Seorangwanita hamil bernama Kanti disekap di kandang kerbau. Dia dibebaskan oleh abdi raja bernama Brotoseno dan pelayannya yang tuna wicara, Sadi. Broto menjanjikan Kanti balas dendam sebelum membawanya ke rumahnya, dimana dia melakukan ritual ilmu hitam terhadap Kanti didepan cermin antik.
19 tahun kemudian, seorang pegawai hotel bernama Uma tak sengaja menjadi saksi pembunuhan ketika ia memergoki Karmila, pemiliki usaha barang antik, dan Pulungkusumo, putra dari Cokrokusumo, seorang abdi raja, pemimpin dari Loji Pusaka, dan musuh bebuyutan Broto, membunuh salah satu klien mereka yang tidak kooperatif. Karmila, Pulung dan pembantu mereka, Herman, menangkap Uma. Pulung yang ditugaskan untuk membungkam Uma hendak memperkosanya terlebih dahulu. Sebelum ia dapat melakukan hal tersebut, Uma tiba-tiba kerasukan, menembangkan durmo, dan mematahkan leher Pulung. Trauma, Uma memilih untuk pulang ke rumah, dimana diungkapkan bahwa dia adalah putri dari Broto. Sementara itu, Cokro dan Karmila harus menghadapi banyak masalah karena kematian Pulung. Diceritakan bahwa dahulu, Loji Pusaka memiliki dua cermin antik bernama Pengilon Kembar, tetapi salah satunya dicuri oleh Broto ketika dia hengkang dari Loji Pusaka. Karmila mengirim Herman untuk menuntaskan apa yang Pulung gagal lakukan. Ketika Herman hendak membunuh Uma, lagi-lagi dia kerasukan dan berbalik membunuhnya dengan menceburkannya di wadah air panas. Ketika Karmila hendak bertanya ke Cokro mengenai masa lalunya dengan Broto, ia tidak digubris. Karmila akhirnya berbincang dengan Nyi Kenanga, pelayan Loji Pusaka yang tahu seluk beluk rahasia antara Cokro dan Broto. Nyi Kenanga juga irit bicara dan hanya menyatakan bahwa sebentar lagi, kedua lelaki tua tersebut akan memerangi satu sama lain.
Sementara itu, untuk mendapatkan rasa kepercayaan Uma, Broto menceritakan masa lalunya dengan Kanti. Dia menceritakan bahwa Kanti adalah ibu dari Uma yang disekap oleh Cokro sebagai bagian dari rencananya untuk merusak reputasi Broto. Cokro lalu membunuh Kanti dan menggantungnya dengan tali supaya terlihat bahwa dia bunuh diri. Sebelum dia meninggal, Broto mengeluarkan janin di dalam Kanti yang lahir dengan selamat. Namun, kilas balik mengungkapkan bahwa Broto berbohong; Uma sebenarnya adalah hasil hubungan zina antara Cokro dan Kanti, seorang penari Jawa yang ia undang dalam suatu acara. Setelah dia dicampakkan, Broto menangkap Kanti dan mulai melatihnya menjadi senjata untuk menghancurkan Loji Pusaka. Rencananya terhenti sementara ketika Kanti bunuh diri setelah dia dibebaskan oleh Sadi yang mengasihaninya, tetapi Broto dapat menyelamatkan darah dagingnya, Uma, yang dia latih sebagai penerus Kanti. Diungkapkan pula bahwa Nyi Kenanga telah membelot dan bekerja sama dengan Broto untuk menggulingkan Cokro.
Di puncak cerita, Broto memanipulasi Uma sehingga dia bertekad untuk membunuh Cokro. Uma dan Sadi, yang hendak menghalangnya, berhadapan dengan Cokro dan pengawalnya. Sadi terbunuh dalam bentrok antara kedua sisi, tetapi Uma dapat melanturkan durmo dan mendatangkan arwah Kanti yang membunuh pengawal Cokro. Cokro yang terkecoh akhirnya dapat dibunuh oleh Uma. Jatuh pingsan, Uma dibawa kembali ke rumah Broto, dimana Broto, Nyi Kenanga, dan Karmila berniat untuk memulai sebuah usaha baru dengan dua cermin Pengilon Kembar yang sekarang telah bersatu kembali. Nyi Kenanga menamai usaha mereka "Mangkujiwo", karena mereka memangku jiwa Kanti.
Pada Mei 2019, Rizal Mantovani meluncurkan Jagat Sinema Kuntilanak yang berporos pada sekte Mangkujiwo.[1] Pada Oktober, Mangkujiwo diperkenalkan sebagai film pembuka Jagat Sinema Kuntilanak.[2]
Film Mangkujiwo 2 adalah salah satu film terbaru yang tayang di Januari 2023. Film ini merupakan terusan dari film Mangkujiwo 1 yang sukses pada 2020 lalu. Diproduksi Multivision Plus (MVP) Pictures, film Mangkujiwo 2 mulai tayang di biosko-bioskop pada Kamis 26 Januari 2023. Perlu diketahui, sekuel film Mangkujiwo ini masih masuk dalam 'Kuntilanak Universe'.
Mangkujiwo 2 melanjutkan kisah sebelumnya tentang misteri kematian Tjokro Kusumo (Roy Marten) yang misterius. Tjokro Kusumo dan Brotoseno adalah musuh yang saling memperebutkan loji pusaka hingga keduanya saling memendam dendam.
Hingga kemudian Karmila (Karina Suwandi) memberi peringatan pada Brotoseno bahwa tanpa kunti, Mangkujiwo tidak memiliki senjata. Ditambah lagi dengan Nyi Kenangan (Djenar Maesa Ayu) yang menyarankan Brotoseno bersekutu dengan makhluk gaib agar mendapatkan kekuasaan.
tirto.id - Film Mangkujiwo 2 saat ini sedang tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Mangkujiwo adalah film horor Indonesia yang film pertamanya tayang pada 2020 dan disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis.
Mangkujiwo pertama kali muncul dalam film Kuntilanak yang dirilis pada tahun 2006. Film yang disutradarai oleh Rizal Mantovani ini dibintangi oleh Julie Estelle, Evan Sanders, Ratu Felisha, Ibnu Jamil, dan lain-lain.
TEMPO.CO, Jakarta -Satu lagi film horor yang meramaikan industri film Tanah Air. Mengangkat cerita rakyat yang beredar di masyarakat secara turun temurun, sutradara Azhar Kinoi Lubis mempersembahkan film terbarunya yang berjudul Mangkujiwo.
Kuntilanak adalah hantu yang dipercaya berasal dari perempuan hamil yang meninggal saat melahirkan. Berbeda dengan film tentang Kuntilanak lain, Mangkujiwo berupaya mengangkat cerita tentang makhluk halus yang terkenal di Indonesia melalui sudut pandang berbeda.
Azhar Kinoi Lubis, yang akrab disapa Kinoi, tak sekadar menyajikan adegan mengagetkan alias jumpscare, tapi fokus pada kisah yang jadi awal mula terciptanya kuntilanak."Fokus ke penceritaan, tapi tetap jual atmosfer horor," kata Kinoi dalam konferensi pers di Jakarta, pekan lalu.
Mangkujiwo mengusung genre horor-thriller mengenai awal mula lahirnya kuntilanak. Film ini mencoba memperlihatkan sisi manusiawi dari Kanthi sebelum berubah jadi kuntilanak. Perubahan tak serta merta terjadi. Kita bisa melihat kuntilanak dari kacamata lain, bukan sekadar hantu menyeramkan, tetapi korban kesewenang-wenangan.Asmara Abigail dan Yasamin Jasem ditemui saat pemutaran perdana film Mangkujiwo di XXI Epiwalk, 24 Januari 2020. Mangkujiwo melalui arahan sutradara Azhar Kinoi Lubes diperankan oleh sejumlah aktor Sujiwo Tejo, Roy Marten, Asmara Abigail, Karina Suwandi, Yasamin Jasem, dan Djenar Maesa Ayu yang akan ditayangkan pada 30 Januari 2020. Tempo/Nurdiansah
Dikisahkan ada seorang perempuan bernama Kanthi (Asmara Abigail). Kanthi adalah perempuan biasa yang jadi korban perseteruan Brotoseno (Sudjiwo Tedjo) dan Cokrokusumo (Roy Marten) dalam memperebutkan pengaruh dan kekuasaan atas Loji Pusaka.
Perebutan itu membuat Brotoseno terpaksa melepas jabatannya karena difitnah oleh Cokrokusumo. Broto merencanakan balas dendam melalui bayi yang dikandung Kanthi, hasil hubungan gelap dengan Cokrokusumo.
Kanthi hidup menderita. Dia dipasung karena difitnah sebagai perempuan yang mengandung anak setan. Selama pemasungan, Kanthi dipaksa melewati proses yang membuatnya menjadi kuntilanak.Pemeran film bersama sutradara dan produser foto bersama usai pemutaran perdana film Mangkujiwo di XXI Epiwalk, 24 Januari 2020. Film Mangkujiwo merupakan film horor yang mengkisahkan asal mula sosok kuntilanak yang berkaitan erat dengan perseteruan antara dua tokoh keraton memperebutkan kekuasaan atas Loji Pusaka. Tempo/Nurdiansah
Mangkujiwo dibintangi juga oleh Yasamin Jasem, Karina Suwandi, Djenar Maesa Ayu, Septian Dwi Cahyo dan Samuel Rizal. Azhar Kinoi mengajak penonton untuk melihat strategi persaingan Broto dan Cokro yang mengorbankan perempuan tak bersalah.
Meski berdarah Batak, Kinoi mengaku taku tak kesulitan mengangkat tema yang lekat dengan budaya Jawa. Pasalnya, budaya Jawa dekat dengan dirinya sejak kecil. Kinoi menghabiskan masa kecil di Jawa Timur, akrab dengan budaya seperti ketoprak hingga ludruk.
Kinoi juga memasukkan unsur ilmiah, tak selalu mistis, agar penonton Mangkujiwo bisa mengikuti perjalanan Kanthi menjelma jadi salah satu hantu paling terkenal se-Nusantara. Elemen tubuh Kanthi disisipi dengan elemen makhluk lain yang merupakan perwujudan dari dedemit. Ada logika di balik perubahan Kanthi. "Saya ingin menghadirkan sesuatu yang mistis tapi ilmiah," katanya.
Kejadian mengerikan ini terjadi akibat perseteruan Brotoseno (Sujiwo Tejo) dan Cokrokusumo (Roy Marten), keduanya ingin mengambil alih kekuasaan loji pusaka. Benda antik itu mampu menutup akal sehat Brotoseno.
Dia berusaha keras membalaskan dendamnya kepada Cokrokusumo lewat perempuan bernama Kanti (Asmara Abigail). Selengkapnya, berikut sinopsis Mangkujiwo serta informasi terkait penayangan filmnya, yuk, simak di artikel berikut!
Namun, rencana jahat keduanya tertunda karena Kanti memilih jalan pintas dengan bunuh diri. Beruntung, Broto mampu menyelamatkan darah daging Kanti, yaitu Uma (Yasamin Jasem). Ia lalu melatihnya sebagai penerus ibunya, dengan tujuan menghabisi nyawa Cokrokusumo.
Tak terima Pulungkusumo mati sia-sia, Karmila menugaskan Herman (Kedung Darma) untuk membunuh Uma. Sayangnya, Uma kembali kerasukan makhluk gaib dan balik menghabisi nyawa Herman dengan menceburkannya di dalam wadah air panas.
Merasa heran, Karmila lalu bertanya ke Cokrokusumo terkait masa lalunya dengan Brotoseno, tetapi tak mendapat hasil yang memuaskan. Akhirnya ia menemui Nyi Kenanga (Djenar Maesa Ayu), dengan harapan mendapat jawaban dari pertanyaannya. Karmila lalu mengetahui jika hubungan Cokrokusumo dan Brotoseno kurang baik.
Brotoseno mulai membuka diri, dengan menceritakan kisah masa lalunya bersama ibu kandung Uma, yaitu Kanti. Dia menyebut ibu Uma disekap dan dibunuh oleh Cokrokusumo, dengan menggantungkan tubuh Kanti agar terlihat seperti bunuh diri.
Sebelum Kanti meninggal, Brotoseno menyebut berhasil mengeluarkan janin Kanti dengan selamat. Namun, masa lalu yang diceritakannya dibumbui kebohongan, sebab Uma merupakan hasil hubungan terlarang antara Cokrokusuma dan Kanti. Bagaimana nasib Uma selanjutnya?
Film ini merupakan hasil garapan sutradara Azhar Kinoi Lubis dan diproduseri langsung oleh Raam Punjabi. Selanjutnya, naskah Mangkujiwo ditulis apik oleh dua penulis berbakat, yaitu Dirmawan Hatta serta Erwanto Aphadullah.
3a8082e126