Pada umumnya untuk mengukur sejauh mana kemampuan dan pemahaman peserta didik, pendidik akan memberikan sebuah tes yang kemudian dari hasil tersebut akan memberikan sebuah gambaran yang memberikan informasi tentang sejauh mana keberhasilan pencapaian tujuan sebuah pembelajaran. Tes yang baik adalah tes yang dapat dipertanggung jawabkan kesahihan, kelayakan, ketafsiran, keterpercayaan, kebergunaan maupun efektivitas butir soal yang meliputi tingkat kesulitan dan daya pembeda yang baik, karena tidak semua butir soal dapat dianggap layak untuk diberikan kepada peserta didik.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah tingkat kesulitan, daya beda dan distraktor alternatif jawaban dari soal UAS bahasa Jerman kelas X semester genap SMAN 13 Surabaya TP 2017/2018. Pada penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan cara menganalisis tingkat kesulitan, daya pembeda maupun distraktor pada setiap butir soal dengan menggunakan rumus IF (indeks facility) dan ID (indeks discrimination).
Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa dari 40 butir soal multiple choice yang telah dianalisis hanya terdapat 19 butir soal tidak memenuhi indeks tingkat kesulitan, sedangkan dalam indeks daya beda sebanyak 32 butir tidak memenuhinya. Hasil akhir dari perhitungan indeks tingkat kesulitan dan indeks daya beda hanya terdapat 8 butir soal yang dapat dinyatakan layak, dan sisa 32 butir soal lainnya dinyatakan tidak layak. Hasil analisis indeks tingkat kesulitannya terdapat 27 butir soal yang tergolong mudah, 12 butir soal tergolong sedang, dan 1 butir soal tergolong sulit. Namun dari 27 butir soal yang tergolong mudah ini, sebanyak 18 butir soal dinyatakan tidak layak karena masuk dalam kategori butir soal yang terlalu mudah sehingga menyebabkan butir soal ini tidak dapat berfungsi sebagai pembeda kelompok tinggi maupun rendah. Dan pada 1 butir soal yang tergolong sulit tersebut juga dinyatakan tidak layak dikarenakan masuk dalam kategori dalam butir soal yang terlalu sulit. Sedangkan masih terdapat 3 butir soal lagi yang dinyatakan tidak layak dikarenakan hasil indeks daya bedanya minus atau kelompok rendah menjawab lebih banyak benar daripada kelompok tinggi. Butir-butir soal tersebut dapat dipertimbangkan kembali untuk diganti sedangkan sisanya masih bisa di revisi. Kemudian pada sebaran frekuensi alternatif jawaban pengecoh atau distraktor yang disediakan dalam 40 butir soal ini, dari total 160 alternatif jawaban pengecoh hanya 65 alternatif jawaban pengecoh yang berfungsi dengan baik sedangkan 95 lainnya tidak.
Pemakaian perangkat mobile yang saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok para pelajar. Peserta didik yang saat ini merupakan para kaum millenial atau generasi Z sangat senang menggunakan internet dalam berkomunikasi. Fakta ini terlihat bahwa pengguna smartphone semakin meningkat dan peserta didik generasi saat ini tidak terlepas dari smartphone dalam kehidupan sehari-hari. Menurut data indonesiabaik.id (2018) menyebutkan bahwa aktifitas penggunaan smartphone untuk hiburan lebih besar daripada belajar. Sedangkan saat ini pemerintah telah menetapkan adanya Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Nasional dalam bentuk CBT. Perkembangan teknologi yang sangat pesat ini juga memunculkan penyedia layanan untuk berlatih mengerjakan soal seperti Ruangguru, Kahoot, Qizzez dan lain sebagainya. Tetapi latihan soal bahasa Jerman masih sedikit, melalui pengamatan dalam penelitian Gamung banyak peserta didik masih mengalami kesulitan dalam pembelajaran bahasa Jerman dikarenakan kurangnya latihan. Beberapa media dapat digunakan untuk membantu belajar bahasa Jerman yang dapat digunakan oleh peserta didik dimana pun dan kapan pun, salah satunya media Quizspiel. Media Quizspiel merup akan sebuah media kuis yang berisi latihan soal bahasa Jerman dengan menggunakan smartphone. Latihan soal di dalam media ini adalah materi Freizeitbeschӓftigungen untuk kelas XII. Rumusan masalah penelitian ini adalah: bagaimana pengembangan media Quizspiel melalui Appy Pie sebagai latihan belajar bahasa Jerman kelas XII semester 1. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media Quizspiel melalui Appy Pie sebagai latihan belajar bahasa Jerman kelas XII semester 1. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan media menurut Sugiyono, yang terdiri dari (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) dan revisi desain. Instrumen yang digunakan adalah angket. Angket diberikan kepada guru bahasa Jerman untuk validasi. Setelah melakukan validasi didapatkan hasil 98,46% untuk soal dan 98,43% untuk media. Berdasarkan hal tersebut, media ini layak digunakan dalam belajar bahasa Jerman.
Use of mobile devices that are now a staple of students. Students who are currently millennials or generation Z are very happy to use the internet to communicate. This fact shows that smartphone users are increasing and current generation of students is inseparable from smartphones in everyday life. According to data from Indonesiaabaik.id (2018), the activity of using smartphones for entertainment is greater than learning. Whereas at this time the government has determined the existence of School End Exams and National Exams in the form of CBT. This very rapid technological development also raises service providers to practice working on questions such as Ruangguru, Kahoot, Qizzez and so on. But the practice of the German language is still small, through observations in Gamung research m any students still experience difficulties in learning German due to lack of training. Some media can be used to help learn German which can be used by students wherever and whenever, one of which is the Quizspiel media. Media Quizspiel is a media quiz that contains exercises about German using a smartphone. The problem training in this media is Freizeitbeschӓftigungen material for class XII. The formulation of this research problem is: how the development of Quizspiels media through Appy Pie as a learning exercise in German class XII semester 1. The purpose of this study is to produce Quizspiel media through Appy Pie as German learning exercises in class XII semester 1. The development model used is the development model media according to Sugiyono, which consists of (1) potential and problems; (2) data collection; (3) product design; (4) design validation; (5) and design revisions. The instrument used was a questionnaire. Questionnaires were given to German teachers for validation. After validating, the results were 98.46% for the questions and 98.43% for the media. Based on this, the media is suitable for use in learning German.
Untuk mengukur sejauh mana kemampuan dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah diberikan selama 1 semester , maka di akhir semester pendidik akan memberikan sebuah tes kepada peserta didik yang kemudian dari hasil tersebut dapat memberikan sebuah gambaran terhadap pendidik seberapa jauh keberhasilan capaian tujuan pembelajaran. Sebuah tes dapat dikatakan baik atau layak apabila tes tersebut dapat dipertanggung jawabkan kesahihan, ketafsiran, kelayakan, kebergunaan, keterpercayaan, maupun efektivitas butir soal yang meliputi tingkat kesulitan dan daya beda yang baik, karena tidak semua butir soal dapat sesuai dengan kriteria tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah tingkat kesulitan butir soal, daya beda dan efektivitas distraktor jawaban dari soal Ujian Akhir Semester Ganjil (UAS) bahasa Jerman kelas X SMAN 12 Surabaya TP 2019/2020. Penelitian yang saya lakukan di SMAN 12 Surabaya ini merupakan penelitian kuantitatif dengan cara menganalisis tingkat kesulitan, daya beda dan efektivitas distraktor dengan menggunakan rumus IF (Indeks Facility) dan ID (Indeks Discrimination). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa dari 50 butir soal pilihan ganda Ujian Akhir Semester Ganjil bahasa jerman kelas X SMAN 12 Surabaya terdapat 21 butir soal telah memenuhi syarat ITK, dan 13 butir soal telah memenuhi syarat IDB. Dan hasil akhir dari perhitungan indeks tingkat kesulitan dan indeks daya beda diketahui hanya 12 butir soal yang dapat dinyatakan layak. Dari hasil analasis tingkat kesulitan butir soal, telah terbagi 3 golongan soal yaitu mudah ,sedang dan sulit. Dari UAS ini diketahui 3 soal tergolong sulit, 7 soal tergolong sedang dan 40 soal tergolong mudah. Namun dari 40 soal tergolong mudah ini telah di analisis bahwa 29 soal tergolong terlalu mudah sehingga dinyatakan tidak berfungsi. Untuk hasil analisis Indeks Daya Beda telah diketahui terdapat 37 butir soal yang tidak layak dan diketahui juga dari soal tidak layak tersebut terdapat 13 butir soal yang indeks daya beda yang minus yaitu kelompok rendah lebih banyak menjawab benar daripada kelompok tinggi sehingga 13 soal tersebut tidak bisa di revisi dan diharapkan untuk dibuang dan diganti soal yang layak. Untuk sisa soal yang dinyatakan tidak layak dapat diperbaiki atau di revisi. Hasil Analisis Distraktor dari 250 opsi jawaban dan pengecoh, menunjukkan 133 opsi jawaban yang berfungsi baik, dan 117 tidak berfungsi baik.
b1e95dc632