"Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.

78 views
Skip to first unread message

O.Y Petrus Ariel

unread,
Sep 11, 2014, 12:16:40 AM9/11/14
to kedoya...@googlegroups.com
GERIZIM versus YERUSALEM



* Yohanes 4:9, 19-20
4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) 4:19 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.
4:20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah."

Perempuan Samaria mengetahui bahwa Yesus adalah seorang Yahudi (Yohanes 4:9), dan ia kemudian sadar bahwa Yesus adalah bukan orang biasa, melainkan nabi. Ayat 20, ia berprasangka bahwa jika Yesus adalah seorang nabi dari kalangan Yahudi, ia akan dipengaruhi untuk tidak lagi berkiblat pada Gunung Gerizim, melainkan di Sion (Yerusalem) tempat orang-orang Yahudi beribadah. Perkataan ini diucapkan oleh perempuan itu di sumur di kaki Gunung Gerizim, tempat Yesus berhenti untuk minum air. Perkataan perempuan itu menyatakan suatu konflik yang sudah lama berlangsung antara orang-orang Yahudi dan Samaria.

Gunung Gerizim adalah gunung di sebelah selatan dari sepasang gunung. Diantara kedua gunung ini terdapat lokasi kota Sikhem kuno. Gunung yang di utara, Gunung Ebal, lebih tinggi. Lokasi ini strategis karena rute-rute perjalanan bersimpangan di lembah yang terbentuk oleh kedua gunung itu.

Karena itu kota Sikhem sering disebut dalam Kitab Kejadian. Di Gunung Ebal dan Gerizim inilah semua suku Israel berkumpul dibawah pimpinan Yosua untuk mendengar kutuk dan berkat yang berkaitan dengan pelanggaran dan ketaatan kepada

Hukum Taurat :  Ulangan 11:29
Jadi apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau ke negeri, yang engkau masuki untuk mendudukinya, maka haruslah engkau mengucapkan berkat di atas gunung Gerizim dan kutuk di atas gunung Ebal.

Orang Samaria bersikeras bahwa Sikhem, ibukota pertama Israel adalah tempat tang dipilih Allah untuk menjadi tempat kediamanNya. Orang Yahudi menyatakan bahwa tempat yang dipilih adalah Yerusalem. Yang manakah kota Allah itu?

Kota Samaria, yang direbut oleh orang Asyur pada tahun 722 sM, menjadi sebuah koloni militer. Para pendatang baru itu kawin campur dengan orang Samaria dan menerima agama mereka.

Kerajaan Persia runtuh pada tahun 333 sM, dan orang Makedonia dibawah pimpinan Aleksander Agung maju melalui daerah pesisir Siria menuju Mesir. Yerusalem adalah salah satu kota yang menyerah kepada Makedonia. Pada tahun 332 sM, Samaria memberontak dan sebagai hukuman dari Aleksander, ia mengirim penduduk baru dari Yunani untuk tinggal disana.

Ketika sebuah koloni Yunani didirikan, desa-desa pribumi dibawah pengawasan orang Yunani seringkali membentuk suatu perserikatan keliling sebuah tempat ibadah leluhur mereka. Hal inilah yang terjadi di Sikhem.

Orang Sidon (orang Kanaan) di Sihkhem berorganisasi dalam cara Yunani ini beribadah kepada Allah Israel. Mereka tidak mau menerima orang Makedonia dan juga tidak mau bergantung kepada Yerusalem. Mereka mengatakan kepada orang Yahudi : "… kami pun berbakti kepada Allahmu sama seperti kamu…" (Ezra 4:2). Tetapi mereka tidak mau mengalah kepada tuntutan Yahudi untuk beribadah di Yerusalem.

Penduduk Sikhem mendirikan sebuah tempat ibadah baru. Tempat ibadah itu, yang dipersembahkan kepada Allah dari Yerusalem dan dari Sikhem, berdiri di puncak Gerizim, serta memandang ke bawah ke Sikhem.

Pertengkaran utama antara orang Yahudi dan orang Samaria adalah mengenai siapa yang memiliki Bait Suci Allah. Kemudian setiap hari pihak masing-masing membuat cerita mereka sendiri untuk menjelaskan asal mula persengketaan yang menyangkut tempat ibadah di Samaria.

Orang Samaria menyatakan bahwa tempat ibadah mereka didirikan oleh Aleksander Agung. Orang Yahudi mengatakan bahwa tempat itu didirikan oleh putra suatu keluarga imam besar, yang dikucilkan oleh Nehemia dari Bait Suci karena ia menikah dengan seorang gadis Samaria. Pernyataan-pernyataan seperti ini telah mengaburkan asal mula yang sebenarnya dari perpecahan ini dan mengacaukan penentuan tanggalnya, yang masih belum jelas.

No virus found in this message.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 2014.0.4765 / Virus Database: 4015/8191 - Release Date: 09/10/14

Ebal-Gerizim.jpg
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages