Dalam waktu singkatnya menjadi paus, ternyata banyak yang dilakukan oleh Paus Yohanes XXIII, salah satunya peranan penting dalam mencegah Perang Dunia ke III
1962
11 Oktober : Paus Yohanes XXIII membuka sidang Konsili Vatikan 2.
16 Oktober : Presiden John F. Kennedy mendapatkan foto-foto pangkalan peluru kendali di Kuba dari pesawat pengintai U-2. Uni Soviet diam-diam membangun pangkalan peluru kendali balistik yang memiliki hulu ledak nuklir. Sebagian besar wilayah Amerika Serikat bisa dijangkau dalam jarak tembak peluru nuklir itu.
22 Oktober : Presiden JFK menjelaskan kepada rakyat Amerika lewat televisi yang disiarkan ke seluruh dunia. Ia memerintahkan untuk memblokade seluruh wilayah teluk kuba. Amerika mengancam akan menghancurkan kapal dan pesawat soviet di wilayah blokade, kalau Soviet tidak membongkar pangkalan peluru kendali nuklir. PM Rusia Khruschev menolak, dan memberikan otoritas untuk meluncurkan senjata nuklir tersebut jika Amerika memasuki Kuba. Dunia di ambang Perang Dunia ke 3.
24 Oktober : Menanggapi keadaaan yang semakin memanas, Paus menulis surat kepada Presiden JFK dan PM Nikita Khruschev lewat kedutaan kedua negara tersebut di Roma.
25 Oktober : Dengan persetujuan dari JFK dan Khruschev, Paus Yohanes XXIII menyampaikan seruan damainya tersebut melalui Radio Vatikan :
“Pace! Pace! Pace ! Noi rinnoviamo oggi questa solenne implorazione. Noi supplichiamo tutti i governanti a non restare sordi a questo grido dell’umanità. Che facciano tutto quello che è in loro potere per salvare la pace. Eviteranno così al mondo gli orrori di una guerra, di cui non si può prevedere quali saranno le terribili conseguenze”.
Damai, damai, damailah! Pada saat kami sedang mencari kebaikan bersama pada pertemuan besar ini, kami hendak memperbaharui lagi seruan kami. Kami memohon dengan sungguh-sungguh, agar Anda para penguasa (Amerika dan Soviet) tidak tuli pada seruan kemanusiaan ini. Buatlah apa saja yang mungkin, terutama dengan kekuasaan dan kekuatan anda masing-masing, untuk menyelamatkan perdamaian dunia. Dengan begitu dunia dihindarkan dari perang yang sangat menakutkan ini, yang kita tidak pernah akan tahu konsekwensi seram apa yang akan kita hadapi!).
26 Oktober : Koran Soviet Pravda menerjemahkan dan memuat surat Paus Yohanes XIII.
Koran ini juga memberitakan PM Nikita Kruschev mendengarkan langsung seruan Paus lewat Radio Vatikan itu.
27 Oktober : JFK setuju memindahkan semua senjata yang dipasang di Italia selatan dan Turki jika Khruschev memindahkan seluruh misil yang ada di Kuba.
28 Oktober : Kruschev menarik semua peluru kendali nuklirnya dari Kuba. Begitulah, Perang Nuklir-pun terhindarkan. Dunia tidak jadi mengalami kehancuran akibat Perang Dunia III. Konsili Vatikan II dilanjutkan kembali.
---------
--
Adria Kosasih
Komsos Paroki Jalan Malang
0813.8000.3219