Mana yang lebih menghasilkan (uang): leher ke
atas (otak) atau leher ke bawah ?
Banyak orang di dunia ini lebih senang
menggunakan uangnya untuk kepentingan leher kebawah, yakni membeli pakaian baru,
mobil baru yang tidak akan bisa menambah kekayaan mereka.
(Consumtive asset, life style)
Sedangkan jika mereka berani berinvestasi pada
leher keatas (otak), ke pembelajaran tentang property, bisnis, saham dan
internet , mereka bisa melipatgandakan kekayaan mereka
(Productive asset, passive income)
Saat berbicara soal mindset tentang uang,
pastikan kita bergaul, sharing dan belajar dengan orang yang tepat
Bagaimana cara berpindah dari gelombang orang
miskin menjadi gelombang orang kaya? Ada 2 cara :
1. bergaul dgn orang kaya
2. belajar dan terus belajar
Org kaya terus belajar dan tumbuh,
contohnya saya sangat kagum dengan pak Lukminto yg punya Sritex di solo luas
pabriknya saja 100 hektar dan merupakan produsen pakaian militer terbesar
didunia.
Bahkan rumahnya diresmikan oleh dua presiden,
yaitu Bu Megawati dan Pak SBY.
Pak Lukminto ini saja ingin terus belajar dan
belajar, bahkan mengundang saya untuk bicara di pabrik beliau. Begitu juga
dengan pak Teguh Kinarto di Surabaya yang punya perusahaan properti, beliau
terus belajar supaya anaknya juga terinspirasi untuk terus belajar.
Orang miskin merasa selalu tahu segalanya,
tidak mau belajar dan selalu punya seribu satu alasan untuk tidak belajar yg
akhirnya membuat mereka tidak belajar dan takut berinvestasi.
Dan itulah sebabnya mengapa mereka terus
miskin, karena tidak dapat melihat peluang , mengalokasikan uangnya, dan
berinvestasi dengan baik.
Sedangkan orang kaya selalu ingin terus
belajar, bahkan tidak peduli terhadap siapa pun yg mempunyai ide lebih baik
daripada dia.
Mereka berani membayar untuk belajar,
mentraktir orang yang jauh lebih kaya untuk belajar ilmunya. Oleh karena itu dia
bertambah kaya karena mengerti pola orang kaya.
(Tung Desem Waringin)
TDW University - Investasi Leher keatas
untuk Menghadapi Perubahan
Ipung/ 083894423763