Jakarta Science Academy
unread,Sep 7, 2022, 12:10:10 AM9/7/22Sign in to reply to author
Sign in to forward
You do not have permission to delete messages in this group
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to Kursus Kecantikan & Estetika
Terdapat beragam cara untuk mempercantik wajah, salah satu di antaranya melalui prosedur filler dan botox. Kedua cara ini termasuk perawatan kecantikan yang tidak melibatkan operasi karena diberikan melalui suntikan. Sekilas, filler dan botox tampak mirip. Padahal keduanya memiliki sejumlah perbedaan baik dari sisi manfaat, ketahanan, efek samping, dan cara kerjanya. Kenali lebih dalam perbedaan antara keduanya agar tidak salah pilih perawatan.
Botox biasanya dipilih untuk mengatasi kerutan yang muncul akibat ekspresi wajah sehari-hari, seperti tersenyum, marah, dan mengernyit. Sementara itu, perawatan filler lebih condong untuk menambah volume pada bawah bibir, kantung mata bawah, pelipis, dan pipi yang berkurang volumenya akibat proses penuaan.
Cara kerja botox adalah mengurangi aktivitas saraf dalam otot dan menjadikannya lebih rileks. Hal ini akan membuat permukaan kulit jadi lebih halus dan kencang. Dalam prosedur ini, botox memanfaatkan protein dari bakteri Clostridium Botolinum yang dimasukkan ke dalam kulit melalui suntikan.
Berbeda dengan filler yang cara kerjanya adalah mengisi jaringan lunak di bawah permukaan kulit untuk menambah volume pada bagian wajah tertentu. Bahan filler yang umumnya digunakan antara lain asam hialuronat dan kalsium hidroksilapatite. Semua bahan ini aman digunakan karena telah melewati pemeriksaan dan pengujian oleh US Food and Drugs Administration.
Hasil dari suntik botox dapat bertahan selama 3-4 bulan lamanya setelah perawatan. Maka itu, jika ingin mempertahankan hasilnya lebih lama, disarankan melakukan suntikan ulang sesuai anjuran dokter.
Sementara filler, hasilnya tergantung dari bahan yang digunakan. Namun biasanya memiliki daya tahan lebih lama dibanding botox, sekitar 4 bulan hingga 2 tahun. Walau begitu, filler tetap membutuhkan perawatan lanjutan untuk mempertahankan hasil lebih lama dan maksimal.
Efek samping yang dapat muncul setelah penyuntikkan botox ataupun filler relatif ringan apabila dilakukan oleh dokter yang berkompetensi di bidangnya. Botox dapat menimbulkan dampak seperti memar pada kulit yang disuntik, reaksi alergi ataupun sakit kepala ringan. Filler juga dapat menyebabkan reaksi alergi, memar dan nyeri di area yang disuntikkan.