Re: [Bisnis-Smart] Mengapa Memulai Bisnis Bisa Berbahaya

2 views
Skip to first unread message

ipung ipung1

unread,
Oct 23, 2012, 10:32:36 PM10/23/12
to blogercikarang, kuliner...@googlegroups.com




1 New Message

Digest #2715

Message

Mon Oct 22, 2012 5:24 pm (PDT) . Posted by:

"rusman h" rusmanjh

Jika tampilan email ini kurang
baik, silahkan klik di sini..
<http://www.webconto h.com/emailgroup /mengapa- bisnis-berbahaya .html>
Berita-berita tentang risiko berbisnis yang mengakibatkan kesusahan,
seperti terlibat hutang, kebangkrutan fatal, disitanya
rumah, mobil dan harta benda lainnya, sudah sering kita dengar. Itu
semua memberi kesan pada kita bahwa berbisnis itu amat
berisiko, dan sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup rumah tangga
seseorang.

Saya kira, hal itu jugalah yang menyebabkan kebanyakan orang muda lebih
memilih jalan hidup yang dianggap aman-aman saja.
Yang paling klasik adalah, orang beramai-ramai mencari dan memperebutkan
lowongan pekerjaan yang ada di perusahaan-
perusahan mau pun di instansi-instansi pemerintah.

Tapi, apa benar berbisnis itu sedemikian berbahayanya?

Sesungguhnya, ada 2 cara untuk memulai sebuah usaha. Yang pertama adalah
cara yang berisiko minimal (tidak berbahaya), dan
yang kedua adalah cara yang penuh risiko (berbahaya). Ironisnya,
kebanyakan dari kita justru menempuh cara yang penuh
risiko! Apa sebabnya?

Dalam pengamatan panjang yang saya lakukan, terdeteksi bahwa penyebabnya
tidak lepas dari keterikatan kalangan menengah pada
zona nyaman. Kenyamanan sudah sangat-sangat dalam mengontaminasi cara
berpikir kalangan terpelajar. Akibatnya, dalam
merintis usaha pun, kita masih mengikuti pola-pola keterikatan pada zona
nyaman tersebut. Dan ini bahkan tidak disadari oleh
banyak pelaku kewirausahaan itu sendiri.

Sebagai contoh, banyak kaum muda berusaha untuk segera menyewa kantor
yang dianggap mapan, atau mengontrak ruko untuk
berjualan dengan tarif yang tidak murah. Ada juga yang langsung menguras
tabungan guna membeli bisnis waralaba dengan harga
ratusan juta, bahkan milyaran rupiah. Cara-cara seperti inilah yang
saya maksud sebagai cara-cara penuh risiko. Sebab,
sekali bisnis yang baru dirintis gagal, habis pulalah sumber daya
finansial yang seharusnya bisa diperuntukkan
menunjang kehidupan yang bersangkutan bersama keluarga.

Kecenderungan sepak terjang seperti itu sebenarnya banyak bersumber dari
pemikiran yang berorientasi pada zona nyaman.
Seperti kita ketahui, para karyawan profesional merupakan insan-insan
yang dimanjakan oleh lingkungan. Mereka sebelumnya
bekerja di gedung megah berinterior mewah yang dilengkapi alat pendingin
(AC) beserta segala kemudahan lainnya. Dengan
lingkungan yang sedemikian, mereka merasa memiliki status sosial yang
menyebabkan mereka dihormati oleh orang-orang
sekitar.

Nah, masalah status sosial inilah yang kemudian menjadi biang keladi
permasalahan. Pada saat sudah melakukan sebuah
"keberanian" dengan beralih profesi menjadi pengusaha, mereka
sebetulnya belum benar-benar berani untuk menanggalkan
zona nyaman yang berlabel "status sosial" tadi. Mereka tidak mau
kalau setelah tidak bekerja di kantor, orang akan
menganggap mereka sebagai orang-orang berprofesi tidak jelas,
luntang-lantung, pengobyek yang kerjanya serabutan ke
sana ke mari dan lain-lain. Mereka bahkan enggan memulai usahanya di
rumah sendiri yang tidak perlu mengeluarkan biaya
sewa.

Para pendamba bisnis ini ingin orang lain tahu bahwa mereka keluar dari
pekerjaan, adalah untuk menjadi pebisnis. Guna
menguatkan kesan itu kepada para tetangga di sekitar rumah, pada
teman-teman yang masih kerja di kantor dan pada
masyarakat pada umumnya, mereka merasa harus berada di sebuah
"kantor baru" atau bangunan bisnis baru yang jelas
alamatnya, jelas aktivitasnya, jelas statusnya dan bisa dilihat orang
lain sebagai sebuah prospek yang lebih bagus dari
karir mereka sebelumnya.

Dengan "pola pikir bawah sadar" seperti inilah,
pengusaha-pengusaha baru ini kemudian nekat membongkar tabungan, menjual
atau menggadai aset, mengambil hutang, memainkan kartu kredit dan lain
sebagainya, hanya untuk mempertahankan status
sosial sebagai sosok pengusaha yang memiliki premis bisnis jelas,
aktivitas jelas serta prospek bagus. Hebatnya, banyak
dari mereka menterjemahkan manuver ini sebagai "tindakan seorang
pebisnis yang harus berani mengambil risiko".

Pertanyaannya adalah: "Kalau ada risiko yang kecil, kenapa harus
mengambil risiko yang besar?"

Padahal, sebelum menerjuni dunia bisnis, kita sering kagum dengan
kesuksesan tokoh-tokoh bisnis yang prestasinya sungguh
fenomenal. Lantas, kalau kita kagum pada mereka, kenapa kita tidak
meniru jejak mereka saat-saat memulai usaha? Bukankah
David Packard dan Bill Hewlett, pendiri perusahaan global "HP"
memulai aktivitas usahanya hanya dari garasi rumah?
Demikian juga Steve Job dan Steve Wozniak, pendiri Apple yang fantastis
itu, menjalankan "kantor" pertamanya juga dari
garasi rumah, bukan menyewa kantor mewah di gedung pencakar langit?
Bahkan, bukankah Michael Marks dan Tom Spencer –
pendiri emporium bisnis berlabel "St. Michael" yang mashur –
memulainya dari status "tukang loak" di lapak kaki lima?

Melihat kisah-kisah mereka, masihkah kita harus malu meninggalkan zona
nyaman yang kita sebut sebagai "status sosial"
itu? (rh) (rh).

Rusman Hakim
Pengamat, Praktisi dan Konsultan Kewirausahaan
Owner milis: theprofec@yahoogrou ps.com
Email: rusman@media- wirausaha. com, rusmanjh@yahoo. com
Mobile: +62 816 144 2792, PIN BB: 2228.CCF3

We are making changes based on your feedback, Thank you !
The Yahoo! Groups Product Blog
GROUP FOOTER MESSAGE
Bisnis-Smart : Cerdas &  Bermartabat

Memiliki bisnis sendiri secara smart yang dilandasi nilai-nilai yang luhur untuk menggairahkan dunia bisnis di tanah air.

Kami sangat terbuka untuk semua kalangan yang ingin berdiskusi tentang bisnis dan pengembangannya. Namun, kami sangat tegas dan tertutup untuk bisnis MLM, arisan berantai, money game dan sejenisnya. Alasannya karena mengandung unsur kontroversial dan pro-kontra. Member yang posting MLM, Money game, dan sejenisnya akan langsung dibanned.

DILARANG IKLAN DI MILIS BISNIS SMART !!!

Salam sukses !
Moderator Bizmart

Member : 3.000-an, menuju 10.000 Entrepreneur Sukses


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages