Senandung Buluh Perindu-Cinta Rumi dan Kearifan Siliwangi

23 views
Skip to first unread message

Ahsa

unread,
Jul 22, 2013, 12:15:40 AM7/22/13
to majelis_misykat, kalam_salman-milis, jurnalisme-milis, kisunda, urangsunda, LAB-milis, ikatanguruindonesia
Karena cinta duri menjadi mawar
Karena cinta cuka menjelma anggur segar
Karena cinta keuntungan menjadi mahkota penawar
Karena cinta kemalangan menjelma keberuntungan
Karena cinta rumah penjara tampak bagaikan kedai mawar
Karena cinta tumpukan debu kelihatan seperti taman
Karena cinta api yang berkobar-kobar
jadi cahaya yang menyenangkan

PUISI "Karena Cinta" karya penyair sufi Jalaluddin Rumi yang dibacakan
seniman Iman Soleh itu, seperti berlomba dengan suara hujan. Meski
sore terasa dingin, tetapi kekuatan cinta Rumi seperti mampu
menghangatkan suasana. Hadirin yang memadati halaman gedung SMA Plus
Muthahhari di Jln. Kampus II No. 15-17, Babakansari Kiaracondong
Bandung, tetap bertahan di bawah tenda dan tak beranjak hingga acara
usai.

Minggu (21/7) sore kemarin di tempat tersebut digelar pertunjukan
musik dan tari sufi "Senandung Buluh Perindu, Syair-syair Jalaluddin
Rumi". Acara tersebut menampilkan kelompok seni EMKA 9, Dedi Mulyadi
(Bupati Purwakarta), Iman Soleh, dan K.H. Jalaluddin Rahmat. Suguhan
lagu-lagu religi yang sebagian diciptakan Dedi itu, terasa padu dengan
musik EMKA 9 yang terasa unsur etnik Sundanya.

Rumi yang bernama lengkap Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin
al Khattabi al-Bakri adalah seorang penyair sufi yang lahir di Balkh
(sekarang Afghanistan), pada tanggal 6 Rabiul Awwal tahun 604 Hijriah
atau tanggal 30 September 1207 Masehi. Karya-karyanya begitu terkenal
dan sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia.

Pilihan karya-karya Rumi untuk dibacakan, bukan tanpa alasan.
Sajak-sajak bertema cinta yang bernilai universal tersebut, menjadi
kekayaan yang memang seharusnya didengung-dengungkan. Seperti kata
Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta, yang juga ikut tampil kemarin. "Hari
ini kita memang sangat membutuhkan cinta dalam banyak hal. Apa yang
disampaikan Rumi lewat sajak-sajaknya patut kita renungkan," ujarnya.

Dedi yang tampil dengan gaya khasnya berikat kepala dan baju bernuansa
pangsi, dalam setiap jeda lagu banyak bertutur tentang kearifan dalam
budaya Sunda. Cinta yang bernilai universal, katanya, yaitu sikap
welas asih. Nulung ka nu butuh, nalang ka nu susah (menolong orang
yang membutuhkan, membantu yang kesusahan) adalah manifestasi dari
cinta yang bernilai luas. Itulah tangga penting menuju Tuhan.

"Dalam kultur Sunda, tema-tema cinta dalam arti universal itu begitu
banyak. Nilai-nilai kesundaan yang diwariskan Siliwangi dan
keturunannya, banyak berbicara tentang hubungan cinta manusia kepada
lingkungan, sesama, dan Maha Pencipta. Jadi sebetulnya, pergelaran
hari ini tidak ubahnya sebagai pertemuan Rumi dengan Siliwangi,"
tuturnya.

Dia mencontohkan, tutup kepala Rumi atau kaum Darwis-nya yang
nyungcung ke atas adalah simbol menuju ketinggian, penghormatan kepada
Yang Mahatinggi. Dalam kultur Sunda, simbol-simbol seperti itu juga
ada. Ikat kepala khas Sunda (iket) juga memiliki elemen yang
nyungcung. Demikian pula dengan rumah adat Sunda dengan gaya julang
ngapak atau nasi tumpeng.

Dalam pandangan Dedi, jika manusia mendalami benar makna cinta, tidak
akan ada kekerasan di tengah masyarakat. Kekerasan yang
mengatasnamakan agama, sejatinya justru telah menodai kesucian agama.
Sebab seharusnya agama tidak disebarkan dengan hawa nafsu. Dedi memang
punya pengalaman buruk tentang hal itu. Dia pernah didemo sekelompok
massa di Purwakarta, yang menuduhnya telah membangun berhala dan
menistakan agama.

Penjahit satin

Sementara itu Jalaluddin Rakhmat, membacakan kisah "Penjahit Satin".
Sebuah cerita yang berisi parodi atau sebuah sindiran yang sangat
halus dan nasehit yang harus direnungkan. Kisah tersebut diambil dari
buku Rumi yang terkenal Mathnawi. Di dalamnya memuat tentang cerita
manusia sombong dan merasa mampu mengatasi tipu daya dunia. Namun
akhirnya tanpa sadar, dia menjadi korban karena lalai mengontrol diri.

"Banyal hal di dunia ini yang tanpa kita sadari telah memperdaya kita.
Banyak di antara kita yang merasa mampu untuk mengendalikan tipu daya
itu. Tapi yang terjadi malah kita lengah dan menjadi korban penipuan.
Salah satu yang menyebabkan kita lengah adalah sifat sombong atau
takabur," ujar Jalaluddin Rakhmat.

Dalam acara yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Ikatan Jamaah Ahlul
Bait Indonesia (IJABI) Jawa Barat dan Yayasan Muthahari tersebut,
dilantunkan pula selawat Nabi yang telah akrab di kalangan kaum
muslimin. Namun kali ini EMKA 9 mengemasnya lewat nada yang syahdu dan
menyanyat hati, diiringi aransemen yang apik. Sementara sejumlah
penari di latar depan, memvisualisasikanya dengan gemulai.

Salah satu bait selawat yang paling dikenal kaum muslimin adalah

Ya Nabi salam alaika

Ya Rasul salam alaika

Ya Nabi salam alaika

Sholawatulaah alaika...

"Semoga besok tidak ada yang demo, gara-gara lantunan selawat di sini
dilengkapi tarian," ujar Dedi Mulyadi bergurau. Pergelaran berakhir
saat magrib tiba, dilanjutkan dengan buka puasa bersama. (a.
rohim/"GM")**

http://www.klik-galamedia.com/cinta-rumi-dan-kearifan-siliwangi

--
http://www.kompasiana.com/albanduni14
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages