Sosiologi merupakan suatu ilmu yang masih muda, walau telah mengalami perkembangan yang cukup lama, setiap manusia mengenal kebudayaan dan peradaban, masyarakat manusia sebagai proses pergaulan hidup yang telah menarik perhatian. Pemikiran terhadap masyarakat lambat laun mendapat bentuk sebagai suatu ilmu pengetahuan yang kemudian dinamakan sosiologi, pertama kali terjadi di Eropa. Pada abad 19 Auguste Comte menulis beberapa buah buku yang berisikan pendekatan-pendekatan umum untuk mempelajari masyarakat. Dia beranggapan saatnya telah tiba bahwa sumua penelitian terhadap permasalahan kemasyarakatan dan gejala-gejala masyarakat memasuki tahap akhir, yaitu tahap ilmiah.
Hal yang menonjol dari sistematika Comte adalah penilaiannya terhadap sosiologi, yang merupaka ilmu pengetahuan yang paling kompleks, dan merupakan suatu ilmu pengetahuan yang akan berkembang dengan pesat sekali. Comte kemudian membedakan antara sosiologis statis dan dinamis. Sosiologi statis memusatkan perhatian pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar dari adanya masyarakat. Studi ini mempelajari aksi-aksi dan reaksi timbal balik dari system-sistem social. Sosiologi dinamis merupakan teori tentang perkembangan dalam arti pembangunan. Ilmu pengetahuan ini menggambarkan cara-cara pokok dalam mana perkembangan manusia terjadi dari tingkat intelegensia yang rendah ketingkat yang lebih tinggi. Comte yakin bahwa masyarakat berkembang menuju suatu kesempurnaan.
Disamping metode-metode diatas, metode sosiologi lainnya berdasarkan penjenisan antara metode induktif yang mempelajari suatu gejala yang khusus untuk mendapatkan kaidah-kaidah yang berlakudalam lapang yang lebih luas, dan metode deduktif yang mempergunakan proses sebaliknya, yaitu mulai dengan kaidah-kaidah yang dianggap berlaku secara umum untuk kemudian dipelajari dalam keadaan khusus.
Sesuai dengan sifatnya sebagai ilmu pegetahuan, sosiologi tidak memandang kekuasaan sebagai sesuatu yang baik atau buruk. Akan tetapi sosiologi mengakui kekuasaan sebagai unsur yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat.
Salah satu proses yang menyangkut hal ini adalah difusi (diffussion). Menurut kamus sosiologi dan kependudukan karya Dra. Hartini dan G. Kartasapoetra, difusi adalah penyebaran sifat kebudayaan atau kompleks dari suatu masyarakat yang lain. Yaitu cara bagaimana masyarakat mendapat sebagian benar sifat-sifat barunya. Dengan terjadinya difusi, suatu penemuan baru telah diterima oleh masyarakat dapat diteruskan dan disebarkan pada masyarakat luas hingga dapat menikmati kegunaannya bersama.
Terkadang unsur-unsur baru dan lama yang bertentangan secara bersamaan mempengaruhi norma-norma dan nilai-nilai yang berpengaruh terhadap masyarakat. Itu berarti ada gangguan yang berkelanjutan terhadap keserasian masyarakat. Hal tersebut berarti bahwa ketegangan dan kekecewaan di antara masyarakat tidak mempunyai saluran perubahan. Apabila keserasian kembali dipulihkan setelah terjadinya suatu perubahan, keadaan tersebut dinamakan penyesuaian (adjusment). Bila sebaliknya terjadi, maka dinamakan ketidak penyesuaian sosial (maladjusment) yang mungkin mengakibatkan terjadinya anomie. Anomie dalam kamus sosiologi dan kependudukan karya Dra. Hartini dan G. Kartasapoetra, adalah lunturnya norma-norma yang dianut, atau vakumnya suatu nilai/tata krama.
Ward merupakan salah satu pelopor sosiologi di Amerika. Tujuan utamanya adalah membentuk suatu system sosiologi yang akan menyempurnakan kesejahteraan umum manusia. Menurutnya sosiologi bertujuan menetili kemejuan-kemajuan manusia. Ia membedakan antara pure sociology (sosiologi murni) yang meneliti asal dan perkembangan gejala-gejala social dan applied sociology (sosiologi terapan) yang khusus mempelajari perubahan-perubahan dinamis dalam masyaraka karena usaha-usaha manusia. Hasil karyanya adalah :
Menurut Georg Simmel, sosiologi merupakan ilmu pengtahuan khusus, yaitu satu-satunya ilmu pengetahuan analitis yang abstrak diantara semua ilmu pengetahuan kemasyarakatan. Masyarakat merupakan suatu proses yang berjalan dan berkembang terus. Masyarakat ada dimana individu mengadakan interaksi dengan indiviu-individu lainnya. hasil katya-karyanya adalah :
Pokok ajaran Robert Ezra Park adalah suatu pendapat yang menyatakan bahwa sosiologi meneliti masyarakat setempat dari sudut hubungan antarmanusia. Namanya terkenal karena telah mengarang sebuah buku (bersama Burgess) yang berjudul : Introduction to The Science of Sociology tahun 1921. Hasil karya lainnya :
Setelah mendalami isi buku ini menjadikan kita lebih memperdalam sosiologi sebagai suatu ilmu, namun masih memiliki kesan bahwa ilmu sosiologi bersifat abstrak. Sebagai ilmu msyarakat sosiologi mengalami peristiwa-peristiwa tertentu maupun berbagai masa kritis.pada masa selesai Perang Dunia ke II, banyak masalah muncul konflik konflik realis ,kejahatan dll. Masalah tersebut selalu di kaitkan atau di dasarkan pada yang terjadi saat ini sehingga di nilai cepat tanggap terhadap masalah sosial penting sehingga dapat membantu memecahkan masalah-masalah tersebut.
Judul:Sosiologi Suatu PengantarPenulis:Soerjono Soekanto Penerbit:Rajawali Press Tempat Terbit:Jakarta, IndonesiaTahun Terbit:2009Cetakan: Ke-42Ukuran:170 x 240 mmJumlah Halaman:xvi, 491 hlmISBN:979-421-009-9Harga:-Waktu Resensi: 12 April 2015Jam:Pukul 13.42 WIBResensi Oleh:La Ode Muhammad Rauda Agus Udaya Manarfa, S.Sos, M.Sira...@gmail.com & laode...@yahoo.comMahasiswa Doktoral Program Studi Sosiologi PedesaanSekolah Pascasarjana - Institut Pertanian BogorSosiologi Suatu Pengantar adalah judul buku yang fenomenal untuk ilmu sosiologi di Indonesia. Bagaimana tidak, sejak sosiologi mulai diperkenalkan, karya Soerjono Soekanto ini menjadi buku wajib yang harus dibaca, berlaku pada semua level kesarjanaan bagi yang mempelajari mata kuliah sosiologi umum. Oleh penulis dikatakan bahwa sebenarnya mempelajari Sosiologi tidak hanya didapatkan melalui penempuhanpendidikan di perguruan tinggi ataupun membaca bukunya yang penuh dengan konsep-konsep bakunya, tetapi juga dapat diketahui dari hasil pengalaman sehari-hari. Sadar dan tidak sadar, setiap manusia selalu mengimplementasikan prinsip-prinsip sosiologi sebagaimana yang tertulis dalam buku yang ditulisnya, hanya saja persoalannya ia tidak mengetahui bahwa yang ia lakukan itu memiliki istilahnya sendiri dalam kamus akademisi sosial.Buku ini tidak secara gamblang mengemukakan alur sejarah mengapa teori itu ada, tetapi lebih mengemukakan isi dari teori yang dapat langsung dioperasionalisasikan. Hal ini sangat berguna dalam menarik minat mereka yang berkutat di dalamnya, memupuk rasa keingintahuan, serta melatih peneliti muda dalam menggunakan teori-teori sosiologi dalam riset-risetnya.Buku ini ditulis dengan runut dalam 10 bab antara lain pendahuluan, proses sosial dan interaksi sosial, kelompok-kelompok sosial dan kehidupan masyarakat, kebudayaan dan masyarakat, lembaga kemasyarakatan (lembaga sosial), lapisan masyarakat (stratifikasi sosial), kekuasaan wewenang dan kepemimpinan, perubahan sosial dan kebudayaan, masalah sosial dan manfaat sosiologi, serta penutup.Pada bab pendahuluan penulis mengungkapkan hubungan antara ilmu pengetahuan dengan sosiologi yang terdiri dari penjelasan apa yang dimaksud dengan ilmu pengetahuan, ilmu-ilmu sosial dan sosiologi, definisi sosiologi dan sifat hakikatnya, serta obyek sosiologi. Juga disampaikan ringkas gambaran mengetani sejarah teori-teori sosiologi yang dimulai dari apa yang disebut sebagai teori, perhatian terhadap masyarakat sebelum era Auguste Comte, perkembangan teori-teori sesudah Auguste Comte. Pembahasan selanjutnya adalah mengenai metode-metode dalam sosiologi, mazhab-mazhab dan spesialisasi dalam sosiologi, serta perkembangan sosiologi di Indonesia. Pada bab proses sosial dan interaksi sosial, ditampilkan mengenai interaksi sosial sebagai faktor utama dalam kehidupan sosial, syarat-syarat terjadinya interaksi sosial, kehidupan yang terasing, serta bentuk-bentuk interaksi sosial yang terdiri atas proses yang asosiatif dan proses yang disosiatif.Pada bab kelompok-kelompok sosial dan kehidupan masyarakat ditampilkannya mengenai pendekatan sosiologis terhadap kelompok-kelompok sosial, tipe-tipe kelompok sosial yang terdiri atas klasifikasi tipe-tipe kelompok sosial, kelompok sosial yang dipandang dari sudut individu, in group dan out group, kelompk primer dan kelompok sekunder, paguyuban dan patembayan, formal group dan informal group, membership group dan reference group, kelompok okupasional dan volunter. Selanjutnya adalah kelompok sosial yang tidak teratur seperti kerumunan dan publik, masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan seperti masyarakat setempat, tipe-tipe masyarakat setempat, dan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Juga kelompok-kelompok kecil, dan dinamika kelompok sosial.Pada babkebudayaan dan masyarakat diuraikan bagaimana unsur-unsur kebudayaan, fungsi kebudayaan bagi masyarakat sifat hakikat kebudayaan, kepribadian dan kebudayaan, dan gerak kebudayaan.Bab lembaga kemasyarakatan atau lembaga sosial memuat proses pertumbuhan lembaga kemasyarakatan yang terdiri atas norma-norma dalam masyarakat serta sistem pengendalian sosial. Juga citi-ciri umum lembaga kemasyarakatan, tipe-tipe lembaga kemasyarakatan, cara-cara mempelajari lembaga kemasyarakatan, dan conformity dan deviation.Bab lapisan masyarakat atau stratifikasi sosial menjelaskan tentang terjadinya lapisan dalam masyarakat, sifat sistem lapisan masyarakat, kelas-kelas dalam masyarakat, dasar lapisan masyarakat, unsur-unsur lapisan masyarakat yang terdiri atas kedudukan dan peranan. Selanjutnya adalah lapisan yang sengaja disusun, mobilitas sosial yang memuat pengertian umum dan jenis-jenis gerak sosial, tujuan penelitian gerak sosial, beberapa prinsip umum gerak sosial yang vertikal, dan saluran gerak sosial vertikal, dan perlunya sistem lapisan masyarakat.Bab selanjutnya adalah kekuasaan, wewenang, dan kepemimpinan yang memuat hakikat kekuasaan dan sumbernya, unsur-unsur saluran kekuasaan dan dimensinya seperti rasa takut, rasa cinta, kepercayaan, dan pemujaan. Selanjutnya adalah cara-cara mempertahankan kekuasaan, beberapa bentuk lapisan kekuasaan, wewenang yang terdiri dari wewenang kharismatis tradisional dan rasional, wewenang resmi dan tidak resmi, wewenang pribadi dan teritorial, serta wewenang terbatas dan menyeluruh. Lainnya adalah kepemimpinan yang meliputi perkembangan kepemimpinan dan sifat-sifat seorang pemimpin, kepemimpinan menurut ajaran tradisional, sandaran-sandaran kepemimpinan dan kepemimpinan yang dianggap efektif, serta tugas dan metodenya.Bab selanjutnya adalah perubahan sosial dan kebudayaan, yang memuat pembatasan pengertian pada aspek definisi serta teori-teorinya. Hubungan antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan, beberapa aspek perubahan sosial dan kebudayaan seperti perubahan yang lambat dan perubahan cepat, perubahan kecil dan perubahan besar, perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan. Selanjutnya adalah faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan yang terdiri atas bertambahnya atau berkurangnya jumlah penduduk, penemuan-penemuan baru, pertentangan masyarakat, serta terjadinya pemberontakan atau revolusi. Hal lainnya seperti faktor yang mempengaruh jalannya perubahan yang terdiri atas faktor yang mendorong dan mengalangi perubahan tersebut, proses perubahan sosial dan kebudayaan yang terdiri atas penyesuaian masyarakat terhadap perubahan, saluran perubahan sosial dan kebudayaan, serta disorganisasi dan reorganisasi. Lainnya berupa arah perubahan dan modernisasi.Bab selanjutnya adalah masalah sosial dan manfaat sosiologi yang terdiri atas masalah sosial, batasan, dan pengertiannya. Klasifikasi masalah sosial dan sebab-sebabnya, ukuran-ukuran sosiologis terhadap masalah sosial dengan uraian kriteria utama, sumber-sumber sosial masalah sosial, pihak-pihak yang menetapkan apakah suatu kepincangan merupakan masalah sosial atau tidak, manifest social problem dan latent social problem, perhatian masyarakat dan masalah sosial. Lainnya berupa beberapa masalah sosial yang penting untuk dikaji dewasa ini, antara lain berupa kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, masalah generasi muda dalam masyarakat modern, peperangan, pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat, masalah kependudukan, masalah lingkungan hidup, dan birokrasi. Selain itu pula pada bab ini juga dibahas bagaimana langkah upaya pemecahan masalah sosial, perencanaan sosial, serta tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam ilmu sosiologi seperti Auguste Comte, Herbert Spencer, Emile Durkheim, Max Weber, Charles Horton Cooley, Pierre Guillaurrie Frederic Le Play, Ferdinand Tonnies, Leopold von Wiese, Alfred Vierkandt, Lester Frank Ward, Vilfredo Pareto, Georg Simmel, William Graham Sumner, Robert Ezra Park, dan Karl Mannheim. Terakhir dikemukakannya manfaat penelitian sosiologi bagi pembangunan yang terdiri atas cara melangsungkan pembangunan, syarat yang diperlukan, tahap-tahap pembangunan, penelitian sosiologis, dan manfaat sisiologis bagi pembangunan.Bab terakhir adalah penutup membahas tentang keterkaitan public speaking dengan sosiologi komunikasi yang terdiri atas khalayak yang dihadapi, usaha agar khalayak menjadi pendengar yang aktif, usaha untuk mempengaruhi khalayak, serta kemampuan-kemampuan yang diperlukan. Selanjutnya adalah dampak pada sistem sosial budaya Indonesia yang berisi tentang sistem kepercayaan dan sistem sosial budaya, indikator perubahan, dampak pembangunan, dan penanggulangan pembangunan. Bagian terakhir adalah tinjauan sosiologis mengenai lingkungan anak dan remaja yang menunjang tumbuhnya motivasi dan keberhasilan studi anak yang berisi tentang orang tua, saudara-saudara, dan kerabat dekat, juga kelompok sepermainan, dan kelompok pendidik (sekolah).Dengan membaca buku ini maka akan sangat membantu dalam membentuk wawasan teoritis konseptual yang minimal dikuasai oleh mereka yang menaruh perhatian pada ilmu sosial. Bahasa yang digunakan dalam tulisan ini sangat indonesianis, juga mudah dipahami. Contoh-contoh yang disajikan tidak jauh dari aktivitas keseharian yang selalu dilakukan oleh orang Indonesia. Untuk melangkah dalam wawasan sosial nusantara, buku Sosiologi Suatu Pengantar saya rekomendasikan sebagai literatur yang pertama kali untuk dibaca.