Masihkah kalian menggunakan bahasa jawa dalam kehidupan sehari-hari?? Bahasa Jawa lebih efisien dari Bahasa Inggris lho, ini buktinya: walk slowly on the edge (side) of the road (mlipir) fall backward and then hit own head (nggeblak) got hit by a truck that is moving backward (kunduran trek) talk too much about unimportant thing (cangkeman) smearing one's body with hot ointment or liquid and then massaging it (mblonyoi) going without notice/permission (mlethas/mbludhus) taking the longer way to get to the destination (ngalang) riding an old bicycle (ngonthel) falling/ tripping forward (and may hit own face) (kejlungup) side effect after circumcision (gendhelen) hot pyroclastic cloud rolling down a volcano (wedhus gembel) a small, sharp thing embedded inside one's skin (susuben/ketlusupen) spending a lot of time doing nothing (mbathang) feeling uncomfortable because there is something that smells bad (kambon) things getting out from a
container accidentally because of gravity (mbrojol) get hit by thing collapsing on top of one's head/body (kambrukan/kembrukan) drinking straight from the bottle without using glass, where whole bottle tip gets into the mouth (ngokop) cannot open eyes because something is shining very bright (blereng) cannot hold bowel movement (ngebrok) something coming out from one's rear end little by little (keceret/kecirit) hanging on tightly to something in order to be inert (gondhelan) falling/ tripping accidentally because of a hole (kejeglong) doing something without thinking about the consequences (cenanangan) being overly active carelessly (pecicilan) feeling unwell because of cold temperature (katisen) making too much noise, disturbing other people (mbribeni) tripping over accidentally caused by wires, cloths, gowns etc. (kesrimpet) being alone (or with a companion) in the corner of a place/ room doing something suspicious (mojok) ignore
the notification (ndablek) Masihkah ada yang menganggap bahasa Inggris lebih hebat??Mari pakai bahasa Jawa... hahaha! NB: didapat dari milis mesin UNDIP postingannya alumni pak deyna + pak caesar
[Non-text portions of this message have been removed]
Mas Satrio,
Agak riskan kalau dari contoh terbatas lalu kita simpulkan Bahasa Jawa lebih hebat dibandingkan Bahasa Inggris atau sebaliknya. Meskipun Anda dapat mengatakan ini hanya guyon, sebagai orang Jowo saya ingin mengomentari agar tidak kebablasan.
Bukti yang dikemukakan menyangkut semantik atau arti kata. Dan arti kata ada hubungannya dengan cara penutur bahasa memandang alam sekitar. Misalnya bangsa Enuit (Eskimo) memandang penting benda bernama salju. Begitu pentingnya salju bagi orang Eskimo, sehingga ada 7 istilah untuk salju (Benjamin Whorf, 1940). Lantas apakah dengan begitu Bahasa Enuit lebih hebat dibandingkan bahasa Inggris?
RM
________________________________
From: Satrio Arismunandar <satrioari...@yahoo.com>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Kehebatan Bhs Jawa dibandingkan bhs Inggris...
Masihkah kalian menggunakan bahasa jawa dalam kehidupan sehari-hari?? Bahasa Jawa lebih efisien dari Bahasa Inggris lho, ini buktinya: walk slowly on the edge (side) of the road (mlipir) fall backward and then hit own head (nggeblak) got hit by a truck that is moving backward (kunduran trek) talk too much about unimportant thing (cangkeman) smearing one's body with hot ointment or liquid and then massaging it (mblonyoi) going without notice/permission (mlethas/mbludhus) taking the longer way to get to the destination (ngalang) riding an old bicycle (ngonthel) falling/ tripping forward (and may hit own face) (kejlungup) side effect after circumcision (gendhelen) hot pyroclastic cloud rolling down a volcano (wedhus gembel) a small, sharp thing embedded inside one's skin (susuben/ketlusupen) spending a lot of time doing nothing (mbathang) feeling uncomfortable because there is something that smells bad (kambon) things getting out from a
container accidentally because of gravity (mbrojol) get hit by thing collapsing on top of one's head/body (kambrukan/kembrukan) drinking straight from the bottle without using glass, where whole bottle tip gets into the mouth (ngokop) cannot open eyes because something is shining very bright (blereng) cannot hold bowel movement (ngebrok) something coming out from one's rear end little by little (keceret/kecirit) hanging on tightly to something in order to be inert (gondhelan) falling/ tripping accidentally because of a hole (kejeglong) doing something without thinking about the consequences (cenanangan) being overly active carelessly (pecicilan) feeling unwell because of cold temperature (katisen) making too much noise, disturbing other people (mbribeni) tripping over accidentally caused by wires, cloths, gowns etc. (kesrimpet) being alone (or with a companion) in the corner of a place/ room doing something suspicious (mojok) ignore
the notification (ndablek) Masihkah ada yang menganggap bahasa Inggris lebih hebat??Mari pakai bahasa Jawa... hahaha! NB: didapat dari milis mesin UNDIP postingannya alumni pak deyna + pak caesar
[Non-text portions of this message have been removed]
Bagus juga menggali kehebatan bahasa-bahasa daerah. Asal saja jangan dijadikan untuk meneguhkan 'kesombongan' kultural ke ranah kehidupan bernegara. Itu tidak sesuai dengan pesan Harold Laski.
Prof Laski mengingatkan bahwa dalam konteks kehidupan sipil bernegara, janganlah melihat diri sendiri mayoritas atas basis suku, agama dan kelompok. Caranya? Negara tidak melarang orang memikirkannya. Tetapi negara menjamin perlakuan yang sama untuk semua warganya secara impartial, sejauh seseorang warga negara membayar pajak, mematuhi hukum dan yang terpenting rela tewas diterjang peluru musuh atas nama negara.
Apakah Laski katakan atas nama suku atau agama? Tidak bro. Yang begitu (sepertinya menurut Laski adalah primitif) hanya berlaku jika yang dimaksud adalah komunitas suku atau agama...
Ok dalam bahasa Batak dua orang sahabat Tionghoa yang sejak belum merdeka sudah berjualan bakmi di kampung saya (versi aslinya di Balige, 20 km dari Porsea) . Kedua kedai bakmi ini menjadi pilihan, karena dua-duanya sering dibandingkan konsumen. Dan, dari rasa bersaing, merekapun lebih dahsyat menjadi saling iri. Cuma itu, setiap Imlek mereka juga salaman. Tetapi salaman mereka layaknya terbaur nilai tradisional. Nah, di kampung saya lauk yang murahan adalah ikan asin.
Tatkala bersalaman: Maka keduanyasaling ucap salam. Cuma itu ditambahkan: Hoh!...
bakmimu bau gu lam oh!.
Tak kalah sengit, sobat satunya katakan: Bakmi mu juga!
--- On Tue, 1/24/12, rahardjo mustadjab <bapak...@yahoo.com> wrote:
From: rahardjo mustadjab <bapak...@yahoo.com>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Kehebatan Bhs Jawa dibandingkan bhs Inggris...
To: "Forum-Pemb...@yahoogroups.com" <Forum-Pemb...@yahoogroups.com>
Date: Tuesday, January 24, 2012, 4:38 AM
Mas Satrio,
Agak riskan kalau dari contoh terbatas lalu kita simpulkan Bahasa Jawa lebih hebat dibandingkan Bahasa Inggris atau sebaliknya. Meskipun Anda dapat mengatakan ini hanya guyon, sebagai orang Jowo saya ingin mengomentari agar tidak kebablasan.
Bukti yang dikemukakan menyangkut semantik atau arti kata. Dan arti kata ada hubungannya dengan cara penutur bahasa memandang alam sekitar. Misalnya bangsa Enuit (Eskimo) memandang penting benda bernama salju. Begitu pentingnya salju bagi orang Eskimo, sehingga ada 7 istilah untuk salju (Benjamin Whorf, 1940). Lantas apakah dengan begitu Bahasa Enuit lebih hebat dibandingkan bahasa Inggris?
RM
________________________________
From: Satrio Arismunandar <satrioari...@yahoo.com>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Kehebatan Bhs Jawa dibandingkan bhs Inggris...
Masihkah kalian menggunakan bahasa jawa dalam kehidupan sehari-hari?? Bahasa Jawa lebih efisien dari Bahasa Inggris lho, ini buktinya: walk slowly on the edge (side) of the road (mlipir) fall backward and then hit own head (nggeblak) got hit by a truck that is moving backward (kunduran trek) talk too much about unimportant thing (cangkeman) smearing one's body with hot ointment or liquid and then massaging it (mblonyoi) going without notice/permission (mlethas/mbludhus) taking the longer way to get to the destination (ngalang) riding an old bicycle (ngonthel) falling/ tripping forward (and may hit own face) (kejlungup) side effect after circumcision (gendhelen) hot pyroclastic cloud rolling down a volcano (wedhus gembel) a small, sharp thing embedded inside one's skin (susuben/ketlusupen) spending a lot of time doing nothing (mbathang) feeling uncomfortable because there is something that smells bad (kambon) things getting out from a
container accidentally because of gravity (mbrojol) get hit by thing collapsing on top of one's head/body (kambrukan/kembrukan) drinking straight from the bottle without using glass, where whole bottle tip gets into the mouth (ngokop) cannot open eyes because something is shining very bright (blereng) cannot hold bowel movement (ngebrok) something coming out from one's rear end little by little (keceret/kecirit) hanging on tightly to something in order to be inert (gondhelan) falling/ tripping accidentally because of a hole (kejeglong) doing something without thinking about the consequences (cenanangan) being overly active carelessly (pecicilan) feeling unwell because of cold temperature (katisen) making too much noise, disturbing other people (mbribeni) tripping over accidentally caused by wires, cloths, gowns etc. (kesrimpet) being alone (or with a companion) in the corner of a place/ room doing something suspicious (mojok) ignore
the notification (ndablek) Masihkah ada yang menganggap bahasa Inggris lebih hebat??Mari pakai bahasa Jawa... hahaha! NB: didapat dari milis mesin UNDIP postingannya alumni pak deyna + pak caesar
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]