.
Duh malangnya..
Jakarta,
Penghasilan tenaga kerja teknologi informasi (TI) Indonesia terendah
kedua di dunia, masih lebih rendah dari Ghana dan Filipina.
Ketua Umum Asosiasi Piranti Lunak Indonesia (Aspiluki) Djarot
Subiantoro mengungkapkan hal tersebut berdasarkan hasil survei
perusahaan konsultan internasional HK Kearney Consulting pada maret
2007, yang mensurvei indeks ranking 50 negara di dunia termasuk
Indonesia, dalam hal TI.
"Sedangkan untuk posisi nomor satu terendah ialah Vietnam," ujar
Djarot, usai konferensi ajang ICT Award 2007 di gedung Depkominfo,
Jakarta (26/6/2007)
Ia menuturkan, kriteria penilaian tarif biaya tersebut diukur dari
berbagai komponen yang meliputi biaya kompensasi, infrastruktur, pajak
dan peraturan.
"Tarif biaya ini salah satu dari tiga hasil survei, sementara dari
hasil dua survei lainnya mengukur tingkat
skill dan
business
environment," tukasnya.
Dari sisi
skill, lanjut Djarot, Indonesia berada di peringkat
14. Namun dari sisi
business environment Indonesia masuk di
jajaran paling buncit, yaitu posisi ke-49 dari 50 negara, hanya unggul
sedikit dari Senegal.
"Kekurangan kita adalah dari cara mengemas bisnis dan budaya kerja.
Orang-orang TI kita ini masih bekerja kaya seniman,
based on project.
Ini masalah kebiasaan, dan ini yang masih jadi PR (pekerjaan rumah-red)
kita. Mungkin kita harus sering mengadakan ajang kompetisi ICT, agar
memicu minat bisnis," jelas Djarot.
Sementara itu, di kesempatan yang sama, Dirjen Aplikasi dan Telematika
Cahyana Ahmadjayadi mengatakan, saat ini fokus di seluruh negara dalam
meningkatkan pertumbuhan ekonomi ialah pada industri yang mengandalkan
kreativitas, salah satunya software.
"Bahkan di Inggris sekalipun industri berbasis kreativitas tumbuh empat
kali lipat atau setara dengan 95 persen dari pertumbuhan ekonomi,"
bebernya.
Cahyana mengungkap, belanja TI Indonesia pada tahun 2007 diperkirakan
mencapai US$ 2 miliar, di mana 50 persen diantaranya dihabiskan untuk
membeli software.
"Ini peluang bagi industri kita untuk mencicipi pangsa pasar tersebut.
Salah satunya dengan mencari bibit unggul dari ajang ICT Award ini,"
imbuhnya.
ICT Award 2007
ICT award 2007 merupakan inisiatif dari Departemen Komunikasi dan
Informatika (Depkominfo) beserta gabungan asosiasi TI untuk
mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dan produk-produk ICT di
Indonesia agar lebih inovatif dan optimal.
Ajang ini terbagi atas 11 kategori seperti software, hardware dan
service. Pendaftaran dibuka mulai 1 Juli sampai akhir Agustus untuk
semua kalangan, baik perorangan ataupun perusahaan. Sedangkan proses
penjurian dimulai dari 1 September sampai 30 September 2007.
Pengumuman pemenang diumumkan pada 5 Oktober 2007. Penghargaan buat
pemenangnya, menurut rencana, akan dianugerahkan langsung oleh Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono pada 26 Oktober 2007.
(ash/ash)