Dik Hery yang budiman
Sungguh terimakasih tak terkira katur jenengan yang memberikan bingkisan " Mudik " kepada poro kadang kinasih ....penggalan-penggalan kehidupan yang barangkali mewakili penggambaran desa kemana kita akan mudik.
Mudik, secara fisik memang merupakan kegiatan pulang kampung dalam rangka menyambung silaturahmi dengan orang-tua, kerabat dan saudara di hari nan fitri......
Dibalik arus-balik tersebut,
mudik dapat menjadi kegiatan spiritual dimana diri kita ingin melihat, mencari, jejak-jejak langkah di masa lewat, ke sebuah wilayah yang barangkali " ndeso ", kuno, usang....namun nilai-nilai, nor ma, adat yang dimilikinya seolah mengikat kita untuk tidak meninggalkannya. Di hari fitri, kita kembali ingin mereguk nilai-nilai hakiki tersebut....
Kepada poro kadang yang mudik, semoga di jalan lancar tanpa halangan. Dan bagi yang tidak dapat melakukannya karena berbagai sebab, moga dapat melakukan
mudik spiritual untuk meniti jejak-jejak di udik untuk bekal perjalanan menuju muara kehidupan ........
Mohon maaf lahir batin atas segala ucapan, tindakan, dan tulisan. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah swt.
Wassalam,
Djum