Hadis tentang Buah Cinta Kepada Rasul dan Ahlul Bait

24 views
Skip to first unread message

Ahsa

unread,
Jul 17, 2013, 12:05:56 AM7/17/13
to shalawat, kisunda, kalam_salman-milis, LAB-milis, majelis_misykat, jurnalisme-milis, penulislepas
Bentuk kecintaan kepada Nabi saw dan keluarganya diantaranya
diwujudkan dengan membaca shalawat kepadanya. Berikut hadis tentang
buah shalawat kepada Nabi saw dan keluarganya.

Seseorang bertanya kepada Aba Abdillah as tentang firman Allah swt,
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Hai
orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan
ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (QS. Al-Ahzab 56).

Aba Abdillah as berkata,” Shalawat dari Allah swt kepada Nabi adalah
rahmat-Nya, dari malaikat adalah pensuciannya, dan dari manusia adalah
doanya.”

Adapun firman Allah swt wasallimû taslîmâ, yakni ucapkanlah salam
kepadanya, kemudian ia berkata kepadanya, ”Bagaimana kami mengucapkan
shalawat kepada Nabi dan keluarganya?” Aba Abdillah berkata,”
Katakanlah: ‘Shalawâtullâhi wa shalawâtu malâ’ikatihî wa an biyâihî wa
rasûlihî wa jamî’i khalqihî ’ala muhammadin wa âli muhammad wasallamu
‘alaihi wa âlihim wa rahmatulâh wa barakâtuh.’” Lalu ia berkata, ”Apa
balasan orang yang membacakan shalawat kepada Nabi saw?”,
“Dikeluarkan dari dosa-dosanya, demi Allah sama seperti ketika ibunya
melahirkan dia.”



Imam Ja’far Al-Shadiq berkata, ”Barangsiapa membaca shalawat kepada
Muhammad dan keluarganya sepuluh kali, Allah akan mengirimkan rahmat
dan para malaikat akan mengucapkan doa kepadanya seratus kali.” Dalam
hadis lain Imam Ja’far Al-Shadiq berkata,” Barangsiapa membaca
shalawat kepada Muhammad dan keluarganya seratus kali, Allah akan
kiirimkan kesejahteraan kepadanya, para malaikat akan mendoakannya
seribu kali. Bukankah kamu mendengar perintah Allah swt, ”Ialah Allah
yang mengirimkan rahmat-Nya kepada kamu dan para malaikat-Nya untuk
mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya, dan dia sangat
penyayang kepada kaum mukmin.” (QS. Al-Ahzab: 43).



Masih dari Imam Ja’far as, ”Semua data yang dibacakan orang untuk
menyeru Allah swt tertutup dari langit, sampai dia membaca shalawat
kepada Muhammmad dan keluarganya.” “Nanti pada hari kiamat, tidak ada
yang lebih berat dalam timbangan selain shalawat kepada Muhammad dan
keluarganya.”



Imam Ali Ridha as berkata, ”Barangsiapa yang tidak mampu menghapuskan
seluruh dosanya, perbanyaklah bacaan shalawat kepada Muhammad dan
keluarganya, karena itu akan menghapuskan dosa.” “Orang yang paling
dekat kedudukannya dengan Nabi saw pada hari kiamat nanti adalah orang
yang paling banyak membaca shalawat kepada Muhammad dan keluarganya.”



Itulah buah membaca shalawat. Shalawat adalah ungkapan kecintaan kita
kepada Rasulullah dan keluarganya. Kalau orang banyak membaca
shalawat, insya Allah, kecintaan kepada Rasulullah akan bertambah.
Bagi seorang intelektual, hal ini mungkin akan menimbulkan pertanyaan:
Mengapa? Tapi, buat orang-orang bodoh, believing is seeing. Shalawat
itu membawa kecintaan kepada pada rasulullah. Mereka tidak
memikir-mikirkan lagi, kerinduannya bangkit di dalam shalawat-shalawat
itu dan terasa pada diri mereka. Tetapi bagi orang-orang intelektual
tidak; bagi mereka seeing is believing.



Dalam teori komunikasi, ada teori yang disebut dengan mere exposure
theory; teori semata-mata terpaan saja. Suatu saat kepada mahasiswa
diperlihatkan beberapa transparansi foto. Ada beberapa foto yang
sering tampak pada saat itu, dan ada beberapa foto yang jarang tampak.
Foto itu ada yang ditampakkan sepuluh kali, delapan kali, dan lima
kali. Setelah itu kepada mahasiswa diberikan seluruh foto yang tadi
diperlihatkan di layar. Ada hal yang menarik dalam kejadiaan itu;
mereka diperintah untuk memilih foto mana yang paling mereka sukai.
Ternyata mereka menyukai foto yang paling sering muncul.; bukan karena
apa-apa, hanya karena sering muncul saja, mere exposure. Hal ini bisa
dianalogikan, jika ada orang yang sering muncul dihadapan kita,
lama-kelamaan kita akan menyukai orang tersebut.



Dengan seringnya kita membaca shalawat, kita selalu menghadirkan nama
Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Karenanya akan tumbuh dengan
sendirinya kecintaan kepada orang-orang yang sering kita sebut. Dan
hal ini termasuk juga ke dalam teknik iklan atau propaganda. Agar
orang itu suka akan sesuatu, lakukanlah iklan itu berkali-kali
(diulang-ulang). Sampai-sampai Hitler berkata, ”Kebohongan pun akan
dipercaya menjadi keimanan kalau kita mengulanginya terus menerus.
Wehreit, kebenaran itu adalah kebohongan dikalikan seribu.”


Kalau kebohongan saja bisa menjadi kebenaran, apa lagi kata-kata suci
seperti shalawat yang sering kita bacakan. Shalawat, insya Allah akan
menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah saw. Lewat kecintaan itulah
insya Allah kita akan meniru perilaku orang yang kita cintai.

Kecintaan kita kepada keluarga Rasulullah sawa merupakan ungkapan
cinta kepada Rasulullah juga. Al-Zamakhsyari dalam kitabnya Al-Kasyaf,
menulis, ”Rasulullah sawa bersabda: ’Barangsiapa yang mati dengan
kecintaan kepada keluarga Muhammad, dia mati syahid. Ketahuilah,
barangsiapa yang mati dalam kecintaan kepada keluarga Muhammad sawa,
dia mati dengan ampunan-Nya. Ketahuilah barangsiapa yang mati dalam
kecintaan kepada keluarga Nabi saw, dia mati sebagai orang mukmin yang
sempurna imannya. Ketahuilah, barangsiapa yang mati dengan membawa
kecintaan kepada keluarga Nabi sawa, dia mati dalam keadaan Malaikat
Maut akan menggembirakannya dengan surga, kemudian Munkar dan Nakir
akan menghiburnya.

"Ketahuilah, barangsiapa yang mati dengan membawa kecintaan kepada
keluarga Muhammad, dia akan diiringkan masuk ke surga seperti
diiringkannya pengantin ke rumah suaminya. Ketahuilah, barangsiapa
yang mati dengan membawa kecintaan kepada keluarga Muhammad sawa,
Allah akan bukakan pintu surga pada kuburannya. Ketahuilah,
barangsiapa yang mati dengan membawa kecintaan kepada keluarga
Muhammad sawa, Allah akan jadikan kuburannya tempat berkunjung
Malaikat Rahmat. Ketahuilah, barangsiapa yang mati dengan membawa
kecintaan kepada keluarga Muhammad, dia mati sebagai ahlus sunnah wal
jama’ah.”

“Siapa yang mati dalam kebencian kepada keluarga Muhammad saw, dia
akan datang pada hari kiamat dengan tulisan pada kedua matanya;
’Inilah orang yang putus asa dari rahmat Allah.

[Dikutip dari Bulletin Al-Tanwir No. 167 Edisi 2 Juli 2000 / 29
Rabiul Awal 1421 H, KH. Jalaluddin Rakhmat]

--
http://www.kompasiana.com/albanduni14
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages