TEMPO.CO, Jakarta - Serangan puisi kubu Prabowo Subianto terhadap Joko Widodo membuat loyalis calon presiden dari PDI Perjuangan itu bereaksi. Serangan balik tentunya dilancarkan lewat puisi pula.
Adalah Fahmi Habcyi yang menulis puisi untuk membela Jokowi. Kali ini Fahmi menciptakan puisi tentang Wiji Thukul, penyair kiri asal Solo yang menghilang bak ditelan bumi sejak 1998. Pria bernama asli Wiji Widodo ini diduga menjadi korban penculikan dan pembunuhan yang dilakukan militer kala itu.
Fahmi sebelumnya menciptakan puisi politik berjudul "Pemimpin Tanpa Kuda", "Rempong", dan "Aku Iso Opo". Ketiganya merupakan balasan atas puisi bikinan Fadli Zon, loyalis Prabowo, yang terakhir meluncurkan puisi "Raisopopo". (Baca: Prabowo Puji-puji Partai Islam)
Kau salah, kau pikir :
Dia tak pernah dipecat oleh sejarah
Juga tak pernah lari dari negeri
Kau tahu arti wiji?
Buahnya pun kalian nikmati
Walau ditabur digurun yang mati
Satgas Pelaksana Pembangunan Infrastruktur IKN menyebut rumah dinas menteri di IKN bisa ditambah jika presiden terpilih Prabowo Subianto membentuk kementerian baru. Pengamat menilai hal ini sebagai bentuk pemborosan anggaran.