Fwd: Trs: Kalo bukan Jokowi, siapa ? Terserah penilaian anda .....

3 views
Skip to first unread message

Rinaldo Uneputty

unread,
May 29, 2014, 5:39:34 AM5/29/14
to Lanny Wibowo, Komsos Paroki St. Ignatius Group, Halim Sucipto
---------- Forwarded message ----------
From: "Babs Uneputty" <babsun...@yahoo.co.id>
Date: May 29, 2014 4:35 PM
Subject: Trs: Kalo bukan Jokowi, siapa ? Terserah penilaian anda .....
To:
Cc:


 




 




 
  Subject: Kalo bukan Jokowi, siapa lagi? ..........
 
 
Tulisan ini sangat bagus, dan terperinci. Kita semua sudah tahu, hanya males nulis, mungkin juga malas baca.
 
Tapi tolonglah kali ini jangan malas untuk mem Fwd kan, agar mereka yang masih mengharapkan bisa memetik keuntungan pribadi tanpa peduli pengorbanan orang banyak nantinya, bisa menjadi malu dan urung niatnya.
 
 
 
ANALISIS AKURAT, BACA SAMPAI HABIS!!

Jokowi Pencitraan Semata, Boneka, Plin plan, Antek Asing, Koruptor… walau menang nanti pemilihnya akan kecewa …!!!

Banyak yg mengatakan seperti itu dan percaya bahwa Jokowi memang seperti itu. Marilah kita bahas satu persatu hal tersebut.



Jokowi Pencitraan Semata..!!!



Citra Jokowi memang meroket .. semua media meliputnya… Jokowi jongkok, ikat sepatu, masuk got, garuk kepala, naik sepeda …apapun diberitakan media. Jokowi kerja, media mengikuti…. Pantes saja popularitasnya meroket .. Jokowi jadi media darling….

Salahkah Jokowi ? apakah Jokowi pepesan kosong yg dijadikan umpan utk pencitraan ? Yuk simak sedikit perjalanan dan apa yg dilakukan Jokowi.

Sejak menjadi Walikota Solo dan berhasil mengubah kota Solo lalu terpilih kembali menjadi walikota yg kedua kali tanpa kampanye besar ..tanpa baliho dan poster dimana2… Jokowi merebut lebih dari 90% pemilih….. Adakah tokoh lain yg seperti ini ? …dengan prestasi lokal yg extraordinary ini tentu media menjadi tertarik dan meliriknya. Prestasi di Solo menerbitkan kartu kesehatan dan kartu pendidikan untuk rakyat… relokasi PKL yg berhasil … bis wisata dan kereta wisata solo…. Menjadi buah bibir….Media mencari Jokowi …

Kemudian Walikota Solo Terbaik ke 3 di dunia ini pun melenggang ke Jakarta tetap dengan kesederhanaanny a. Tokoh yg telah selesai dengan dirinya sendiri ini menunjukkan ketulusannya, apa adanya… berbeda dng pejabat publik yang ada yg perlente, jaim, protokoler dan jaga jarak… dia menjadi antitesa… media sangat tertarik dng tokoh yg berbeda dan berkarakter kuat ini…. Jokowi tdk punya media…. Tapi Jokowi bersahabat dng media… dia piawai menjadikan Media sbg public relation gratis…..

Dengan pertarungan seru yg dibayangi isu sara… Jokowi bersama dng Ahok berhasil merebut hati warga Jakarta… Ia pun menjadi DKI1. Hari pertama dia menjabat langsung “blusukan”…. Media tentu saja senang menjadikannya berita…. Ini pejabat berbeda… turun ke jalan… bersentuhan langsung dng rakyat…. Rakyat mencintainya…. Media terus mengikuti gerak geriknya…. Semua media… berbagai reaksi dari pejabat lain dan pengamat… ada yg memuji ada yg mencemooh… Jokowi seakan tak perduli.. dia tetap blusukan.



Lalu apa hasil blusukannya ?



1. Pelayanan publik di jajaran pemda DKI berubah total….. menjadi customer oriented, jelas ada Key Performance Indicatornya, cepat, tanggap, bersih dan tertib. Anda bisa lihat langsung ke loket kelurahan/ kecamatan hingga walikota….tak puas dng kondisi fisik saja yg berubah anda bisa tanya masyarakat yg datang kesana… apakah pelayanan menjadi lebih baik atau buruk….Ini nyata hasil blusukan.



2. Waduk Pluit dan Waduk Ria Rio ditata…. Warga direlokasi ke rusun yg memadai, diberi gratis fasilitas kulkas, TV….. warga senang…. Ada provokator/ preman yg punya bisnis sewaan marah…bahkan bawa nama partai gerindra dan pdip… semua ditaklukan Jokowi ahok.. dng komunikasi dan diplomasi makan bersama beberapa kali. Waduk pluit yg kumuh diubah jadi taman yg asri dan menyenangkan juga waduk Ria Rio… walau belum selesai sepenuhnya..tap i ada progress nyata… semua diliput media.. karena jadi berita yg bernilai…ini loh hasil pejabat yg bener2 kerja…. bukan pencitraan….



3. Tanah Abang&Premanisme, Tanah Abang yg semrawut dan tdk pernah ada yg berani menyentuhnya di datangi Jokowi… hasilnya…pedaga ng PKL dipindahkan, lalu lintas diurai kemacetannya, PKL diberi tempat gratis 6 bulan dan dibantu promosi…. Hanya Jokowi ahok yg berani menumpas preman secara terang terangan… Haji Lulung dilawan… Hercules pun ditangkap… Adakah pejabat lain yg dng tegas memberantas atau berani melawan preman ? Preman ditertibkan dan disalurkan atau dicarikan pekerjaan/ penghasilan….ten tu ini jadi berita media yg menarik….



4. Bantaran kali dikeruk besar besaran… dipinggir kali dibuat jalan inspeksi.. warga direlokasi ke rusun secara bertahap… karena banyak sekali yg hrs direlokasi… tapi ini nyata berjalan.. ada progress nyata…berpuluh2 tahun tanpa aksi nyata… Jokowi melakukan dng tenang namun kerja keras..melalui diplomasi kerakyatan dan blusukan. Media tentu ingin memberitakan juga hal ini…



5. Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) tanpa berlama-lama langsung di launch program pro rakyat ini…. Disana sini memang masih banyak yg harus diperbaiki… tapi ini nyata membantu rakyat. RS komplain karena lebih repot dari program terdahulu jamkesda (jamkesda rakyat dibuat repot dng harus daftar ini itu), para dokter juga merasa dibayar lebih murah dan krg pantas, beberapa kartu dianggap salah sasaran.. semua keluhan didengar dievaluasi… tapi program ini terus berjalan dan memberi berkah buat rakyat. Hiruk pikuk inipun tak luput dari pemberitaan… Jokowi terbuka saja dng semua itu…



6. Kampung Deret. Awal peluncuran banyak reaksi penolakan dari warga kampung kumuh DKI karena khawatir digusur… setelah sukses dng kampung deret tanah tinggi dan petogogan.. sekarang semua minta dibangun kampung deret… kampung deret adalah program gratis perbaikan rumah warga dan lingkungan dng dana 54 jt per rumah.. dikelola bersama warga setempat. Bukan hanya rumah mereka yg sekarang cantik dan layak… perubahan perilaku terhadap kebersihan warga kampung juga nyata ke arah yg lebih baik….. anda bisa lihat langsung ke lokasi kampung deret tersebut dan bertanya pada warga disana….



7. Mengatasi Kemacetan. Proyek MRT yg sdh bertahun2 dibuat perencanaannya tapi terus dihalang halangi oleh industri otomotif… Jokowilah yg berani dan segera mengeksekusi. Dia pun dng terbuka mengatakan sy hanya mengeksekusi karena blue print sdh ada dari jaman dulu…. Busway pun ditambah pengadaan bus nya. Metro mini dan angkutan lain yg memungkinkan diintegrasikan. Namun proyek MRT memang membutuhkan waktu lama… Jokowi ahok secara terbuka mengatakan hal itu….



8. APBD naik hampir 2 kali lipat. Thn 2013 APBD DKI 47 T dibuka secara transparans.. masyarakat bisa akses langsung…. Dan dng dana tsb jokowi ahok leluasa memberi fasilitas pada rakyat spt KJS, KJP, tambahan bus way, relokasi warga ke rusun, dll. Th 2014 APBD naik menjadi 72T… mendagri yg sempet berselisih akhirnya angkat topi pada Jokowi



9. Hal lainnya. Masih banyak hasil kerja Jokowi yg lain seperti dlm bidang seni dan budaya, misalnya menyelenggaraka n berbagai festival dan karnaval di Jakarta, mengharuskan menggunakan pakaian betawi pada hari jumat (yg kemudian diikuti oleh Bandung&daerah lain), membangun dan renovasi terminal dng karakter Jakarta (proyek percontohan terminal manggarai telah selesai), bis wisata, revitalisasi kota tua sdh dimulai, dll.



Media mengikuti.. media meliput…. Ya karena Jokowi memang pantas diliput.. terus bekerja secara nyata utk rakyat DKI.. tetap dengan kesederhanaanny a… keterbukaannya… Coba bandingkan dng tokoh yg menguasai media…. Lalu memanfaatkan media tsb utk iklan dirinya…. Apakah sama efeknya ??? Apakah Jokowi pencitraan semata…….atau pemimpin terdahulu dan pemilik media yg melakukan pencitraan ? anda bisa analisa sendiri berdasarkan fakta yg saya sampaikan di atas….



JOKOWI BONEKA



Jokowi dituduh boneka Ibu Megawati… bahkan beredar foto Jokowi digendong kain…karena Jokowi membutuhkan restu Megawati menjadi capres. Jokowi memang harus diusung partai untuk menjadi presiden. Dan Jokowi dengan perlahan berhasil menaklukan Mega. Pada saat akan menjadi gub DKI, sebenarnya Mega dan PDIP hanya akan mencalonkan menjadi wagub. Jokowi dng tegas mengatakan “jika bukan DKI1 saya lbh baik tetap di Solo” atau menolak dng tegas, dan akhirnya Mega serta PDIP pun sepakat mengusung Jokowi menjadi DKI1.

Jokowi pun tegas saat harus berbeda pendapat dng gub jateng Bibit Waluyo yg nota bene atasannya sesama kader PDIP saat dia menjabat walikota Solo. Tapi Ia tetap santun… tdk menampakkan permusuhan atas perbedaan prinsip. Jokowi adalah komunikator ulung…sama sekali bukan tipe boneka… tapi jitu dlm strategi dan komunikasi.

Sebaliknya Prabowo melalui Gerindra mencalonkan Jokowi jadi gub DKI 2012 dng harapan Ia akan didukung oleh Jokowi menjadi capres di 2014. Namun Jokowi setia pada rakyat dan bangsa… tdk mau jadi boneka siapapun. Maka beranglah Prabowo saat Jokowi akhirnya bersedia menjadi capres melalui PDIP, Prabowo merasa dikhianati. Pihak Gerindra pulalah yg menyebarkan isu presiden boneka….lagi lagi lawan yg menyebar isu miring… khusus Prabowo memang terlihat panik sekali.. sehingga menyerang bertubi tubi dng perjanjian batu tulis, puisi sindiran boneka, asal santun dll.

Jadi Jokowi selalu dilawan oleh isu yg berlawanan dng buktinya… spt pencitraan di atas yg nyatanya memang citra terbentuk dng sendirinya dan juga boneka …justru krn dia tdk mau jadi boneka siapapun, termasuk PDIP dan Megawati.



JOKOWI PLIN PLAN



Baru dua tahun menjabat di Solo dia lompat jadi Gub DKI, satu setengah tahun menjabat Gub lompat pengen jadi presiden. Ini tidak komitmen pada tugas dan haus atau serakah akan kekuasaan….bena rkah begitu ?

JIka anda berprestasi di sekolah… di sekolah unggulan sekarang ada kelas akselerasi yg menampung anak anak berbakat dan mampu belajar lebih cepat dari rata rata. Dengan akselerasi anak lbh cepat lulus dan naik kelas. Nah jokowi juga demikian, karena prestasi dia cepat naik kelas. Atau coba posisikan anda sbg karyawan perusahaan lalu diangkat menjadi kepala divisi…anda disumpah untuk bekerja sungguh sungguh dan memperbaiki segala kekurangan… dalam 2 tahun kinerja anda luar biasa… lalu diminta menjadi direksi oleh pemegang saham (dlm kasus Jokowi, pemegang saham adalah rakyat indonesia)… menolakkah anda ? tentu tidak kan…

Nah yg membuat isu ini pun adalah org2 atau pihak yg gerah karena jika Jokowi nyapres… maka yg lain kecil peluang untuk menang…. Jadi berbagai cara dilakukan berbagai isu miring dibuat agar Jokowi tdk menjadi presiden. Ayo lebih cerdas melihat fakta dan isu…



JOKOWI ANTEK ASING



Bingung kehabisan peluru, maka dimunculkanlah isu Jokowi antek asing. Contoh saja, Jokowi setelah beberapa saat dilantik menjadi gub… berbondong-bond ong dubes asing ingin bertemu dngnya dan menawarkan bantuan untuk Jakarta.

Tapi saya baru melihat/ membaca ada gubernur yg berani menolak tawaran bantuan dari pemerintah AS. Beliau dng santun mengatakan saat ini belum ada kebutuhan bantuan dari AS. Lihat berita kompas 5 Juni 2013

Dari sini terlihat bahwa Jokowi tdk mau dan tidak mudah dikendalikan oleh pihak asing sekalipun dng iming-iming bantuan.



JOKOWI KORUPTOR



RAPBD yg dibuka secara transparans kepada masyarakat, bahkan KPK menyatakan contohlah DKI untuk transparansi anggaran sdh mematahkan dengan sendirinya tuduhan tsb. Kasus bus berkarat pun dia buka secara transparans bersama ahok bahkan meminta KPK mengusut hal ini di pemda DKI.

Jokowi bersama basuki membangun sistem e-budgeting, sistem lelang yg birokratis dan potensi permainan banyak dipangkas menjadi e-katalog… dan sederet masalah perbaikan administrasi yg mengarah pada keterbukaan.

Jokowi Ahok yg satu2nya memperlihatkan gajinya pada publik juga pajak yg dibayarkan secara transparans.

Jelas jelas Jokowi dicintai rakyatnya karena bersih dari korupsi, terbukti dlm rekam jejak… tapi dibuat juga tuduhan yg bertolak belakang dng kenyataannya. Jika Jokowi tersingkir justru para koruptor lah yang akan bergembira…



JIKA TERPILIH NANTI PEMILIHNYA AKAN KECEWA SETELAH SATU TAHUN SPT SBY



Jokowi beda sekali dengan SBY. Jokowi bukanlah pencitraan kosong. Jokowi citranya baik karena memang kinerjanya baik..terbukti bekerja keras untuk rakyat… mengembalikan hak rakyat akan pendidikan, kesehatan pangan dan papan.

Jokowi dipilih kedua kali oleh warga solo dengan suara lebih dari 90 %… tanpa kampanye hingar bingar, tanpa baliho dan berbagai poster di jalan…. Dia makin lama …justru makin dicintai rakyatnya. Hingga kini warga Solo tetap mencintainya…

Demikian juga warga DKI .. dng bangga mendorong orang baik ini menjadi calon presiden. Dengan harapan masalah jakarta lebih cepat selesai dng keterlibatan pusat, dan juga bisa memperbaiki bukan hanya jakarta tapi seluruh Indonesia.

Bayangkan APBD DKI Jakarta sekarang 72 T, saat jaman Foke hanya sekitar 40-an.. dan tdk jelas kemana saja larinya APBD itu… tahun 2013 sebesar 47 T dibuka ke publik oleh Jokowi Ahok…skrg 72T juga dibuka ke publik secara transparans… masyarakat dapat mengawasi… bagaimana bila Jokowi mendapat kesempatan memimpin Negara ini ? wah… Indonesia akan menjadi negara kaya kembali… karena memang kita adalah negara kaya yg selama ini dirampok habis oleh pejabat2 dan DPR yg koruptor.



PENUTUP



Saya tidak ada hubungan dengan Jokowi dan apalagi PDIP, saya rakyat biasa yg berharap Indonesia berubah menjadi lebih baik. Saya hanya anak seorang pejuang 45… saya merasa terpanggil untuk ikut berjuang membela Tokoh yg baik dan tidak terkecoh oleh tipu muslihat, provokator para koruptor dan politikus tak bermoral.

Kita harus menyelamatkan tokoh sebaik Jokowi ini… jangan mudah terprovokasi oleh org-orang atau pihak yg terganggu kepentingannya krn tdk bisa korupsi lagi. Belum tentu kita dapat tokoh seperti ini 50 thn ke depan. Jokowi bukanlah dewa… tentu dia juga ada kekurangan sebagai manusia, mungkin juga ada atau banyak org sebaik Jokowi … namun kini yg sdh di depan mata dan berani tampil menjadi calon presiden hanya Jokowi. Adakah saat ini yg lebih baik dari Jokowi ?

Ayo rapatkan barisan berjuang utk Indonesia yg lebih baik… Indonesia Hebat. Jika kita menjadi bagian dari perjuangan ini.. kelak kita akan bangga pada anak cucu cicit kita bahwa kita menjadi bagian dari perjuangan mengubah Indonesia menjadi lebih baik … Indonesia Hebat !!! Insya Allah ….



Save Jokowi … JKW4P !!!



tambahan gan:

JOKOWI tidak mau bagi-bagi kekuasaan atau jatah menteri dan tetap berprinsip:

MEMBIASAKAN YANG BENAR, BUKAN MEMBENARKAN YANG BIASA!!!

Jokowi tidak mau tersandera koalisi model lama. Yang mau bergabung monggo tanpa syarat selain 1 visi & misi membangun Indonesia baru>> Indonesia hebat..
 

Jokowi Pencitraan Semata, Boneka, Plin plan, Antek Asing, Koruptor … walau menang nanti pemilihnya akan kecewa …!!!
Banyak yg mengatakan seperti itu dan percaya bahwa Jokowi memang seperti itu. Marilah kita bahas satu persatu hal tersebut.
Jokowi Pencitraan Semata .. !!!
 
Citra Jokowi memang meroket .. semua media meliputnya… Jokowi jongkok, ikat sepatu, masuk got, garuk kepala, naik sepeda … apapun diberitakan media. Jokowi kerja, media mengikuti …. Pantes saja popularitasnya meroket .. Jokowi jadi media darling ….
Salahkah Jokowi? apakah Jokowi pepesan kosong yg dijadikan umpan utk pencitraan? Yuk simak sedikit perjalanan dan apa yg dilakukan Jokowi.
Sejak menjadi Walikota Solo dan berhasil mengubah kota Solo lalu terpilih kembali menjadi walikota yg kedua kali tanpa kampanye besar ..tanpa baliho dan poster dimana2 … Jokowi merebut lebih dari 90% pemilih ….. Adakah tokoh lain yg seperti ini?… dengan prestasi lokal yg extraordinary ini tentu media menjadi tertarik dan meliriknya.
Prestasi di Solo menerbitkan kartu kesehatan dan kartu pendidikan untuk rakyat … relokasi PKL yg berhasil … bis wisata dan kereta wisata solo …. Menjadi buah bibir …. Media mencari Jokowi …
Kemudian Walikota Solo Terbaik ke 3 di dunia ini pun melenggang ke Jakarta tetap dengan kesederhanaanny a. Tokoh yg telah selesai dengan dirinya sendiri ini menunjukkan ketulusannya, apa adanya… berbeda dng pejabat publik yang ada yg perlente, jaim, protokoler dan jaga jarak … dia menjadi antitesa … media sangat tertarik dng tokoh yg berbeda dan berkarakter kuat ini …. Jokowi tdk punya media …. Tapi Jokowi bersahabat dng media … dia piawai menjadikan Media sbg public relation gratis …..
Dengan pertarungan seru yg dibayangi isu sara … Jokowi bersama dng Ahok berhasil merebut hati warga Jakarta … Ia pun menjadi DKI1. Hari pertama dia menjabat langsung “blusukan”…. Media tentu saja senang menjadikannya berita …. Ini pejabat berbeda … turun ke jalan… bersentuhan langsung dng rakyat …. Rakyat mencintainya …. Media terus mengikuti gerak geriknya …. Semua media … berbagai reaksi dari pejabat lain dan pengamat … ada yg memuji ada yg mencemooh … Jokowi seakan tak perduli .. dia tetap blusukan.
Lalu apa hasil blusukannya ?
 
1. Pelayanan publik di jajaran pemda DKI berubah total ….. menjadi customer oriented, jelas ada Key Performance Indicatornya, cepat, tanggap, bersih dan tertib. Anda bisa lihat langsung ke loket kelurahan/ kecamatan hingga walikota …. tak puas dng kondisi fisik saja yg berubah anda bisa tanya masyarakat yg datang kesana … apakah pelayanan menjadi lebih baik atau buruk….Ini nyata hasil blusukan.
 
2. Waduk Pluit dan Waduk Ria Rio ditata …. Warga direlokasi ke rusun yg memadai, diberi gratis fasilitas kulkas, TV ….. warga senang …. Ada provokator/ preman yg punya bisnis sewaan marah …bahkan bawa nama partai gerindra dan pdip … semua ditaklukan Jokowi ahok .. dng komunikasi dan diplomasi makan bersama beberapa kali. Waduk pluit yg kumuh diubah jadi taman yg asri dan menyenangkan juga waduk Ria Rio … walau belum selesai sepenuhnya .. tap i ada progress nyata … semua diliput media .. karena jadi berita yg bernilai …ini loh hasil pejabat yg bener2 kerja …. bukan pencitraan ….
 
3. Tanah Abang&Premanisme, Tanah Abang yg semrawut dan tdk pernah ada yg berani menyentuhnya di datangi Jokowi … hasilnya …pedaga ng PKL dipindahkan, lalu lintas diurai kemacetannya, PKL diberi tempat gratis 6 bulan dan dibantu promosi …. Hanya Jokowi ahok yg berani menumpas preman secara terang terangan … Haji Lulung dilawan … Hercules pun ditangkap … Adakah pejabat lain yg dng tegas memberantas atau berani melawan preman ? Preman ditertibkan dan disalurkan atau dicarikan pekerjaan/ penghasilan …. ten tu ini jadi berita media yg menarik ….
 
4. Bantaran kali dikeruk besar besaran … dipinggir kali dibuat jalan inspeksi .. warga direlokasi ke rusun secara bertahap … karena banyak sekali yg hrs direlokasi … tapi ini nyata berjalan .. ada progress nyata…berpuluh2 tahun tanpa aksi nyata … Jokowi melakukan dng tenang namun kerja keras..melalui diplomasi kerakyatan dan blusukan. Media tentu ingin memberitakan juga hal ini …
 
5. Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) tanpa berlama-lama langsung di launch program pro rakyat ini …. Disana sini memang masih banyak yg harus diperbaiki … tapi ini nyata membantu rakyat. RS komplain karena lebih repot dari program terdahulu jamkesda (jamkesda rakyat dibuat repot dng harus daftar ini itu), para dokter juga merasa dibayar lebih murah dan krg pantas, beberapa kartu dianggap salah sasaran .. semua keluhan didengar dievaluasi … tapi program ini terus berjalan dan memberi berkah buat rakyat. Hiruk pikuk inipun tak luput dari pemberitaan … Jokowi terbuka saja dng semua itu …
 
6. Kampung Deret. Awal peluncuran banyak reaksi penolakan dari warga kampung kumuh DKI karena khawatir digusur … setelah sukses dng kampung deret tanah tinggi dan petogogan .. sekarang semua minta dibangun kampung deret … kampung deret adalah program gratis perbaikan rumah warga dan lingkungan dng dana 54 jt per rumah .. dikelola bersama warga setempat. Bukan hanya rumah mereka yg sekarang cantik dan layak … perubahan perilaku terhadap kebersihan warga kampung juga nyata ke arah yg lebih baik….. anda bisa lihat langsung ke lokasi kampung deret tersebut dan bertanya pada warga disana ….
 
7. Mengatasi Kemacetan. Proyek MRT yg sdh bertahun2 dibuat perencanaannya tapi terus dihalang halangi oleh industri otomotif … Jokowilah yg berani dan segera mengeksekusi. Dia pun dng terbuka mengatakan sy hanya mengeksekusi karena blue print sdh ada dari jaman dulu …. Busway pun ditambah pengadaan bus nya. Metro mini dan angkutan lain yg memungkinkan diintegrasikan. Namun proyek MRT memang membutuhkan waktu lama… Jokowi ahok secara terbuka mengatakan hal itu ….
 
8. APBD naik hampir 2 kali lipat. Thn 2013 APBD DKI 47 T dibuka secara transparans .. masyarakat bisa akses langsung …. Dan dng dana tsb jokowi ahok leluasa memberi fasilitas pada rakyat spt KJS, KJP, tambahan bus way, relokasi warga ke rusun, dll. Th 2014 APBD naik menjadi 72T… mendagri yg sempet berselisih akhirnya angkat topi pada Jokowi.
 
9. Hal lainnya. Masih banyak hasil kerja Jokowi yg lain seperti dlm bidang seni dan budaya, misalnya menyelenggarakan berbagai festival dan karnaval di Jakarta, mengharuskan menggunakan pakaian betawi pada hari jumat (yg kemudian diikuti oleh Bandung&daerah lain), membangun dan renovasi terminal dng karakter Jakarta (proyek percontohan terminal manggarai telah selesai), bis wisata, revitalisasi kota tua sdh dimulai, dll.
Media mengikuti.. media meliput …. Ya karena Jokowi memang pantas diliput .. terus bekerja secara nyata utk rakyat DKI .. tetap dengan kesederhanaannya … keterbukaannya … Coba bandingkan dng tokoh yg menguasai media …. Lalu memanfaatkan media tsb utk iklan dirinya…. Apakah sama efeknya ??? Apakah Jokowi pencitraan semata ……. atau pemimpin terdahulu dan pemilik media yg melakukan pencitraan ? anda bisa analisa sendiri berdasarkan fakta yg saya sampaikan di atas ….
 
JOKOWI BONEKA
Jokowi dituduh boneka Ibu Megawati … bahkan beredar foto Jokowi digendong kain … karena Jokowi membutuhkan restu Megawati menjadi capres. Jokowi memang harus diusung partai untuk menjadi presiden. Dan Jokowi dengan perlahan berhasil menaklukan Mega. Pada saat akan menjadi gub DKI, sebenarnya Mega dan PDIP hanya akan mencalonkan menjadi wagub. Jokowi dng tegas mengatakan “jika bukan DKI1 saya lbh baik tetap di Solo” atau menolak dng tegas, dan akhirnya Mega serta PDIP pun sepakat mengusung Jokowi menjadi DKI1.
Jokowi pun tegas saat harus berbeda pendapat dng gub jateng Bibit Waluyo yg nota bene atasannya sesama kader PDIP saat dia menjabat walikota Solo. Tapi Ia tetap santun … tdk menampakkan permusuhan atas perbedaan prinsip. Jokowi adalah komunikator ulung … sama sekali bukan tipe boneka … tapi jitu dlm strategi dan komunikasi.
Sebaliknya Prabowo melalui Gerindra mencalonkan Jokowi jadi gub DKI 2012 dng harapan Ia akan didukung oleh Jokowi menjadi capres di 2014. Namun Jokowi setia pada rakyat dan bangsa … tdk mau jadi boneka siapapun. Maka beranglah Prabowo saat Jokowi akhirnya bersedia menjadi capres melalui PDIP, Prabowo merasa dikhianati. Pihak Gerindra pulalah yg menyebarkan isu presiden boneka …. lagi lagi lawan yg menyebar isu miring … khusus Prabowo memang terlihat panik sekali. sehingga menyerang bertubi tubi dng perjanjian batu tulis, puisi sindiran boneka, asal santun dll.
Jadi Jokowi selalu dilawan oleh isu yg berlawanan dng buktinya … spt pencitraan di atas yg nyatanya memang citra terbentuk dng sendirinya dan juga boneka … justru krn dia tdk mau jadi boneka siapapun, termasuk PDIP dan Megawati.
 
JOKOWI PLIN PLAN
Baru dua tahun menjabat di Solo dia lompat jadi Gub DKI, satu setengah tahun menjabat Gub lompat pengen jadi presiden. Ini tidak komitmen pada tugas dan haus atau serakah akan kekuasaan …. benarkah begitu ?
JIka anda berprestasi di sekolah … di sekolah unggulan sekarang ada kelas akselerasi yg menampung anak anak berbakat dan mampu belajar lebih cepat dari rata rata. Dengan akselerasi anak lbh cepat lulus dan naik kelas. Nah jokowi juga demikian, karena prestasi dia cepat naik kelas. Atau coba posisikan anda sbg karyawan perusahaan lalu diangkat menjadi kepala divisi…anda disumpah untuk bekerja sungguh sungguh dan memperbaiki segala kekurangan… dalam 2 tahun kinerja anda luar biasa… lalu diminta menjadi direksi oleh pemegang saham (dlm kasus Jokowi, pemegang saham adalah rakyat indonesia) … menolakkah anda ? tentu tidak kan …
Nah yg membuat isu ini pun adalah org2 atau pihak yg gerah karena jika Jokowi nyapres… maka yg lain kecil peluang untuk menang…. Jadi berbagai cara dilakukan berbagai isu miring dibuat agar Jokowi tdk menjadi presiden. Ayo lebih cerdas melihat fakta dan isu …
 
JOKOWI ANTEK ASING
Bingung kehabisan peluru, maka dimunculkanlah isu Jokowi antek asing. Contoh saja, Jokowi setelah beberapa saat dilantik menjadi gub… berbondong-bond ong dubes asing ingin bertemu dngnya dan menawarkan bantuan untuk Jakarta.
Tapi saya baru melihat/ membaca ada gubernur yg berani menolak tawaran bantuan dari pemerintah AS. Beliau dng santun mengatakan saat ini belum ada kebutuhan bantuan dari AS. Lihat berita kompas 5 Juni 2013
Dari sini terlihat bahwa Jokowi tdk mau dan tidak mudah dikendalikan oleh pihak asing sekalipun dng iming-iming bantuan.
 
JOKOWI KORUPTOR
RAPBD yg dibuka secara transparans kepada masyarakat, bahkan KPK menyatakan contohlah DKI untuk transparansi anggaran sdh mematahkan dengan sendirinya tuduhan tsb. Kasus bus berkarat pun dia buka secara transparans bersama ahok bahkan meminta KPK mengusut hal ini di pemda DKI.
Jokowi bersama basuki membangun sistem e-budgeting, sistem lelang yg birokratis dan potensi permainan banyak dipangkas menjadi e-katalog… dan sederet masalah perbaikan administrasi yg mengarah pada keterbukaan.
Jokowi Ahok yg satu2nya memperlihatkan gajinya pada publik juga pajak yg dibayarkan secara transparans.
Jelas jelas Jokowi dicintai rakyatnya karena bersih dari korupsi, terbukti dlm rekam jejak … tapi dibuat juga tuduhan yg bertolak belakang dng kenyataannya. Jika Jokowi tersingkir justru para koruptor lah yang akan bergembira …
 
JIKA TERPILIH NANTI PEMILIHNYA AKAN KECEWA SETELAH SATU TAHUN SPT SBY
Jokowi beda sekali dengan SBY. Jokowi bukanlah pencitraan kosong. Jokowi citranya baik karena memang kinerjanya baik .. terbukti bekerja keras untuk rakyat… mengembalikan hak rakyat akan pendidikan, kesehatan pangan dan papan.
Jokowi dipilih kedua kali oleh warga solo dengan suara lebih dari 90 % … tanpa kampanye hingar bingar, tanpa baliho dan berbagai poster di jalan …. Dia makin lama … justru makin dicintai rakyatnya. Hingga kini warga Solo tetap mencintainya …
Demikian juga warga DKI .. dng bangga mendorong orang baik ini menjadi calon presiden. Dengan harapan masalah jakarta lebih cepat selesai dng keterlibatan pusat, dan juga bisa memperbaiki bukan hanya jakarta tapi seluruh Indonesia.
Bayangkan APBD DKI Jakarta sekarang 72 T, saat jaman Foke hanya sekitar 40-an .. dan tdk jelas kemana saja larinya APBD itu … tahun 2013 sebesar 47 T dibuka ke publik oleh Jokowi Ahok …skrg 72T juga dibuka ke publik secara transparans … masyarakat dapat mengawasi … bagaimana bila Jokowi mendapat kesempatan memimpin Negara ini ? wah … Indonesia akan menjadi negara kaya kembali … karena memang kita adalah negara kaya yg selama ini dirampok habis oleh pejabat2 dan DPR yg koruptor.
 
PENUTUP
Saya tidak ada hubungan dengan Jokowi dan apalagi PDIP, saya rakyat biasa yg berharap Indonesia berubah menjadi lebih baik. Saya hanya anak seorang pejuang 45 … saya merasa terpanggil untuk ikut berjuang membela Tokoh yg baik dan tidak terkecoh oleh tipu muslihat, provokator para koruptor dan politikus tak bermoral.
Kita harus menyelamatkan tokoh sebaik Jokowi ini … jangan mudah terprovokasi oleh org-orang atau pihak yg terganggu kepentingannya krn tdk bisa korupsi lagi. Belum tentu kita dapat tokoh seperti ini 50 thn ke depan. Jokowi bukanlah dewa … tentu dia juga ada kekurangan sebagai manusia, mungkin juga ada atau banyak org sebaik Jokowi … namun kini yg sdh di depan mata dan berani tampil menjadi calon presiden hanya Jokowi. Adakah saat ini yg lebih baik dari Jokowi ?
Ayo rapatkan barisan berjuang utk Indonesia yg lebih baik… Indonesia Hebat. Jika kita menjadi bagian dari perjuangan ini.. kelak kita akan bangga pada anak cucu cicit kita bahwa kita menjadi bagian dari perjuangan mengubah Indonesia menjadi lebih baik … Indonesia Hebat !!! Insya Allah ….
 
Save Jokowi … JKW4P !!!
tambahan gan:
JOKOWI tidak mau bagi-bagi kekuasaan atau jatah menteri dan tetap berprinsip:
MEMBIASAKAN YANG BENAR, BUKAN MEMBENARKAN YANG BIASA!!!
Jokowi tidak mau tersandera koalisi model lama. Yang mau bergabung monggo tanpa syarat selain 1 visi & misi membangun Indonesia baru>> Indonesia hebat..
 
HIDUPLAH PAK JOKOWI PENCINTA RAKYAT!  JANGAN SAMPAI TERANIAYA OLEH ORANG2 KEJAM DAN GILA KEKUASAAN YANG SEJAK DAHULU TERBUKTI KORUPSI SEBELUM MENJADI BILLIUNAN  KAYANYA DAN BERAMBISI MAU JADI PRESIDEN. 
 
American politicians do not like Jokowi who is honest cannot be bought by them He is his own person who loves the small people.  Jokowi is not a corrupt person so this Huffington  Post below is obviously wanted to influence public opinion in Indonesia to vote for leader that USA can buy, it is obviously
bias to take advantage of the new leader whom will let America control all over South East Asia.  Talking about the” Dalang” just like Suharto, the American a hypocrite champion of human rights extol the killing of ethnic Chinese and the so called communists kampung even innocent populations. Prabowo Subianto is the son in law of Suharto, the son of Sumitro does this information says all about his influences then?
 
  Hopefully Indonesia, Malaysia will not
be deceived by coaxing, lure, because who are the caring friend in building infrastructure when USA turned its back when Indonesia needs to build up. USA knows and even involves behind the mass murder of “communist” during Suharto.  Suharto dynasty, Japanese were not condemned at all in the International crime against humanity, because that will open up the USA skeleton in its closet.
 
Now Americans are ganging up to be up in arms against China by weaponing Japan, Philippine, Vietnam, South Korean, Australia and all the neighboring countries around China. Hilary Clinton before and nowadays foreign policy are all using dirty tactics to bring China down so that it is not able to feed his own people and to be humiliated like before. 
 
Although China is the most loyal nation (who based on their way of life according to traditional Confucius philosophy) to friends.  Look at the world wars who is the Western allies?  Is it  war- monger Japanese?  The west seems to repeat the same historical mistakes; be it taking side with the Ottoman Empire and lose Byzantium and allies with Japan now.  Atrocities inflicted to its neighboring countries during world war are beyond human endurance and denies it, no apology too, not in its history book.  
 
The West has a different world view than the Orient which based on True brotherhood and mutual benefit amongst peoples.  As opposed to American Greed, to have world Supremacy.
The profit driven USA Whose policy wanted to Dominate the world, continue the colonialism based on Roman plundering, war making to solve its economic problems. Only USA is the “righteous one” and allows it’s puppets to do anything against human rights and democracy that they are preaching. Those slogans are façade.
 
It’s USA magic word to give itself an excuse for invasion that is to establish its Democracy.  American so-called western Democracy has been proven futile and created chaos all over the world. It doesn’t work with different culture, world view and belief system.  Look at Iraq, Iran, Egypt, Libya, Egypt, Afghanistan, Yemen,  
Saudi Arabia (look at their laws), Kuwait, American companies are the profiting!  They are uncontrollable and bloodier now than before USA mingling!
 
Would American allow the young people, the discontent mobs to demonstrate and take donation from foreign country in their elections? It is against the law in USA!
But American does that in Russia, Ukrainian, and many other countries! USA supports whoever especially using their dissidence against China, Russia. It harshly
punished, disallowed Wiki leaks and its own honest young countryman who worked for CIA who was revealing USA spying on personal people and other countries leadership to exercise his democratic freedom of speech.
 
USA is just doing exactly that: Against human rights, freedom of speech, bribing to weaken other countries who works hard trying to be independent and have pride in feeding its people and not begging to the West. USA  is labelling itself as the savior to feed the poor.   Who had caused the poverty in other parts of the world including Africa?  Their greed and their wrong colonialists foreign policy on degrading humanity to be always dependent on their mercy, not lifting the poor country of their fair share of the world and give them opportunity to be equal worker and not slave.
 
Would USA allow Russia or China to put their Armadas around USA say the San Francisco Bay and do military exercises and show of force near USA ? No wonder Mr. Putin press secretary called USA hypocrisy at the highest level!
 
I'm forwarding the article from the Huffington Post: " A Letter from the Kampung" . RL
 

 
 
The Huffington Post
 
Friday, May 2, 2014  
 
 
  "A Letter From the Kampung"   
 
By Stanley A. Weiss

WASHINGTON, DC
-Indonesia has been wracked by a string of seismic and volcanic activity of late -including a 6.0 magnitude quake today in the eastern part of the archipelago nation of 250 million. But with the world's third-largest democracy readying for their fast-approaching 2014 presidential elections, the biggest tectonic shift in Indonesia may be political in nature. All eyes are on Joko (Jokowi) Widodo, the charismatic Governor of Jakarta, as he vies with the popular but as-yet-undeclared former special forces commander General Prabowo Subianto to succeed the term-limited President Susilo Bambang Yudhoyono. Eager for insights into the rapidly-shifting currents of Indonesian presidential politics, I reached out to a Javanese friend, who sent me the following letter.
 
Java, Indonesia - 1 May 2014
 
Pak Stanley,
 
It was the noise, the noise that best described the recent legislative elections here in Old Java.
 
The noise, not of speeches, not of crowds, but of a thousand un-muffled, and drilled-out, motorcycle exhaust pipes roaring through Central Java's un-interested towns and sceptical villages - their flag waving, bandana-garbed, teen-age riders clad in whichever colored T-shirt that the local political big-wig had paid them to wear - a good day job, if chosen, in a land of massive under-employment.
 
Now, Java is preparing itself for the 'Big One, the Presidential. But all, supposedly, know that Gov. Jokowi is going to win, so why - after all - should Java get excited. The Javanese might as well all stay gossiping on their verandas; it's a done deal, isn't it?
 
Well - personally - I don't believe so: Things are never, but never, as they appear to be in Java. We live in a land of shadows, an island of puppetry, within a culture where the Outer Man hides his Inner Man, and this teaches the people to be wise - a lot wiser, in Javanese not Western terms, than their leaders and most journalists think.
 
The question that many rural folk are today asking is "Who's pulling Jokowi's strings .... Whose puppet is he really?" - Everyone knows you don't get to rise from being a Surakarta antik dealer, to Mayor of Solo, to Governor of Jakarta without a little outside help, and a lot of money; and pak Jokowi doesn't appear to be a very spiritual, nor a very religious man, so his help can scarcely have been granted by Allah the Almighty.
 
Yes, he is lauded for having visited the job-seeking city cousins when Jakarta flooded back in 2013. Yes, it was the first time the neighbours had ever seen a politician in their dirt-poor city kampung; but Jokowi's smiling visit did not stop their homes being flooded again this year.
 
"What has Jokowi actually accomplished", others ask: He is good at getting his photograph in the papers, he's good at kissing babies, but that's not going to put rice on plates, nor make Jakarta's busses run. And if supporters in Jakarta is his claim to fame and the basis for his presidential run, and they are not truly happy nor satisfied with him; then why should their country kin be impressed?
 
So who's Jokowi's big backer, who is the Dhalang - the puppet master - behind his shadow play?  No one even hazards a guess, but most state that it simply cannot be his outward political boss, Ibu Megawati.  She may be rich, she may be Bung Karno's daughter, but most accept that she is none too bright, and not so devious as to concoct such a cunning, deceitful, plan. The question may, moreover, never be answered such are the shadows here.
 
The Javanese are now wiser, and they have always been able to smell a rotting fish. They now further query why it is that a someone is also trying to fool them with a Man of the People - a concept which, in fact and since dawn eternal, does not rest well on the Javanese soul.
 
The Javanese are not, at heart, impressed by a Man of the People; they want a Man for the People, and a strong one at that.
 
They intrinsically accept the relationship between Master and Subject, Gusti and Kuwala in Javanese, and they innately understand that whilst Master and Subject differ in their hierarchal and financial positions, they are also equal in that they are mutually dependent.
 
The 'Kawula' and the 'Gusti' need each other: If their relation is harmonious, then the world will be peaceful and prosperous. But if the relation becomes unequal, civil and economic disorder will rule the world.
 
They have also learnt from a young age and from their Shadow Puppet plays, of the power of the little people, and of their God given right to fight for justice should the relationship be broken.
 
One only has to look back to President Suharto's downfall to grasp this - the little people knew well of his voracity and corruption, and accepted it all as long as he himself maintained his side of the bargain, and ensured that their own standard of living grew in line with his. The Asia Crisis of 1997 shattered the bargain, the people rose up, as was their Javanese philosophical right, and Suharto lost his throne in 1998.
 
All of which brings the little people beautifully and symmetrically back to the enigma that is
Prabowo Subianto - Javanese aristocrat, Nationalist, son of a brilliant academic and ex Minister for the Economy under Suharto, honest multi-millionaire, West Point graduate, ex 3-star Special Forces general and, once upon a time, the most feared and most loathed man in all Indonesia.
 
Prabowo, the general whom everyone believes - whether it they be factually right or, as I believe, wrong - was responsible for the bloody Jakarta riots in May 1998; the man of steel who had no qualms in having young innocent students murdered - in short, the Devil Incarnate.
 
But long, a man highly respected - and this is crucial - as a Man of Power.
 
The concept of Power in Java is different to that in the West. It is of a finite, never changing, eternal, quality and quantity. It has no moral. It has no right or wrong, it is simply 'The Power'.
It keeps this universe in order, and the legitimacy of the 'King' rests in this Power, and it is to be used by whoever has the guile, and the divine mystical blessing, to grab it.
 
Power is acquired through mystically charged objects, known as 'pusaka', such as the 'kris'
- the prized asymmetrical dagger of Java forged out of meteorite steel. It is garnered through asceticism, through self-control, yoga and 'Samadhi' (meditation). It is also absorbed by being surrounded by others who are known to have the Power, whether shamans, successful tycoons, albinos or dwarfs. Finally, this spiritual Power manifests itself through outward appearances and the evident control of emotions - No kissing of babies there!
 
The Western world, and Jakarta, may have been shocked to see Prabowo addressing his Gerinda (Great Indonesian Movement Party) supporters, in full para-military uniform including the feared red paratroopers' cap, astride a supposedly $ 300,000 stallion, but the General knew exactly the value of such an image in the mind of the ordinary Javanese - it conveyed nothing but pure Power.
 
And now, the people read that Prabowo is meeting with Aburizal Bakrie, one of Indonesia's richest, most successful, non-Chinese entrepreneurs, and the chairman of Golgar, the late President Suharto's megalith political party. 
 
That is not only great alliance building and politics; it is another very clear symbol, another soft spoken yet very loud message, and another acquisition of the Power.  
 
"Do not underestimate Prabowo", the little people now hesitatingly say, adding that perhaps he does truly have The Power, and with it all that this means.
 
Could Prabowo, perhaps, also have the 'Wahyu', or might there be a sign of the Wahyu' soon to come? Wahyu is, under Islamic law, defined as a divine revelation. In Java, it is the king's "Divine Right", and the mystical - radiant - manifestation that the king, or the one who seeks to be king, possesses that mystical right.
 
Prabowo is Javanese through and through. He is also recognized, by the highest echelons of the U.S. military amongst others, as having one of the finest tactical minds of anyone, anywhere. He will not, you can be quite sure, have ignored the personal and the tactical importance of the "Wahyu".
 
The volcanoes - please do not laugh - may well help his cause: All the peasants are aware that the earth is rumbling. In my own beautiful part of Old Java, three volcanoes within 25 miles are under active alert watch. This is a clear sign that there is a distinct lack of 'harmony' within Nature and, consequently, within the phenomenal world.  Only a man with the Wahyu can restore the equilibrium, and nothing is more important in Java and Indonesia than 'harmony'.
 
The people do not - yet - speak of Prabowo's Wahyu but, as I have written, Prabowo will have already thought of that - it will be interesting to learn what happens and how the General plays it, and play it he will.
 
Your being American, you may well ask about our dreaded Islamists: Well, forget them; they have blown it. Everyone, but the die-hards, just see the Muslim clerical politicians as a bunch of pornography watching, prostitute consuming, corrupt, self-interested, ineffectual, no-hopers.
 
The gossips might not scream it out loud, as this would be impolite, and would upset the religious harmony of their village, but it is what they feel inside and laugh about at night, whilst sharing clove 'kretek' cigarettes with their friends.
 
The only real importance that the over-numerous Muslim parties have is which of the 3 main parties is chosen as a minor sop to convention, to be a coalition partner. If ever the Muslims were all to join as one; they still would not get the majority vote. The Indonesian may love their religion and their mysticism, but they love their pleasure and their lackadaisical, siesta taking, approach to life just as much.
 
The people certainly do not want any kind of fundamentalism, nationalism perhaps, but Muslim fundamentalism never. One only has to stare at the negligible length of the girls' skirts, after they have removed their jilbabs to meet their boyfriends, to know that!
 
Journalists and think-tankers in Jakarta will write that these kinds of mystical, culturally based, concepts are no longer of any importance nor relevance in modern day Indonesia but, then again, when was the last time that they stepped out of their air-conditioned offices and cars to share a road-side cup of over-sweet tea with a rural peasant. It is not rural Java that is out of touch with Jakarta, but vice versa.
 
Do not believe all that you read coming from the so-called experts in the capital, their votes count for nothing. The ones who count are in the warungs and kampungs of the villages and market towns.  Their souls are still Javanese - they do not see things as Western political analysts and idealists do, and I very much doubt that their hearts want an Obama-like, manufactured creation.
 
All in all, Jokowi will not be the next President of Indonesia - whomever his running mate might be. The Indonesian presidential election this July will be far more interesting, and far less predictable, than the experts presently forecast.  
 
I am looking forward to it. 
  
As are we all. 
Stanley A. Weiss, a global mining executive and founder of Washington-based Business Executives for National Security, has been widely published on domestic and international issues for three decades.  
  
 
Join Our Mailing List
 






Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages