Indo Java Podcast #6 : Ngobrol bareng dengan Daniel Baktiar tentang Software Architect

18 views
Skip to first unread message

Ifnu bima

unread,
Oct 21, 2010, 3:18:21 PM10/21/10
to jug-indonesia
Indo Java Podcast kedatangan tamu lagi, kali ini yang menemani kita
ngobrol adalah Daniel Baktiar. Kita ngobrol bareng tentang role
Software Architect dalam dunia industri IT. Obrolan berlanjut ke stack
teknologi yang digunakan oleh Daniel di perusahaan sekarang,
developement environtment dan tools hingga sampai ke bagaimana belajar
java yang baik.

Daniel memberikan gambaran yang cukup jelas tentang apa itu Software /
Solution Architect, peranya dalam SDLC hingga skill apa yang
diperlukan oleh seorang Architect. Satu quote yang menarik adalah
“Role Software Architect itu dibuat agar orang-orang technical
karirnya tidak langsung mentok”. Architect dalam SDLC berperan sebagai
partner dari Project Manager untuk memberikan keputusan teknis dalam
sebuah tim development. Architect juga harus mempunyai skill teknis
yang sangat luas mulai dari platform pengembangan aplikasi,
developement environtment, deployment environtment hingga harus
mengerti tentang berbagai macam regulasi.

Architect juga harus mempunyai life skill berupa komunikasi dan
negosiasi agar rekomendasinya yang diajukan ke management bisa
diterima, serta harus bisa memperoleh kepercayaan dari anggota
development team bahwa framework yang digunakan memudahkan development
dan menaikkan produktifitas. Menjadi agen perubahan itu sarat dengan
subjektifitas, tidak cukup bahwa perubahan yang dicanangkan adalah
sesuatu yang baik, subject yang membawa perubahan juga harus baik.

#6 http://ifnubima.org/indo-java-podcast-6-ngobrol-bareng-dengan-daniel-baktiar-tentang-software-architect/
– Role Software Architect
– Daniel’s Framework Stack : Struts2-Spring-Hibernate
– Daniel’s Development Tools and Metodology : Subversion-Maven2
– Daniel’s Deployment environtment : Database-Virtualization
– Being Agent of change
– Belajar java dari mana?

Happy Podcasting

--
http://ifnubima.org

regards

dendy way

unread,
Oct 21, 2010, 6:12:21 PM10/21/10
to jug-b...@googlegroups.com


2010/10/22 Ifnu bima <ifnu...@gmail.com>


makasi informasinya mas ifnu..mudah2n ini membantu saia dalam belajar java.

semoga sukses selalu
http://aryandie.blogspot.com

dendy way

unread,
Oct 21, 2010, 6:15:51 PM10/21/10
to jug-b...@googlegroups.com


2010/10/22 dendy way <dend...@gmail.com>

Btw..indo java podcast yang sebelumnya adakan mas ifnu?kalo ada saia minta dunk...

Rudi Cahyo Budiyono

unread,
Oct 21, 2010, 9:06:21 PM10/21/10
to jug-b...@googlegroups.com

Petra Barus

unread,
Oct 21, 2010, 9:32:06 PM10/21/10
to jug-b...@googlegroups.com


2010/10/22 Rudi Cahyo Budiyono <rudibu...@gmail.com>

Setelah denger podcastnya, somewhat saya masih punya pendapat konservatif bahwa kurikulum di universitas harusnya tetap jauh lebih banyak hal konseptual ketimbang praktikal.

--
Petra Novandi Barus, ST
Magister Program of Computer Science
School of Electrical Engineering and Informatics
Institut Teknologi Bandung
http://petrabarus.net

Petra Barus

unread,
Oct 21, 2010, 9:35:21 PM10/21/10
to jug-b...@googlegroups.com


2010/10/22 Petra Barus <petra...@gmail.com>



2010/10/22 Rudi Cahyo Budiyono <rudibu...@gmail.com>

ada, cek aja di
http://code.google.com/p/indo-java-podcast/downloads/list

2010/10/22 dendy way <dend...@gmail.com>:
> Btw..indo java podcast yang sebelumnya adakan mas ifnu?kalo ada saia minta
> dunk...
>
>

Setelah denger podcastnya, somewhat saya masih punya pendapat konservatif bahwa kurikulum di universitas harusnya tetap jauh lebih banyak hal konseptual ketimbang praktikal.

Eh ini maksudnya ke podcast yang #5 deng. Salah donlot. :P

Eko Kurniawan Khannedy

unread,
Oct 21, 2010, 9:52:26 PM10/21/10
to jug-b...@googlegroups.com


Pada 22 Oktober 2010 08.32, Petra Barus <petra...@gmail.com> menulis:

Setelah denger podcastnya, somewhat saya masih punya pendapat konservatif bahwa kurikulum di universitas harusnya tetap jauh lebih banyak hal konseptual ketimbang praktikal.


tergantung kebutuhan tra :D
kalo setelah keluar trus masuk S2 trus bikin riset
mungkin emang konseptualnya sangat penting
tp yang bis keluar s1 trus nyari kerja, mungkin praktikalnya yg lebih penting :D

-- 
Eko Kurniawan Khannedy
echo.khannedy[at]gmail.com

Petra Barus

unread,
Oct 21, 2010, 10:19:51 PM10/21/10
to jug-b...@googlegroups.com


2010/10/22 Eko Kurniawan Khannedy <echo.k...@gmail.com>



Pada 22 Oktober 2010 08.32, Petra Barus <petra...@gmail.com> menulis:


Setelah denger podcastnya, somewhat saya masih punya pendapat konservatif bahwa kurikulum di universitas harusnya tetap jauh lebih banyak hal konseptual ketimbang praktikal.


tergantung kebutuhan tra :D
kalo setelah keluar trus masuk S2 trus bikin riset
mungkin emang konseptualnya sangat penting
tp yang bis keluar s1 trus nyari kerja, mungkin praktikalnya yg lebih penting :D

-- 

Still, IMHO, pekerja dengan kemampuan konseptual yg sangat bagus tetap jadi investasi yang menguntungkan bagi para pencari pekerja (yah, kecuali kalo attittudenya bener-bener gak bagus yah :D)
Karena menurut gw (meski rada gak beralasan) orang yg terlalu banyak praktikal nantinya bakal stuck di sebuah level produktivitas. Tapi orang yg konseptualnya bagus punya infinite possibilities.

Salah satu dosen di kampus saya berpendapat bahwa lulusan universitas itu bukan siap kerja, tapi siap dilatih. Beberapa temen saya yg freshgrad di perusahaan software yg besar begitu masuk tetep dilatih kok, gimana cara kerja di perusahaan tersebut, gimana model pengembangannya, dll..

Cuman ya karena di negara kita (dan banyak negara lain) memang banyak perusahaan-perusahaan IT yang kecil yang sedang berkembang menjadi besar (plus perusahaan-perusahaan IT besar yang makin tambah besar), maka demand mereka terhadap tenaga kerja bener-bener urgent. Akan lebih menguntungkan buat mereka untuk merekrut tenaga kerja yang sudah siap pakai ketimbang siap latih. Yang penting product mereka deliver on time.

Gw akui pendapat gw emang kelewat idealis ketimbang realistis. :D

Tapi gw cukup setuju kok kalo diperbanyak semacam workshop2 atau training2 di luar jam kuliah sebagai bentuk ekstrakurikuler :)

Ayok bikin Java Meetup lagi yuk :D <--- intinya sih ini

dendy way

unread,
Oct 21, 2010, 10:26:52 PM10/21/10
to jug-b...@googlegroups.com


2010/10/22 Petra Barus <petra...@gmail.com>


Ayok bikin Java Meetup lagi yuk :D <--- intinya sih ini


--
Petra Novandi Barus, ST
Magister Program of Computer Science
School of Electrical Engineering and Informatics
Institut Teknologi Bandung
http://petrabarus.net

Adain skali2 di jakarta dunk..
kalo orang yang blom bisa apa2 di java(baru helloworld doank) boleh ikutan gak?

bandung ongkos kagak nahan..hehe

Eko Kurniawan Khannedy

unread,
Oct 21, 2010, 10:30:59 PM10/21/10
to jug-b...@googlegroups.com


Pada 22 Oktober 2010 09.19, Petra Barus <petra...@gmail.com> menulis:

Ayok bikin Java Meetup lagi yuk :D <--- intinya sih ini


gw suka kata2 yang terakhir ini :D

Eko Kurniawan Khannedy

unread,
Oct 21, 2010, 10:32:40 PM10/21/10
to jug-b...@googlegroups.com
Pada 22 Oktober 2010 09.26, dendy way <dend...@gmail.com> menulis:


2010/10/22 Petra Barus <petra...@gmail.com>


Ayok bikin Java Meetup lagi yuk :D <--- intinya sih ini



Adain skali2 di jakarta dunk..
kalo orang yang blom bisa apa2 di java(baru helloworld doank) boleh ikutan gak?

bandung ongkos kagak nahan..hehe


setau saya dulu waktu workshop GWT ada yang dari malang :D
hayoo, jauh mana ama jakarta? :D

tp kalo di jakarta ada yang siap tempat 
anak2 Jug-Bandung kayaknya gak keberatan :D
*itungitungjalanjalan* :P

Eko Kurniawan Khannedy

unread,
Oct 21, 2010, 10:42:15 PM10/21/10
to jug-b...@googlegroups.com
Pada 22 Oktober 2010 09.19, Petra Barus <petra...@gmail.com> menulis:
Still, IMHO, pekerja dengan kemampuan konseptual yg sangat bagus tetap jadi investasi yang menguntungkan bagi para pencari pekerja (yah, kecuali kalo attittudenya bener-bener gak bagus yah :D)
Karena menurut gw (meski rada gak beralasan) orang yg terlalu banyak praktikal nantinya bakal stuck di sebuah level produktivitas. Tapi orang yg konseptualnya bagus punya infinite possibilities.

yup, orang yang tiba2 praktek, tp gak ngerti konsepnya sih tar malah bikin barang rongsokan :D konsep sangat penting, tp mungkin banyak perusahaan di indo yang ingin para lulusan IT itu selain ngerti konsep tp harus bisa mengimplementasikan konsep itu (praktikal). Jangan sampai jago ngomong, tp gak bisa ngebuktiin :D
 

Salah satu dosen di kampus saya berpendapat bahwa lulusan universitas itu bukan siap kerja, tapi siap dilatih. Beberapa temen saya yg freshgrad di perusahaan software yg besar begitu masuk tetep dilatih kok, gimana cara kerja di perusahaan tersebut, gimana model pengembangannya, dll..

kalo soal cara kerja perusahaan, pasti di latih dulu :D tp kan gak mungkin dilatih cara bikin web? cara pake netbeans? karena memang kebanyak perusahaan di indo ingin lulusan IT yang masuk ke perusahaannya, sudah mengerti hal-hal seperti itu? tp nyatanya? hanya segelintir orang yang bisa :D

bahkan ada yang bilang ke gw "sekarang jamannya netbeans, gak jaman pake java!" wew, LOL :D
 

Cuman ya karena di negara kita (dan banyak negara lain) memang banyak perusahaan-perusahaan IT yang kecil yang sedang berkembang menjadi besar (plus perusahaan-perusahaan IT besar yang makin tambah besar), maka demand mereka terhadap tenaga kerja bener-bener urgent. Akan lebih menguntungkan buat mereka untuk merekrut tenaga kerja yang sudah siap pakai ketimbang siap latih. Yang penting product mereka deliver on time.

bukan cuma siap pakai, tapi siap PALUGADA (Apa Lu Mau, Gw Ada) :P *joke*
 

Gw akui pendapat gw emang kelewat idealis ketimbang realistis. :D

idealis itu perlu :D
 

Tapi gw cukup setuju kok kalo diperbanyak semacam workshop2 atau training2 di luar jam kuliah sebagai bentuk ekstrakurikuler :)

Ayok bikin Java Meetup lagi yuk :D <--- intinya sih ini


Sekali lagi, gw suka kata2 ini :D
 

Ahmad 'Ata' Tanwir

unread,
Oct 21, 2010, 11:29:45 PM10/21/10
to jug-b...@googlegroups.com
Eko Kurniawan Khannedy wrote:
> Pada 22 Oktober 2010 08.32, Petra Barus <petra...@gmail.com> menulis:
>
>> Setelah denger podcastnya, somewhat saya masih punya pendapat konservatif
>> bahwa kurikulum di universitas harusnya tetap jauh lebih banyak hal
>> konseptual ketimbang praktikal.
>>
>>
> tergantung kebutuhan tra :D
> kalo setelah keluar trus masuk S2 trus bikin riset
> mungkin emang konseptualnya sangat penting
> tp yang bis keluar s1 trus nyari kerja, mungkin praktikalnya yg lebih
> penting :D
>


Saya sangat setuju jika S1 tetep harus lebih banyak hal conseptual
ketimbang praktikal.Kalau S1 terus mau mau kerja, ya itu salah yang
kuliah... Wong S1 lulusan S1 emang lebih ditujukan buat jadi ilmuan, ya
kalo mau hal yang lebih praktisi ya mending ngambil D3 ato D4.


--
Salam

Ahmad 'Ata' Tanwir
Web Company: http://javan.co.id
Web Blog: http://ata.web.id

T. Budiman

unread,
Oct 22, 2010, 1:18:27 AM10/22/10
to jug-b...@googlegroups.com
2010/10/22 Ahmad 'Ata' Tanwir <th3c...@gmail.com>


Saya sangat setuju jika S1 tetep harus lebih banyak hal conseptual ketimbang praktikal.Kalau S1 terus mau mau kerja, ya itu salah yang kuliah... Wong S1 lulusan S1 emang lebih ditujukan buat jadi ilmuan, ya kalo mau hal yang lebih praktisi ya mending ngambil D3 ato D4.

Saya juga setuju kalau kurikulum S1 harus lebih banyak mengandung materi konseptualnya. Tetapi di sisi lain saya kira kampus juga harus mengarahkan attitude mahasiswa dan memberi pemahaman bahwa pengalaman praktikal harus dicari sendiri di luar kurikulum yang ada. Jadi bagi mahasiswa S1 yang cita-citanya langsung kerja, ya teknologi-teknologi praktis harus dipelajari sendiri, dengan menggunakan teori yang diperoleh sebagai dasarnya.
Kalau memang bidang IT sudah dijadikan hobby, rasanya ini tidak berat untuk dilakukan kok.

T. Budiman
Malaka9

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages