garneta
unread,Mar 18, 2011, 7:38:25 AM3/18/11Sign in to reply to author
Sign in to forward
You do not have permission to delete messages in this group
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to Kecantikan & Kesehatan
Photodamage adalah perubahan pada kulit yang terjadi setelah terpapar
oleh sinar radiasi jangka panjang. Photoaging merupakan akibat yang
tampak pada kulit kita, dimana perubahan pada kulit tersebut
disebabkan oleh paparan sinar matahari seperti pada efek penuaan.
Semua dari kita mengalami apa yang dinamakan photodamage ini hanya
dengan derajat yang berbeda-beda pada masing-masing individu.
Photodamage akhirnya dapat berkembang menjadi kanker kulit. Kerusakan
pada lapisan kulit terutama berkaitan dengan penurunan fungsi kolagen
di kulit tersebut dimana proses ini akhirnya berujung dengan tampaknya
gejala-gejala dari photodamage berupa timbulnya kerutan-kerutan,
penurunan elastisitas kulit, hiperpigmentasi (bercak-bercak berwarna
gelap), telangiectasia (pembuluh darah kecil pada permukaan kulit yang
melebar), aktinik keratosis (tumor jinak pada kulit akibat paparan
sinar matahari), dan kanker kulit.
Produk pelindung matahari seperti sunscreen dan antioksidan dapat
meminimalisir kerusakan kulit yang diakibatkan oleh radiasi sinar UV
tersebut. Penanganan photodamage terutama dengan obat-obat topikal,
bisa juga dengan teknik eksfoliasi dan laser. Obat topikal yang dapat
digunakan antara lain asam retinoat, AHA, dan antioksidan.
Proses aging (penuaan) merupakan proses yang konstan dan tidak dapat
dihindari oleh setiap dari kita. Proses ini bisa terjadi dari dalam
tubuh kita sendiri maupun photoaging. Penyabab yang dari dalam
berlangsung perlahan-lahan dan perubahan yang terjadi tidak dapat
diubah, sedangkan photoaging berasal dari lingkungan di sekitar kita
terutama paparan radiasi sinar matahari. Efek dari radiasi sinar UV
pada kulit tersebut sangatlah besar dan terlihat pada 90 % tanda-tanda
penuaan kulit. Penelitian memperlihatkan bahwa radiasi UV menghambat
pembentukan kolagen yang memegang peranan penting pada kekuatan dan
elastisitas kulit dan memicu penurunan fungsi kolagen pada kulit
kita.
Radiasi UV tidak hanya mempercepat terjadinya penuaan, namun juga
dapat menyebabkan penyakit yang serius seperti kanker kulit. 90 %
kanker kulit secara langsung disebabkan oleh paparan radiasi UV dan
biasanya baru terdiagnosa setelah usia 45 tahun atau lebih.
Gejala dari photoaging tampak pada orang muda sedangkan penuaan alami
dari dalam muncul perlahan dan terjadi pada orang tua. Pada penuaan
alami dari dalam, kulit menjadi kering dan pucat, muncul kerut-kerut
halus namun kulit masih nampak halus dan tidak terlihat bercak-bercak
gelap (flek). Sedangkan yang disebabkan oleh radiasi UV, kulit tampak
kasar, timbul bercak-bercak hiperpigmentasi, dan terjadi penurunan
elastisitas kulit sehingga tampak kendur. Kulit juga dapat menjadi
tipis, mudah merah, terdapat telangiectasia, dan dapat berujung pada
terjadinya kanker kulit. Pigmentasi yang tidak teratur terjadi karena
bertambahnya pigmen melanin merupakan tanda utama pada photodamage.
Melasma / flek adalah jenis pigmentasi yang umum terjadi berhubungan
dengan paparan sinar matahari ditandai dengan bercak-bercak warna
gelap yang berbatas tegas pada kulit. Flek cenderung lebih sering
terjadi pada orang yang mempunya kulit sawo matang dan gelap.
Kerutan-kerutan pada photodamage tampak dalam dan biasanya terletak di
dahi, sekitar mata, dan sekitar mulut. Bila kulit direnggangkan maka
kerutan ini tetap ada, tidak menghilang, sedangkan bila pada gejala
penuaan dengan kerut-kerut halus, bila kulit direnggangkan kerutan
menjadi tidak tampak.
Pemakaian krim pelindung matahari atau yang biasa kita sebut sunscreen
dapat memberi perlindungan pada kulit kita terhadap radiasi sinar UV
dan diukur berdasarkan SPF (sun protection factor). Namun demikian
krim pelindung matahari biasa yang dijual di pasaran tidak cukup untuk
melindungi kulit kita secara maksimal terhadap paparan radiasi sinar
UV dari matahari. Agar dapat bekerja secara maksimal pelindung
matahari tersebut harus minimal mempunyai SPF 30 dan dipakai secara
merata pada kulit dengan ketebalan yang cukup. Krim pelidung matahari
ini dipakai 15 menit sampai 30 menit sebelum akan terkena sinar
matahari dan dipakai rata pada seluruh wajah sampai leher dan
telinga. . Makin tinggi SPF pada krim pelindung matahari, makin lama
pula perlindungan yang akan diberikan.
Dengan mengurangi paparan radiasi UV akibat matahari, maka kerusakan
kulit akibat photodamage dengan gejala kerutan, melasma, kulit kendur,
dan sebagainya seperti yang sudah dibahas di atas dapat dicegah.