Oleh. Ws. Sugiandi Surya Atmaja., S.Kom., M.Ag.
Bagi Umat Khonghucu Indonesia, Kyai Haji Abdurrahman Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Dur memiliki kesan yang mendalam di hati mereka. Karena Gus Dur telah mencabut Intruksi Presiden No. 14 tahun 1967 dan mengeluarkan keputusan presiden No. 6 tahun 2000. Gus Dur bagaikan malaikat penolong yang diturunkan Tian, Tuhan Yang Maha Esa untuk membantu merek agar dapat melakukan aktifitas agama secara terbuka kembali setelah di masa orde baru ruang geraknya dibatasi. Mengenang atas kebaikan dan jasa Presiden keempat ini, umat Khonghucu menyebutnya sebagai Bapak Khonghucu. Bahkan di salah satu tempat ibadah Khonghucu di Kelenteng Boen Bio Surabaya, diletakkannya photo Gus Dur disamping meja altar. Kelenteng Boen Bio merupakan kelenteng tertua di Surabaya yang memiliki sejarah panjang terha
dap perkembangan agama Khonghucu di Indonesia.