Tazkirah Jumaat : Sunan Gunung Jati (Salah Seorang Wali Songo)

21 views
Skip to first unread message

Zuriati akmam

unread,
Dec 4, 2009, 2:26:36 AM12/4/09
to kgmalay...@googlegroups.com

Salam,

Sedar tak sedar rupa-rupanya Kejatuhan Kerajaan Melayu Melaka atau juga ketika itu Kerajaan Islam Melaka telah di BELA oleh Sunan Gunung Jati salah seorang Wali Songo. Beliau telah menubuhkan 3 kerajaan Islam di tanah jawa dan telah menuntut bela terhadap portugis di melaka.

 

Beliau juga adalah keturunan RasulluLlah melalui Sayyidina Ja'far As-Sodiq bin.Sayyidina Muhammad Al Baqir bin.Sayyidina 'Ali Zainal 'Abidin bin

.Al-Imam Sayyidina HussainAl-Husain putera Ali bin Abu Tholib dan Fatimah Az-Zahro binti Muhammad

 

Apa pendapat anda semua.

 

Sunan Gunung Jati

ilustrasi Sunan Gunung Jati
 
 

Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, lahir sekitar 1450 M, namun ada juga yang mengatakan bahwa beliau lahir pada sekitar 1448 M. Sunan Gunung Jati adalah salah satu dari kelompok ulama besar di Jawa bernama walisongo.

 

 Orang tua

Ayah

Sunan Gunung Jati bernama Syarif Hidayatullah, lahir sekitar tahun 1450. Ayah beliau adalah Syarif Abdullah bin Nur Alam bin Jamaluddin Akbar.
Jamaluddin Akbar adalah seorang Muballigh dan Musafir besar dari Gujarat, India yang sangat dikenal sebagai Syekh Maulana Akbar bagi kaum Sufi di tanah air. Syekh Maulana Akbar adalah putra Ahmad Jalal Syah putra Abdullah Khan putra Abdul Malik putra Alwi putra Syekh Muhammad Shahib Mirbath, ulama besar di Hadramaut, Yaman yang silsilahnya sampai kepada Rasulullah melalui cucu beliau Imam Husain.

 Ibunda

Ibunda Sunan Gunung Jati adalah Nyai Rara Santang, seorang putri keturunan Kerajaan Sunda, anak dari Sri Baduga Maharaja, atau dikenal juga sebagai Prabu Siliwangi dari perkawinannya dengan Nyai Subang Larang. Makam dari Nyai Rara Santang bisa kita temui di dalam klenteng di Pasar Bogor, berdekatan dengan pintu masuk Kebun Raya Bogor.

 Silsilah

.Sunan Gunung Jati @ Syarif Hidayatullah Al-Khan bin

.Sayyid 'Umadtuddin Abdullah Al-Khan bin

.Sayyid 'Ali Nuruddin Al-Khan @ 'Ali Nurul 'Alam bin

.Sayyid Syaikh Jumadil Qubro @ Jamaluddin Akbar Al-Khan bin

.Sayyid Ahmad Shah Jalal @ Ahmad Jalaludin Al-Khan bin

.Sayyid Abdullah Al-'Azhomatu Khan bin

.Sayyid Amir 'Abdul Malik Al-Muhajir (Nasrabad,India) bin

.Sayyid Alawi Ammil Faqih (Hadhramaut) bin

.Muhammad Sohib Mirbath (Hadhramaut)bin

.Sayyid Ali Kholi' Qosim bin

.Sayyid Alawi Ats-Tsani bin

.Sayyid Muhammad Sohibus Saumi'ah bin

.Sayyid Alawi Awwal bin

.Sayyid Al-Imam 'Ubaidillah bin

.Ahmad al-Muhajir bin

.Sayyid 'Isa Naqib Ar-Rumi bin

.Sayyid Muhammad An-Naqib bin

.Sayyid Al-Imam Ali Uradhi bin

.Sayyidina Ja'far As-Sodiq bin

.Sayyidina Muhammad Al Baqir bin

.Sayyidina 'Ali Zainal 'Abidin bin

.Al-Imam Sayyidina Hussain

Al-Husain putera Ali bin Abu Tholib dan Fatimah Az-Zahro binti Muhammad

 Silsilah dari Raja Pajajaran

.Sunan Gunung Jati @ Syarif Hidayatullah

.Rara Santang (Syarifah Muda'im)

.Prabu Jaya Dewata @ Raden Pamanah Rasa @ Prabu Siliwangi II

.Prabu Dewa Niskala (Raja Galuh/Kawali)

.Niskala Wastu Kancana @ Prabu Siliwangi I

.Prabu Linggabuana @ Prabu Wangi (Raja yang tewas di Bubat)


 Ibu

Ibunda Syarif Hidayatullah adalah Nyai Rara Santang putri Prabu Siliwangi (dari Nyai Subang Larang) adik Pangeran Walangsungsang bergelar Cakrabuwana / Cakrabumi atau Mbah Kuwu Cirebon Girang yang berguru kepada Syekh Datuk Kahfi, seorang Muballigh asal Baghdad bernama asli Idhafi Mahdi.

Makam Nyai Rara Santang bisa kita temui di dalam komplek KLENTENG di Pasar Bogor, di sebelah Kebun Raya Bogor.

 Pertemuan orang tuanya

Pertemuan Rara Santang dengan Syarif Abdullah cucu Syekh Mawlana Akbar masih diperselisihkan. Sebagian riwayat (lebih tepatnya mitos) menyebutkan bertemu pertama kali di Mesir, tapi analisis yang lebih kuat atas dasar perkembangan Islam di pesisir ketika itu, pertemuan mereka di tempat-tempat pengajian seperti yang di Majelis Syekh Quro, Karawang (tempat belajar Nyai Subang Larang ibunda dari Rara Santang) atau di Majelis Syekh Kahfi, Cirebon (tempat belajar Kiyan Santang kakanda dari Rara Santang).

Syarif Abdullah cucu Syekh Mawlana Akbar, sangat mungkin terlibat aktif membantu pengajian di majelis-majelis itu mengingat ayahanda dan kakek beliau datang ke Nusantara sengaja untuk menyokong perkembangan agama Islam yang telah dirintis oleh para pendahulu.

Pernikahan Rara Santang putri Prabu Siliwangi dan Nyai Subang Larang dengan Abdullah cucu Syekh Mawlana Akbar melahirkan seorang putra yang diberi nama Raden Syarif Hidayatullah.

 Perjalanan Hidup

 Proses belajar

Raden Syarif Hidayatullah mewarisi kecendrungan spiritual dari kakek buyutnya Syekh Mawlana Akbar sehingga ketika telah selesai belajar agama di pesantren Syekh Kahfi beliau meneruskan ke Timur Tengah. Tempat mana saja yang dikunjungi masih diperselisihkan, kecuali (mungkin) Mekah dan Madinah karena ke 2 tempat itu wajib dikunjungi sebagai bagian dari ibadah haji untuk umat Islam.

Babad Cirebon menyebutkan ketika Pangeran Cakrabuwana membangun kota Cirebon dan tidak mempunyai pewaris, maka sepulang dari Timur Tengah Raden Syarif Hidayat mengambil peranan mambangun kota Cirebon dan menjadi pemimpin perkampungan Muslim yang baru dibentuk itu setelah Uwaknya wafat.

 Pernikahan

Memasuki usia dewasa sekitar diantara tahun 1470-1480, beliau menikahi adik dari Bupati Banten ketika itu bernama Nyai Kawunganten. Dari pernikahan ini beliau mendapatkan seorang putri yaitu Ratu Wulung Ayu dan Mawlana Hasanuddin yang kelak menjadi Sultan Banten I.

 Kesultanan Demak

Masa ini kurang banyak diteliti para sejarawan hingga tiba masa pendirian Kesultanan Demak tahun 1487 yang mana beliau memberikan andil karena sebagai anggota dari Dewan Muballigh yang sekarang kita kenal dengan nama Walisongo. Pada masa ini beliau berusia sekitar 37 tahun kurang lebih sama dengan usia Raden Patah yang baru diangkat menjadi Sultan Demak I bergelar Alam Akbar Al Fattah. Bila Syarif Hidayat keturunan Syekh Mawlana Akbar Gujarat dari pihak ayah, maka Raden Patah adalah keturunan beliau juga tapi dari pihak ibu yang lahir di Campa.

Dengan diangkatnya Raden Patah sebagai Sultan di Pulau Jawa bukan hanya di Demak, maka Cirebon menjadi semacam Negara Bagian bawahan vassal state dari kesultanan Demak, terbukti dengan tidak adanya riwayat tentang pelantikan Syarif Hidayatullah secara resmi sebagai Sultan Cirebon.

Hal ini sesuai dengan strategi yang telah digariskan Sunan Ampel, Ulama yang paling di-tua-kan di Dewan Muballigh, bahwa agama Islam akan disebarkan di P. Jawa dengan Kesultanan Demak sebagai pelopornya.

 Gangguan proses Islamisasi

Setelah pendirian Kesultanan Demak antara tahun 1490 hingga 1518 adalah masa-masa paling sulit, baik bagi Syarif Hidayat dan Raden Patah karena proses Islamisasi secara damai mengalami gangguan internal dari kerajaan Pakuan dan Galuh (di Jawa Barat) dan Majapahit (di Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan gangguan external dari Portugis yang telah mulai expansi di Asia Tenggara.

Tentang personaliti dari Syarif Hidayat yang banyak dilukiskan sebagai seorang Ulama kharismatik, dalam beberapa riwayat yang kuat, memiliki peranan penting dalam pengadilan Syekh Siti Jenar pada tahun 1508 di pelataran Masjid Demak. Ia ikut membimbing Ulama berperangai ganjil itu untuk menerima hukuman mati dengan lebih dulu melucuti ilmu kekebalan tubuhnya.

Eksekusi yang dilakukan Sunan Kalijaga akhirnya berjalan baik, dan dengan wafatnya Syekh Siti Jenar, maka salah satu duri dalam daging di Kesultana Demak telah tercabut.

Raja Pakuan di awal abad 16, seiring masuknya Portugis di Pasai dan Malaka, merasa mendapat sekutu untuk mengurangi pengaruh Syarif Hidayat yang telah berkembang di Cirebon dan Banten. Hanya Sunda Kelapa yang masih dalam kekuasaan Pakuan.

Di saat yang genting inilah Syarif Hidayat berperan dalam membimbing Pati Unus dalam pembentukan armada gabungan Kesultanan Banten, Demak, Cirebon di P. Jawa dengan misi utama mengusir Portugis dari wilayah Asia Tenggara. Terlebih dulu Syarif Hidayat menikahkan putrinya untuk menjadi istri Pati Unus yang ke 2 di tahun 1511.

Kegagalan expedisi jihad II Pati Unus yang sangat fatal di tahun 1521 memaksa Syarif Hidayat merombak Pimpinan Armada Gabungan yang masih tersisa dan mengangkat Tubagus Pasai (belakangan dikenal dengan nama Fatahillah),untuk menggantikan Pati Unus yang syahid di Malaka, sebagai Panglima berikutnya dan menyusun strategi baru untuk memancing Portugis bertempur di P. Jawa.

Sangat kebetulan karena Raja Pakuan telah resmi mengundang Armada Portugis datang ke Sunda Kelapa sebagai dukungan bagi kerajaan Pakuan yang sangat lemah di laut yang telah dijepit oleh Kesultanan Banten di Barat dan Kesultanan Cirebon di Timur.

Kedatangan armada Portugis sangat diharapkan dapat menjaga Sunda Kelapa dari kejatuhan berikutnya karena praktis Kerajaan Hindu Pakuan tidak memiliki lagi kota pelabuhan di P. Jawa setelah Banten dan Cirebon menjadi kerajaan-kerajaan Islam.

Tahun 1527 bulan Juni Armada Portugis datang dihantam serangan dahsyat dari Pasukan Islam yang telah bertahun-tahun ingin membalas dendam atas kegagalan expedisi Jihad di Malaka 1521.

Dengan ini jatuhlah Sunda Kelapa secara resmi ke dalam Kesultanan Banten-Cirebon dan di rubah nama menjadi Jayakarta dan Tubagus Pasai mendapat gelar Fatahillah.

Perebutan pengaruh antara Pakuan-Galuh dengan Cirebon-Banten segera bergeser kembali ke darat. Tetapi Pakuan dan Galuh yang telah kehilangan banyak wilayah menjadi sulit menjaga keteguhan moral para pembesarnya. Satu persatu dari para Pangeran, Putri Pakuan di banyak wilayah jatuh ke dalam pelukan agama Islam. Begitu pula sebagian Panglima Perangnya.

 Perundingan Yang Sangat Menentukan

Satu hal yang sangat unik dari personaliti Syarif Hidayat adalah dalam riwayat jatuhnya Pakuan Pajajaran, ibu kota Kerajaan Sunda pada tahun 1568 hanya setahun sebelum beliau wafat dalam usia yang sangat sepuh hampir 120 tahun (1569). Diriwayatkan dalam perundingan terakhir dengan para Pembesar istana Pakuan, Syarif Hidayat memberikan 2 opsi.

Yang pertama Pembesar Istana Pakuan yang bersedia masuk Islam akan dijaga kedudukan dan martabatnya seperti gelar Pangeran, Putri atau Panglima dan dipersilakan tetap tinggal di keraton masing-masing. Yang ke dua adalah bagi yang tidak bersedia masuk Islam maka harus keluar dari keraton masing-masing dan keluar dari ibukota Pakuan untuk diberikan tempat di pedalaman Banten wilayah Cibeo sekarang.

Dalam perundingan terakhir yang sangat menentukan dari riwayat Pakuan ini, sebagian besar para Pangeran dan Putri-Putri Raja menerima opsi ke 1. Sedang Pasukan Kawal Istana dan Panglimanya (sebanyak 40 orang) yang merupakan Korps Elite dari Angkatan Darat Pakuan memilih opsi ke 2. Mereka inilah cikal bakal penduduk Baduy Dalam sekarang yang terus menjaga anggota pemukiman hanya sebanyak 40 keluarga karena keturunan dari 40 pengawal istana Pakuan. Anggota yang tidak terpilih harus pindah ke pemukiman Baduy Luar.

Yang menjadi perdebatan para ahli hingga kini adalah opsi ke 3 yang diminta Para Pendeta Sunda Wiwitan. Mereka menolak opsi pertama dan ke 2. Dengan kata lain mereka ingin tetap memeluk agama Sunda Wiwitan (aliran Hindu di wilayah Pakuan) tetapi tetap bermukim di dalam wilayah Istana Pakuan.

Sejarah membuktikan hingga penyelidikan yang dilakukan para Arkeolog asing ketika masa penjajahan Belanda, bahwa istana Pakuan dinyatakan hilang karena tidak ditemukan sisa-sisa reruntuhannya. Sebagian riwayat yang diyakini kaum Sufi menyatakan dengan kemampuan yang diberikan Allah karena doa seorang Ulama yang sudah sangat sepuh sangat mudah dikabulkan, Syarif Hidayat telah memindahkan istana Pakuan ke alam ghaib sehubungan dengan kerasnya penolakan Para Pendeta Sunda Wiwitan untuk tidak menerima Islam ataupun sekadar keluar dari wilayah Istana Pakuan.

Bagi para sejarawan beliau adalah peletak konsep Negara Islam modern ketika itu dengan bukti berkembangnya Kesultanan Banten sebagi negara maju dan makmur mencapai puncaknya 1650 hingga 1680 yang runtuh hanya karena pengkhianatan seorang anggota istana yang dikenal dengan nama Sultan Haji.

Dengan segala jasanya umat Islam di Jawa Barat memanggil beliau dengan nama lengkap Syekh Mawlana Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati Rahimahullah.


Krt Dtr

unread,
Dec 4, 2009, 11:43:18 AM12/4/09
to kgmalay...@googlegroups.com
Kerajaan Majapahit di Patani pun mungkin ada kaitan juga. Ini berdasarkan buku tulisan anak-murid yang belajar dipondok daerah Patani. Dalam zaman pemerintahan British memang hal keagamaan tidak disentuh. Jadi kemungkinan catatan dairy yang kini menjadi catatan sejarah yang sebenar yang ditulis oleh anak tempatan adalah benar.
 
Kerana kebanyakan sejarah yang Mat Salleh tulis tidak benar. Wallahu'alam...


From: Zuriati akmam <zaa...@yahoo.com>
To: kgmalay...@googlegroups.com
Sent: Friday, 4 December 2009 3:26:36
Subject: [kgmalaysiaraya] Tazkirah Jumaat : Sunan Gunung Jati (Salah Seorang Wali Songo)

..Sayyid Al-Imam 'Ubaidillah bin

.Ahmad al-Muhajir bin

.Sayyid 'Isa Naqib Ar-Rumi bin

.Sayyid Muhammad An-Naqib bin

..Sayyid Al-Imam Ali Uradhi bin




Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!

salleh hasan

unread,
Dec 7, 2009, 9:07:57 AM12/7/09
to kgmalay...@googlegroups.com

 
                                                                                                                               
Betul-betul..... Rupa-rupanya kerajaan Majapahit ni terbahagi dua.... satu di Tanah Jawa (Agama Hindu) dan Satu di Kelantan dan Patani Majapahit (Agama Islam).
 
 
 
 
 
Salam Ikhlas;
 
KHAIRUL SALLEH HASAN



From: Krt Dtr <rukuntetangga...@yahoo.com.my>
To: kgmalay...@googlegroups.com
Sent: Sat, December 5, 2009 12:43:18 AM
Subject: [kgmalaysiaraya] Re: Tazkirah Jumaat : Sunan Gunung Jati (Salah Seorang Wali Songo)

Krt Dtr

unread,
Dec 8, 2009, 1:45:26 AM12/8/09
to kgmalay...@googlegroups.com
Sebab itulah juga kita dapati ada tempat dinamakan Kota Bharu (membawa maksud kota yang didirikan selepas kejatuhan kota Melaka, pantun sebenar 'kalau roboh kota Melaka, papan di Jawa saya dirikan itu adalah kisah benar dan papan di Jawa itulah yang menjadi Kota Bharu) dan ada tempat yang dinamakan Palekbang (berasal dari nama Palembang)
 
Dan atas alasan yang wajar diterima akal itu jugalah kita dapati orang di Petani termasuk di Kelantan lebih mentaati perintah agama kerana ajaran yang datang kepada mereka adalah ajaran yang ikhlas dari cucu-cicit Rasulullah saw.
 
Saya merassa gembira kerana saudara Khairul mengambil tahu untuk mendalami pengetahuan asas Nusantara kita ini. Pengetahuan yang tersembunyi oleh pemerintahan Inggeris terhadao rantau ini yang cuma memakan masa 500 tahun.
 
Kegagalan Inggeris menyembunyikan fakta sebenar tentang Nusantara ini berpunca dari guru-guru agama serta anak murid yang berhijrah dari satu daerah ke satu daerah bagi menjalankan dakwah pada masa itu, Segala catatan mereka tidak diganggu oleh pemerintah Inggeris maupun Jepun kerana bagi penjajah tiada apa-apa yang dapat diperbuat oleh orang agama ini.
 
Hasilnya hari ini kita melihat tulisan orang agama ini berkembang dalam buku-buku dan akhirnya menular kedalam internet. Sebab jaringan bahasa Malaysia serta Indonesia masih sama.
 
Biarkan segelintar manusia cuba memecah-belahkan Nusantara ini dengan membakar Jalur Gemilang. Kesihan kerana mereka tidak faham bahawa orang Melayu sebenarnya yang menguasai Nusantara ini.
 
Orang Melayu memang berbaik dengan Jawa. Tidak kisah pokok asam yang memang berasal dari kampong kita itu, kita namakan asam jawa. Tembakau yang ditanam di Petani dinamakan tembakau Jawa. Tapi orang Betawi di Jakarta terlalu taksub dengan tarian pendet yang group KRU tersalah ambil melalui sub-kontraktor di Singapura tempoh hari.
 
Orang di seluruh Nusantara masih bernyanyi menggunakan bahasa Melayu. Mereka tidak bernyanyi dalam bahasa Betawi, atau Sunda, atau Bugis, atau Dayak. Kerana bahasa suku ini tidak komersil. Bahasa Melayu yang komersil. Kumpulan Dewa dan Sheila on7 memang bernyanyi menggunakan bahasa  Melayu. Itulah bukti kita ini Melayu. Nusantara ini memerlukan Melayu.
 
Dengan pengukuhan Melayu di Semenanjung dengan Jawa yang datang dari tanah Jawa sejak dulu menjadikan ilmu agama serta sejarah kita berlari sejajar dengan kemahuan kita. Bukan dengan kemahuan British, Ia ibarat pilihan jodoh yang tidak mampu dihalangi oleh kedua orangtua.
 
Keadaan hari ini sangat menjurus kepada persahabatan dua buah negara ini. Inilah juga topik utama dalam perbincangan antara Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj dan Soekarno bagi menamatkan Konfrantasi dulu.
 
Semuga hubungan antara kedua negara ini berjalan dalam keadaan baik.
Wasallam. 


From: salleh hasan <salleh...@yahoo.com>
To: kgmalay...@googlegroups.com
Sent: Monday, 7 December 2009 10:07:57

Subject: [kgmalaysiaraya] Re: Tazkirah Jumaat : Sunan Gunung Jati (Salah Seorang Wali Songo)

 
                                                                                                                               
Betul-betul..... Rupa-rupanya kerajaan Majapahit ni terbahagi dua.... satu di Tanah Jawa (Agama Hindu) dan Satu di Kelantan dan Patani Majapahit (Agama Islam).
 
 
 
 
 
Salam Ikhlas;
 
KHAIRUL SALLEH HASAN


From: Krt Dtr <rukuntetangga...@yahoo.com.my>
To: kgmalay...@googlegroups.com
Sent: Sat, December 5, 2009 12:43:18 AM
Subject: [kgmalaysiaraya] Re: Tazkirah Jumaat : Sunan Gunung Jati (Salah Seorang Wali Songo)

Kerajaan Majapahit di Patani pun mungkin ada kaitan juga. Ini berdasarkan buku tulisan anak-murid yang belajar dipondok daerah Patani. Dalam zaman pemerintahan British memang hal keagamaan tidak disentuh. Jadi kemungkinan catatan dairy yang kini menjadi catatan sejarah yang sebenar yang ditulis oleh anak tempatan adalah benar.
 
Kerana kebanyakan sejarah yang Mat Salleh tulis tidak benar. Wallahu'alam...

From: Zuriati akmam <zaa...@yahoo.com>
To: kgmalay...@googlegroups.com
Sent: Friday, 4 December 2009 3:26:36
Subject: [kgmalaysiaraya] Tazkirah Jumaat : Sunan Gunung Jati (Salah Seorang Wali Songo)

Salam,

Sedar tak sedar rupa-rupanya Kejatuhan Kerajaan Melayu Melaka atau juga ketika itu Kerajaan Islam Melaka telah di BELA oleh Sunan Gunung Jati salah seorang Wali Songo. Beliau telah menubuhkan 3 kerajaan Islam di tanah jawa dan telah menuntut bela terhadap portugis di melaka.

 

Beliau juga adalah keturunan RasulluLlah melalui Sayyidina Ja'far As-Sodiq bin..Sayyidina Muhammad Al Baqir bin.Sayyidina 'Ali Zainal 'Abidin bin

...Sayyid Al-Imam 'Ubaidillah bin

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima message ini kerana email anda telah berdaftar dengan Google Groups "kgmalaysiaraya" .
Untuk menghantar message anda, sila email ke kgmalay...@googlegroups.com

keterangan lanjut,sila ke website kita yang sedang dalam pembinaan : http://kgmalaysiaraya.com.my atau ke Laman Google group di
http://groups.google.com.my/group/kgmalaysiaraya?
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---



Firefox 3: Faster, More Secure, Customisable and FREE.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages