika wajamaa, baina kumaa fikhoir...

Semoga bergabungnya kunci tersebut menjadi "MIFTAKHUL JANNAH', Amin Ya Rabbal Alamin...

(siapa menyusul...)

2011/8/26 FERY FADLI <mfey....@gmail.com>
360.gif
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages