Endi,
Bitcoin dibangun dengan dasar anarki, dalam bahasa lebih sopannya desentralisasi, tidak punya Bank Central dan tidak ada yg menjamin, suatu otoritas seperti OJK/BI
Mining dalam prakteknya memang agak membingungkan, dalam mining, kita menggunakan komputer kita lalu kita konek ke server penyelenggara bitcoin untuk melakukan mining, bukan membeli tapi mencari, rebutan dengan miner-miner lainnya untuk mendapatkan bitcoin yg jumlahnya terbatas, jadi untung-untungan dan gratis (primary marketnya tanpa uang), kalau kita dapat bicoin kita bisa jual di secondary market (bursa jual belinya, ini ada harga pasarnya). Ini sebenarnya yg buat saya kurang masuk akal. Pencariannya / mining sekarang sudah semakin sulit dan harus menggunakan super komputer yg canggih supaya pada saat rebutan kita bisa dapet bicoin. Wakt saya ikut seminar ditawari komputer yg masih primitip harganya +/- USD. 2.500,-
Jumlah bitcoin yg beredar itu dibatasi kalau nggak salah jumlahnya hanya 2.300.000 unit, tapi satuan terkecilnya namanya 1 Satoshi, sama dengan satu pangkat minus delapan dari satu bicoin, berarti dia bisa split menjadi 2.300.000 dikali dengan 10 pangkat delapan, cukup buat menjadi inflasi.
Maksud kedatangan kita ikut seminar ini sebenarnya selain ingin tahu lebih banyak ttg bitcoin kita lebih banyak melihat dari sisi, system dan teknologi yg sullit di hack untuk kepentingan e-commerce dan mungkin payment system.
Mungkin ini sedikit dr saya.
BS