Yuk, hitung emisi pemakaian listrik kita!

3,821 views
Skip to first unread message

Rocky Salomo

unread,
Jan 17, 2012, 9:21:40 AM1/17/12
to
Pernahkah anda menghitung berapa emisi yang kita keluarkan dari listrik?
 
Menurut survei yang diadakan oleh WWF terhadap 1000 orang responden, yang menjawab "Pernah dan sudah beberapa kali coba" ada 8,4%. Yang menjawab "Belum pernah" ada 82%, dan ada 9,6% yang menjawab "Tidak tahu".
 
Kita mulai dengan rumus biaya listrik:
Biaya Listrik = Total kWh (Jumlah pemakaian listrik) x Lama Pemakaian Dalam Jam x Tarif Dasar Listrik (sesuai kelompok golongan)
 
> Total Kwh bisa dilihat di tagihan listrik.
> Lama pemakaian listrik di rumah bisa juga dikonfirmasikan dengan penghuni rumah lainnya.
> Tarif Dasar Listrik (TDL) menurut www.pln.co.id
    * Golongan R1 (< 2.200 VA), 1 kWh = Rp. 320,- untuk pemakaian sampai dengan 20 kWh.
    * Golongan R2 (2.200 VA - 6.600VA), 1 kWh = Rp. 575,-
    * Golongan R3 (>6.600 VA), 1 kWh = Rp. 621,-
 
Hitunglah!
 
Misalnya, untuk sebuah lampu 100 watt yang digunakan selama 10 jam setiap harinya dalam 1 bulan (1 bulan = 30 hari), konsumen di golongan R1 harus membayar = 0,1 kWh x 10 x 30 hari x Rp. 305,- = Rp. 9.150,- per bulan.
Sementara apabila lampu tersebut diganti dengan lampu hemat energi 20 watt, konsumen hanya perlu membayar = 0,02 kWh x 10 x 30 hari x Rp. 305,- = Rp. 1.830,-
Penghematan dalam 1 bulan yang didapat jika mengganti lampu 100 watt ke lampu 20 watt untuk pemakaian 10 jam/hari adalah:
    *  Penghematan energi listrik/bulan = (100 watt - 20 watt) x 10 jam/hari x 30 hari = 24000 Wh = 24 kWh
    *  Penghematan biaya/bulan:
        > Tarif R1 (<2.200 VA) = rata-rata Rp. 320,-/kWh adalah 24 kWh x Rp. 320,- = Rp. 7680,-
        > Tarif R2 (2.200 VA - 6.600 VA) = Rp. 575,-/kWh adalah 24 kWh x Rp. 575,- = Rp.13.800,-
        > Tarif R3 (>6.600 VA) = Rp. 621,-/kWh adalah 24 kWh x Rp. 621,- = Rp. 14.900,-
 
Nah itu baru perhitungan penghematan energi dan biaya bulanan listrik. Bagaimana dengan perhitungan emisi CO2-nya?
Koefisien emisi CO2 di Indonesia menurut IPPC (1998) = 781,2621 gr/kWh.
Jadi, rumusnya adalah:
Emisi CO2 = 781,2621 gr/kWh x Total kWh x lama pemakaian dalam jam x jumlah hari penggunaan.
 
Kita kembali ke lampu 100 watt kita ... Emisi CO2 yang dihasilkan oleh sebuah lampu 100 watt adalah = 781,2621 gr/kWh x 0,1 kWh x 10 jam x 30 hari = 23.437, 863 gr = 23,437863 kg CO2.
Jika kita menggunakan lampu 20 watt ... Emisi CO2 yang dihasilkan adalah = 781,2621 gr/kWh x 0,02 kWh x 10 jam x 30 hari = 4.687,5726 gr = 4,6875726 kg CO2.
 
Emisi CO2 yang direduksi dalam 1 bulan adalah 23,437863 kg - 4,6875726 kg = 18,7502904 kg CO2
atau kalo kita melihat dari penghematan energi listri/bulan yang sebesar 24 kWh maka emisi CO2 yang direduksi per bulan adalah 24 kWh x 781,2621 gr/kWh = 18750,2904 gr CO2 = 18,7502904 kg CO2 alias 18 kilo lebih!
 
Ini baru 1 alat elektronik. Ada berapa alat elektronik di rumah anda?
 
 
Artikel dikutip dari "Living Planet Magazine" Volume I No. 3 / Desember 2011
 
Selamat Melayani,
Rocky Salomo

Rocky Salomo

unread,
Jan 19, 2012, 12:10:49 AM1/19/12
to
Pernahkah anda menghitung berapa emisi yang kita keluarkan dari listrik?
 
Menurut survei yang diadakan oleh WWF terhadap 1000 orang responden, yang menjawab "Pernah dan sudah beberapa kali coba" ada 8,4%. Yang menjawab "Belum pernah" ada 82%, dan ada 9,6% yang menjawab "Tidak tahu".
 
Kita mulai dengan rumus biaya listrik:
Biaya Listrik = Total kWh (Jumlah pemakaian listrik) x Lama Pemakaian Dalam Jam x Tarif Dasar Listrik (sesuai kelompok golongan)
 
> Total Kwh bisa dilihat di tagihan listrik.
> Lama pemakaian listrik di rumah bisa juga dikonfirmasikan dengan penghuni rumah lainnya.
> Tarif Dasar Listrik (TDL) menurut www.pln.co.id
    * Golongan R1 (< 2.200 VA), 1 kWh = Rp. 320,- untuk pemakaian sampai dengan 20 kWh.
    * Golongan R2 (2.200 VA - 6.600VA), 1 kWh = Rp. 575,-
    * Golongan R3 (>6.600 VA), 1 kWh = Rp. 621,-
 
Hitunglah!
 
Misalnya, untuk sebuah lampu 100 watt yang digunakan selama 10 jam setiap harinya dalam 1 bulan (1 bulan = 30 hari), konsumen di golongan R1 harus membayar = 0,1 kWh x 10 x 30 hari x Rp. 305,- = Rp. 9.150,- per bulan.
Sementara apabila lampu tersebut diganti dengan lampu hemat energi 20 watt, konsumen hanya perlu membayar = 0,02 kWh x 10 x 30 hari x Rp. 305,- = Rp. 1.830,-
Penghematan dalam 1 bulan yang didapat jika mengganti lampu 100 watt ke lampu 20 watt untuk pemakaian 10 jam/hari adalah:
    *  Penghematan energi listrik/bulan = (100 watt - 20 watt) x 10 jam/hari x 30 hari = 24000 Wh = 24 kWh
    *  Penghematan biaya/bulan:
        > Tarif R1 (<2.200 VA) = rata-rata Rp. 320,-/kWh adalah 24 kWh x Rp. 320,- = Rp. 7680,-
        > Tarif R2 (2.200 VA - 6.600 VA) = Rp. 575,-/kWh adalah 24 kWh x Rp. 575,- = Rp.13.800,-
        > Tarif R3 (>6.600 VA) = Rp. 621,-/kWh adalah 24 kWh x Rp. 621,- = Rp. 14.900,-
 
Nah itu baru perhitungan penghematan energi dan biaya bulanan listrik. Bagaimana dengan perhitungan emisi CO2-nya?
Koefisien emisi CO2 di Indonesia menurut IPPC (International Plant Protection Convention) pada tahun 1998 = 781,2621 gr/kWh.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages