Suara Orang Berjalan

0 views
Skip to first unread message

Gwenda Arguin

unread,
Aug 5, 2024, 6:40:28 AM8/5/24
to keygradublai
Halusinasiadalah gangguan persepsi yang membuat seseorang mendengar, merasa, mencium aroma, dan melihat sesuatu yang kenyataannya tidak ada. Pada keadaan tertentu, halusinasi dapat mengakibatkan ancaman pada diri sendiri dan orang lain.

Halusinasi adalah sensasi yang diciptakan oleh pikiran seseorang tanpa adanya sumber yang nyata. Gangguan ini dapat memengaruhi kelima panca indera. Seseorang disebut berhalusinasi ketika dia melihat, mendengar, merasa, atau mencium suatu aroma yang sebenarnya tidak ada. Hal-hal ini hanya ada di dalam pikiran mereka. Penderita gangguan halusinasi seringkali memiliki keyakinan kuat bahwa apa yang mereka alami adalah persepsi yang nyata sehingga tak jarang menimbulkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang memiliki halusinasi juga mungkin bisa memiliki perilaku menyimpang.


Stuart & Sundenn (1998)

Halusinasi adalah gangguan penyerapan (persepsi) panca indera tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua sistem penginderaan dimana terjadi pada saat individu sadar dengan baik.


Selain karena kondisi berat di mana halusinasi seringkali menetap, ada juga halusinasi sementara yang tidak bersifat kronis. Misalnya, halusinasi yang mungkin Anda alami ketika salah satu anggota keluarga baru saja meninggal dunia. Anda mungkin mendengar suara orang itu sejenak atau sekilas melihatnya. Jenis halusinasi ini biasanya akan menghilang ketika duka kehilangan secara perlahan memudar. Terkadang, halusinasi juga bisa terjadi ketika seseorang mengalami fenomena ketindihan (sleep paralysis).


Gangguan halusinasi merupakan kondisi medis serius yang perlu segera mendapat pemeriksaan dan penanganan psikiater. Selain perlu segera berkonsultasi ke psikiater, penderita gangguan halusinasi tidak disarankan tinggal atau bepergian sendiri. Dengan penanganan yang tepat dan sedini mungkin (misalnya pemberian obat-obatan dan psikoterapi), halusinasi diharapkan dapat segera teratasi agar tidak sampai membahayakan diri sendiri dan orang lain.


Karakteristik : klien merasa banyak masalah, berusaha menghindar dari lingkungan, takut diketahui orang lain jika dirinya memiliki banyak masalah. Masalah semakin terasa sulit karena berbagai stressor terakumulasi dan support syistem kurang dan persepsi terhadap masalah sangat buruk.


Karakteristik : klien mengalami perasaan mendalam seperti cemas, kesepian, rasa bersalah, takut, dan mencoba untuk berfokus pada pikiran yang menyenangkan untuk meredakan kecemasan. Klien cenderung mengenali bahwa pikiran-pikiran dan pengalaman sensori berada dalam kendali kesadaran jika cemas dapat ditangani.


Karakteristik : klien mulai lepas kendali dan mungkin mencoba untuk mengambil jarak diri dengan sumber yang dipersepsikan. Klien mungkin merasa dipermalukan oleh pengalaman sensori dan menarik diri daro orang lain.


Perilaku : tahap ini ditandai dengan meningkatnya tanda-tanda sistem syaraf otonom akibat ansietas otonom seperti peningkatan denyut jantung, pernafasan, dan tekanan darah. Rentang perhatian dengan lingkungan berkurang dan terkadang asyik dengan pengalaman sensori serta kehilangan kemampuan membedakan halusinasi dan realita.


Perilaku : klien menjadi taat pada perintah halusinasi, sulit berhubungan dengan orang lain, respon perhatian pada lingkungan berkurang ( biasanya hanya beberapa detik saja), serta tidak mampu mengikuti perintah dari perawat, tremor dan berkeringat.


Dokter akan menanyakan keluhan dan riwayat penyakit, pengobatan, serta riwayat keluarga pasien, serta melakukan pemeriksaan fisik. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk mengetahui penyebab halusinasi, seperti:


Pengobatan halusinasi tergantung pada penyebabnya. Dokter akan meresepkan obat-obatan bila halusinasi disebabkan oleh gangguan mental, epilepsi, atau migrain. Namun, pada halusinasi yang disebabkan oleh tumor otak, dokter akan melakukan prosedur bedah atau radiasi.


Dokter juga akan menyarankan terapi perilaku kognitif, terutama pada pasien halusinasi yang disebabkan oleh gangguan mental. Terapi ini dapat membantu pasien untuk menghadapi rasa takut atau paranoid.


Aspek penting dalam membantu orang terkasih yang mengalami halusinasi adalah meyakinkan mereka bahwa pengobatan tersedia. Berikut ini beberapa langkah praktis untuk membantu orang yang Anda cintai mengatasi halusinasi.


Lingkungan dapat memainkan peran penting dalam kesalahan persepsi dan memperburuk halusinasi; misalnya, ruangan dengan penerangan yang buruk dan pengaturan yang bising dan kacau dapat meningkatkan kemungkinan halusinasi.


Meskipun bisa menakutkan dan tidak nyaman ketika orang yang dicintai mengalami halusinasi, penting untuk melakukan yang terbaik untuk merespons dengan cara yang tenang dan suportif. Misalnya, Anda dapat mengatakan "Aku tahu ini menakutkan untukmu" atau "Jangan khawatir; Aku di sini."


Bergantung pada tingkat keparahan halusinasi, menyentuh atau menepuk dengan lembut orang yang Anda cintai dapat membantu mengganggu dan mengurangi halusinasi. Gangguan lain yang mungkin terjadi termasuk percakapan, musik, atau pindah ke ruangan lain.


Meskipun Anda tidak ingin mengecewakan orang yang Anda cintai atau terlibat dalam pertengkaran, Anda tetap ingin jujur dan meyakinkan mereka bahwa Anda tidak mengabaikan kekhawatiran mereka. Jika mereka bertanya: "Apakah Anda mendengar itu?" Pertimbangkan untuk mengatakan: "Aku tahu kamu mendengar sesuatu, tapi aku tidak mendengarnya."


Menjaga rutinitas sehari-hari yang normal dan dapat diandalkan dapat mengurangi kemungkinan orang yang Anda cintai menyimpang dari kenyataan dan mengalami halusinasi. Pertimbangkan untuk membuat catatan tentang kapan halusinasi terjadi dan dalam keadaan apa.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages