Cendekiawan Muslim Sepakati 10 Butir Deklarasi Jakarta

5 views
Skip to first unread message

as

unread,
May 5, 2014, 3:29:02 AM5/5/14
to kis...@googlegroups.com
Indonesia: Cendekiawan Muslim Sepakati 10 Butir Deklarasi Jakarta untuk Persatuan Islam
2014, 04 May 6:45 PM
Brief

"Kami memahami virus kebencian sedang menyebar ke negeri-negeri Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia. Karena itu, kami, para cendekiawan muslim, sepakat kepada poin-poin dalam deklarasi ini untuk menghadapi dan menghapuskan virus kebencian sektarian dan meluasnya konflik internal di dalam umat Islam."

Menurut Kantor Berita ABNA, sejumlah cendekiawan muslim dari berbagai negara yang difasilitasi KAHMI Nasional dan Universal Justice Network di Jakarta, Minggu (4/5/2014), menghasilkan 10 poin Deklarasi Jakarta. Deklarasi ini berisi kesepakatan untuk menjaga kesatuan umat Islam di seluruh dunia.

Deklarasi Jakarta dibacakan oleh Ketua Dewan Pakar KAHMI Laode Kamaludin dan musafir dan cendekiawan muslim dari Washington Imam Muh Al Asi. Deklarasi itu lalu ditandatangani hampir semua yang hadir.

Hadir dalam Pertemuan tersebut antara lain Presidium KAHMI Anies Baswedan, AM Fatwa, Saleh Khalid, Ketua DPP Partai NasDem Kurtubi, Sekjen KAHMI Subandrio, Haidar Bagir, Hermansyah dan Husain Heriyanto. Sementara perwakilan negara hadir, Dr. Imam Muh Asi (Mufasir, Islamic Center Washington), Dr. Massoed Sadjareh (Director of Islamic Human Right Comission, London) dan Dr. Muhidien Abdul Kadir (Citizen Internasional, Kuala Lumpur).

Para cendekiawan dalam pertemuan itu dengan tegas mengutuk berkembangnya virus kebencian sektarian dan konflik internal di dalam umat Islam yang telah menelan banyak korban tak berdosa di banyak belahan dunia, khususnya di negara berpenduduk mayoritas muslim seperti di Asia Selatan dan Barat.

"Kami memahami virus kebencian sedang menyebar ke negeri-negeri Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia. Karena itu, kami, para cendekiawan muslim, sepakat kepada poin-poin dalam deklarasi ini untuk menghadapi dan menghapuskan virus kebencian sektarian dan meluasnya konflik internal di dalam umat Islam," tutur Laode Kamaluddin.

“Tentang persatuan muslim. Saya mengakui bahwa Allah menciptakan manusia. Mengakui, bahwa tak ada seorangpun yang lebih mulia kecuali dengan ilmu, amal dan kebaikannya. Mengakui, Nabi Muhammad telah membawa cinta dan kedamaian,” tambahnya lagi saat memaparkan isi deklarasi Persatuan untuk Muslim.

Sepuluh poin Deklarasi Jakarta berisi pernyataan bahwa pembunuhan terhadap sesama manusia berdasarkan warna kulit, keyakinan, etnis, dan agama adalah haram dan bertentangan dengan syariah, mendukung definisi muslim sesuai dengan deklarasi “Pesan Amman”, perbedaan di internal umat tidak boleh berujung pada pernyataan 'kafir' dan 'sesat' terhadap sesama muslim, dan jika itu yang terjadi, perbuatan itu dianggap haram dan bertentangan dengan syariah.

Poin lainnya berisi pernyataan semua perbedaan di antara muslim harus diselesaikan dengan dialog dan konsensus seraya tetap menjaga kehormatan satu sama lain, aktif bersama-sama membangun dan menjaga hubungan di antara mazhab serta organisasi Islam yang berbeda dan menghadiri kegiatan satu sama lain sebagai cara membangun, menjaga, dan mengembangkan persaudaraan, mempromosikan dan menjaga harmoni di antara semua kelompok muslim melalui media cetak, elektronik, dan media sosial.

Deklarasi Jakarta juga merekomendasikan agar sekolah-sekolah mengembangkan silabus dan kurikulum yang mendorong perdamaian, persaudaraan, serta persatuan di antara semua anggota masyarakat muslim, mendesak pemerintah untuk mengembangkan dan mengimplementasikan undang-undang yang memerangi ujaran kebencian dan mendorong pemidanaan yang lebih efektif terhadap pelanggaran atas undang-undang tersebut, menyadari konflik sektarian adalah jebakan yang bertujuan untuk melemahkan umat Islam, dan kami harus mencerahkan umat tentang jebakan itu. Serta akan aktif memediasi semua kelompok muslim yang berselisih agar bisa melakukan rekonsiliasi.

Dari banyak yang hadir, ada beberapa yang tidak bersedia ikut menandatangani deklarasi. Di antaranya ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Misbahul Alam dari LKTO HTI mengakui tidak ikut menandatangani deklarasi tersebut.

Pasalnya, dia harus mengikuti prosedur organisasi, di mana hal semacam itu harus lebih dahulu dibicarakan dalam internal organisasi dan menunggu instruksi pimpinannya. Sedangkan ia hadir di acara itu hanya sebagai undangan.

"Namun bukan berarti kami menolak deklarasi itu. Hanya saja memang dalam organisasi kami ada prosedur yang harus diikuti," ujar Misbahul Alam.

Sementara itu, Cendekiawan muslim dari Islamic Center London Dr Mas'ud Sajarah dalam pertemuan tersebut mengungkapkan “Diperlukan pemikiran yang berbeda bagi umat muslim dalam melakukan dakwah, yakni ke arah kasih sayang, inklusif, dan tidak eksklusif.”

Menurut dia, kebencian hanya akan memicu kejadian konflik seperti terjadi di Suriah dan Irak yang membuat orang Islam saling bunuh.

"Mari hilangkan kebencian, kembangkan kasih sayang. Umat Islam penuh rahmatan lil 'alamin," kata dia, sebagaimana dilansir dari Metrotvnes.com.

Imam Mohamad Asi dari Islamic Center Washington DC, memandang selama ini umat Islam malas memahami Islam, mencari hakikat Islam yang sebenarnya, jadi mudah dipecah belah.

Mestinya, istilah kafir hanya digunakan untuk orang yang sudah tidak mempercayai Alah. Ia mengajak umat Islam bersatu sehingga menjadi sangat kuat dan tidak mudah dipecah belah. Untuk itu mesti mempelajari Islam dengan sesungguhnya.

Berikut isi deklarasi yang ditandatangai sejumlah cendekiawan muslim tersebut:

  1. 2. Kami mendefinisikan muslim dengan pesan damai 3. Tidak boleh menyatakan kepada seseorang kafir 4. Kami menyatakan bahwa semua perbedaan antara sesama muslim harus diselesaikan dengan dialog 5. Kami akan bangun bersama mengembangkan persaudaraan 6. Memperomosikan perdamaian muslim kepada media-media 7. Mengembangkan pendidikan agama 8. Mendesak pemerintah untuk mengembangkan tolak kebencian 9. Kami menyadari bahwa konflik untuk melemahkan umat Islam 10. Aktif memediasi semua kelompok muslim yang berselisih dan jangan bercerai berai

[Diolah dari berbagai sumber] http://www.abna.ir/indonesian/service/indonesia/archive/2014/05/04/606504/story.html

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages