Fwd: Kartunet Newsletter - Edisi Juni 2026, Pekan Ke-3

0 views
Skip to first unread message

primaagussetiyawan

unread,
Jun 22, 2026, 11:19:42 PMJun 22
to kart...@googlegroups.com
-------- Original message --------
From: Redaksi Kartunet <newsl...@update.kartunet.com>
Date: 6/22/2026 07:00 (GMT+07:00)
Subject: Kartunet Newsletter - Edisi Juni 2026, Pekan Ke-3

Kartunet Newsletter - Edisi Juni 2026, Pekan Ke-3

Salam Akselerasi! Berikut adalah kurasi artikel, analisis, dan produk pemikiran inklusif yang paling banyak dibaca, direkomendasikan, dan memicu aksi di komunitas kami dalam rentang satu pekan terakhir (11 Juni 2026 hingga 18 Juni 2026). Selamat membaca dan berefleksi!

Kategori: Info & Peluang

Peluang Emas Pegiat Inklusi: Kementerian HAM Buka Rekrutmen 200 Penggerak HAM Tingkat Desa 2026

Oleh: Dimas P. Muharam

Peluang emas bagi aktivis disabilitas! Kementerian HAM RI membuka rekrutmen 200 Penggerak HAM tingkat desa dengan syarat minimal lulusan SMA dan berpengalaman di pendampingan sosial. Pendaftaran buka 20-24 Juni 2026. Cek syarat lengkapnya di sini!

Tag: Lowongan Kerja, info lowongan
Kategori: Info & Peluang

Tak Cukup hanya Ijazah: Mengapa Pelatihan Soft Skills Pra-Kerja Menjadi Kunci Kesuksesan Tunanetra?

Oleh: Dimas P. Muharam

Punya ijazah sarjana belum cukup bagi tunanetra untuk menembus kerasnya dunia kerja. Temukan mengapa pelatihan soft skills pra-kerja (komunikasi, goal setting, dan manajemen waktu) menjadi kunci sukses mereka meraih karier bergengsi di UNICEF, USAID, hingga BAZNAS.

Tag: tenaga kerja disabilitas, Pelatihan kerja untuk penyandang disabilitas, karir
Kategori: Opini

GovTech, Digital Single ID, apakah diskriminasi era baru?

Oleh: banyu

Pemerintah menyiapkan Digital Single ID berbasis AI untuk memfilter penerima bantuan sosial. Namun sistem ini berpotensi menciptakan diskriminasi baru bagi penyandang disabilitas netra, jika verifikasi biometrik wajah tetap menjadi satu-satunya pintu masuk — tanpa jalur alternatif yang aksesibel dan inklusif.

Tag: accessible technology, Accessible, accesibilitas, #AKSESIBELITAS, #wakil rakyat, Accessibility, #Untukmu Indonesiaku
Kategori: Info & Peluang

Mengangkat 'Massase' dari Pekerjaan Tradisional Menjadi Profesi Tersertifikasi di Industri Formal

Oleh: Dimas P. Muharam

Lebih dari 70% tunanetra berprofesi sebagai pemijat di sektor informal. Pelajari bagaimana sinergi antara SLB, Kemendikdasmen, dan LSP Pertuni siap mensertifikasi profesi masseur agar tunanetra dapat bersaing menembus kuota tenaga kerja di industri formal dan perhotelan!

Tag: pertuni, pijat tunanetra

Anda menerima email ini karena berlangganan Newsletter Kartunet.
Jika Anda tidak ingin menerima email ini lagi, silakan berhenti berlangganan.

Kartunet © 2026. Komunitas kepenulisan inklusif untuk semua.

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages