Oleh agorsiloku
Saya menatap untuk kesekian kalinya foto sebuah peristiwa hampir 50 tahun yang lalu. Ka’bah terendam banjir. Sungguh!. Rumah ibadah pertama yang dibangun manusia untuk beribadah tenggelam oleh banjir. Kemudian dibangun kedua kali oleh Nabi Ibrahim. Namun, sesembahan manusia dan seluruh alam beserta isinya ini membiarkan rumah ibadah Ka’bah, yang menjadi pusat peribadatan dunia terkena banjir. Banjir itu diabadikan oleh foto di bawah ini.
Berkali-kali saya menatap foto itu. Memang, banjir menimpa rumah tua ini bukan yang pertama kali. Abad ke 12, Dinasti Bani Umayah terjadi juga kebanjiran. Bahkan Mesjidil Harampun terbakar.
Ada sesuatu tak terkatakan, ketika menatap rumah peribadatan, yang menjadi Pusat Peribadatan Manusia ini dihikmahkan Allah untuk kebanjiran.
Saya tak mampu memaknainya.
(Pengalaman Hajj 24)
ada permintaan ingin tahu foto dalam kabah, kebetulan ada di site ini :
Catatan :
Berita ini saya dapatkan dalam beberapa buku tarikh Ka’bah, di antaranya karangan Prof. Dr. Aboe Bakar Atjeh dalam bukunya ” Ka’bah dan perjalanannya” yang cetakan pertamanya bertahun 1953. Sedangkan Hajar Aswad dicopot dari tempatnya itu saya cuplik dari Majalah Sabili ( kalau tidak salah yang melarikankan adalah golong Qaramitah, salah satu dari firqah Syi’ah ). Yang merobohkan Ka’bah, sebelum Al-Hajjaj ibnu Yusuf Aststaqafi (Salah seorang Panglima Perang dari Dynasti Ummayah) adalah Nasim bin Husein seorang Panglima perang dari Yazid bin Muawiyah, khalifah kedua dari Dynasti Ummayah dalam rangka penaklukan Mekkah yang saat itu dikuasai oleh Abdullah inbu Zubair sebagai Rajanya. Begitu juga ketika Al-Hajjaj membombardir Ka’bah dengan manjanik (peluru batu) juga dalam rangka merebut Mekkah dari tangan Abdullah inbu Zubair, yang mengakibatkan Ka’bah babak belur dan Shahabat Nabi yang mulia Abdullah inbu Zuabir
terbunuh. Ka’bah juga pernah dilanda banjir pada zaman khalifah Umar ibnul Khattab yang mengakibatkan Ka’bah rusak parah sebahagian dindingnya (karena Ka’bah pada zman tersebut dibangun dengan bahan batu dan direkat dengan tanah/lumpur bukan semen sebagaimana sekarang), begitu juga pada tahun 1039M Ka’bah pernah juga dilanda banjir yang paling parah dari semua kejadian banjir yang pernah melanda Ka’bah. Kenapa Ka’bah bisa dilanda banjir?. salah satunya adalah, tempat di mana Ka’bah berdiri adalah suatu lembah yang paling rendah di kota Mekkah ditambah pula dengan belum adanya saluran air (drainage) sebagaimana yang dibangun oleh pemerintah Arab dewasa ini, maka tidak heran kalau terjadi hujan yang cukup lebat maka Mekkah akan terendam bajir termasuk Ka’bah yang memang terletak ditengah-tengah kota Mekkah. Apakah Allah salah meletakkan Ka’bah pada lembah yang pasti akan dilanda banjir kalau terjadi hujan?. Na’uzubillahiminzalik.
Tidak, Allah sama sekali tidak salah. Kenapa Allah tidak melindungi Ka’bah dari hal-hal demikian, seperti roboh, dilanda bajir dan ahngus terbakar?. Inilah pelajaran yang dapat kita ambil, bahwa semua yang fana akan hancur. Yang namanya makhluk akan tunduk pada sunnatullah yang berlaku kepada makhluk. Tidak ada satupun makhluk yang dapat lari dari sunnatullah, syahdan Ka’bah sekalipun. Mengenai tentara bergajah yang dibinasakan Allah karena bermaksud menyerang Mekkah dan merobohkan Ka’bah sebagai tersurat dalam Surah Al-Fiil. Ini lain lagi masaalahnya. Bagaimana diceritakan dalam sebuah riwayat, bahwa ketika tentara Abrahah menyerang Mekkah maka sebanyak 200 ekor onta Abdul Muthalib dirampas oleh pasukan Habsyah ( Ethiopia). Maka Abdul Muthalib mendatangi Abrahah minta dikembalikan ontanya, maka terjadilah dialog :
Kenapa anda hanya peduli dengan onta yang 200 ekor, sementara anda tidak khawatir terhadap Ka’bah yang akan kami robohkan?. Begitulah kira-kira tanya Abrahah kepada Abdul Muthalib. Apa jawab Abdul Muthalib?. Onta adalah milik saya, sementara Ka’bah ada pemiliknya sendiri. Maka terserahlah kepada pemiliknya.
Maka terjadilah peristiwa sebagaimana tersurat dalam Al-Quran surat Al-Fiil. Mengenai Hajar-Aswad yang dilarikan dari tempatnya, insya Allah akan saya carikan sumbernya dari Sabili (harus dicari satu persatu, karena saya lupa Sabili Edisi ke berapa yang memuat kisah tersebut diantara lebih dari seratus edisi yang saya simpan). Wassalam,
96 Tanggapan - tanggapan ke “Baitullah (Kabah) Terendam Banjir”
-
Februari 16, 2007 pada 10:52 pm
Mungkin untuk mengingatkan, yang Maha Suci yang mana, yang hanya salah satu ciptaan perlambang Yang Maha Suci itu yang mana pak…
@ Semua kemungkinan dari kejadian. Saya pernah dengar tapi belum jelas sumbernya. Sudah dua kali Ka’bah rubuh dan dibangun. Kali yang ketiga Allah akan mengangkatnya. Tidak begitu paham memaknainya. Juga foto Ka’bah terendam air, di suatu tempat yang disucikan. Rasanya menggetarkan jiwa…
-
Maret 8, 2007 pada 10:07 pm
Sebuah pertanda dari Allah bahwa manusia itu sudah banyak lupa….
@ saya setiap kali melihat foto itu, menggetarkan nurani…..
-
April 1, 2007 pada 11:04 am
[...] Yang jelas saya tahu, objek Kabah memang cukup besar dibanding objek-objek lain di sekitarnya. Ka’bah juga tahun 1941 pernah terendam banjir untuk kedua kalinya. Namun, saya tahu persis bahwa kain kiswah penutup dinding Kabah berwarna hitam dan itu tampak pada [...]
-
Isa berkata Mei 2, 2007 pada 9:43 pm
3:96. Rumah yang pertama diletakkan bagi manusia ialah yang di (dengan) Bakkah, yang diberkati, dan menjadi petunjuk bagi semua alam.
3:97. Padanya bukti-bukti yang jelas – maqom Ibrahim, dan sesiapa memasukinya dia berasa aman. Adalah kewajipan manusia terhadap Allah untuk datang berhaji ke Rumah, jika dia boleh membuat jalannya ke sana. Dan orang yang tidak percaya – maka sesungguhnya Allah Kaya daripada semua alam.
Ternyata ibadah haji ke Ka’bah di Mekkah tidak aman ya ? Jadi yang salah ibadah hajinya atau ayatnya ya ?
Nggak mungkinlah ayatnya yang salah.
Ada yang salah dalam memahami konsep haji.
Bukankah mengelilingi batu hitam 7 kali dan mencium batu itu kebiasaan pagan Arab ?\
@ Tidak ada komentar balasan. Mohon maaf
-
Juli 27, 2007 pada 9:43 pm
euh… Subhanallah… sungguh Allah Maha Sempurna… tiada sesuatupun yang dapat mengurangi kesempurnaanNyah. . bahkan rumah Nyah sekalipun…
@ Subhanallah…
-
DIAZ berkata Agustus 16, 2007 pada 5:50 pm
saya tak percaya apa yang saya lihat ini? karena setahu saya kabah kebanjiran ketika jaman nabi nuh saja, dan apabila berita itu benar mangapa tidak disebarluaskan ke media yang lain seperti televisi,dll
@ Sama Mas Diaz, saya juga tidak menyaksikan kebanjiran 50 tahun yang lalu yang diabdikan dan dijadikan souvenir foto di oleh para pedagang di Mekkah atau Madinah itu. Jadi, saya hanya menceritakan satu pengalaman kecil dari sebuah perjalanan saja.
-
Agustus 17, 2007 pada 4:44 pm
[...] on Memutuskan Perkara Syetan ata…Dono on Selalu Berbuat Baik Kepada Ses…DIAZ on Baitullah (Kabah) Terendam Ban…madsyair on Weleh… weleh..Ternyata M…Raja Ahmad Ismail on Skenario Akhir Alam Semesta…Raja [...]
-
Agustus 19, 2007 pada 9:35 pm
masa allah semua itu hanya allah yang tahu dan kita umat allah harus banyak banyak memujiya dan bersalawat kepada nabi muhamad La iLa Ha IL La allah Muhamadur Rasulluallah. kalalu allah sudah mengatakan kun apa pun pasti terjadi. memggenai foto di atas itu hanya gambar belaka.
@ hmm…. hanya sedikit dari manusia yang bersyukur atas rahmatNya (begitu firmanNya) disampaikan pada kita. Mas Zuki begitu menyadari hal ini. Alhamdulillah, saya masih belajar dan harus belajar banyak mengenai hal ini. Rasanya kemampuan mensyukuri nikmatNya masih sangat jauh dari harapan.
Allah menyatakan jadilah… anyway… itu petunjukNya dan kita tidak tahu makna Kun dan sebagian dari pemahaman itu ditunjukkan dari perubahan kejadian yang dicatat dan dielaborasi oleh sains.
Mengenai foto, picture… ya hanya gambar. Merekam suatu peristiwa dari jutaan peristiwa yang ada…
-
Rahm berkata Agustus 26, 2007 pada 8:34 pm
Hujan adalah rahmat Allah.Banjir kan biasa. ada yang mengisukan politisi AS mau NGeBOM KABAH…!
@
Saya percaya, Allah akan menjaga langsung tempat patokan arah dari ummat Islam dalam menjalankannya. Sampai tiba waktunya untuk memberikan keputusan lain. Mengangkat kabah dari permukaan hikmah dunia. Wallahu alam….
-
lia berkata September 17, 2007 pada 5:23 pm
> Maha Besar Allah dengan Baitulloh nya pun kebanjiran, > hal ini kita dapat merenung atas kejadian alam ini subhanalloh > barang kali ada makna tersembunyi pada kejadian ini agar manusia selalu ingat pada NYA.
@ Baitullah mengikuti sunnatullah.
-
September 30, 2007 pada 6:14 pm
bisa dipastikan n cuma rekayasa doanggggggggggg
@ bisa dipastikan?… bisa uraikan lebih dalam dan tajam, bagaimana memastikannya….
-
Oktober 4, 2007 pada 11:38 am
kalo gambar dalamnya ka’bah ada tidak..??
@ Bagian dalam…ada… tapi musti saya cari dulu arsipnya…. nanti saya akan upload…
-
Oktober 19, 2007 pada 1:09 am
Berkali-kali saya menatap foto itu. Memang, banjir menimpa (rumah tua) <– ini maksud nya apa !!!!!
tolong tulisannya diedit lagi!!!
@ Rumah tua itu Kabah, terjh. Depag: QS 22. Al Hajj 29. Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).
Rumah tua, rumah yang tua sejarahnya, ancient house.
Rumah/bangunan yang pertama dibangun untuk menyembah Allah.
Istilah/sebutan rumah tua untuk Kabah sudah berlaku umum.
-
aang berkata Oktober 19, 2007 pada 1:49 pm
allahuakbar rasanya saya ingin menangis ingat akan dosa dosa saya
@ Sama… rasanya begitu menyesak perasaan ini, namun di waktu lain, begitu mudah juga terlena….
-
Oktober 24, 2007 pada 9:43 am
kl ingat kata:TUHAN maha kuasa, maka kl saya pikir masuk akal dan tidak masuk akal. kenapa masuk akal?karena tuhan bisa berbuat apa saja, apa yang Dia mau, kun fayakun. tp kl d sisi gk masuk akalnya,ya kenapa juga rumah ibadah jadi banjir?gmn umatnya mau beribadah,toh beribadah tingkat kesempurnaan nya diukur dgn rasa khusyuk, gmn mau khusyuk kl banjir? kasi koment yang keren ya.kl gk keren gk usah kasi koment hehhehee
@ Itulah yang terasa getarannya ketika menatap Ka’bah terendam banjir…. sebuah peringatan… Namun, Allah juga dengan seluruh peluang yang diberikan kepada “keingkaran” manusia, utusanNya sekalipun “dibiarkan” mati dibunuh manusia ingkar.
Sungguh komen yang keren…
-
Shodiqur Rifqi berkata November 12, 2007 pada 12:18 pm
Aslm . maksud nya ka’bah itu bukan tuhan , cuma sebagai arah kiblat persatuan umat islam,
@ wass.wr.wb. sampai saya lihat lagi… apa ada kalimat yang saya buat seperti itu… Alhamdulillah nggak. untuk Kabah sebagai arah kiblat persatuan ummat Islam… Wah jujur saja, saya belum memahami maksu mas Shodiqur. Dalam pemahaman saya, Ka’bah itu salah satu titik arah tempat ummat Islam melaksanakan ritual ibadah shalat. Tapi apakah “cuma”, terus terang saya belum memahami. Saya percaya ada sesuatu yang menyebabkan pilihan itu diberikan Allah.
-
Desember 8, 2007 pada 3:39 pm
emang sich, orang bilang itu beenaarr. itu kiamat kecil kaleee.makanya kita harus banyak beribadah kpd 4JJI biar gak kayak gitchu untuk ke-3 kalinya. ya kan eh ngomong2 gw bukan COWO. i’m its female.
@ Adakah sebuah pertanda, kombinasi usaha. Sunatullah berlaku pada segala ciptaanNya. Bahkan nabi pun, utusanNya ada yang dibunuh oleh orang kafir. Allah toh tidak melepaskan nabi ke luar dari hukum yang ditetapkanNya.
-
kiras berkata Desember 11, 2007 pada 6:45 pm
kita serahkan aja sama yang di atas
@ Dan karenanya pula, yang memelihara Ka’bah, membangun saluran air, memeliharanya sehingga kejadian serupa tidaklah harus terulang lagi.
-
anjar berkata Desember 27, 2007 pada 12:54 am
pintar orang yang merekayasa foto itu diubah menjadi banjir allahuakbar insyaallah allah akan menghukum orang yang mencetak foto itu ka’bah takkan banjir sampai kapanpun kecuali hari itu adalah hari akhir.
@ Mas Anjar, kalau tidak keberatan… dapatkah menjelaskan mengapa orang yang mencetak foto itu akan dihukum?. Sedang pada sejarah Nabi Muhammad saja, pada usia beliau 30 tahun dijelaskan bahwa Ka’bah pernah kebanjiran. Memang saat itu belum ada yang memotret sih, jadi hanya berupa catatan saja….
-
Husaini berkata Desember 27, 2007 pada 9:56 am
Yang Penting bukan rumah Allah, tapi yang Memiliki Rumah Allah itu.
@ Saya merasa oon nih… , kalau berkenan, bisa menjelaskan lebih jauh…
-
Isfahani Muhammad berkata Januari 2, 2008 pada 1:47 pm
kontur kota mekkah itu memang di wilayah lembah yang dikelilingi oleh bukit dan gunung. jadi memang sudah wajar bila jadi daerah langganan banjir. gak usah heran lah, lha wong penduduk sana juga udah biasa merasakan hal ini sejak nenek moyang bangsa Quraisy mulai mendiami lembah mekkah yang mulia ini.
Dan sebagai pengingat : peristiwa pemasangan Hajar Aswad oleh Muhammad SAW ketika belum menjadi nabi dan rosul adalah juga dikarenakan banjir besar yang sampai menghancurkan dinding2 Ka’bah. (makanya pada sering baca Sirah Nabawiyah donk..)
@ Betul Mas… Membaca Sirah Nabawiyah… tentu komentar yang masuk akan lebih mengena… sedikit nanti saya tulis deh dari bacaan yang saya punya…  Terimakasih pula sudi berkunjung ke sini…
-
Januari 2, 2008 pada 3:05 pm
Salam, Kira-kira apa yach !?? Pada “POJOK KANAN BAWAH” ada bangunan “SEGI EMPAT”, padahal didepan pintu ka’bah hannya berdiri “MAQAM IBRAHIM A.S”, kalau tidak salah. Coba bandingkang dengan ini : http://www.visindav efur.is/myndir/ kaaba.gifWassalam
@ Salam… Bangunan segi empat itu adalah bangunan tempat air zamzam keluar. Bangunan ini kemudian dimasukkan ke dalam (basemant). Tanda sisa bangunan hanya berbentuk lingkaran sebagai tanda. Foto dari banjir, dinding dari sumur zam-zam masih ada.
-
Januari 2, 2008 pada 6:44 pm
Salam, Mungkin betul, kalau melihat photonya (hitam putih). Yang sedikit menjadi ganjalan, mengingat Kota Mekkah dikelilingi oleh padang pasir, sementara hujannya selebat apa ?!…. hingga resapan pasir tidak menampung air hujan. Tapi banjir juga mungkin yach, mengingat air zam-zam sempat kering karena kurang baik pengelolaannya. Wassalam.
@ Salam selalu, Saya memang sih menduga posisi pada kotak dalam gambar Ka’bah terendam banjir itu, posisi maqam Ibrahim, dan foto dari Sejarah Mekah, maka saya menarik kesimpulan itu dahulunya adalah bangunan air tempat keluarnya air zam-zam. Mengenai Mekkah dikelilingi padang pasir, memang benar, dan batu-batuan… Betul-betul gunung batu di sekeliling Mekkah itu. Gunung batu yang kokoh. Kalau tak salah penelitian, air zam-zam bukanlah bersumber dari air sekitar Mekkah, namun jauh ke dalam. Sumber airnya kalau tak salah dari sumber sekitarnya (intrusi air laut) yang masuk difilter sepanjang puluh-ratusan kilo meter. Tempat keluarnya air zam-zam adalah sumur yang sumber airnya merupakan salah satu sumber air yang tercatat paling besar dalam sejarah sumur manusia dan tidak pernah kering.
Memang pernah dikisahkan bahwa sumur zam-zam masa Kabilah Jurhum tertutup sumurnya sampai kakek Rasulullah, Abdul Muthalib mendapatkan ilham untuk menggali kembali sumur zamzam, dan airpun mengalir kembali. Jadi dari kisah ini, bukan kering tapi tertutup. Boleh jadi karena tidak dipelihara dan jelas pada masa itu, kesyirikan terjadi …. Begitu kalau tak keliru ceritanya.
-
Juned DP berkata Januari 3, 2008 pada 8:40 am
meski mungkin bisa dilakukan, tapi saya yakin foto itu asli, bukan rekayasa photoshop. Lagian apa sulitnya mempercayai kakbah bisa kebanjiran? Barangkali perlu kita yakinkan pada diri kita bahwa kalo sudah jadi muslim yg merupakan agama yang diridloi Sang Pencipta kita bukannya jadi unvunerable. Ingat saat perang Badar Rasulullah berdoa saking khusyuknya sampai jatuh sorban beliau tidak kerasa? Artinya bahkan Rasulullah sendiri pun merasa tidak memiliki kuasa atau kepastian akan sesuatu. Saat perang badar kan pertaruhannya kalo muslimin kalah tidak akan lagi tersisa yg akan menyembah Allah? Bukankah itu cukup menjustifikasi pikiran manusiawi bahwa Allah “pasti” akan menolong. Toh bgitu Rasulullah masih merasa perlu memohon dg khusyuk. Kembali ke kabah kebanjiran, Kabah adalah “cuman” bangunan biasa yg tidak ajaib dan tidak sakti. Runtuh pun bukan hal yg mustahil. Yang penting kan esensi bahwa di lokasi tsb terletak baitullah. Wallahu
alam Intinya saya ingin meyakinkan diri saya pribadi, bahwa selama hidup di dunia ini seorang muslim harus selalu melakukan continuous improvement dan berikhtiar dengan tidak “ngalem”, dikit2 minta pertolongan dariNya. Kan yg dinilai olehnya adalah “proses” dan bukan sekedar hasil? Ingat Allah selalu mengingatkan pentingnya sabar? Sesungguhnya Allah bersama org2 yg sabar. Maaf jika tidak berkenan.
@ Mas Juned, terimakasih untuk catatan dan komentarnya yang begitu jelas dan clear. Saya juga setuju “continuous improvment” sebagai salah satu titik yang seharusnya kita miliki sebagai manusia Indonesia. Bukan hanya Jepang saja ya…
Peristiwa Ka’bah terendam banjir adalah fenomena alam. Sunatullah yang Allah tetapkan sebagai hukum di alam semesta ini. Bahkan Nabipun ada yang dianiaya dan dibunuh oleh kaum yang ingkar. Bahwa ada hal yang istimewa terhadap lokasi dan bangunan milik Allah, tidak berarti di situ segala mujizat (lepas dari hukum Allah pada semesta tidak terjadi). Jadi memang kita tidak boleh menjustifikasi bahwa yang namanya Baitullah tidak akan dikenai hukum alam.
Hal kedua, mengenai sedikit-sedikit minta pertolongan Allah SWT adalah sesuatu dari sistem cara pandang. Tentunya buat Allah segalanya mudah saja untuk memberikan kenikmatan penuh pada manusia (hambaNya) sampai/sesuai dengan janji waktu dan peristiwanya. Dalam konsepsi, segalanya memohon pertolonganNya, ridhaNya, maka “dikit-dikit” minta pertolongan Allah adalah sebuah posisi kita manusia di mata Allah sebagai hambaNya. Bahkan untuk menggerakkan tangan saja, kita “membutuhkan” Allah. Sedangkan kecil dan besar adalah persepsi kita. Pengalaman terdahulu, saya kemudian mencoba menyadari, ternyata hanya untuk memberi saja, kalau Allah tak ijinkan, kita tidak bisa. (link : Keangkuhan Di Tanah Suci.). Juga peristiwa kecil ini yang menurut saya memberikan makna besar tentang ketakberdayaan manusia
(link : Pertemuan Di Jalan Sempit ) Ini sekedar tambahan catatan, semoga berkenan dan terimakasih atas kesudiannya berkunjung ke sini
-
Januari 3, 2008 pada 4:12 pm
Salam, ” Mengenai Mekkah dikelilingi padang pasir, memang benar, dan batu-batuan… Betul-betul gunung batu di sekeliling Mekkah itu. Gunung batu yang kokoh.” Itulah cara Allah menunjukkan bahwa “Titik potong antara Bujur Timur dengan Lintang Utara” memang tempat yang di ridhoi, sebab titik potong Bujur Barat dengan Lintang selatan berupa “LAUTAN” (air, sifatnya lebih dinamis). Selanjutnya, sandainya kita berdiri di “Maqam Ibrahim” kemudian kita tarik garis lurus maka kita akan seolah-olah menghadap pada dua Kiblat (Silahkan buktikan pakai Google Earth/ Google Maps) he.he.he. Makanya candi Borobudur tidak miring,karena landasannya kuat (silahkan bandingkan dengan “menara pisa”ng) Wassalam.
@ Oh ya… jadi ingat… mengapa setiap sholat, Nabi mengarah ke Kiblat Mekkah, sambil tetap berkiblat ke Mesjidil Aqsa sebelum terjadinya perubahan…. Begitu ya maksud Mas?…
-
Januari 4, 2008 pada 12:35 pm
Salam, Betul mas agor. Tapi proses pemindahan kiblat ada di kota “Madinah” Wassalam.
@ Salam. Iya… oh itu yang dimaksud. Saat Nabi sedang sholat di Mesjid Qiblatain dimana arah sholat ke arah kiblat Mesjidil Aqso Palestina/Israel sekarang, kemudian datang wahyu untuk mengubah arah kiblat ke Mesjidil Haram, Mekkah. Juga ketika di Mekkah, Nabi selalu mengarah kiblatnya ke Mesjidil Aqso itu, tetapi dari sudut yang melewati titik Ka’bah sebagai kiblat sebelum ditetapkan. Itu kalau tidak keliru, mesti diperiksa lagi kebenarannya…  Trims berat atas catatannya. Wassalam, agor.
-
sarah berkata Januari 4, 2008 pada 8:45 pm
KLo di LiAt2 ,,, sAyA SEmPeT TiDaK pErCaYa,,,
kAreNa 50 TaUn Yg lAlU SaYa LOm LaHiR… Tp ITu mEmAnG tERjAdi.
@
-
Arief berkata Januari 8, 2008 pada 2:38 pm
Allah menciptakan segala sesuatu pasti dengan segala maksudnya; kalau kita simak lebih jauh, bahwa pendapat secara kontur tanah itu sudah betul Ka’bah berada dilembah, dan itu juga mungkin Allah memberitahu/ mengingatkan kita bahwa Ka’bah itu bukan segalanya, maksudnya jangan sampai ada rasa keangkuhan dari kita semua bahwa yang namanya rumah ibadah itu tidak mempan oleh apa-apa, kita tetap harus meyakini bahwa setiap yang bersifat alam itu akan mengalami kerusakan, karena memang diciptakan oleh Allah sebagai barang yang fana. jadi menurut saya apapun yang terjadi atas alam ini tetap harus bisa meningkatkan keimanan kita serta dijadikan pelajaran dan diambil hikmahnya.
@ dalam hampir banyak hal, selalu ditampakkan bahwa di dunia, ya… mengikuti hukum dunia….
-
Januari 10, 2008 pada 4:03 pm
bahkan pernah juga penduduk mekkah dianiaya, diperkosa dan disiksa pada oleh (lupa, klo gak salah ismailiyah). pintu ka’bah dicopot dan dibawa ke ka’bah tandingan buatan mereka
@ Mungkin… saya juga harus membaca lagi nih…
-
Januari 11, 2008 pada 12:30 am
tak ada sesuatu yang mustahil bagi-Nya… maknailah itu dengan berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadis…. salam kenal….
@ Trims mau berkunjung ke sini ya Mas Namakule…. terimakasih juga untuk catatannya, sederhana tapi membumi….
-
yaser berkata Januari 11, 2008 pada 12:33 am
saya juga heran dengan peristiwa tersebut, tapi saya belum mampu menafsirkan makna dibalik peristiwa tersebut…. salam kenal…..
@ Begitu juga saya… ketika melihat foto ini pertama kali… bergetar rasanya jiwa ini dan bertanya. Tak mampu memaknainya….
-
Januari 11, 2008 pada 10:53 am
Bagi siapa yang menganggap kabah itu Tuhan, mengandung jimat, mempunyai kekuatan magis, yang suka mengelus-elus kabah, melakukan kemusyrikan, mengambil potongan kain penutup kabah sebagai jimat. Ingatlah bahwa Kabah tidak mempuyai kekuatan apa-apa selain kekuatan dari Alloh SWT.
Alloh bukan kabah, Alloh tidak berada di Kabah, Alloh berada di Arasj yang berada di atas air.
@ Saya tidak tahu banyak… namun pada beberapa sisi saya menyetujui, namun di sisi lain tetap menyisakan sejumlah pilihan berpikir yang tak/agak sulit diungkapkan. Misalnya, mengapa arah kiblat merujuk ke Ka’bah, mengapa dialihkan dari Mesjidil Aqsa. Kekuatan atau pertanda apakah yang “dititipkan” Allah kepada Ka’bah sebagai titik pusat peribadahan…. Namun, jelas seperti Mas Ganedio sampaikan, bukan jimat atau sejenisnya. Mengenai di atas air. Saya terus terus terang tidak begitu paham, selain memahami arsy itu dipahami sebagai singgasanaNya….
-
Januari 11, 2008 pada 2:14 pm
Salam,
@mas Ganedio Menarik komentar mas ini, tapi sungguh saya nggak ngerti apa yang dimaksud “Alloh berada di Arasj yang berada “DI ATAS AIR”
Apa yang dimaksud adalah terjemaahan dari surah Huud ayat 7: “Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah “Arasy-Nya di ATAS AIR”, …”. (QS 11:7)
” …Wa kaana ‘arsyuh..” = “…dan adalah Arasy-Nya di atas air..”
Menurut pemahaman saya : ” …Wa kaana ‘arsyuh..” = “…dan diatas Arasy-Nya…” Ref: (QS 7:54), (QS 10:3), (QS 13:2), (QS 25:59),
Wassalam.
@ Salam.. Ini memang sedikit (atau banyak biasnya). Saya tidak tahu juga… hanya memang rasanya lebih pas kalau dipahami seperti yang Mas Haniifa sampaikan. Hanya pada QS Huud 7 yang menyebutkan di atasnya air. Dan ini rasanya menjadi sedikit tidak bikin sreg. Mudah-mudahan terjemahan berikutnya ada perbaikan penerjemahan…
-
Januari 11, 2008 pada 3:16 pm
@Haniifa
Assalamu’alaikum,
Ya Haniifa, di atas air saya ketahui dari terjemahan Alquran. Saya tidak membaca tafsirnya.
Semoga tidak ada yang menganggap bahwa Arasy itu seperti Kabah yang disekelilingnya penuh dengan air banjir. Atau berada di atas sumber mata air zam-zam.
Setahu yang pernah saya baca di Alquran, Arasy dipikul dan dikelilingi oleh para malaikat. Jadi tidak terapung di atas air. Kalau memang ada yang memahami di atas air, bisa jadi antara Arasy dan air ada ruang yang ditempati para malaikat, walaupun bisa saja posisi para malaikat berada di dalam air. Mungkin saja ada planet yang seluruhnya terdiri dari air, seperti komet yang terdiri dari air beku.
Saya juga belum tahu, apakah air yang dimaksud disini seperti air di bumi?
Para ulama setahu saya masih berbeda pendapat mengenai Arasy ini.
@ Ass.wr.wb. Memang masalah mengenai tahta/singgasana Allah menimbulkan cukup banyak pemikiran dan penafsiran. Apalagi ada kata di atas air, juga “terhubungkan” dengan kitab Genesis yang menjelaskan “roh yang melayang di atas air”. Boleh jadi di sini ada persepsi/pemahaman yang tidak tepat atau memang tidak diketahui manusia. QS Huud juga dimulai dengan Alif Lam Raa yang ditegasi/menjelaska n atau dimulai dari kata Allah yang maha bijaksana dan maha tahu. Satu titik tolak untuk dipahami ini tidak adalah bagian yang mungkin dan sangat boleh jadi pengetahuan manusia tentang hal ini terlampau amat sangat (superlatif) sedikit. Tidak berani saya berspekulasi untuk awal dan titik penjelasan yang memungkinkan kita saat ini memahami kerinciannya…. Wassalam…
-
Januari 11, 2008 pada 4:31 pm
Salam, @mas Ganedio Terima kasih mas Ganedio atas catatannya, memang betul sampai sekarang masalah “Arasy” belum dapat di takwilkan oleh manusia. Insya Allah suatu saat ….
Saya seeh merasa (bukannya buruk sangka) ada sesuatu dengan terjemaahan “SURAT HUUD ayat 7″
Coba mas bandingkan: A: Terjemahaan (QS 11:7) “Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah Arasy-Nya “di ATAS AIR”, …”. (QS 11:7)
B: Terjemahaan Injil: Kitab Kejadian 1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas “permukaan air”.
Jelas ada kesamaan makna terjemahaan antara (Al Qur’an 11:7) dengan Injil (Kejadian 1:2) A: diatas “air” = B: di atas “Permukaan air” Makanya saya tidak mempunyai alasan yang kuat, secuali menterjemaahkan sendiri, menurut pemahaman saya : Al Qur’an Surah Huud ayat 7 : ” …Wa kaana ‘arsyuh..” = “…dan diatas Arasy-Nya…
@mas Agor ” …Wa kaana ‘arsyuh..”, apa ada pendapat lain ?!!!
Wassalam.
@ Ass.w.w. Mas Haniifa, saya baru perhatikan QS Huud 7, .. wa kaana ‘arsyuhu… “rasanya” seeh lebih enak (tepat ?) dengan penerjemahan ini. Lalu kenapa ya.. banyak penerjemahan pakai kata air?. Wass, agor
-
Januari 13, 2008 pada 6:04 pm
Salam, “Kenapa banyak terjemahan pakai kata air ?” Tadinya saya juga tidak merasa curiga, tapi kok merasa aneh gitu !!!, Seolah-olah ada kesalahan yang begitu sistematis di ulang-ulang pada terjemahan, ini saya beri contoh yang lain :
Terjemahan A: Al Qur’an dan Terjemahan hadiah dari : Khadim al Haramain asy Syarifain. ‘ABASA (IA BERMUKA MASAM) SURAT KE 80: 40 ayat. seharusnya surat ke 80 : 42 ayat, halaman 1024)
Terjemahan B: Al Quran dan Terjemahnya: Depag er i, 2 Januari 1989 Penerbit : “Mahkota” Surabaya ‘ABASA (IA BERMUKA MASAM) SURAT KE 80: 40 ayat. seharusnya surat ke 80 : 42 ayat, halaman 1024)
Coba simak kesamaan A dan B: 1. Nama Surat yang jumlahnya tidak sesuai sama = ‘Abasa 2. Kesalahan cetak sama “SURAT KE-80: 40 ayat, seharusnya 42 ayat 3. Penulisan nomor halaman surat Abasa sama = halaman ke-1024 4. Tahun penerbitan berbeda. 5. Menurut artikel luar: Rasyad Kalifa mencoba menghilangkan ayat 6. Silahkan hitung % probabilitasnya.
Alhamdulillah, Allah tidak membutakan mata hati kita, namun sungguh malu saya sebagai seorang “Muslim” kecolongan bertahun-tahun.
Wassalam
@ Mas Haniifa betul, ustad saya waktu berhaji pernah menjelaskan bahwa :”memang payah tuh terjemahan depag Indonesia itu”. Kata beliau, ini sedang dikoreksi. Namun entah sampai kapan. Semoga saja cepat diperbaiki. Seperti juga usaha menghilangkan ayat (namun ini sebenarnya dikontrol oleh bilangan 19 yang menjadi kunci matematis Al Qur’an). Demikian juga Abasa yang diartikan bermuka masam berbeda dengan memalingkan muka. Perbedaan ini memiliki cita rasa berbeda. Hal ini yang semestinya diperhatikan dan dilihat kembali oleh para penerjemah Al Qur’an. Karena itu, karena saya sama sekali tidak bisa berbahasa Arab maka membaca berbagai penerjemahan dan tafsir menjadi salah satu alat ukur perbandingan. Namun, jika ragu … saya memilih untuk “abstain” atau sampaikan saja keraguan itu (keraguan untuk memahami). Juga, berdasarkan asal-usul kata dan etimologi atau asal usul kejadian sangat membantu untuk beberapa bagian persoalan. Tapi
tidak semuanya…. Wassalam, agor.
-
Januari 14, 2008 pada 10:15 am
Salam, Syukurlah mas agor ternyata lebih dulu menghayati kekurangan ‘terjamah’ Al Qur’an versi depag er i. Saya berharap ada fihak yang berkompeten membaca blog ini. Wassalam.
@ Salam.. Oh… saya mula-mula betul-betul mempercayai dan hati kadang terbersit keraguan ketika berusaha memahami… tanya sana-tanya sini, ada beberapa kawan dan guru yang membantu… Saya kaget juga, ternyata banyak yang mengeluhkan hal ini. Prihatinnya, kok depag ri kok tidak mengoreksi ya… ah.. simpang siur informasinya. Namun, sebenarnya ini sangat menyangkut kredibilitas ummat dan pemerintah. Tidak seharusnya para penggede agama membiarkan (saya percaya mereka tidak membiarkan). Semoga saja… ada perbaikan pada bagian-bagian yang memang perlu penyempurnaan.
Namun begitu, saya percaya banyak juga pendamping yang meluruskan sehingga tidak “terpeleset” oleh hanya satu pengertian….. Wassalam, agor
-
siswanto berkata Januari 15, 2008 pada 7:53 am
Ka’bah adalah ciptaan Allah yang mempunyai keterbatasan. Mungkin ini cara Allah mengingatkan kepada ummat islam bahwa yang berhak diagungkan dan dipuja hanyalah Allah Yang Maha Esa. Selama in masih ada jamaah haji yang salah dalam memperlakukan keberadaan Ka’bah. Sebagai contoh mereka mengusap-usap dinding Ka’bah dengan kain/tangan dengan harapan mendapat keberkahan. Ingat keberkahan hanya boleh kita harapkan dari Allah, Tuhan Yang Maha Pemberi Rahmat. Ka,bah hanyalah simbol bahwa umat islam harus bertujuan pada satu akhir kepasrahan, yaitu kepada Allah. Dan dilihat dari posisi, memang memungkinkan Ka’bah banjir karena memang letaknya yang paling rendah, sedang disekelilingnya adalah pegunungan yang lebih tinggi. Maha Suci Allah Yang Menciptakan Ka’bah.
@ Amin. Sewaktu di sana… saya juga menyentuh dinding Ka’bah.. bukan karena mengharap berkah dari usapan… tapi sungguh karena ada kesedihan, keharuan, harapan, kebahagiaan bisa berada di sana… Sebuah impian yang lama bergelayut di hati. Ya, Allah… hari ini Engkau ijinkan aku berada di rumahMu…. menjadi tamuMu….
-
Jaka Wisnu Kencana berkata Januari 29, 2008 pada 12:00 pm
Smoga Allah mengampuni dosa” umat Islam Disana karna ini merupakan suatu pertanda bahwa Allah murka, Karna di Mekah juga banyak yang ngelakuin MOLIMO ( Judi, Mabuk, Maen perempuan, Nyuri, Pecandu ). Ka’bah terendam itu karena ALlah Tdk mau Baittullah Dikotori org yang beragama n lupa ma agamnya sendiri
@ Subhanallah… saya tidak berani mengambil kesimpulan… Namun, semoga apapun itu adalah peringatan dan perhatian bagi pemelihara Ka’bah agar memperhatikan hal-hal yang dititipkan Allah kepada manusia….
-
aRis_amacom berkata Februari 3, 2008 pada 5:49 pm
Subhanallah… Pd th 2004 kami menunaikan haji, wkt itu banjir ada di Mina, melintasi kemah kami di perbukitan bebatuan yg tandus, hingga kami hrs pindah tenda. Begitu pula ketika melempar jumrah melewati jalan-jalan yg tergenangi air krn hujan yg lebat sekali pd waktu itu. Hal ini membuat kami kagum begitu kuasa Nya Allah dengan alam ini.
@ Setiap pertanda menambah kesadaran pada kuasaNya….
-
laskar_jundullah berkata Februari 7, 2008 pada 10:36 am
subhanallah…
allah mah agung… mungkin ini bertanda kalau hamba2 nya dah lupa…
@ Subhanallah.
-
Februari 9, 2008 pada 10:22 pm
SUBHANALLAH
@ Subhanallah
-
Februari 12, 2008 pada 1:38 pm
Kalau melihat kota mekah secara keseluruhan sangat mungkin terjadi banjir, ini disebabkan tidak adanya saluran air/got/gorong2. Dan permukaan “tanah” di sana bukanlah tanah melainkan bebatuan yang tidak bisa menyerap air. Banjir sangat mudah terjadi di kota Mekah apabila turun hujan, seperti awal tahun ini Jan 2008.
Website yg bagus, salam kenal
@ Yap, begitulah… mengajarkan kepada kita, “peliharalah rumah Allah”….
-
Anonymous berkata Februari 15, 2008 pada 2:44 am
peringatan tuhan kpd kita
@ Betul dan… peringatan selalu ada pada setiap kejadian…
-
Februari 26, 2008 pada 11:09 pm
gimana membuktikannya ini gambar asli???
-
Abudaniel berkata Maret 6, 2008 pada 3:59 pm
Asslamu’alaikum, Ka’bah terendam banjir?. Bisa saja. Ka’bah hancur sebahagian dindingnya karena tembakan menjanik dari Al-Hajjaj as Tsaqafi yang mengakibatkan Ka’bah terbakar, pernah terjadi. Hajar Aswad dicopot dari Ka’bah dan disembnyikan selam +/- 20 tahun juga pernah terjadi. Jadi tidak ada yang aneh. Selama makhluk adalah makhluk, maka apapun bisa terjadi. Tidak perlu dipandang aneh. Karena Ka’bah adalah juga makhluk Allah. Lain halnya kalau Allah kalah berantem dengan Nabi Yakub sebagaimana diceritakan oleh Al-Kitab Nasrani sehingga beliau dianugerahkan nama IsraEl. Ini baru aneh. Atau pengangkatan Nabi Isa sebagai Tuhan yang besluitnya dikeluarkan oleh Konsili Neacea tahun 325 M dan disahkan oleh Kaisar Konstantin. Ini juga baru aneh. Tuhan kok surat pengangkatannya sebagai Tuhan dikeluarkan oleh manusia dan disahkan oleh orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Jadi, Ka’bah mau kebanjiran, mau terbakar, bahkan mau
roboh sekalipun, nggak ada yang aneh. Namanya juga makhluk. Karena sebelum dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail, Ka’bah hanya merupakan puing dan gundukan tanah. Kecuali pondasinya yang terbenam didalam tanah. Yang aneh itu adalah orang yang mempertuhankan Ka’bah. Atau yang mengalap berkah dari Ka’bah dengan mengusapkan baju, sajadahnya bahkan badannya ke dinding Ka’bah. Wassalam,
@ Yang fana mengikuti sunnatullah…
-
haniifa berkata Maret 6, 2008 pada 5:51 pm
Salam, @Abudaniel Allah berfirman : ” Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? ” (QS 105:1) Saya rasanya aneh kalau Allah membiarkan ka’bah seperti apa yang anda tulis “…bahkan roboh sekalipun…”. Banjir sendiri itu hakekatnya kehendak Allah jua, berbeda dengan terbakar atau dirobohkan oleh ulah manusia, coba perhatikan sekali lagi bagaimana makna QS 105. Oleh karena itu maaf saya tidak kurang percaya dengan cerita Hajar Aswad dicopot dari Ka’bah dan disembunyikan selama +/- 20 tahun Wassalam.
@ Saya belum mencermatinya, namun memang ada beberapa cerita/penjelasan yang menjelaskan bahwa Hajar Aswad pernah diambil dalam waktu cukup lama….
-
hamsan berkata Maret 14, 2008 pada 2:17 pm
maha besar 4JJ1 atas semua kebesaranNya
yang utama kita selalu beriman dan bertaqwa kepada Nya….
@ amin.
-
Abudaniel berkata Maret 14, 2008 pada 3:41 pm
Assalamu’alaikum, @ Haniifa Berita ini saya dapatkan dalam beberapa buku tarikh Ka’bah, diantaranya karangan Prof. Dr. Aboe Bakar Atjeh dalam bukunya ” Ka’bah dan perjalanannya” yang cetakan pertamanya bertahun 1953. Sedangkan Hajar Aswad dicopot dari tempatnya itu saya cuplik dari Majalah Sabili ( kalau tidak salah yang melarikankan adalah golong Qaramitah, salah satu dari firqah Syi’ah ). Yang merobohkan Ka’bah, sebelum Al-Hajjaj ibnu Yusuf Aststaqafi (Salah seorang Panglima Perang dari Dynasti Ummayah) adalah Nasim bin Husein seorang Panglima perang dari Yazid bin Muawiyah, khalifah kedua dari Dynasti Ummayah dalam rangka penaklukan Mekkah yang saat itu dikuasai oleh Abdullah inbu Zubair sebagai Rajanya. Begitu juga ketika Al-Hajjaj membombardir Ka’bah dengan manjanik (peluru batu) juga dalam rangka merebut Mekkah dari tangan Abdullah inbu Zubair, yang mengakibatkan Ka’bah babak belur dan Shahabat Nabi yang mulia
Abdullah inbu Zuabir terbunuh. Ka’bah juga pernah dilanda banjir pada zaman khalifah Umar ibnul Khattab yang mengakibatkan Ka’bah rusak parah sebahagian dindingnya (karena Ka’bah pada zman tersebut dibangun dengan bahan batu dan direkat dengan tanah/lumpur bukan semen sebagaimana sekarang), begitu juga pada tahun 1039M Ka’bah pernah juga dilanda banjir yang paling parah dari semua kejadian banjir yang pernah melanda Ka’bah. Kenapa Ka’bah bisa dilanda banjir?. salah satunya adalah, tempat di mana Ka’bah berdiri adalah suatu lembah yang paling rendah di kota Mekkah ditambah pula dengan belum adanya saluran air (drainage) sebagaimana yang dibangun oleh pemerintah Arab dewasa ini, maka tidak heran kalau terjadi hujan yang cukup lebat maka Mekkah akan terendam bajir termasuk Ka’bah yang memang terletak ditengah-tengah kota Mekkah. Apakah Allah salah meletakkan Ka’bah pada lembah yang pasti akan dilanda banjir kalau terjadi hujan?.
Na’uzubillahiminzalik. Tidak, Allah sama sekali tidak salah. Kenapa Allah tidak melindungi Ka’bah dari hal-hal demikian, seperti roboh, dilanda bajir dan ahngus terbakar?. Inilah pelajaran yang dapat kita ambil, bahwa semua yang fana akan hancur. Yang namanya makhluk akan tunduk pada sunnatullah yang berlaku kepada makhluk. Tidak ada satupun makhluk yang dapat lari dari sunnatullah, syahdan Ka’bah sekalipun. Mengenai tentara bergajah yang dibinasakan Allah karena bermaksud menyerang Mekkah dan merobohkan Ka’bah sebagai tersurat dalam Surah Al-Fiil. Ini lain lagi masaalahnya. Bagaimana diceritakan dalam sebuah riwayat, bahwa ketika tentara Abrahah menyerang Mekkah maka sebanyak 200 ekor onta Abdul Muthalib dirampas oleh pasukan Habsyah ( Ethiopia). Maka Abdul Muthalib mendatangi Abrahah minta dikembalikan ontanya, maka terjadilah dialog : Kenapa anda hanya peduli dengan onta yang 200 ekor, sementara anda tidak khawatir terhadap Ka’bah
yang akan kami robohkan?. Begitulah kira-kira tanya Abrahah kepada Abdul Muthalib. Apa jawab Abdul Muthalib?. Onta adalah milik saya, sementara Ka’bah ada pemiliknya sendiri. Maka terserahlah kepada pemiliknya. Maka terjadilah peristiwa sebagaimana tersurat dalam Al-Quran surat Al-Fiil. Mengenai Hajar-Aswad yang dilarikan dari tempatnya, insya Allah akan saya carikan sumbernya dari Sabili (harus dicari satu persatu, karena saya lupa Sabili Edisi ke berapa yang memuat kisah tersebut diantara lebih dari seratus edisi yang saya simpan). Wassalam,
@ Catatan yang menarik… Saya naikkan ke postingan ya Mas…
-
haniifa berkata Maret 14, 2008 pada 4:10 pm
Wa’alaikum Salam, @abudaniel Trim’s infonya,menambah wawasan “kefahaman” sejarah islam saya. Sekali lagi mohon maaf. Yang saya maksud tidak kurang percaya bukan berarti tidak percaya.
-
Ayruel chana berkata Maret 24, 2008 pada 3:40 am
Ka’bah dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim.
Sebelumnya……Gimana?
Kalau Fahmi Basya mengatakan dulunya ka’bah adalah kutub utara. Kalau sekarang masih kutub utara apakah mungkin ada yang hidup disana.Jelas…ALLAH Maha Tahu Akan segala2nya.
Ya…….cuma banjir 1,2,3 hari…..ya biasalah.Jelas ALLAH Maha Tahu Akan Segala2nya.
Yang jadi Persoalan : Kita …..(Intropeksi Diri)
-
April 1, 2008 pada 12:24 pm
Salam, @Ayruel Chana “ Yang jadi Persoalan : Kita …..(Intropeksi Diri)“…  Inilah yang maksud tidak kurang percaya bukan berarti tidak percaya !!! Seandainya saya terlahir sebagai anak dari golong Qaramitah (salah satu dari firqah Syi’ah), mungkin dengan perasaan berat saya terpaksa menahan cacian pencuri sebagai “dosa warisan”. Sebaliknya jika saya terlahir sebagai anak dari golongan manhaj non Syiah (suni misalnya), mungkin juga dengan perasaan yang sama, saya terpaksa menahan kesombongan sebagai “arogansi warisan”. Lalu…sikap kita sebagai muslim yang awam bagaimana !? Dari sejarah yang saya pelajari dan dari komentar mas Abudaniel, semakin menambah keyakinan saya bahwa “prosesi pemindahan batu Hajar Aswad” pra islam, dipercayakan oleh Allah ta ‘ala kepada seorang pemuda yang bergelar “Al Amin”
benar adanya. Menurut hemat saya, pelajaran yang paling penting bagi sejarahwan muslim or non muslim (orientalis) adalah betapa Allah sudah menunjukkan “KehendakNya” menurunkan risalah yang paling akhir (Al Qur’an) di jazirah Arab dan yang kemudian kita kenal dengan sebutan Nabi Muhammad s.a.w sebagai Nabiullah dan Rasulullah terakhir. Lalu… Kenapa musti di jazirah Arab, bahasa Arabiyu !? “ Dan mereka berkata: “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk”. Katakanlah: “Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik”. (QS 2:135) Lalu lagi nich…bibir siapa yang mula-mula mengucapkannya ?!! “ TIDAK, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik” !? Wasalam.
-
Abudaniel berkata April 2, 2008 pada 2:23 pm
Assalamu’alaikum, @Ayruel Chana Mengenai sejarah Ka’bah, coba anda simak buku karangan Prof. Aboe Bakar Atjeh dengan judul “Ka’bah dan Perjalanannya” cetakan pertama terbit pada tahu 1953, atau “Sirah Nabawiyah” karangan Syaikh Syaifurrahman Al-Mubarakhfury. Yang saya baca, Ka’bah pertama kali dibangun kembali atas perintah Allah kepada Nabi Adam diatas pondasi yang pernah dibina oleh malaikat. Setelah beberapa kurun, saat Ismail (tatkala masih bayi) diungsikan ke Bakkah (Mekkah)oleh Nabi Ibrahim AS, beliau Ismail diletakkan berhampiran dengan lokasi Ka’bah yang pada saat itu hanya tinggal berupa gundukan tanah. Atas perintah Allah, berdua dengan Nabi Ismail AS, Ka’bah dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim AS. dalam perjalanannya, Ka’bah sudah beberapa kali pengalami renovasi, namun pondasinya tetap mepergunakan pondasi yang lama. Wallahua’lam. Wassalam,
-
April 4, 2008 pada 8:35 am
[...] Baitullah (Kabah) Terendam Banjir [...]
-
lia berkata Mei 6, 2008 pada 10:19 am
assallam.. waullahu’alam.. yang mengetahui semua kejadian ini…. mungkin sudah saatnya kita harus berbenah diri, agar kehormatan islam tetap terjaga di seluruh penjuru dunia…. AMIN… wassallam..
@ Salam… berbenah diri… setiap saat… sebuah asa….
-
kharisma berkata Mei 25, 2008 pada 8:26 am
Subhanallah, sungguh Allah maha Agung suatu mukjizat bahwa di tempat padang pasir/gurun sekalipun di negara saudi arabia bisa terjadi banjir…
@ Subhanallah, hujan di gurun jarang, tapi terjadi juga kan… apalagi di wilayah berbatuan seperti Mekkah. Peristiwa hujan dan banjir bukan sekali dua kali saja…..
-
albana berkata Mei 26, 2008 pada 10:00 am
assalam… kok pada bingung sih, Makkah tu artinya Lembah, secara logika itulah mengapa begitu mudahnya nabi ismail hanya dengan menggoyang2kan kakinya bisa muncrat air dari permukaan tanah, artinya kandungan airnya emang banyak karena dilembah (diapit oleh perbukitan disekelilingnya) that why makkah banjir, seingat saya ketika nenek saya dulu pergi haji tahun 1940-an dari Aceh beliau melihat dengan mata kepala bahwa makkah banjir, sesuai dong dengan catatan sejarah bahwa tahun 1941 makkah banjir. buat yang comment gak percaya makkah banjir berarti ada yang aneh ni dengan keimanannya, toh itu cuma tempat biasa, gakda yang ajaib disitu kecuali yang memang telah dijanjikan kemukjizatannya akan terjadi. banjir ya emang sudah sunnatullah kok… asal tau aja ya atapnya ka’bah tiap tahun mesti dibersihkan dari kotoran taik burung merpati yang bersarang disitu, nah lho..??? ni bukti ka’bah itu cuma bangunan biasa, gak perlu sampai menjurus
syirik… kita shalat bukan nyembah ka’bah, tapi hanya arah saja. ada yang aneh dengan pola pikir mas penulis yang terlalu mengusik kenapa makkah menjadi pusat ibadah, kesyirikan itu tipis banget untuk menjadi batasan (maksudnya awas menjurus syirik) kenapa dipindahkan ke masjidil haram dari madinah atau masjidil aqsa. di sinilah sebenarnya perlu melihat sejarah lebih mendalam, pelajari sirah kembali,setau saya kiblat dipindahkan karena ketika sebelum fatuh makkah ka’bah dikuasai oleh kafirin quraisy, ka’bah ketika itu dipenuhi berhala sehingga dikhawatirkan kemudian menjurus pada penyembahan berhala pada tempat tersebut sehingga dipindahkan ke masjidil Aqsa, lalu dipindahkan kembali ke makkah setelah kondusif untuk dijadikan kembali sebagai rumuh ibadah dan titik arah kiblat sebagai titik sentral penyatuan. mudah aja kan.. lalu kalo mas nanya kenapa masjidil haram yang dijadikan pusat kiblat, lha disinilah titik awal baituullah
dibangun(yang pertama kali maksudnya oleh bapak para ambiya/para nabi yaitu nabi ibrahim),tempat ini pula yang diberkahi lebih dibandingkan tempat lain, sehingga urutan pahala ibadahnya adalah nomor satu di baitullah masjidil haram, lalu kedua masjid nabawi, ketiga masjidil Aqsa yang sekarang terancam dihancurkan oleh zionis israel. wallahualam… albina_sabang@ yahoo.co. id
@ Saya membaca kembali postingan ini dan juga tambahan berharga dari rekan. Rasanya postingan tidak membahas hal ini, walau dalam komentar berikutnya memang ada. Agak sedikit terkejut juga kalau postingan ini dinilai sebagai “yang terlalu mengusik kenapa makkah menjadi pusat ibadah…”. Topik rasanya tidak ke arah sana. Namun, terimakasih untuk catatannya, semoga Allah mengarunia Mas dan saya serta rekan semuanya termasuk pembaca dijauhkan dari perilaku syirik…
-
aburahat berkata Mei 29, 2008 pada 5:35 pm
Bagi saya terjadinya banjir mengenangi Ka’bah tdk merupakan suatu yg perlu diherankan. Mrk yg HERAN: bertanya mengapa rmh Allah kok nda dilindungi Allah. Mereka yg tdk heran berkata:Itukan biasa Allah menunjukan bahwa semua ciptaanNya tdk lepas dari Sunnatullah. Klu saya melihat dari sisi KEIMANAN. 1.Kita terlalu beranggapan bahwa setiap sesuatu milik Allah yg sangat bernilai religius tdk mungkin mengalami gangguan. 2.Bahwa Allah selalu menunjukan kekuasaan walaupun melanggar SunnahNya Sendiri. 3. Kita menganggap apabila ada sesuatu kejadian seperti Ka’bah terendam banjir maka Allah memberi peringatan krn ada perbuatan2 maksiat disana. Kalau menurut saya semua kejadian tsb adalah dlm rangka mencoba keimanan kita terhdp Allah. Keimanan kita dicoba Allah apabila hamba2nya sdh mengarah kekufuran. Yakni mungkin pd waktu itu mereka menganggap bahwa Ka’bah Rumah Allah dan Allah bertempat didlm Ka’bah. Jd tingkat keimanan sdh
mengkultuskan Ka’bah. Dan dg terendamnya Ka’bah Allah ingin melihat sampai dimana keimanan mereka apakah mereka tetap beriman seperti semula atau berkurang atau kufur. Banyak contoh2 yg sering terjadi dlm kehidupan kita sekarang. Allah mecoba Iman kita apabila kita sdh mulai timbul rasa cinta kita melebihi cinta kepd Allah (ini utk mukmin) contoh apabila kita sdh mulai cinta harta. Lalu Allah hilangkan harta dg kebakaran, diambil maling dlsb
-
Juni 26, 2008 pada 6:41 am
@Oom Agor Sudah lama seeh… saya pendam neeh  Rasanya diskusi kita jadi buntung se-buntung gambar nyah !! (baca: Sayang dunk jika di-Cropping)
————————- haniifa Berkata: Januari 2, 2008 pada 3:05 pm
Salam, Kira-kira apa yach !?? Pada “POJOK KANAN BAWAH” ada bangunan “SEGI EMPAT”, padahal didepan pintu ka’bah hannya berdiri “MAQAM IBRAHIM A.S”, kalau tidak salah. (Komen No: 22) ————————–
Trim’s sebelum nyah.
Wassalam, Haniifa.
-
Abudaniel berkata Juni 26, 2008 pada 4:09 pm
Assalamu’alaikum, @ Mas Haniifa, Kalau tidak salah, ‘bangunan” segi empat agak kekanan kalau kita menghadap Ka’bah adalah letaknya sumur zam-zam (kurang lebih sekitar 20 meteran dari Ka’bah). Waktu saya berhaji tahun 2000, sumur itu sudah dibuatkan bangunan beton, tetapi beberapa tahun setelah itu bangunan diratakan untuk perluasan pelataran tawaf. Makanya ketika berumrah Mei lalu saya tidak bisa lagi meni’mati zam-zam direct from the well. Wassalam,
-
Juni 26, 2008 pada 4:18 pm
Wa’alaikum Salam, @Mas Abudaniel Terima kasih mas infonya. Hanya sekedar mengingatkan mas Agor saja. Karena ada sedikit kekhawatiran disalah gunakan (baca: diselewengkan), dengan menggunakan tanya jawab saya dengan beliau oleh pihak-pihak tertentu. (sebagai moderator tentu mempunyai dampak yang lebih besar, daripada komentator)
Wassalam, Haniifa.
Nb:Tapi dengan penegasan mas Abudaniel ini, sepertinya sudah mengurangi resiko juga yach
-
Juli 30, 2008 pada 4:40 pm
aku uh pengin sekali ke kabah
@ Maksudnya pergi haji kan?, semoga Allah Swt mengabulkan harapan… Mas Didi….
-
yuddy berkata Agustus 7, 2008 pada 3:40 am
Only Allah Knows Why
-
Edy Martha berkata September 11, 2008 pada 11:51 am
Jangan terlalu memuja Ka’bah, seolah-olah ia berkuasa atas segala sesuatu. Ia hanya makhluk. Umar bin Khattab pernah berkata “Hai hajarul aswad, kamu hanyalah batu yang tidak membawa manfaat maupun mudharat bagiku. Sungguh kalau aku tidak melihat Rasulullah menciummu, aku takkan menciummu”. Dari perkataan Umar itu tergambar dua kalimat syahadat yang terpatri di jiwanya. Beliau tidak menuhankan ka’bah karena yakin ka’bah hanya makhluk, tetapi tetap mengikuti jejak Rasul. Subhannallah…….. Ingat juga kata2kata Abu BAkar AsShiddiq “Barang siapa yang menyembah Muhammad sesungguhnya ia telah mati. Barang siapa yang menyembah Allah sesungguhnya Ia tidak pernah mati”
@ Terimakasih untuk nasehat Mas. Kadang manusia begitu mengagumi sesuatu, entah itu pedang sampai keris kemudian menjadi lebih berharga dari sang Pemiliknya sendiri….
-
anto ternate berkata September 16, 2008 pada 11:15 am
assalamualaikum, buat mas edy martha klo belajar islam cuman sepenggal/sejingkal jngan suka ngomong yng g benar!!!! qta orng TERNATE belajar islam lebih ke hakikat islam yang sebenarnya. disini saya mempertanyakan keislaman saudara edy???? sesunggunya manusia tercipta dari sholat lima waktu!!!!
@ Setiap dari kita, bukankah juga sedang belajar… yang agor dapatkan juga barangkali lebih kecil dari hanya kotoran di kuku. Sangat jauh blog ini dari hakikat Islam sebenarnya, bahkan harumnyapun hanya sedikit tercium… dari yang sedikit itu dan tambahan dari berbagai-bagai rekan, kita berharap terjaga dan selalu dijaga olehNya dari salah dan hilaf yang datang berulang kali. Setiap saat…. Wassalam.
-
Oktober 4, 2008 pada 11:28 am
Apa yang salah dari yang diucapkan Mas Edy Martha sehingga Bang Anto Ternate begitu emosional menanggapinya. Yang belajar islam secara kaffah itu bukanya cuma orang ternate doang Bang… Tiada yang abadi selain Allah, tiada yang hakiki kecuali Allah juga.. sehingga nabi pasti mati karena ia cuma mahluk, ingatlah SESUNGGUHNYA SEMUA MAHLUK ITU PASTI MATI, coba perhatikan peristiwa ketika ketika nabi mati, orang2 hampir surut keislamannya, bahkan Umar-pun tidak percaya dan akan membunuh siapa saja yang mengatakan nabi mati. Ayat yang diucapkan Abubakar di atas menyadarkan Umar dan umat islam laiinya.. Nabi cuma mahluk dan ia tunduk pada hukum Allah, SEMUA MAHLUK PASTI MATI sedang Allah itu abadi karena ia Khalik. dan kabah itu dan semua unsurnya juga tidak akan mampu mendatangkan mudharat maupun manfaat kecuali semuanya atas izin Allah semata…
@ manusiawi, kadang saya juga sering begitu mudah menarik kesimpulan. Namun, dikejap lain terasa bahwa kesimpulan yang diambil keliru. Kadang juga butuh waktu lebih banyak untuk memahami meski hanya satu atau dua kalimat saja. Bisa karena terburu-buru menyimpulkan, bisa juga karena kalimat yang dibuat tidak cukup interpretatif untuk mewakili maksud. manusia memang tempatnya salah dan lupa…
-
Oktober 7, 2008 pada 11:22 pm
Salam, memang betul ka’bah pernah kebanjiran, ibu saya juga punya fotonya. saya agak heran dengan reaksi komentator disini yang tidak percaya dan merasa terusik dengan hal ini. ka’bah dan masjidil haram juga pernah diduduki selama 2 minggu oleh fanatik wahabiyah tahun 1979 dengan banyak korban meninggal baik jemaah maupun terorisnya (dari buku kudeta mekkah, yaroslav trofimov). akhirnya pendudukan dikalahkan dengan bantuan pelatih2 tentara elit perancis. pd masa itu keluarga laden adalah kontraktor yang membangun masjidil haram. Di buku itu juga ada sejarah kerajaan saudi, yang baru terbentuk th 1927, dengan perang yang makan banyak korban (termasuk ibu2 hamil yang dikeluarkan janin2nya). Batu hitam ka’bah juga pernah dicuri oleh penganut syiah tapi dikembalikan lagi. Dalam Al Qur’an disebutkan tiap umat memiliki rumah ibadahnya masing-masing. Barangkali istilah rumah Tuhan untuk ka’bah agak berlebih2 an, ia adalah rumah
ibadah.
@ Salam. Memang betul mas… awalnya, ketika belum mengetahui sejarah Ka’bah atau disebut juga Baitullah (rumah Allah), Baitul Makmur, Baitul Maqdis, atau Baitul Atiq. Penamaan ini bisa kita dapatkan dari Al Qur’an. Kabah kebanjiran adalah sebuah fenomena yang saya juga baru memahami setelah sedikit membaca sejarahnya dan karena ada gambar-gambar kabah kebanjiran dijual bebas di Mekah… Salam dan terimakasih kesudian Mas berkunjung ke sini..
-
taufiq berkata Oktober 27, 2008 pada 8:46 pm
saya ingin hujan hujanan di baitullah amin
@ lho… memang sewaktu-waktu hujan… tapi mengapa hujan-hujanan… mengapa bukan pada tujuan pokok saja….
-
MUHAMMAD NUR TAUFIQ berkata Oktober 27, 2008 pada 8:55 pm
YA ALLAH BERILAH HAMBAMU INI HUJAN RAHMAT MU DIDALAM HIDUP DAN KEHIDUPAN INI AMIN
@ Amin, semoga Allah azza wa jalla mengabulkan doa hambaNya…
-
Abudaniel berkata Oktober 28, 2008 pada 11:34 am
Assalamu’alaikum, Saya hanya seorang Thalibul’ilmi. Mohon penjelasan dari mas Anto Ternate. Adakah refernsi yang bisa saya rujuk dari perkataan Mas : “sesungguhnya manusia tercipta dari sholat lima waktu!!!! 8(
Setahu saya, sekali lagi setahu saya, sholat lima waktu “baru” diwajibkan setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam menghadap Allah pada peristiwa Mi’raj. Tidak ada kena mengenanya dengan penciptaan manusia. Lihat AQ 2 : 30 – 38 tentang rencana penciptaan manusia. Lihat AQ 32 : 10 s/d 12 tentang “bahan” penciptaan manusia sampai dengan diciptakan/dibangki tkan lagi setelah mati. Lihat juga AQ 76 : 2 tentang unsur penciptaan manusia. Kemudian AQ 36 : 77 s/d 79 tentang unsur penciptaan manusia dan pembangkitan kembali manusia. Dan banyak ayat-ayat yang lain menerangkan tentang unsur/bahan baku penciptaan manusia. Belum saya ketemukan satupun referensinya yang merujuk “penciptaan manusia dari shoalt lima waktu”. Apakah dari”gerak sholat”nya, “bacaannya” atau apanya….?. Wallahua’lam bishshowab. Wassalam,
@ Ditunggu kalau begitu jawaban dari Mas Anto Ternate…
-
siti musyarofah berkata November 2, 2008 pada 12:57 pm
saya sangat sedih sekali dalam musibah ini,saya kira sebuah ka’bah itu selalu dilindungi oleh ALLAH dan tidak akan mungkin terjadi musibah.
@ Dari kaca mata kita, bisa jadi sebuah penanda bahwa Ka’bah terkena banjir adalah “musibah”. Bisa juga sebuah rahmat yang mengingatkan manusia untuk tidak mengkultuskan ciptaanNya. Hanya Allah azza wa jalla yang menjadi fokus peribadahan. Tidak ke Barat, Tidak ke Timur. Segala ufuklah kepunyaanNya. Bukankah kita sama mengetahui, pada waktunya Ka’bah dan dunia ini juga akan dimusnahkan !.
-
November 9, 2008 pada 11:16 am
assalamualaikum, saya baca-baca eh gak taunya ada gambar ka’bah terkena bencana banjir, tahun kapan ya.
mas bolehkah aku meminta gambarnya untuk koleksi, saya tak terbayangkan masjid pun ikut terbakar, ada kejadian apa ya waktu itu. makasih
@ Wass. iya.. kalau tak salah Tahun 1941. Silahkan ambil tentu saja, saya juga hanya dapat dari window shopping saja kok…
-
Anonymous berkata Desember 10, 2008 pada 1:44 pm
salah satu kejadian aneh tapi nyata di dunia ini lho
-
nurin nahdliyah berkata Februari 7, 2009 pada 6:48 pm
tak kusangka banjir juga dapat menerpa tanah suci yang ada di bumi ini
alhadulillah, ,,,
skrang sudah tak terjadi lagi
saya bersyukur di tempat tinggal saya tidak terjadi banjir
semoga ini adalah kejadian yang pertama dan paling akhir di tanah suci kita milik bersama
-
nurin nahdliyah berkata Februari 7, 2009 pada 6:51 pm
saya nurin dari Sidoarjo
smga pesan saya ini dapat bermanfaat bagi smw orang
dan,,
bagi saya sendiri
doa’kan saya agar saya dapat melihat tanah suci
sebelum akhir hayat saya tlah toBa
…………………. @ Amin, semoga Allah SWT memenuhi harapan Mbak Nurin….
-
Februari 7, 2009 pada 7:55 pm
Subhanallah…Duh… saat membaca-baca postingan ini, rasanya ada kerinduan… tegur sapa dengan @Mas Abudaniel</b?… Apakah beliau sedang bersembunyi ditempat terang gituh…
Kirim salam hangat selalu, dari @Haniifa bila @mas berkesempatan berjumpa dengan beliau.
Wassalam, Haniifa.
-
Maret 18, 2009 pada 8:00 am
[...] Yang Mengejutkan !Jeritan Siksa Dari Alam KuburFoto Bagian Dalam dan Pintu Ka’bah (Inside of Kabba)Baitullah (Kabah) Terendam BanjirAgus Mustofa : Tak Ada Azab Kubur?Perbedaan Pramugari Garuda Airways dan Lion AirJadi Ummat Islam, [...]
-
April 23, 2009 pada 7:28 am
Subhanallah…
-
Juni 2, 2009 pada 5:07 pm
wah menyedihkan itu masaak ka’bah di rendam banjir ya allah aku gak tega kayak gitu masya’allah
-
Juni 2, 2009 pada 5:08 pm
eh semoga gak terjadi gitu lagi amin……….. ya rabbal alamin
-
Juni 25, 2009 pada 8:40 pm
jelas nya makah itu adalah dataran yang paling rendah sehingga apa bila hujan kota mekah tergenang air/banjir,itu lah kekuasaan tuhan bahwa hujan disana mungkin 1x satu tahun
-
Agustus 6, 2009 pada 4:14 pm
wah dari sejarah nya saja sudah banyak kekacauan di umat muslim sendiri... kasihan....
-
hid berkata Oktober 11, 2009 pada 11:29 pm
aku pengen tau makam nabi muhammad saw,
-
injan berkata Oktober 15, 2009 pada 10:50 am
ga ada hujan selebat itu yang akhirnya dapat menggenangi kabah dimekah. jangan mengada-ada….n jangan sok tau!!!!!!!!! !!!!!!
-
dedy berkata Oktober 16, 2009 pada 1:36 pm
kira2 banyak manfaatnya atau tida bagi umat islam karena ini sangat sensitif apalagi kabah berkaitan dengan rukun islam yang ke 5. klo betul! minta penjelasan yang jelas dari pemerintahan arab sejauh mana menanggulangi terjadinya banjir ? klo udah tahu baru muat gambar ini’ jadi tidak terjadi kesalahpahaman dan jelas keteranganya. Maaf ini menyangkut ibadah haji yang sangat banyak jemaahnya jangan sampai terjadi keraguan karena jawaban yang ga jelas, tks
-
Oktober 18, 2009 pada 1:51 pm
WAW SEREM BANGET INGET DOSA SAYA…. ALLAHU AKBAR.
-
November 11, 2009 pada 4:57 pm
hay guys
-
November 11, 2009 pada 4:58 pm
siapa yang udah naek haji
-
November 11, 2009 pada 4:59 pm
aku jadi inget sama dosa dosa aku hwa………………………..
-
Rahmayani berkata November 13, 2009 pada 8:42 am
mungkin itu semua adalah rahasia Allah yakinlah apa yg diberikan allah ada hikmahnya. and aku yakin keinginan ku untuk ke ka”bah kalau allah menghendaki passti terkabul
-
v3 berkata November 26, 2009 pada 6:20 pm
makkah musim haji 2009 ini banjir lagi..wallahu’alam….
-
JASNEE JANEE berkata November 27, 2009 pada 9:57 pm
KUA ARAP OPO
-
zak berkata Februari 10, 2010 pada 10:09 am
apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi mengeluarkan semua material yang ada di dalamnya … al ayat.
fenomena banjir di makkah sesuatu yang lumrah. karena secara geologis lokasi ka’bah dikelilingi oleh bukit-bukit (mirip cerukan di mana ka’bah berada tepat di tengah-tengahnya) . Demikianlah tersebab sumur zam-zam tetap mengeluarkan mata airnya hingga kini, karena kondisi geologis tersebut menyebabkan seluruh debit air di lembah makkah berkumpul. mengenai ka’bah, masyarakat muslim nampak kurang memahami kalimat ‘rumah allah’ dan dianggap tempat tinggal allah sehingga keramat dan tidak dapat terjadi bencana di lokasi tersebut. padahal yang benar adalah ‘rumah allah’ dipakai untuk tempat/lokasi untuk beribadah kepada allah dengan ikhlas dan khusyu’ (jadi tidak monopoli di ka’bah saja) ka’bah di makkah yang benar adalah baitul ‘atiq (rumah tua) karena di sanalah monumen pertama sebagai tempat peribadatan di makkah. dengan demikian jika karena izin allah makkah diguncang gempa 10 skala richter dan ka’bah rata dengan tanah
apakah keimanan kita akan berpaling? apakah arah salat kita berpaling ke new york? alangkah picik jika jawabannya adalah ‘ya’. sekali lagi jangan kultuskan ka’bah karena dia hanya bagian kecil dari makhluk allah, sehingga ketika kita beribadah haji tak perlu menangis meraung-raung begitu melihat ka’bah, berebut sambil saling sikut hanya untuk mencium hajar aswad, tapi ingatlah hanya pada allah, pada kelemahan dan keterabatasan kita sebagai manusia, dan rasa syukur kita dapat melakukan rihlah untuk beribadah haji, sekaligus trace back perjuangan nabi dalam menyiarkan islam untuk kita ikuti ‘api’ gairah da’wah sehingga agama allah tetap sebagai agama yang rahmatan lil alamin.
-
bagir berkata Februari 13, 2010 pada 9:36 am
karena orang saudi akhlaknya bejat dan faham agama pemerintahan saudi sesat, mereka tertolong dengan adanya KA’BAH, makam baginda nabi MUHAMMAD ROSULULLOH S.A.W,seandai Kabah & makam Nabi tidak disana mungkin saudi setiap hari akan diguncang gempa & menjadi negara termiskin miskinnya didunia
-
Anonymous berkata April 1, 2010 pada 4:02 pm
wwwaaaaccchhh cceeRRReeemmmbbb… !!!thhuuuww per!ngaTand daR!!! ALLAH SuPaYa qTa Lb!!!hhh taAt kPd.na…
Tinggalkan Balasan
http://agorsiloku. wordpress. com/2007/ 02/13/baitullah- kabah-terendam- banjir/
__._,_.___
Attachment(s) from Sirajuddin Abbas
10 of 11 Photo(s) (View all Photos)
__,_._,___
|